
James terjaga dari tidurnya. James kaget, hari sudah terang. James melihat jam di dinding, jam sudah menunjukan pukul 08.00 pagi waktu setempat.
James berdiri dari sofa, melihat Lana yang duduk menyisir rambutnya. Lana tidak menghiraukan James, Lana sibuk dengan rambutnya.
"Lana, kau tidak bangunkan aku? Aku ada rapat pukul 09.00 pagi. Aku akan terlambat nanti," ujar James panik.
"Jika ingin bangun pagi, kenapa tidak pasang alarm diponselmu. Aku bukan alarmmu James. Jangan salahkan aku jika kau bangun kesiangan."
Dengan nada bicara santai Lana menjawab James. James menghela napas panjang, James tidak ingin berdebat dengan Lana. Rapatnya jauh lebih penting dari pada berdebat dengan Lana.
James berlari kecil menuju kamar mandi untuk lekas mandi. Tidak beberapa lama James keluar dengan terburu-buru berganti pakaian. Lana hanya diam melihat James sibuk sendiri. Lana tidak membantu James menyiapkan pakaian atau semacamnya.
Selesai berpakaian James pergi, sebelum pergi James berpamitan pada Lana. James mencium kening Lana.
"Aku berngkat dulu sayang, kau baik-baik dirumah."
Lana hanya diam, lalu tersenyum tipis. James pun keluar dari kamar untuk pergi bekerja. Setelah kepergian James, Lana merubah ekspresi wajahnya menjadi kesal. Lana mengepalkan tangannya di atas meja riasnya.
"Ingin aku perhatianmu? Berapa banyak uang yang kau berikan padaku, huh? Kau bahkan tidak bisa lagi memberiku uang dalam jumlah banyak."
Lana bergumanan menatap cermin. Matanya menatap tajam penuh dengan ambisi.
Ponsel Lana bersering, panggilan dari seorang temannya. Lana menerima panggilan tersebut dna berbincang.
(Percakapan di telepon)
"Hallo," jawab Lana.
"Hallo Lana. Kau baik? Aku baru datang dari Paris, dan membawakan hadiah untukmu. Kau datanglah malam ini ke klub. Oke?" Ujar wanita lawan bicara Lana di telepon.
"Ah, baiklah. Aku pasti akan datang," Lana tersenyum senang, " kau kirim waktu dan tempatnya."
"Oke, aku akan mentraktirmu minum. Malam ini ayo kita berpesta."
"Yah, sudah lama juga tidak bersenang-senang. Aku bosan di rumah seharian tidak melakukan apa-apa."
"Begitukah? Kau tidak melayani suamimu?" Tanyanya.
"Tidak, aku malas. Dia tidak mau mmeberikan uang padaku. Selalu mengomel jika aku belanja. Suamiku tidak mengerti jika istrinya butuh barang berkwalitas untuk menunjang penampilannya."
"Ahh begitu, tenang saja aku punya banyak cara jika kau ingin dapat uang lebih. Kau datang saja nanti malam, jangan lupa memakai pakaian sexy, kau memiliki bentuk tubuh yang bagus, Lana. Sayang jika kau biarkan tertutup."
"Terima kasih untuk pujianmu."
"Tidak perlu, aku akan tutup panggilanku. Sampai jumpa nanti malam, Lana."
Teman Lana mengakhiri panggilannya. Lana kembali bercermin, Lana tersenyum lebar. Lana merasa tersanjung dengan ucapan temannya.
--
Malam harinya....
Karena banyak pekerjaan James menjadi sibuk. Dari pagi sampai malam, James bekerja keras menguras tenaganya. Hari itu James lembur sampai malan.
Karena dirasa cukup lelah, James pun memutuskan untuk pulang. James ingin segera makan, mandi dan pergi tidur. James berjalan cepat keluar dari gedung perusahaannya.
--
Lana sudah siap pergi, Lana berdandan sangat cantik. Lana keluar dari rumahnya, dia naik kedalam mobilnya dan melesat pergi. Lana siap untuk bersenang-senang.
30 menit perjalanan, Lana akhirnya sampai. Lana memarkir mobilnya dan keluar dari mobil. Lana berjalan anggun masuk dalam gedung klub malam yang ada di depannya.
Didalam, Lana langsung mencari temannya. Mata Lana menyelisik di sela-sela pengunjung klub. Malam itu begitu ramai. Tidak lama mencari, Lana pun akhirnya menemukan kelompoknya. Lana bergegas menghampiri.
"Hai, aku datang."
"Lana..., akhirnya kau muncul sayang. Oh perkenalkan mereka teman-temanku. Ada Julian, Thomas, Adam dan juga Zacky. Kalian semua perkenalkan, dia adalah Lana, temanku."
"Hai, Lana."
"Hallo, Lana."
"Kau cantik, Lana."
"Senang bertemu denganmu, cantik."
Lana tersenyum, "hallo semua," sapa Lana.
Teman Lana menarik Lana untuk duduk di sampingnya. Disamping Lana duduk ada Thomas.
Thomas mengambil segelas wine dan memberikan pada Lana. Lana dan Thomas saling menatap, mereka saling tersenyum. Lana menerima gelas wine pemberian Thomas.
"Terima kasih," ucap Lana pada Thomas.
Thomas menganggukan kepalanya, "sama-sama," Thomas mendekat sna berbisik, "kau sangat cantik Lana."
Lana tersipu malu mendengar pujian dari Thomas. Thomas tidak hanya bermulut manis, parasnya juga sangat tampan dan menawan.
