Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-28



Calvin Hawn membanting sebuah berkas dokumen yang baru saja si bacanya. Calvin geram, keuangan perusahaannya merosot tajam.


"Bagamimana ini bisa terjadi?" Tanya Calvin pada Asistennya.


"Maafkan saya Tuan. Seseorang yang bertanggung jawab dengan pengelolaan keuangan adalah Tuan Jeff."


"Panggil Jeff sekarang juga."


"Baik tuan," jawab Asiten itu yang langsung pergi keluar ruangan.


Calvin merasa kecewa, bagaimana bisa perusahaannya kacau-balau. Calvin melihat semua dokumen, tidak ada yang bisa di andalkan dari seorang Jafferson.


"Sudah ku duga. Tidak ada yang lebih baik menjalankan perusahaan selain putraku, Rekay."


Calvin berguman dalam lamunanya, menatap dengan tatapan mata kosong ke arah dokumen-dokumen di hadapannya.


Tok....


Tok....


Tok....


Pintu ruangan di ketuk. Pintu ruangan terbuka, Jafferson masuk dalam ruangan dan kembali menutup pintu. Jafferson berjalan mendekati Calvin.


"Papa memanggilku?" Tanyanya.


"Baca ini!" Calvin memberikan sebuah berkas dokumen berisi laporan keuangan pada Jafferson.


Jafferson menerim, "apa ini pa?" Tanyanya lagi.


Jafferson membuka dan mulai membaca. Matanya seakan melompat keluar. Jafferson tertangkap basah susah menelan dana perusahaan dalam jumlah besar.


"Kau kemanakan uangnya? Kau membuatku dalam kesulitan, Jeff."


Jafferson terdiam, tubuhnya gemetar. Jafferson tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


"Si*l! Bagaimana bisa si Pak tua ini menemukan dokumen ini. Aku sudah menyimpannya dengan baik setahuku. Bagaimana ini," guman Jafferson dalam hati.


Calvin kecewa, Jafferson tidak menjalaskan apa-apa. Jafferson masih diam tidak bicara.


"Pergilah Jeff!" Perintah Calvin.


Jafferson meletakan dokumen kembali ke meja. Jafferson berjalan untuk pergi meninggalkan ruangan Calvin.


Calvin duduk bersandar dan menghela napas panjang. Calvin mengatur napasnya perlahan. Calvin memikirkan cara untuk menutupi kerugian perusahaannya.


Di Rumah Sakit....


Luna berada diruanganya bersama Rekay. Luna sibuk mengerjakan tugasnya. Rekay sibuk memandangi Luna, Rekay merapikan rambut Luna yang menutupi wajah. Rekay membantu mengepang rambut Luna.


Luna menatap Rekay, Luna tersenyum cantik. Rekay membalas senyuman Luna.


"Kau tidak lelah memandangku, Paman?" Tanya Luna menggoda Rekay.


"Selesaikan pekerjaanmu. Biarkan aku terus menatapmu," jawab Rekay.


"Hati-hati! Jika kau terus menatapku, kau akan jatuh cinta padaku."


Luna kembali mengerjakan pekerjaanya. Rekay duduk bersandar dan bermain rambut Luna.


1 jam kemudian....


Luna selesai dengan pekerjaanya. Luna meregangkan dua tangannya ke atas, dan memijat pelan kedua bahunya yang terasa kaku.


Luna memalingkan wajah menatap Rekay. Luna tersenyum manis, melihat Rekay yang tertidur pulas. Luna mendekat dan mencium kilas kening Rekay. Rekay terbangun, membuka mata perlahan.


"Sudah selesai?" Tanya Rekay.


Luna mengangguk, "ya, sudah."


"Maaf, aku tertidur. Aku merasa lelah."


"Tidak apa, aku akan ke ruangan Daniel. Kau mau ikut?" Luna menawari Rekay.


"Ya, ayo kita pergi bersama. Aku juga ingin menemuinya," jawab Rekay.


Luna berdiri diikuti Rekay. Rekay berjalan dan duduk di kursi rodanya. Luna membawa sebuah berkas dokumen bersamanya, untuk diserahkan kepada Daniel.


Di ruangan Daniel. Daniel dan Luna duduk di sofa, sedangkan Rekay masih duduk di kursi rodanya. Daniel berbincang dengan Rekay dan Luna.


