Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-59



Daniel menatap Lana. Lana terdiam dan melamun mengingat kejadian sebelumnya.


"Hallo...," seru Daniel, wajahnya yang dekat mengejutkan Lana.


"Ah, iya?" Jawab Lana bingung.


"Hei, apa yang kau lamunkan?" Tanya Daniel.


"Tidak ada," jawab Lana.


"Ayo...," ajak Daniel.


"Kemana?" Tanya Lana.


"Mencari barangmu, jangan sampai kau lupa dan akhirnya mengotori tempat tidurku."


"Tidak perlu, kita langsung ke kasir saja."


"Ayo cepat...," ucap Daniel yang menarik tangan Lana pergi.


Disaat Lana dan Daniel ingin pergi, disaat bersamaan James dan Catharina datang. Suasana menjadi canggung, Catharina menyapa Lana.


"hai Lana, kau juga disini?" Sapa Catharina. Catharina menatap Daniel dan menyapa, "hallo," sapa Catharina.


"Hai," sapa Daniel balik dengan ramah pada Catharina.


Daniel menatap Lana, "mereka temanmu?" Tanya Daniel.


"Ayo pergi," ajak Lana.


Catharina dan James kembali bertatapan. James menghela napas panjang dan akhirnya menegur Lana.


"Lana, kau oke? Jangan menghindari kami. Kami tidak akan mempermasalahkan kejadian di masa lalu. Semua sudah berlalu, dan kami juga sudah memaafkanmu."


Ucapan James membuat Lana gemetar. Lana mrncengkram kuat tangan Daniel. Daniel merasakan Lana panik dan cemas. Daniel memalingkan pandangannya menatap James.


"Kalian siapa?" Tanya Daniel.


"Maaf Tuan. Aku akan bicara mewakili suamiku. Sebenarnya...,"


Belum sampai Catharina menceritakan maksud hatinya. Lana lebih dulu bersuara.


"Dia adalah mantan suamiku, dan mantan istri selingkuhanku dulu."


Daniel kaget, menatap Lana. Lana menatap Daniel dengan mata berkaca-kaca. Daniel menghela napas panjang.


"Oh, begitu. Hallo, senang bertemu kalian. Aku adalah calon suami Lana. Daniel Kwok," ucap Daniel yang kembali menatap James dan Catharina. Daniel memperkenalkan diri pada James dan Catharina.


Ucapan Daniel membuat Lana terkejut. James dan Catharina saling berkenalan dengan Daniel.


"Aku James, ini istriku Catharina."


"Maaf, kami masih harus mencari barang kebutuhan lainnya. Sampai jumpa," ucap Daniel yang langsung merangkul Lana pergi meninggalkan James dan Catharina.


Daniel dan Lana memilih keperluan mandi. Lana menjadi canggung, Lana bertanya-tanya dalam hatinya mengapa Daniel sampai harus bicara seperti itu di hadapan James dan Catharina.


***


Perusahaan Hawn....


Rapat akan segera di mulai. Jafferson sudah tidak sabar menunggu dirinya menjadi Direktur.


Jafferson menunggu begitu lama, rapat tidak kunjung di mulai. Jafferson menjadi kesal. Jafferson bertanya pada seseorang yang dulunya dekat dengan Calvin, seseorang itu tidak lain ialah asisten Calvin.


"Kita masih harus menunggu apa lagi?" Tanya Jafferson.


Belum sampai Asisten menjawab, pintu ruangan terbuka. Terlihat Nicky masuk, sedikit membungkuk mempersilahkan Tuannya masuk.


Tap....


Tap....


Tap....


Suara langkah kaki Rekay memasuki ruangan. Semua kaget, termasuk Jafferson dan Jenifer yang ada di dalam ruangan.


Nicky berlari menghampiri pengacara Calvin dan berbisik lalu menyerahkan sebuah berkas dokumen. Pengacara mengangguk, berdiri dari duduknya dan memanggil Asisten. Merekan memeriksa berkas dan melebarkan mata. Asisten langsung berjalan mengahampiri Rekay yang berdiri di depan pintu.


"Tuan, silakan masuk dan duduk."


Rekay berjalan dengan langkah tegap yang elegan. Rekay berhenti tepat di depan kursi Direktur Utama yang biasanya di gunakan Calvin duduk.


Semua berbisik, mereka semua tidak menyangka jika Rekay bisa berjalan dan berdiri tagap di hadapan mereka.


Jafferson menatap Jenifer, Jenifer menggebrak meja dan memaki Rekay.


Brakkkk....


