Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-49



Dikamar Luna menangis. Luna mengadu semuanya pada Merry. Luna menceritakan apa yang terjadi padanya.


Merry kaget, tidak menyangka jika Jenifer lah yang ada di balik layar. Merry memeluk Luna, mencoba menenangkan Luna.


"Lalu apa rencanamu sekarang?" Tanya Merry.


"Ma, pinjami aku ponselmu. Aku ingin menghubungi Kay."


Merry mengangguk, Merry mengambil ponselnya di atas nakas dan memberikannya pada Luna. Luna menerima ponsel Merry dan menekan nomor telepon Rekay.


***


Di rumah sakit. Rekay bertemu dengan Daniel, dan menceritakan apa yang sudah terjadi. Rekay menceritakan semuanya dengan detail.


"Apa? Bagaimana mungkin?" Tanya Daniel kaget.


"Itulah kenyataanya Dan. Nicky mengatakan terakhir kali Luna keluar siang hari sekitar pukul 12.40. Dan tidak kembali lagi. Kau bertemu denganya, pagi harinya?" Tanya Rekay.


"Tidak Kay, aku baru datang sore hari. Kemarin aku temani Nicky ke ruangan pengawasan. Luna memang sudah pergi siang itu, dan masih beraktivitas pagi harinya. Tidak ada hal mencurigakan sama sekali."


Rekay menghela napas panjang, "bagaimana ini? Aku tidak tahu dimana istriku berada sekarang."


Ponsel Nicky berdering, Nicky meraba saku jas nya dan melihat layar ponselnya. Panggilan dari seseorang. Nicky menatap Rekay, memberikan ponselnya pada Rekay.


"Tuan, panggilan dari Jack."


Rekay menerima ponsel dari Nicky, dan menerima panggilan dari Jack.


"Ya Jack?" Jawab Rekay.


"Tuan Hawn? Saya ingin melaporkan hal penting, Lana pergi keluar dan sedang bertemu seseorang bernama Jenifer. Saya akan kirim foto mereka pada Anda."


"Oke, kirim lokasimu juga. Nicky akan kesana," perintah Rekay.


"Baik tuan, segera saya kirim."


Rekay mengakhiri panggilan, mengembalikan ponsel Nicky.


"Datang dan temui Jack. Kirim padaku foto yang dikirim oleh Jack."


"Baik tuan," jawab Nicky.


Nicky langsung pergi meninggalkan Rekay dan Daniel. Nicky segera melaksanakan perintah Rekay.


"Lana bekerja sama dengan Jenifer? Sungguh licik sekali, aku tidak menyangka, dia punya pemikiran sampai sejauh itu. Menukar Luna dengan Lana yang jelas-jelas berbeda.


"Itulah bodohnya. Dia berpikir karena Lana serupa dengan Luna makan bisa mengelabuhiku. Jenifer tidak tahu jika aku dan Luna sudah punya keterikatan batin yang kuat. Bagaimana pun aku pasti bisa membedakanya. Lebih dari pada itu, perbedaan Lana dan Luna sangat menonjol."


"Sungguh lucu,"kata Daniel tertawa, "ini sama seperti menggali pemakaman sendiri."


Jantung Rekay tiba-tiba saja berdebar. Rekay menyentuh dadanya, membuat Daniel panik.


"Kay, kenapa? Dadamu sakit?" Tanya Daniel.


"Tidak sakit, aku hanya merasakan dadaku berdebar kencang. Aku teringat akan Luna," jawab Rekay.


Daniel menghela napas lega, "ternyata hanya rindu, aku mengira kau sungguh-sungguh sakit."


Ponsel Rekay berdering, Rekay mengeluarkan ponselnya dari saku jas. Rekay melihat layar ponselnya, panggilan dari nomor asing yang tidak dikenal.


"Nomor siapa ini?" Gumam Rekay.


"Ada apa Kay?" Tanya Daniel.


Rekay kaget, "tidak ada," jawab Rekay.


Rekay terus menatap layar ponselnya, " mengapa jantungku terus berdegup? Mungkinkah...," batin Rekay.


Rekay menerima panggilan dan mendengarkan suara dari ujung telepon.


(Percakapan di telepon)


"Hallo," kata Luna dengan nada terisak.


Rekay melebarkan mata, "Luna, kau dimana sayang?" Tanya Rekay.


"Kay, dengar aku baik-baik. Aku tidak ada waktu jelaskan di telepon. Aku sekarang ada di rumah Mama dan Papa. Disini ada Jafferson juga yang membawaku. Dia terus menekanku," jelas Luna dengan nada suara gemetar.


Rekay menghela napas, "kau bisa mengulur waktu kan? Aku akan datang sekarang untuk menjemputmu."


"Iya, cepatlah. Aku takut Jafferson curiga. Karena aku terus-menerus membodohinya."


"Iya sayang, sekarang juga aku pergi. Bersabarlah, dan tunggu aku datang."


Rekay memutus panggilan Luna. Rekay menatap Daniel, Daniel sudah penasaran dengan apa yang terjadi.


"Daniel, hubungi polisi segera untuk datang ke rumah Orang Tua Luna. Aku akan mengirim Jafferson ke penjara!" Geram Rekay.


"Oh oke, kau akan pergi? Aku akan temani kau."


Rekay mengangguk, "ya..., bagaimana pun aku tidak boleh asal berdiri dan berjalan. Aku butuh kau Daniel, tolong bantu aku."


