Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-23



Lana dan James pergi jalan-jalan. James membelikan pakaian dan perhiasan untuk Lana.


"Sayang, kau lelah. Bagaimana dengan minum kopi?" Tanya James.


"Boleh, kakiku pegal." Jawab Lana.


James melihat sekeliling, "ada cafe disana. Ayo kita kesana." Kata James, James menggandeng tangan Lana.


James dan Lana berjalan menuju sebuah cafe yang ada di pusat perbelanjaan.


Mereka berdua masuk. Lana segera mencari tempat duduk karena kakinya terasa pegal.


"Sayang, kau pesanlah dulu. Aku akan ke kamar kecil untuk mencuci tanganku." Kata James yang langsung pergi.


Lana melihat sekeliling berniat memanggil pelayan. Mata Lana melebar, Lana melihat Luna bersama Rekay. Luna dan Rekay tertawa bersama, mereka terlihat senang.


"Apa yang mereka tertawakan?" Guman Lana penasaran. Lana terus memandangi Luna dan Rekay.


Luna dan Rekay menikmati cake mereka. Luna memaksa Rekay menghabisakan cake nya. Rekay menolak, Luna pun menggerutu.


"Sayang jangan seperti itu. Lihat bibirmu sudah seperti bibir ikan." Kata Rekay menggoda.


Luna memutar bola mata, "jangan bicara lagi. Aku kesal padamu, uhh.." Luna menyilangkan dua tangannya di dada.


Rekay tersenyum, "baiklah aku habiskan. Jangan kesal lagi, oke?" Kata Rekay, Rekay memakan cakenya perlahan.


Luna melirik kearah Rekay dan tersenyum. Rekay menyendok cake, saat Rekay ingin memakannya dengan cepat Luna melahap cake di sendok Rekay.


Rekay yang sudah membuka mulut hanya bisa mengigit bibirnya sendiri. "Luna.. kau mengerjaiku?" Rekay melirik kearah Luna.


Luna menyendok cakenya lalu menyuap pada Rekay. "Maaf, aku hanya ingin mencicipi saja. Hmm, makanlah aku akan suapi." Kata Luna tentu saja dengan mengembangkan senyum manisnya.


Rekay tersenyum, memakan cake di sendok yang di suapkan oleh Luna.


Di meja Lana.


Lana terus mengamati Luna dan Rekay. James datang dan duduk disamping Lana.


"Sayang, kau sudah memesan?" Tanya James.


Lana mengangguk, "ya aku sudah pesan. James, aku akan menemui Luna sebentar. Kau tunggu lah aku, jangan kemana-mana." Pinta Lana, yang langsung berdiri dan berjalan menghampiri Luna.


Lana berdiri di samping Luna. Rekay yang tertawa menjadi diam saat melihat Lana. Luna menatap Rekay, lalu memalingkan wajah menatap apa yang Rekay lihat.


Luna melihat Lana. Luna menghela napas panjang, memalingkan kembali wajahnya menatap Rekay.


"Luna, bisa kita bicara?" Tanya Lana.


Luna diam, seakan tidak menghiraukan. Luna masih ingat jelas penghinaan Lana pada Rekay.


"Luna, kau tidak ada waktu untukku?" Tanya Lana lagi


Rekay memegang tangan Luna. Luna menatap Rekay, Luna melihat Rekay tersenyum dan mengangguk.


Luna merapatkan bibirnya tidak bicara. Luna berdiri dan berjalan meninggalkan Rekay. Lana menatap Rekay lalu menatap Luna yang melangkah cepat. Lana pun mengikuti Luna.


Luna berhenti di depan cafe. Lana berdiri di samping Luna.


"Bicaralah." Kata Luna dengan suara dingin.


"Luna, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu marah. Aku hanya ingin kau hidup bahagia." Ucap Lana.


Luna tersenyum miring, membalikan badannya menatap Lana.