Lana menikamati malam itu. Thomas dan Lana menjadi akrab dan dekat. Thomaa meminta ijin pada teman wanita Lana untuk mengajak Lana. Teman Lana mengijinkan, Lana kaget saat itu.
"Kau membawaku kemana?" Tanya Luna berbisik.
"Tidak kemana-mana? Hanya berpindah tempat saja." Jawab Thomas.
Thomas menarik tangan Lana mengikutinya, Lana menatap teman wanitannya. Teman wanita Lana tersenyum dan mengangguk. Thomas mengajak Lana duduk berpisah meja dari temannya.
"Kau lihat? Aku tidak membawamu kemana-mana. Aku hanya ingin kita berpisah meja dari mereka. Aku ingin menghabiskan waktu berdua bersamamu."
"Maaf, aku salah sangka padamu. Kenapa kau ingin menghabiskan waktu berdua denganku?" Tanya Lana, menatap Thomas.
"Karena aku tertarik padamu. Aku sudah tau semuanya dari temanmu Lana. Temanmu mnceritakan padaku, apa yang terjadi padamu. Jika kau mau, aku akan berikan apa saja yang kau inginkan."
Luna kaget, matanya melebar. Luna menatap lekat pada Thomas, Lana tidak menyangka jika Thomas akan mengatakan hal itu.
"Apa yang kau tau?" Pancing Lana.
"Semuanya," jawab Thomas.
"Semuanya?" Lana mengulang jawaban Thomas.
Thomas kembali mengangguk, "aku tau kau suka belanja. Aku tau suamimu menghemat uang nya dan memberimu sedikit uang. Kau kesal dan kecewa pada suamimu. Bukankah begitu?" Thomas tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
"Hm, itu benar. Aku kesal, sangat kesal. Sebelum menikah dia bwrjanji akan terus membuatku bahagia, pada kenyataannya dia membuatku kecewa. Selalu mengomel jika aku belanja," Lana mengeluh pada Thomas.
"Aku bisa melakukan apa saja yang kau inginkan," sahut Thomas.
"Lupakan saja, Thom. Jangan menggodaku. Istrimu akan marah nanti."
"Kau bergurau? Ayolah, kau jangan berpura-pura didepanku. Akui saja kau sudah menikah, berapa anak yang kau miliki?" Lana menggoda Thomas.
"Kau tidak percaya padaku? Aku sungguh masih lajang, Lana."
Lana terdiam, "jadi kau tidak begurau atau berbohong?" Tanya Lana lagi.
Thomas mengangguk, "aku berkata jujur Lana. Untuk apa aku berbohong."
Thomas yang duduk di samping Lana, memberanikan diri merangkul Lana. Thomas mengusap lembut bahu Lana. Lana menatap bahunya lalu menatap Thomas.
"Tanganmu mulai nakal, Thom"
"Benar, tanganku tidak tahan menyentuh kulit putih halusmu."
Lana tertawa kecil, diikuti Thomas. Lana mengangkat gelas wine nya, begitu juga Thomas. Mereka bersulang dan minum bersama.
Beberapa jam kemudian....
Dirumah, James menunggu Lana sampai tertidur di sofa ruang tamu.
Lana terbuai bersama Thomas. Lana melupakan James dirumah. Lana yang seharusnya menyambut James sepulang bekerja, justru pergi mencari kesenangannya sendiri.
Lana pulang kerumah dengan keadaan setengah sadar. Lana membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Lana melihat Jamea tidur di sofa ruang tamu. Lana tidak menghiraukan dan masuk kedalam rumah begitu saja.
James terjaga, mendengar pintu yang dibanting. James bergegas bangun dan melihat kedalam, James memeriksa kamarnya. Benar saja James melihat Lana yang sedang menghapus riasan dan berganti pakaian.
"Kau dari mana Lana?" Tanya James dengan suara lembut.
"Pergi ke klub," jawab Lana santai.
James melihat jam di dinding kamarnya. Jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.
"Kau lihat pukul berapa sekarang?" Tanya James lagi.
"Hmm, pukul 02.00 dini hari. Kau pikir aku buta?" Sahut Lana kasar.
"Bukan begitu, aku hanya khawatir padamu. Kau tidak menerima panggilanku, membalas pesanku. Dan terakhir kali kau justru mematikan ponselmu."
Lana berganti pakaian tidur dan masuk kedalam kamar mandi. James duduk di tepi tempat tidur menunggu Lana keluar dari kamar mandi. Sesaat kemudian Lana keluar dari kamar mandi. Lana berjalan mendekati tempat tidur, Lana naik keatas tempat tidur, masuk ke dalam selimut lalu berbaring.
"Lana...," panggil James.
"Apa? Aku lelah ingin tidur. Jangan menggangguku."
James menahan diri, mengehala napas panjang. James tidak ingin berdebat dengan Lana, dia pun memutuskan untuk tidur. James mengatur posisinya, masuk dalam selimut dan berbaring di samping Lana. James terlelap tidur.
----- ----- ----- ----- -----
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa berikan vote juga ya..
Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,
•Lelaki Bayaran Amelia (Season 1&2 End)
•Pelukan Hangat Paman Tampan (End)
•Pangeran Es Jatuh Cinta (End)
(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)
•Pangeran Vampir (End)
•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2) (End)
•Vampir "Sang Abadi" (End)
•Cinta Lama Yang Datang Kembali (End)
•Mommy And Daddy (CLYDK 2) (End)
•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3
•The Hit Man In Love
•Jatuh Cinta Pada Tetangga
•Suami Pengganti
•Menjadi Istri Simpanan
•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar
Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..
Terimakasih..
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Fb: dea anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"