"Kau untuk apa datang? Siapa yang izinkan kau datang?" Sentak Jenifer.


Asisten mendekat namun Rekay mengangkat tangannya bermaksud menghadang. Asisten kembali mundur dan berdiri di samping Nicky.


"Aku datang apa urusannya denganmu?" Tanya Rekay.


"Kau? Perusahaan ini akan menajdi milik Jafferson. Kau pergi! Dimana keamanan?" Teriak Jenifer.


"Berteriaklah sekencang-kencangnya. Tidak akan ada yang akan patuh pada perintahmu," Ucap Rekay santai.


"Keamanan..., dimana keamanan? Keamanan...," teriak Jenifer melihat sekeliling.


"Keamanan tidak bisa mengusirku. Tidakkah kau tahu siapa aku?"


"Siapa? Kau tidak lebih dari sampah! Suamiku sudah berikan perusahan dan rumah padaku juga Jeff."


"Hahaha...," Rekay tertawa kencang, "kau sungguh berpikir seperti itu? Kau pikir apa yang Papaku punya? Papaku hanya menjalankan bisnis dan perusahaan Mamaku. Dan Mamaku mewariskan semua hartanya padaku. Tidak tahukan kau jika aku memiliki 40% saham Hawn? Dan...," kata-kata Rekay terpotong.


"Jangan bangga hanya memiliki 40%. Kau akan menghubungi pemilik saham terbesar untuk melawanmu."


"Oh, silakan saja."


Jenifer menatap Pengacara, "hubungi pembeli saham rahasia itu."


"Tapi Nyonya...," jawab Pengacara.


"Tapi, tapi, tapi apa? Cepat!" Bentak Janifer.


Pengacara mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang yang dimaksud Jenifer. Panggilan tersambung, Jenifer segera menyambar ponsel pengacara dan mengaktifkan pengeras suara. Tidak lama panggilan di terima.


(Percakapan di telepon)


"Hallo?" Suara seorang wanita.


"Hallo, apakah Anda pembeli saham perusahaan Hawn?" Tanya Jenifer.


"Ya," jawabnya.


"Bisakah Anda datang ke perusahaan?" Tanya Jenifer.


"Aku sudah di perusahaan, aku akan bereskan tikus pengganggu!" Ucapnya.


"Bagus, terima kasih...," ucap Jenifer senang. Jenifer sudah salah paham.


"Kau senang?" Tanya wanita di ujung telepon.


"Tentu saja, Anda adalah penyelamat hidup saya."


Tut....


Tut....


Panggilan di putus, seseoang masuk kedalam ruangan. Seseorang itu tidak lain adalah Luna.


"Aku bukan penyelamatmu, aku adalah orang yang akan menjebloskanmu masuk dalam penjara!" Sentak Luna.


Jenifer kaget, "Apa ini?" Ucapnya.


"Sudah selesai? Tahukah kau siapa pemilik saham terbesar Hawn? Dia tidak lain adalah istriku, Luna Hawn!" Jelas Rekay.


"Kau berpikir terlalu jauh, kau pikir aku akan membantumu? Oh tidak! Aku tidak akan membantu seorang pembunuh."


Tiba-tiba saja muncul suara percakapan Rekay dan Jenifer di telepon. Dimana Jenifer mengatakan dengan jelas jika dia meracuni Calvin. Jenifer terdiam, Jenifer merasa kacau. Jenifer pergi hendak melarikan diri. Namun di depan pintu ruangan, polisi sudah siap dan menyergap Jenifer.


"Lepaskan aku, aku tidak bersalah. Kalian salah mengkap orang," sentak Jenifer.


"Salah? Kami punya bukti rekaman. Kami punya bukti racun dan sidik jarimu di botol racun. Kami juga punya bukti rekaman kamera pengawas. Kau pikir kami bodoh? Sayang sekali, kau bermain trik pada orang orang yang salah. Kami sengaja menerima semua caci makimu, kami sengaja membuatmu terbang tinggi. Agar kau merasakan sakit dan hancur saat kau jatuh."


"Mamaku, kau yang merencanakan kecelakaan itu bukan? Kau membuat Mamaku meninggal, membuatku harus menderita hidup di kursi roda. Kau bukan manusia Jenifer!" Sambung Rekay.


"Kalian berdua, lihat saja. Aku akan balas perbuatan kalian nanti," sentak Jenifer.


"Membalas kami? Pastikan dulu jika kau bisa keluar dari penjara secara hidup-hidup. Aku akan memastikan keadilan untuk Mama dan Papaku, juga Istriku. Terimalah hukumanmu," ucap Rekay.