"Aku pasti membantuku, temanku. Ayo...," ajak Daniel yang menanggalkan jubah kebesannya. Dan meninggalkan jubahnya di sofa.


Daniel mendorong Rekay dan keluar dari ruangan. Di perjalanan keluar dari gedung rumah sakit, Daniel menghubungi polisi dan meminta polisi datang meringkus penjahat. Daniel mengatakan ada penculikan dan penipuan. Daniel begitu dramatis menjelaskan, membuat bumbu pedas.


Rekay yang tahu kebiasaan Daniel hanya bisa tersenyum. Daniel memang paling bisa diandalkan di situasi seperti ini. Pikiran Rekay kembali memikirkan Luna. Rekay berharap tidak akan ada apa-apa pada Luna.


"Luna, sayang, bertahanlah! Aku segera datang menjemputmu," batin Rekay.


***


Sementara itu di tempat lain. Jenifer dan Lana bertemu. Lana protes pada Jenifer soal Rekay. Lana mengatakan pada Jenifer, jika Rekay sangat menyebalkan. Ingin sekali Lana menyingkirkannya.


"Kau bersabarlah, aku masih harus singkirnyan Hawn Tuan lebih dulu. Setelah kau benar-benar bisa mengendalikan Hawn Muda, kau boleh lakukan rencanamu."


"Tapi itu terlalu lama, Bibi. Aku sudah tidak sabar lagi. Aku muak menghadapi pria lumpuh itu," seru Lana.


"Saat ini masih ada Luna, tunggu sampai Jeff bisa membuat Luna bertekuk lutut kau boleh kuasai Kay. Semua butuh kesabaran, jangan sampai kau merusak rencanaku Lana. Ingatlah, jika kau hanya sampah yang aku punhut saat di Jerman."


Nicky dan Jack mengawasi dari jauh. Mereka mengambil beberapa gambar secara tersembunyi. Jenifer dan Lana tidak menyadari jika mereka diawasi. Mereka juga tidak menyadari jika Jafferson akan dalam masalah besar.


***


Louis dan Jafferson berbincang banyak. Louis merasa enggan sebenarnya, namun Louis menahan sampai Luna menyelesaikan apa yang di inginkan.


"Jadi? Kau adalah saudara tiri Rekay?" Tanya Louis.


Jafferson mengangguk, "iya Paman."


"Maaf, aku tidak mengenalimu. Karena aku tak melihatmu di acara pernikahan Rekay dan Luna."


"Tidak apa Paman. Sebenernya aku datang, aku hanya sebentar saja karena ads urusan tidak sempat berbicara pada Paman dan Bibi."


"Sejak kapan kau mengenal, Lana?" Tanya Louis mulai memancing Jafferson.


"Ah si*l! Kenapa harus bertanya hal ini? Aku harus bicara apa? Oh..., aku tahu. Apa yang harus aku katakan," batin Jafferson.


"Begini Paman, aku baru saja mengenal Lana. Kebetulan saja saat itu aku ads perjalan bisnis ke Jerman. Disana lah aku bertemu Lana. Awalnya aku berpikir dia adalah Luna. Namun akhirnya dia mengatakan jika dia adalah Lana. Saudara kembar Luna. Lana menangis karena di campakkan suaminya. Maka dari itu aku membawanya kembali ke Inggris. Begitulah sampai pada hari ini," jelas Jafferson asal.


"Begini saja, yang terpenting sudah jelaskan. Aku harus segera membawa Luna pergi," batin Jafferson.


"Oh begitu, terima kasih sudah membantu dan mengantar Lana pulang. Pulang kerumah orang tua akan lebih baik."


Jafferson kaget, Jafferson terdiam sesaat memikirkaan ucapan Louis. Matanya melebar menyadari jika dia terjebak.


"Ah, bodohnya aku. Kenapa aku bicara seperti itu. Bagaimana ini?" Batin Jafferson panik.


Luna muncul dan manggil Papanya, " Papa...," panggil Luna.


Louis memalingkan wajah dan berdiri. Louis menghampiri Luna.


"Sayang, apa yang di katakan Jafferson benar? Kau sudah di campakkan? Syukurlah kau kembali pulang, jangan kemana-mana lagi. Papa akan menjagamu mulai dari sekarang," jelas Louis, Louis langsung memeluk Luna.


Louis tersenyum, "bagaimana akting Papa? Sudah menyakinkan belum? Papa akan membuat kau tinggal," bisik Louis di telinga Luna.


Luna kaget, Luna tidak menyangka jika Louis akan berpikiran jauh. Dengan menahan Luna, membuat Luna terjamin benas dari Jafferson. Jafferson pun tidak bisa menolak karena dari awal meminta Luna menjadi Lana. Jafferson terperangkap dalam permainannya sendiri.


Jafferson kesal, Jafferson mengarang cerita untuk menyakikan Louis jika Jafferson memang mengenal Lana. Yang di dapatkan justru sesuatu di luar dugaan. Louis pada akhirnya ingin menaham Luna untuk tetap tinggal. Jafferson menyesal, seharusnya dia tidak bicara asal pada Louis.


----- ----- ----- ----- -----


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)


•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Vampir (End)


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)


•Vampir "Sang Abadi" (End)


•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)


•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•The Hit Man In Love


•Jatuh Cinta Pada Tetangga


•Suami Pengganti


•Menjadi Istri Simpanan


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"