Oh My Husband

Oh My Husband
Oh My Husband Ep-14



Nicky menemui Kay di ruang kerjanya. Kay sibuk memeriksa sesuatu, melihat berkas laporan perusahaan papanya.


"Tuan, apakah anda sibuk?" Tanya Nicky.


"Tidak, katakan ada apa Nick?" Tanya Kay balik.


Nicky mendekati meja kerja Kay, meletakan sebuah berkas. " ini adalah laporan data nyonya. Apakah anda tau? Nyonya bekerja di rumah sakit milik anda?" Nicky menyampaikan informasi mengenai Luna.


Kay meletakan dokumen yang di pegangnya. Kay menatap Nicky, "benarkah? Kau sudah selidiki semua?" Tanya Kay lagi, Kay penasaran mengambil dan membuka berkas dokumen yang baru saja di berikan Nicky.


"Benar tuan, saya sudah menyelidiki semuanya. Nyonya adalah wanita sederhana, pasien di rumah sakit mengagumi sikap ramah nyonya. Dan ada satu informasi menarik. Dokter Daniel Kwok memiliki hubungan spesial dengan nyonya." Nicky menjelaskan.


"Unik sekali, bagaimana bisa sangat berbeda? Jika Jenifer tau ini, pasti akan sangat kesal. Aku beruntung sepertinya, lebih baik menikahi Luna dari pada Lana. Jika aku menikahi Lana, Jenifsr pasti akan sangat senang melihatku menderita di tindas wanita. Huh, memang rubah betina itu sudah mempergitungkan semuanya." Kay menanggapi penjelasan Nicky.


"Tuan, selanjutnya saya harus apa?" Tanya Nicky.


"Apa lagi? Awasi saja Luna, kirim beberapa orangmu untuk diam-diam mengawasinya. Aku tidak tau apa yang akan di lakukan rubah itu pada Luna, bisa saja Luna di pengaruhi oleh Jenifer untuk membunuhku atau melakukan hal buruk padaku." Kay mengutarakan pendapatnya.


"Sepertinya nyonya bukan tipe wanita seperti itu tuan. Saya yakin nyonya orang yang baik, melihat nyonya saya ingat dengan wanita yang pernah menolong anda saat itu. Apakah anda ingat, saat anda terluka, ada seorang wanita yang menolong anda." Nicky kembali mengingat masa lalu.


Kay mengangguk perlahan, "sampai saat ini pun aku masih penasaran padanya. Dimana dia, aku hanya ingat dia ketakutan dan gemetaran melihatku penuh darah." Jawab Kay.


Kay meghela napas, " kau bisa beristirahat Nick. Hari ini kita tetap akan di rumah." Imbuh Kay.


"Baik tuan, "saya permisi." Nicky pergi meninggalkan Kay di ruang kerjanya.


Kay menutup berkas dokumen berisi data milik Luna dan menyimpan ke laci mejanya. Kay kembali menyelesaikan pekerjaanya yang tertunda.


-----


Sore hari, Luna pergi meninggalkan rumah sakit. Daniel sudah menunggu Luna begitu lama di taman dekat rumah sakit. Daniel melihat Luna yang berjalan dan menghentikan Luna.


"Luna," panggil Daniel.


Luna kaget, menepis tangan Daniel yang memegang tangannya. "Ada apa? Kau tidak puas dengan jawabanku?" Tanya Luna, menatap tajam pada Daniel.


"Luna, apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu?" Daniel mengulang pertanyaannya.


"Daniel, tolong jangan seperi ini. Aku lelah terus menerus menjelaskannya padamu. Aku sudah menikah, aku tidak bisa menerima perasaanmu. Kita hanya bisa menjadi rekan kerja Dan." Kata Luna menjelaskan ulang.


"Bohong! Katakan kau berbohong!" Daniel membentak Luna, mencengkaram kedua bahu Luna.


Luna melenarkan mata, menepis kedua tangan Daniel. "Terserah, kau percaya atau tidak. Jangan membuatku membemcimu karena sikap kekanakanmu ini!" Luna menatap tajam, kembali berjalan melewati Daniel.


Daniel mengepalkan dua tangannya. Daniel sangat penasaran dengan siapa Luna menikah. Daniel mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kay.


