Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-35



Hari-hari terlewati, hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan. Lana dan Thomas semakin dekat. Mereka menjalani sebuah hubungan rahasia. Lana dan Thomas saling mengirim pesan cinta, jika James tidak ada dirumah maka Lana akan menelepon Thomas untuk mengundang Thomas datang.


Thomas dan Lana melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi mereka. Jika bosan melakukan di rumah Lana, maka mereka akan melakukan dirumah Thomas atau dihotel. Mereka melakukan dimanapun yang mereka inginkan.


Sejauh ini hubungan terlarang antara Lana dan Thomas masih aman. Meski begitu James merasa Lana mulai berubah. Lana perlahan mulai menjauh seperti memberi jarak padanya. Setiap James menyentuh Lana, Lana selalu mengeluh lelah atau mengantuk.


--


Hari itu James berpamitan untuk perjalanan bisnis keluar kota. James mengatakan perjalanannya memakan waktu kurang lebih satu minggu.


"Kau tidak apa-apa jika aku pergi, sayang? Apa kau ingin ikut?" James bertanya pada Lana yang sibuk bermain ponsel.


Lana meletakan ponselnya dan menatap James, "aku tidak apa-apa. Kapan kau berangkat?" Tanya Lana balik.


"Sore," James mendekati Lana yang duduk disofa kamarnya, "aku pasti akan merindukanmu. Menyusullah jika kau merindukanku sayang," James duduk di samping Lana, James merangkul Lana.


Lana menepis tangan James perlahan, bangun dari duduknya.


"Maaf James, aku sedang tidak ingin melakukannya sekarang. Perutku sakit."


James berdiri mengikuti Lana, "kau sakit? Biar aku lihat? Apa masamu sudah datang?" James terlihat panik.


Lana berkata dalam hatinya, "pria ini, kenapa tidak pergi sekarang saja! Membuatku muak saja, aku hanya ingin disentuh oleh Thomas, bukan kau, James."


Lana menggeleng, "aku baik-baik saja. Aku akan tidur agar rasa sakitnya berkurang."


"Lana...," panggil James, namun Lana tidak peduli dan terus berjalan mendekati tempat tidur.


Lana naik keatas tempat tidur, masuk dalam selimut dan berbaring. Lana tidak peduli lagi pada ucapan James, dalam benaknya hanya ada Thomas dan Thomas. Tidak ada pria lain, selain Thomas.


Waktu berjalan celat tidak terasa sore hari pun datang. James sudah bersiap, James duduk di tepi tempat tidur. Mengusap perut Lana dari luar selimut. James mencium kening Lana dengan penuh perasaan sayang. James membelai rambut dan wajah Lana.


"Tidurlah sayang, aku berangkat sekarang. Saat sampai aku akan menghubungimu."


"Hm..., berhati-hatilah," sahut Lana tanpa membuka mata.


"Oke, jaga dirimu ya. Perhatikan pola tidur dan makanmu, sayang."


"Berisik sekali, cepatlah pergi!" Kata Lana dalam hati.


Lana hanya diam, Lana tidak ingin banyak bicara lagi. Lana menunggu kepergian James dan mengharapkan kedatangan Thomas.


James berdiri dan melangkah pergi meninggalkan kamar. James berjalan keluar rumah, James menghampiri mobilnya. Membuka pintu mobilnya lalu masuk, dam kembali menutup pintu. Mobil bergerak perlahan, pergi meninggalakan rumah.


Didalam rumah, Lana keluar dari dalam kamar, dan menghubungi Thomas. Lana melihat keluar rumah, mobil James sudah tidak ada lagi. Saat Lana ingin masuk kedalam rumah, Thomas dari belakang memeluk Lana. Lana kaget, melepaskan tangan Thomas dan berbalik menatap Thomas


"Sayang...," sapa Lana.


"Hm, suamimu lama sekali perginya. Hampir 2 jam aku menunggu di mobil. Aku rasanya ingin mati,"ucap Thomas mengeluh.


