Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-30



2 hari kemudian...


Nicky pergi mengantar Rekay ke sebuah restorant. Nicky mendorong kursi roda Rekay masuk dalam restorant itu. Didalam restorant, Jafferson dan Richard sudah menunggu.


"Hai Kak, kau akhirnya datang."


"Maaf terlambat, ada sedikit kendala di jalan."


"Tidak masalah Tuan Hawn, saudaramu sangat ramah menyambutku."


"Benarkah?" Rekay menatap Jafferson, "saya senang jika Anda terkesan tuan Richard."


Rekay dan Richard bicara, Jafferson diam-diam mengirim pesan kapada Mamanya. Jafferson memberitahu jika Rekay dan Nicky sudah datang. Tidak beberapa lama, Jenifer membalas pesan Jafferson. Jafferson memasukan ponselnya kedalam saku jasnya. Tinggal menunggu Mamanya bertindak.


Nicky yang berada jauh dari Rekay menerima panggilan dari Jenifer. Jafferson tersenyum melirik kearah Nicky yang berbincang dengan Mamanya.


"Kau akan berakhir malam ini, Kay. Hahaha...," ucap Jafferson dalam hatinya. Jafferson merasa senang jika usahanya berhasil.


Nicky memasukan ponsel kembali ke saku jas. Nicky mendekat dan berbisik pada Rekay. Rekay mengizinkan Nicky pergi. Setelah mendapat izin, Nicky pun pergi meninggalkan Rekay sendiri. Sempat ragu apakah Rekay bisa menjaga diri atau tidak. Namun Nicky mendapat panggilan langsung dari Calvin, Nicky tidak bisa mengabaikan panggilan tuan besarnya.


Jafferson banyak tersenyum sepanjang jamuan makan malam itu. Dirinya sudah tidak sabar menantikan datangnya waktu.


Lebih dari 1 jam mereka makan dan berdiskusi. Jafferson berpura-pura memperhatikan arahan Rekay pada saat Rekay dan Richard berbincang.


"Tuan Hawn, saya rasa penjelasan anda cukup bagus. Saya akan pertimbangkan kembali nanti. Saya harus segera pulang sekarang. Terima kasih untuk jamuan makan malamnya."


"Terima kasih sudah berkenan datang Tuan Richard."


"Mari saya antar anda ke depan Tuan," ucap Jafferson ramah.


Richard mengangguk. Tidak lama pergi ditemani Jafferson. Rekay menghubungi Nicky. Panggilannya tersambung namun tidak diterima oleh Nicky.


Jafferson kembali, duduk di tempat duduknya. Jafferson dan Rekay saling menatap.


"Kau tidak ingin minum denganku?" Tanya Jafferson.


"Tidak! Aku sudah cukup minum."


"Baiklah jika begitu, apa kau ingin pulang?Aku akan mengantarmu."


"Tidak perlu, aku akan menghubungi Nicky."


Rekay terus menghubungi Nicky. Nicky tidak menerima panggilan Rekay. Jafferson hanya diam, menertawakan Rekay dalam hati.


"Bodoh! Nicky tidak akan datang. Mama sudah menyibukkannya bekerja di rumah. Kau hanya bisa menerima tawaranku sekarang," Guman Jafferson dalam hati.


"Sudahlah, jangan keras kepala. Pulanglah bersamaku, aku akan mengantarmu."


"Baiklah, aku tidak punya pilihan. Maaf merepotkanmu."


"Tidak masalah," jawab Jafferson.


Jafferson berdiri dari duduknya, Jafferson mendorong kursi roda Rekay keluar dari restorant. Jafferson masih berakting didepan Rekay, Jafferson juga membantu Rekay berpindah dari kursi roda ke dalam mobil. Jafferson melipat kursi roda Rekay dan memasukan dalam mobil.


Jafferson mengeluh dalam hatinya, "ahh! Jika bukan karena misi ini. Aku tidak perlu susah payah melakukan ini. Ini memuakkan, aku tidak tahan dengan orang lumpuh ini!" Jafferson menggerutu dalam hati.


