Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-51



Daniel menghampiri Nicky yang membawa Lana. Daniel meminta Nicky kembali karena Daniel akan mengurus Lana.


"Kau kembalilah Nick, aku yang akan mengurusnya."


"Baik," jawab Nicky meninggalkan Daniel dan Lana.


Daniel melipat dua tangan di dada, menatap ke arah Lana. Lana merasa kesal, memasang wajah murung.


"Ck, ck, bisa-bisanya kau melakukan hal itu. Luna adalah saudari kembarmu. Kau jahat sekali," terang Daniel


Lana menatap Daniel, "kau siapa? Berani sekali bicara seperti itu?" Geram Lana.


"Siapa aku tidaklah penting, aku hanya tidak suka sikapmu yang merugikan orang lain."


"Diam! Jangan bicara lagi," sentak Lana.


Daniel kaget, "hei, kau berani sekali. Aku rasa ada masalah dengan kepalamu. Aku bicara baik-baik, kau kasar sekali. Kau itu wanita, jaga sikap dan ucapanmu agar kau di hargai oleh pria. Jika caramu bicara saja seperti ini, pria mana yang akan tahan denganmu?" Jelas Daniel.


"Aku tidak butuh ocehanmu," kata Lana.


"Baiklah, aku tidak akan bicara lagi. Lebih baik aku pulang," jawab Daneil.


Daniel berjalan mendekati mobilnya dan masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Daniel mengirim pesan pada Rekay, Dani berpamitan untuk kembali pulang.


Pesan Daniel untuk Rekay.


"Kay, aku pulang lebih dulu. Aku lelah, besok akan ada operasi pagi. Selamat sudah kembali bersama Luna. Semoga kalian selalu bahagia."


Daniel meletakkan ponselnya dan menjalankan mobilnya. Lana tiba-tiba saja menghadang mobil Daniel. Lana mengetuk kaca mobil Daniel sesaat setelah Daniel menghentikan mobilnya.


Tok....


Tok....


Daniel menurunkan kaca mobilnya, "ada apa?" Tanya Daniel.


"Hmm, bisakah kau memberi tumpangan padaku."


Daniel kaget, "apa? Kau tidak salah bicara kan? Pulanglah sendiri, aku tidak mau memberimu tumpangan."


"Tolonglah," mohon Lana.


"Tidak," tegas Daniel.


Daniel segera bergegas pergi. Daniel tidak menghiraukan Lana lagi. Saat dalam perjalan, Daniel mendengar ponsel Rekay yang berdering di bangku belakang. Daniel menepikan mobil dsn berhenti, memalingkan wajah ke belakang melihat kearah ponsel yang berdering.


"Astaga, pesanku tidak sampai jika begitu. Tuan Muda ini kenapa bisa sampai meninggalkan ponselnya."


Daniel bergumam sendiri, kembali melajukan mobilnya. Daniel memutar balik mobilnya kembali ke rumah Rekay. Saar di jalan Daniel melihat Lana yang sedang berjalan dengan langkah lemas menyusuri jalan. Daniel hanya melirik dan melewati Lana begitu saja.


Tidak beberapa lama Daniel sampai di rumah Rekay. Daniel turun dari mobilnya, membuka pintu mobil bagian belakang dan mengambil ponsel milik Rekay. Lalu menutup kembali pintu mobilnya. Daniel berjalan cepat mendekati pintu utama. Daniel menekan bel rumah beberapa kali. Pintu rumah terbuka, Luna melihat Daniel dan menyapa.


"Hai Dan, kau kembali? Ingin mencari Kay?" Tanya Luna.


"Tidak, tidak. Aku hanya ingin mengantar ponsel Rekay. Ada panggilan masuk tadi," jawab Daniel.


Daniel memberikan ponsel Rekay pada Luna. Luna menerima dan berterima kasih pada Daniel.


"Terima kasih," ucap Luna.