"Kalian bahagia sekali, membuatku iri hati."


"Menikahlah jika iri," sahut Rekay.


"Jahat sekali, kau tau kan aku lajang. Jangan menggunakan pernikahan sebagai jawabanmu. Menyebalkan sekali kau Kay," Daniel menggerutu.


"Hm, kalian seperti kucing dan anjing saja. Selalu ribut dan saling mengolok," Luna menatap Rekay, "sayang, kau masih tetap ingin disini? Aku ada urusan sebentar."


"Pergilah, setelah kau selesai melakukan pekerjaanmu. Kita akan pulang."


"Oke," ucap Luna. Luna pergi meninggalkan Daniel dan Rekay di dalam ruangan.


"Bagaimana kesehatanmu, Kay?" Tanya Daniel.


"Baik."


"Kakimu?" Tanya Daniel penasaran.


"Kakiku juga baik. Bisa aku gerakkan."


"Berusahalah! Aku yakin kau pasti bisa berjalan lagi. Aku juga akan berusaha semampuku," ucap Daniel dengan penuh keyakinan.


Rekay menghela napas panjang, "Sejujurnya aku ingin merahasiakan ini darimu. Tapi sepertinya kau harus tau, agar kau tidak khawatir dengan keadaanku."


Mendengar ucapan Rekay, Daniel menjadi takut. Daniel cemas dan panik.


"Apa kau sakit? Kau, kenapa? Ada apa denganmu, Kay?" Daniel penasaran.


"Aku...."


"Aku?" Sahut Daniel.


"Aku sudah bisa berjalan lagi, Dan."


Rekay berdiri perlahan dari kursi rodanya, dan berjalan. Rekay melangkahkan kaki berkeliling ruangan Daniel. Daniel tercengang, tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Daniel mendekati Rekay, untuk melihat kaki Rekay.


"Astaga, apa aku bermimpi?" Kata Daniel masih tidak percaya.


"Ini nyata, Dan. Aku bisa berdiri, berjalan, juga berlari."


"Sejak kapan? Kau bisa berjalan kembali?" Tanya Daniel lagi.


"Sejak...."


Rekay menceritakan kejadian saat dia dan Luna berbulan madu. Rekay menceritakan semuanya, Daniel tersenyum senang.


"Inilah yang di sebut sebagai keajaiban cinta. Luna membuatmu bangkit, kay. Sungguh aku senang mendengarnya," ucap Daniel tersenyum lebar.


"Ya, sendiri oun masih tisak menyangka. Aku bisa kembali berdiri dan berjalan. Semua karena Luna, karena keinginanku yang kuat untuk menjaga dan melindunginya."


"Selamat Kay. Selanjutnya biarkan aku memeriksa keadaanmu."


"Atur saja jadwalnya. Oh, tolong kau rahasiakan ini. Jangan sampai ada yang tau, Dan. Kau tau kan, aku masih harus menyembunyikan kesembuhanku. Aku masih punya banyak hal yang harus aku urus dan aku selesaikan."


"Kau tenang saja, aku akan menjaga rahasia ini."


Malam harinya....


Calvin datang ke rumah Rekay. Luna menyambut Papa Mertuanya dengan ramah.


"Selamat datang Pa."


"Hai sayang, kau selalu tampak cantik. Di mana Rekay?" Tanya Calvin.


"Ada di ruang kerjanya Pa. Luna akan antar Papa."


Luna dan Calvin berjalan mendekati Rekay. Rekay menatap Luna.


"Sayang, Papa datang. Sepertinya ingin bicara denganmu," kata Luna pada Rekay.


"Oh...."


Rekay menatap Calvin, "hai Pa. Papa sendiri?" Tanya Rekay.


Luna mendorong kursi roda Rekay ke sofa. Luna membantu Rekay berdiri dan berpindah duduk di sofa.


"Terima kasih sayang," bisik Rekay di telinga Luna.


Luna menatap Calvin, "Papa silahkan duduk. Luna akan buatkan minuman hangat untuk Papa, dan Kay."


"Ya, terima kasih sayang."


Luna mengangguk mendengar ucapan Calvin. Luna keluar dari ruang kerja Rekay.