Jafferson masuk dalam mobil, Jafferson mengemudikan mobil pergi meninggalkan restorant. Jafferson mengantar Rekay pulang, di tengah perjalanan Jafferson mengirim peesan pada orang-orangnya untuk bersiap. Jafferson mengatakan akan segera sampai tujuan.


Sesampainya dirumah Rekay. Jafferson membantu Rekay lagi, Jafferson mendorong Rekay masuk dalam rumah. Jafferson melihat sekeliling.


"Sepi sekali, kau tidak punya pelayan?" Tanya Jafferson berpura-pura.


"Aku ada 2 pelayan. Seharusnya mereka ada. Kenapa? Kau ingin sesuatu?" Tanya Rekay.


"Tentu saja, aku ingin minum segelas air. Tenggorokanku terasa kering."


"Ambilah di lemari pendingin, ada minuman dingin."


Jafferson meraba saku celananya, Jafferson mengambil ponselnya dan melihat ponselnya.


"Kay maaf, aku harus segera kembali. Mama memintaku segera pulang karena karena ada hal penting yang ingin disampaikan. Lain waktu aku akan datang lagi dan minum air dinginmu. Aku pulang dulu," kata Jafferson.


"Oh, baiklah. Hati-hati di jalan."


"Oke, kau juga."


Jafferson pergi meninggalkan rumah Rekay. Rekay memutar rodanya, mengantar Jafferson. Rekay melihat dari dalam rumah, Jafferson naik kedalam mobilnya dan pergi. Rekay merasa aneh, Bibi Mao dan pelayan lainnya tidak terlihat, begitu juga penjaga rumahnya.


Rekay meraba saku jasnya, baru saja ingin mengeluarkan ponsel, Beberapa orang memakai penutup kepala masuk dan berniat membawa Rekay pergi. Rekay melawan, seseorang memukul kepala Rekay sampai Rekay tidak sadarkan diri. Mereka membawa Rekay pergi menggunakan mobil.


Sebelum kedatangan Rekay dan Jafferson. Orang-orang Jafferson sudah lebih dulu membereskan penjaga dan pelayan Rekay. Orang suruhan Jafferson mengikat, dan membungkam mulut pelayan juga penjaga rumah Rekay. Lalu mengunci mereka di dalam gudang rumah Rekay.


Sesaat setelah Jafferson pergi dengan mobilnya, orang-orang itu langsung masuk dan menangkap Rekay. Dari jauh Jafferson melihat orang suruhannya membawa Rekay masuk kedalam mobil.


Ponselnya bergetar, panggilan dari orang suruhannya. Jafferson menerima panggilan tersebut.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, Tuan...."


"Ya. Kau sudah membawanya?"


"Sudah, kami akan membereskannya segera."


"Bagus, setelah selesai dengan pekerjaanmu. Kau dan orangmu akan dapatkan upah."


"Terima kasih, Tuan."


"Hmmm...."


Jafferson menutup panggilan. Jafferson tersenyum, matanya masih menatap tajam pada sebuah mobil yang membawa Rekay.


"Hanya aku Tuan Muda Hawn. Kau hanyalah sampah, Kay!" Guman Jafferson.


Jafferson pergi meninggalkan tempatnya saat itu. Mobilnya melaju cepat menuju club malam. Jafferson ingin merayakan kemenangannya.


--


Rekay dibawa tiga orang asing pergi dari rumahnya. Seseorang duduk disampaing Rekay, satu oramg mengemudi mobil, dan seorang lain duduk di sampng bangku kemudi.


Ditengah perjalanan, Rekay sadar. Samar-samar Rekay mendengar suara percakapan. Rekay mencoba menyadarkan diri sepenuhnya. Matanya melebar, Rekay baru ingat jika dirinya diserang orang tidak dikenal. Rekay mengangkat kepala dan berteriak.


"Siapa kalian?" Suara Rekay meninggi.


Ketiga orang itu kaget, manatap ke arah Rekay.