"Sama-sama. Aku pulang dulu, sampaikan pada Rekay. Aku juga mengiriminya pesan tadi, sampai jumpa Luna jaga kesehatanmu."


Luna menganggukkan kepala, "hati-hati," jawab Luna melambai saat Daniel melangkah pergi meninggalkan rumahnya.


Luna menutup kembali pintu rumahnya dan masuk kedalam. Daniel masuk kedalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan rumah Rekay.


***


Lana kesal, berjalan kaki meninggalkan rumah Rekay. Tidak ada ponsel atau uang sama sekali. Lana menggerutu sepanjang jalan.


Di jalan Lana di hadang oleh dua orang yang berniat jahat. Lana yang memang cantik di goda dan hendak di lecehkan oleh dua orang itu.


"Hai Nona, mau menemani kami?" Ucap seorang pria bertubuh gemuk.


"Kita akan memberimu uang untuk makan," sambung pria kurus berkaca mata.


"Pergi kalian, kalian punya apa ingin mengajakku. Kalian tidak cocok denganku!" Sentak Lana yang emosi.


"Hahaha, Nona kau terlihat tidak baik. Apa kekasihmu mencampakkanmu? Ayolah, temani kami bersenang-senang. Jangan menolak kami," kata pria bertubuh gemuk itu yang langsung menarik tangan Lana.


Lana betontak dan berteriak, "tolong..., tolong..., lepaskan aku brengs*k!" Bentak Lana pada pria gemuk.


"Kau jangan mmebuatku melukaimu. Sayang jika kulit putih halusmu ini tergores kan?" Kata pria berkaca mata membantu temannya.


"Si*l! Bagaimana ini, aku tidak bisa melepaskan diri dari mereka. Tidak akan ada yang menolongku," batin Lana ketakutan.


Lana hanya bisa terus meronta untuk bertahan. Lana berteriak-teriak meminta tolong.


Dari jauh sebuah mobil melaju perlahan, di dalam mobil tersebut ada Daniel. Daniel melihat Lana di ganggu, dia menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya. Daniel turun dari mobil dan menolong Lana.


Daniel menarik krah pakaian dua orang yang mengganggu Lana dari belakang. Daniel berdiri di hadapan Lana dan menatap dua orang yang mengganggu Lana.


"Kau, siapa kau?" Tanya pria gemuk.


"Siapa aku bukan urusanmu. Pergilah, jangan membuatku geram dan memukul kalian sampai masuk rumah sakit."


"Hahaha, jangan terlalu sombong. Kau seorang diri dan kita ada dua orang," jawab pria gemuk merendahkan Daniel.


"Banyak bicara kau gendut. Ayo serang saja," ucap pria berkaca mata.


Pria gemuk dan pria berkaca mata menyerang Daniel. Daniel dengan senang hati menyambut serangan dua orang pengganggu itu. Tangan Daniel yang sudah gatal sejak berdebat dengan Jafferson. Akhirnya terobati dengan memukul dua orang yang mengganggu Lana.


Daniel memukul hingga babak belur dua orang tersebut. Daniel merasa puas, menepuk-nepuk dua tangannya tanda berakhir.


"Ini peringatan pertama dan terakhir untuk kalian, jangan sampai kalian terlihat lagi olehku. Aku akan berikan suntikan bius pada kalian jika aku melihat kalian lagi!" Geram Daniel, menatap tajam dua orang yang tersungkur di jalan.


Daniel memalingkan wajah menatap Lana, "kau naik ke mobil!" Perintah Daniel.


Daniel berjalan meninggalkan dua orang jahat itu dan juga Lana. Lana kaget, berjalan cepat mengikuti Daniel. Lana membuka pintu mobil dan masuk, diikuti Daniel. Daniel melempar jasnya menutupi wajah Lana.


"Pakai ini, pakaianmu sangat minim."