Lana menarik Thomas maauk, Lana menutup pintu utama rumahnya. Lana mengalungkan tanganya keleher Thomas dan mncium Thomas. Thomas yang menahan nafsu pun tidak segan lagi. Thomas membalas ciuman Lana, membalas setiap sentuhan Lana.


Mereka beradu, saling berciuman panas. Perjalanan mereka dari ruang tamu, mendarat ke ruang tengah. Thomas dan Lana asik menikmati perlakuan masing-masing lawan bermainnya.


"Aku tidak tahan lagi, Lana...."


"Hhhh, Thom. Lakukan apa yang kau inginkan, kita bisa puas bermain. James tidak akan kembali dalam waktu dekat."


Plaaaakkkk....


Thomas memukul paha Lana keras.


"Ouch! Thomas..., sakit! Kenapa kau memukulku?" Lana menatap Thomas dalam.


"Bila bersamaku jangan sebut dan ingat-ingat lagi suami kepar*t mu itu. Aku tidak suka, kau hanya milikku. Kau mengerti?" Thomas merasa kesal jika Lana menyebut nama James dihadapannya.


Lana meraba dan kembali menciumi wajah Thomas. Berusaha membuat Thomas senang. Thomas pun luluh, setiap sentuhan dari jemari tangan Lana membuatnya candu. Thomas sudah tidak sabar melepaskan semuanya. Lana terus menggoda dan membuat Thomas panas dingin.


Saat diperjalanan, James teringat sesuatu. James menepikan mobilnya dan berhenti. James melihat setumpuk dokumen yang ada di bangku mobil, di sampingnya. James mengangkat dokumennya satu per satu.


"Ah sial! Aku melupakannya di rumah. Mau tidak mau aku harus kembali ke rumah."


James merapikan berkas dokumennya kembali. James kemabali melajukan mobilnya, James memutar balik mobilny kembali ke rumah untuk mengambil berkas dokumen yang tertinggal.


Sesampainya di rumah, James memarkirkan mobilnya. Dia keluar dari dalam mobil. Dia melihat ada mobil lain di halaman rumahnya.


"Mobil siapa ini?" James bertanya-tanya dalam hatinya.


James pun melangkah mendekati pintu utama rumahnya. James membuka pintu dan masuk. James berjalan menuju ruang kerjanya. Jamea terkejut, melijat pakaian berserakan di lantai. James memungut pakaian dilantai, dan itu adalah pakaian pria.


James merem*s pakaian ditangannya. Itu bukan lah pakiannya, sesaat kemudian James melangkan kaki menuju kamar tidurnya.


Bruuuaaaakkkk....


James menendang pintu kamar tidurnya. Pemandangan yang tidak layak dilihatnya. Saat pintu terbuka, Lana dan Thomas terkejut. Mereka segera melepaskan diri satu sama lain. Lana segera mengambil pakiannya dan berpakaian begitu juga Thomas yang langsung mengenakan celananya.


James berlari dan langsung menghajar Thomas. James kesal, Thomas sudah menyentuh istrinya.


"B*j*ngan! Berani sekali kau menyentuh istriku."


Thomas tersenyum masam, "kenapa? Istrimu lebih puas bersamaku dibandingkan denganmu."


James kesal, ingin memukul Thomas lagi. Sebelum tangannya bertindak, Lana lebih dulu menghadang.


"James, cukup!" Teriak Lana.


James mengernyitkan dahinya. Menatap Lana, James mendekati Lana.


"Dan kau, kau istriku. Kau tega mengkhianati suamimu, Lana? Apa yang aku berikan masih kurang? Apa maumu, Lana?" Bentak James, James kacau saat itu. Hatinya seketika hancur berkeping-keping.


Lana menghela napas, "maaf James, sepertinya kita tidak bisa bersama lagi. Aku ingin kita bercerai, aku akan memulai hidup baruku tinggal bersama Thomas."


Jawaban Lana bagai garam yang menaburi luka James. Bukan menjelaskan apa yang terjadi, Lana justru menginginkan perceraian. James mengepalkan dua tangannya, James berusaha menahan diri agar tidak menangis di hadapan Lana. Sesaat James menunduk, lalu kembali mengangkat kepalanya dan tersenyum dingin.