"Kau tau apa arti bahagia? Apa yang kau tau Lana?" Tanya Luna dengan tatapan mata tajam.


"Luna, dengarkan aku. Aku tahu kau terpaksa melakukan pernikahan itu. Papa dan mama yang memaksamu bukan? Apa mereka mengancammu? Kenapa kau menerima jika kau tidak ingin menikah Luna?" Lana punya banyak pertanyaan untuk Luna.


Luna mengepalkan dua tangannya, "kau bisa mudah bicara karena kau tidak tahu apa-apa. Aku terpaksa menikah, karena aku sayang pada mama dan papa. Kau tau? Jika aku menolak papa akan kehilangan perusahaannya? Apa kau juga tau, betapa pentingnya perusahaan itu bagi papa? Perusahaan itu sudah seperti anaknya sendiri. Aku tidak ingin menjadi putri yang egois, aku ingin papa dan mama juga bahagia. Aku memang tidak sepertimu, yang punya banyak keberanian untuk menentang siapa saja. Setidaknya, aku masih punya hati yang mau berkorban demi keluarga. Kau bagaimana? Tidak merasa bersalah tiba-tiba pergi? Kau menikah dengan James bahkan tanpa restu papa dan mama. Apakah itu pantas? Lana, Lana. Papa dan mama kita masih ada. Tidaklah kau rindu? Apa hanya James yang ada di dalam pikiriranmu, huh?" Luna sudah tidak tahan. Mengeluarkan semua keluh kesahnya.


"Luna.." suara Lana lirih.


"Dan ya, kau tidak perlu ikut campur dalam urusan rumah tanggaku. Hidupku adalah tanggung jawabku, hidupmu adalah tanggung jawabmu. Ayo jalani hidup kita masing-masing. Jangan ada saling menghina dan mengolok diantara kita. Kita harus bisa mengurusi diri kita dan suami kita masing-masing." Kata Luna.


Lana melebarkan mata, Lana tidak menyangka jika Luna akan berani bicara seperti itu di hadapannya. Seingatnya Luna hanya akan tersenyum cantik dan bicara manis di depannya. Tidak pernah menentang ucapannya atau kesal dengan tingkah lakunya. Jika kesal pun, itu hanya candaan Luna pada Lana.


"Luna, ini sungguh kau? Kau sudah berubah sekarang." Kata Lana.


"Perubahan sikapmu tergantung lawan bicaraku. Jika lawan bicaraku berprilaku buruk dan mengecewakan aku bisa bersikap lebih jahat dan kejam. Jika lawanku bersikap manis, aku bisa lebih manis seperti madu." Jawab Luna.


"Hmmm, kau sudah selesai bicara? Aku harus kembali jika kau sudah selesai bicara." Jawab Luna mengalihkan pandangan.


"Bagaimana keadaan papa dan mama?" Lana tiba-tiba merasa sedih.


Luna melebarkan mata menatap Lana. "Kau bertanya padaku? Apa kau tidak punya ponsel. Jangan kau pikir aku tidak tahu Lana. Terakhir kali kau menghubungi papa dan mengatakan jika kau pergi ke luar negeri bersama James. Hubungi papa atau mama jika kau rindu. Jangan bertanya padaku. Maaf, aku tidak bisa berlama-lama meningglkan suamiku." Ucap Luna mulai kesal.


Luna pergi, melangkahkan kaki untuk kembali masuk ke dalam cafe. Lana terdiam, sungguh Luna bukan lah Luna yang dia kenal. Seperti orang asing yang baru saja dikenalnya.


Didalam Cafe, Luna mengajak Rekay kembali ke hotel. Luna mengatakan jika dirinya lelah ingin beristirahat. Rekay hanya bisa mengiyakan permintaan istrinya itu. Rekay tau Luna sedang kesal, Rekay berusaha untuk tidak memperkeruh keadaan.


Thank you..


Bye-bye..


------------


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia


•Pelukan Hangat Paman Tampan


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"