"Bawa juga putranya, aku mengeluarkanya untuk sementara. Izin bebasnya sudah tidak berlaku," ucap Luna.


Detik itu juga Jenifer dan Jafferson langsung di seret keluar dan di bawa ke kantor polisi.


Keadaan kembali tenang, rapat kembali berlangsung. Pengacara menjelaskan semuanya kepada anggota rapat agar semuanya mengerti.


1 jam kemudian....


Rapat berakhir, Rekay resmi menjadi Direktur utama perusahaan. Setelah diresmikan, rapat pun berakhir. Rekay membawa Luna kembali ke ruang kerjanya.


Diruang kerja, Rekay duduk memangku Luna. Luna memeluk Rekay, mendengar detak jantung Rekay yang berdebar.


"Selamat," ucap Luna.


"Selamat apa? Disini kaulah Bossnya," jawab Rekay.


Luna melepas pelukan, "Oh, kau benar. Aku kan pemegang saham terbesar. Aku adalah Bossnya," ucap Luna.


"Hm, kau adalah Bossnya Boss. Jadi Bossnya Boss, apa perintahmu?" Tanya Rekay.


"Boss aku lapar, belikan aku makanan yang enak dan jangan lupa kue manis."


"Siap laksanakan perintah," jawab Rekay.


Luna memeluk Rekay, "Aku mencintaimu Kay, sangat mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu," jawab Rekay.


Luna melepas pelukannya menatap Rekay, Rekay menatap Luna dalam. Rekay mendekat dan mencium bibir Luna. Mereka berciuman mesra.


***


Daniel dan Lana sampai di rumah. Lana merapikan isi lemari pendingin dibantu Daniel.


"Kau kenapa diam? Apa aku ada melakukan kesalahan?" Tanya Daniel.


"Ya," jawab Lana yang menutup lemari pendingin dan melangkah pergi.


Daniel menahan tangan Lana dan menarik Lana dalam pelukannya.


Lana melebarkan matanya, "Apa yang kau lakukan?" Tanya Lana.


"Jadilah istriku. Aku akan menjaga dan melindungimu," ucap Daniel berbisik lembut.


Lana melepas pelukan Daniel, "Maaf, aku tidak bisa. Lebih tepatnya, aku bukan wanita yang pantas untukmu. Aku bukan wanita yang baik. Aku...."


Ucapan Lana terpotong saat Daniel menciumnya. Daniel memeluk pinggang Lana erat. Lana mendorong Daniel menjauh, namun Daniel sekamin mengeratkan dekapannya.


Puas mencium Lana Daniel akhirnya melepaskan ciumannya.


Lana melangkah mundur, "Aku tetap tidak bisa menjadi istrimu. Maafkan aku," ucap Lana yang langsung menangis dan berlari masuk dalam kamarnya.


Daniel terdiam, hatinya merasa sedih melihat Lana menangis.


***


Malam harinya....


Rekay dan Luna duduk bersebelahan diatas tempat tidur. Rekay memeluk Luna.


"Luna...," panggil Rekay.


"Ya?" Jawab Luna melepas pelukan Rekay. Luna menatap Rekay.


"Ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Rekay.


"Apa? Jangan buat aku penasaran."


"Sejujurnya, akulah pemilik Rumah sakit tempatmu bekerja. Dan Rumah sakit itu kini resmi menjadi milikmu," jelas Rekay.


Luna kaget, "Apa?" Seru Luna, "Jadi kaulah pemiliknya? Tidak heran Daniel begitu patuh padamu. Rupanya Daniel pun takut kau tendang keluar."


Rekay tertawa, "Hahaha..., kau lucu sekali sayang. Kau membuatku gemas, kemarilah biarkaan aku bermain panas malam ini."


"Tidak, aku lelah."


"Ayolah, aku mohon...," mohon Rekay.


"Tidak," Jawab Luna.


"Baiklah, jika begitu aku akan memaksa."


Rekay langsung memeluk Luna dan menggoda Luna. Luna tertawa geli karen Rekay menciuminya.


Masalah akhirnya terselesaikan. Jenifer dan Jafferson akhirnya mendapatkan hukuman atas perbuatannya.


TAMAT


***


Hai, terima kasih sudah setia dengan novel "Oh My Husband"


Tidak terasa sudah ada di akhir cerita, semoga semuanya puas. Maafkan apabila ada kesalahan kata maupun penulisan. Terima kasih untuk dukungan dan semangatnya. Sampai jumpa di karya saya selanjutnya....


Bye bye....


--- --- ---


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti (End)


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silakan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"