"Oh, jadi kau ingin bercerai? Kau dan aku, kita sudah saling mengenal selama lebih dari 3 tahun. Kita bersama dan oada akhinya menikah, hanya demi pria br*ngs*k seperti dia, kau rela meninggalkanku?" James menganggukkan kepalanya perlahan, "baiklah, lakukan apa yang kau mau lakukan. Jangan datang padaku saat kau dalam kesulitan kelak. Aku akan mengurus surat perceraian kita, kau bawa lelaki busukmu ini kelaur dari rumahku!" James mengusir Lana dan Thomas.


Lana tidak bicara apa-apa. Lana menggandeng tangan Thomas keluar dari kamar. Lana dan Thomas pun pergi meninggalakan rumah James. Thomas membawa Lana kerumahnya.


James melempar kemeja Thomas. James menarik selimut dan melempar bantal kesegala arah. James benar-benar marah. James kecewa dengan sikap Lana. Lana yang selama ini dicintai dan disayanginya dengan tulus, pada akhirnya pergi meninggalkannya bersama pria lain.


James menghubungi seseorang, dia adalah teman James. James ingin meminta bantuan temannya.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, James."


"Hai, kau sibuk? Maaf menggangu waktumu. Aku butuh bantuanmu."


"Carikan aku seorang pengacara, Betty. Aku ingin bercerai dengan Lana."


"Apa? James, dimana kau sekarang?"


"Dirumah, bisakah kau menolongku, Betty?" James menangis, suaranya gemetar.


Betty yang mendengar segera mengakhiri panggilannya. James terisak, James menatap cermin di hadapannya. James melihat bayangan Lana dan Thomas yang sedang bersenang-senang di belakangnya.


Braaakkkk....


Satu pukulan James lolos mendarat di cermin. Tangan kanannya menghantam cermin, darah segar mengalir membasahi tangan, sebagian lagi mengalir di cermin. Cermin di dahapannya retak, James masih mengepalkan tangannya kearah cermin. James menggenggam erat tangannya sendiri.


"Aku membencimu Lana, aku benci kau! Kau pengkhianat. Aaaahhhh...."


Brakkkk....


Brakkkk....


Brakkkk....


James sudah hilang akal. Memukul semua bagian cermin yang masih utuh, sampai hampir seluruh bagian cermin retak karena pukulan tangannya. James tidak merasakan sakit, hatinya jauh lebih sakit dibandingkan luka di punggung tangan kanannya. James duduk dilantai bersandar tempat tidurnya. James terdiam, matanya jauh menatap kedepan dengan tatapan mata yang kosong.


Betty datang, Betty berteriak-teriak memanggil nama james.


"James, dimana kau, James...."


"James...."


Betty masuk kedalam ruang tengah dan melihat sekitar. Betty terus memanggil James.


"James...."


Betty berjalan mendekati kamar James. Betty terkejut saat melihat cermin meja rias hancur dan banyak bercak darah. Betty menutup mulutnya dengan tangan, terus berjalan mencari James.


Matanya melebar, seakan melompat keluar dari tempatnya. Betty melihat darah mengalir dari tangan James, Betty melihat James duduk lemas dengan keadaan yang sangat kacau.


"James...," panggil Betty dengan suara lirih.


Betty memberanikan diri mendekat. Betty bertelut di hadapan James, meraba wajah James.


"James, apa yang terjadi?" Tanya Betty.


"Betty, kau datang? Terima kasih sudah peduli padaku. Aku...," belum sampai menyelesaikan kata -katanya, James pingsan. Kepalanya bersandar bahu Betty.


"James, bangun! James...."


Betty panik, Betty mengeluarkan ponselnya dan segera menguhungi ambulance. Betty menyandarkan James, Betty berusaha menyadarkan James. Betty ketakutan, hatinya panik dan cemas. Betty berharap bantuan segera datang.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"