Lana langsung menutupi pahanya dengan Jas Daniel. Roknya memang terlalu pendek. Lana hanya diam mengikuti ucapan Daniel.


"Kemana saja, jangan bawa aku pulang ke rumah Papa dan Mama. Aku belum siap," jawab Lana ketakutan.


"Haaaahh! Kau sekarang ketakutan, dimana rasa takutmu saat kau biarkan saudari kembarmu di celakai. Kau tidak berpikir jika kau adalah saudari yang jahat, huh?" Geram Daniel menatap Lana.


"Maaf, soal itu aku memang salah. Aku juga di hasut oleh Mama tiri Rekay," lirih Lana menjawab ucapan Daniel.


Daniel terdiam, tidak lama melajukan mobilnya. Daniel berpikir kemana harus mengantar dan membawa Lana pergi. Daniel sudah merasa sangat lelah. Sepanjang jalan Daniel dan Lana slaing diam dan tidak bicara. Pada akhirnya Daniel membawa Lana ke rumah pribadinya.


30 menit kemudian, mobil Daniel memasuki halaman rumah. Daniel memarkir mobilnya dan turun dari mobil diikuti Lana. Lana melihat sekeliling, rumah yang sederhaana dan banyak tanaman di halamannya. Lana berdiri diam masih melihat-lihat.


"Hei, kau ingin tidur diluar?" Tanya Daniel.


Lana kaget, "tidak, aku masuk."


Lana berlari kecil mendekati Daniel. Daniel masuk kedalam rumah, Lana mengikuti. Daniel langsung berjalan masuk, Daniel menuju dapur mengambil botol air minum di dalam lemari pendingin.


"Dengar baik-baik wanita jahat, aku tidak gratis menampungmu disini. Kau harus bekerja, bersihkan seluruh rumahku dari belakang sampai depan. Aku akan beri kau tempat tinggal dan makan gratis, jika kau berprilaku baik. Aku tidak suka pemalas dan tempat kotor. Aku tidak akan segan mengusirmu dari rumahku. Kamarmu ada di dekat tangga, kamarku diatas. Jangan naik keatas tanpa ijinku. Aku akan memberimu suntikan bius dan melemparmu ke sungai jika kau berani melanggar. Pahan?" Jelas Daniel.


"Apa dia seorang psikopat? Kena selalu mengancam ingin membius? Ah sudah lah, yang terprnting aku ada tempat tinggal. Lana ini demi hidupmu," batin Lana.


Daniel mendekati Lana, "kau dengar tidak aku bicara?" Sentak Daniel mengejutkan Lana.


"Ahh i-iya a-aku dengar. Aku dengar jelas, aku akan berusaha dengan baik."


"Jangan hanya berusaha, kau juga harus bersungguh-sungguh. Aku tidak pernah bermain kata, jika kau tidak suka kau bisa keluar dari rumahku sekarang juga. Silahkan," tegas Daniel.


"Tidak! Jangan, jangan usir aku. Aku akan bekerja dengan baik, berusaha bersungguh-sungguh. Aku tidak mau tidur di jalan," jawab Lana menunduk.


"Bagus, malam ini kau istirahat saja. Besok mulai bekerja. Aku lelah, ingin tidur."


Daniel melangkahkan kaki pergi meninggalkan Lana. Lana memalingkan wajah memanggil Daniel.


"Tuan, tunggu...."


Daniel yang sudah menaiki anak tangga pun berhenti, memalingkan wajah menatap Lana.


"Ada apa?" Tanya Daniel dingin.


"Terima kasih untuk kebaikan Anda."


"Tidak perlu, aku hanya kasian padamu."


Daniel melangkahkan kaki kembali naik menyusuri tangga. Lana menghela napas panjang, Lana melihat jas yang di pegangnya. Lana meletakan jas itu di sofa ruang tengah. Lana melangkah kan kaki menuju kamarnya.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti (End)


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"