Calvin terlihat gelisah. Sebagai anak, Rekay merasa ada sesuatu yang terjadi pada Papanya. Rekay yang penasaran pada akhirnya mulai bertanya.


"Pa, ada apa?" Tanya Rekay.


"Kau sehat?" Calvin mengalihkan pembicaraan.


"Sehat, Papa terlihat buruk. Katakan pada Kay, ada apa?" Rekay mengulang pertanyaannya.


"Papa malu mengatakannya."


Rekay mengerutkan dahinya, "apa ini menyangkut Jeff? Atau perusahaan?" Rekay menebak-nebak.


"Keduanya. Jeff memakai uang perusahaan, dan memalsukan laporan keuangan. Perusahaan mengalami kerugian besar. Papa bingung, Kay."


Rekay menghela napas panjang, "Pa, aku bisa membantu Papa."


Calvin menatap Rekay, "kau sungguh-sungguh? Katakan apa keinginanmu?" Tanya Calvin.


"Aku tidak ingin apa-apa. Mari kita lakukan kerjasama saja. Papa juallah saham perusahaan padaku. Aku akan memasok dana, dan menjadi investor perusahaan Papa, bagaimana?" Rekay memberikan penawaran.


"Kenapa seperti itu? Perusahaan Hawn tetap akan menjadi milikmu, Kay. Kau lah pewaris sah Papa."


Rekay menggeleng, "Papa salah! Tidak kah papa tau jika Jafferson juga menginginkan perusahaan? Jafferson sudah lama mengincar perusahaan.


"Apa maksudmu, Kay?" Calvin bingung, tidak mengerti maksud ucapan Rekay.


"Tidak ada Pa. Aku hanya asal bicara saja. Kita tidak tahu apa yang ada di hati seseorang bukan? Untuk permintaanku, apakah Papa setuju? Jika ya, Kay akan minta Nicky mengurusnya."


"Ya, Papa setuju. Papa menerima permintaanmu."


"Jadikan ini rahasia diantara kita Pa. Jangan sampai Bibi Jenifer, dan Jafferson tau soal ini."


Calvin mengangguk tanda mengerti. Pintu ruangan terbuka, Luna datang dengan mwmbawa nampan berisi kudapan dan minumanan hangat.


Luna berjalan mendekat, meletakan nampan dimeja, dan menyuguhkan susu hangat untuk Calvin.


"Luna buatkan susu hangat untuk Papa, silahkan diminum."


"Kau mengerti kesukaan Papa sayang. Terima kasih," Calvin terlihat senang. Luna begitu perhatian padanya.


Luna memberikan susu hangat untuk suaminya, "minunlah, ini hangat."


Rekay menenima gelas berisi susu, Rekay meminum sedikit untuk merasakannya.


"Terima kasih sayang, perutku menjadi hangat."


"Papa, bagaimana kesehatan Papa? Papa terlihat tidak baik, apa Papa sakit?" Tanya Luna.


"Ya, hanya sedikit lelah bekerja."


"Papa, tidak boleh mengabaikan kesehatan. Bekerja di waktu kerja, tidur di waktu tidur, makan di waktu makan. Semua sudah punya waktunya masing-masing. Jangan sampai jatuh sakit, jika sakit maka pekerjaan yang Papa kerjakan bukankah akan terhambat? Tidak hanya itu, Papa akan kehilangan uang untuk berobat dan terbaring di atas tempat tidur. Jika kita bisa mejaga kenapa tidak Pa," Luna mengungkapkan pendapatnya.


"Baiklah-baiklah Dokter cantik. Astaga, aku lupa jika menantu cantikku seorang Dokter. Tidak heran kau akan mengomel jika ada yang sakit. Ha...,ha...," Calvin tertawa.


Luna tersenyum, "maafkan Luna banyak bicara Pa. Ini demi kebaikan bersama. Bagaimana pun, mencegah lebih baik dari mengobati."


"Terima kasih sayang, Papa akan ingat ucapanmu. Papa tidak akan mengabaikan kesehatan Papa lagi."


Rekay merasa senang, Papa dan Istrinya berbincang dengan akrab. Rekay hanya menebar senyumanya, mendengar percakapan Mertua dan Menantu itu. Sesekali mereka tertawa bersama di saat menceritakan hal-hal yang lucu.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3 (End)


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


•Menjadi Istri Simpanan


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"