"Kau bodoh? Kenapa mulutnya kau biarkan terbuka?" Tanya seseorang yang mengemudikan mobil.


"Aku tidak tahu jika dia akan sadar."


"Bungkam mulutnya, cepat!" Perintah seseorang yang lain.


Seseorang yang ada di samping Rekay langsung membungkam mulut Rekay.


"Kain, dimana kain?" Teriaknya sembari membungkam Rekay.


Sesaat setelah itu Rekay terdiam, merasakan sakit di perutnya. Darah segar mengalir dari perut Rekay. Seseorang yang menusuk Rekay mencabut pisau dari perut Rekay.


"Bagaimana ini?"


"Kita buang saja, biarkan dia mati dengan sendirinya. Kita akan pergi setelah ini."


"Cepatlah, jangan biarkan dia mati di dalam mobil."


Mobil melaju cepat mencari tempat sepi. Mobil berhenti di sebuah jalan kecil.


"Cepat, kalian kelaur dan cari tempat kosong di sekitar sini."


"Baik."


Dua orang keluar dari dalam mobil, mereka berkeliling mencari tempat. Mereka menemukan sebuah rumah kosong dan memeriksa kedalam, setelah itu mereka kembali.


"Ayo, aku temukan tempat bagus."


"Ayo cepat!"


"Pastikan aman dan tidak ada orang yang tahu."


Rekay di papah dengan dua orang di sisi kanan dan kirinya. Mereka membawa Rekay ke gudang. Sesampainya di gudang, kedua orang itu menggeletakan Rekay begitu saja. Rekay masih setengah sadar, perutnya terasa amat sakit. Darah terus mengalir keluar. Rekay menjulurkan tangan seakan meminta pertolongan. Namun tidak dihiraukan oleh dua orang yang ada dihadapannya. Dua orang itu pergi begitu saja. Mereka kembali masuk dalam mobil.


"Bagaimana? Kalian aman?"


"Aman, tapi? Apakah tidak apa-apa?"


"Lupakan itu, kita harus segera melapor dan dapatkan uang kita."


Ketiga pelaku itu pergi. Salah seorang dari mereka menghubungi Jafferson. Mengatakan apa yang terjadi, Jafferson merasa senang dan puas. Berjanji segera mengirim upah.


--


Rekay terus merintih, merasakan sakit yang luar biasa.


"Apakah aku akan mati?"


"Mama...."


"Mama...."


Rekay memanggil-manggil Mamanya. Rekay merasa pandangannya menjadi gelap, tidak lama dia tertidur.


Sesaat kemudian dia merasa seseorang menggerakan tubuhnya. Rekay membuka mata perlahan, memegang tangan seseorang yang tidak terlihat jelas di hadapannya. Rekay merintih meminta tolong, samar-samar Rekay melihat jika dihadapannya adalah seorang wanita.


Rekay meminta bantuan apda wanita itu. Walau terlihat ketakutan wanita itu menolong Rekay. Mematuhi apa yang Rekay katakan. Rekay meminta wanita itu mengambil ponsel dan menghubungi seseorang bernama Nicky. Wanita itu menurut, dengan tangan gemetar msncari nama Nicky. Wanita itu berhasil menghubungi Nicky. Wanita itu bicara terbata-bata karena ketakutan. Meminta Nicky agar segera datang. Wanita itu juga menghubungi ambulance karena takut terjadi sesuatu pada Rekay.


Saat itu, wanita dihadapan Rekay terlihat begitu ketakutan. Suaranya terdengar gemetar. Wanita itu mengeluarkan sapu tangan dan menutup luka Rekay, menekan luka Rekay agar darah berhenti mengalir.


Lama menunggu dengan penuh rasa takut, abulance datang bersamaan dengan Nicky. Rekay pun akhinya langsung diangkat, dan dipindahkan kedalam mobil ambulance. Untuk selanjutnya di larikan kerumah sakit.


(Kilas balik berakhir)


---------- ---------- ----------


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"