-----


Kay baru saja menyelesaikan pekerjaanya. Ponselnya di atas meja berdering, panggilan dari Daniel. Kay mengerutkan dahi, menerima panggilan dari Daniel.


(Percakapan di telepon)


"Hallo," jawab Kay.


"Kay, kau sibuk?" Nada Daniel terdengar tidak bersahabat.


"Ah, tidak. Ada apa?" Tanya Kay.


"Ayo bertemu, ada hal penting yang ingin aku tanyakan." Kata Daniel.


"Hal penting apa? Bicara saja di telepon Dan." Kay penasaran.


"Tidak bisa, lebih baik kita bertemu saja Kay." Jawab Daniel.


"Oh, baiklah! Kau ingin bertemu dimana?" Tanya Kay.


"Kau dimana sekarang?" Tanya Daniel ingin tahu.


"Aku dirumah." Jawab Kay.


"Baiklah, kita bertemu di rumahmu. Aku akan segera datang." Daniel mengakhiri panggilannya dengan Kay.


Kay bingung, mengerutkan dahi. "Ada apa dengannya. Aneh sekali." Guman Kay.


Kay mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari ruang kerjanya. Nicky yang berdiri di depan pintu segera membantu Kay. Mengambil alih mendorong kursi roda Kay, Nicky menutup pintu ruang kerja Kay.


"Bawa aku ke kamar Nick, aku akan mandi. Akan ada tamu datang ke rumah." Ucap Kay.


"Baik tuan," jawab Nicky. Nicky mengantar tuannya ke kamar.


-----


Luna berjalan menuju toko kue langganannya. Luna masuk dan labgsung berjalan mendekati lemari kaca. Banyak sekali polihan rasa cake, Luna melihat Cake dengan buah strawberrt segar di atasnya. Luna teringat akan bibi Mao yang mengatakan jika Kay menyukai buah Strawberry.


Luna memanggil pelayan toko dan meminta membungkus cake yang dipesannya. Setelah cake dibungkus, proses pembayaran di lakukan, setelah melakukan proses pembayaran Luna membawa tas berisi cake pulang.


-----


Daniel datang ke rumah Kay. Daniel disambut oleh Nicky dan bibi Mao.


"Dimana Kay?" Tanya Daniel pada Nicky.


"Tuan sedang berada di kamarnya. Silahkan menunggu di ruang tengah Tuan Kwok." Jawab Nicky mempersilahkan masuk.


Bibi Mao memberi salam, "anda ingin minum apa tuan?" Tanya bibi Mao ramah, saat melihat Daniel berjalan menuju ruang tengah rumah Kay.


"Apa saja bi, terima kasih." Jawab Daniel tersenyum.


Daniel melihat sekeliling, terkejut saat melihat foto pernikahan Kay dengan wanita mirip Luna. Daniel menatap tajam foto itu, Nicky menatap Daniel dan berdehem.


"Ehemmh.. silahkan duduk tuan. Saya akan panggil tuan muda keluar." Kata Nicky, berlalu meninggalakan Daniel menuju kamar Rekay.


"Jadi benar Luna menikahi Rekay? Bagaimana bisa?" Dalam hati Daniel bertanya-tanya.


Daniel memikirkan bagaimana bisa Rekay dan Luna menikah. Berfikir apakah sebelumnya mereka pernah bertemu, atau memang sudah lama menjalin hubungan.


"Pantas Luna selalu menolakku." Guman lirih Daniel.


Bibi Mao datang mengantar jus jeruk pada Daniel. "Tuan silahkan," bibi Mao menyajikan teh di hadapan Daniel.


"Iya bi, terima kasih." Daniel tersneyum menatap Bibi Mao.


Bibi Mao berlalu, kembali ke dapur. Nicky kembali bersama Kay. Mendorong kursi roda Kay mendekati Daniel.


"Daniel, kau sudah datang?" Sapa Kay.


"Kay, bagaimana kabarmu?" Tanya Daniel.


"Sama seperti sebelumnya." Jawab Kay.


Daniel diam, ingin langsung bertanya tapi ragu. Daniel menatap kembali foto pernikahan Rekay dengan Luna.


"Sudah lama tidak datang, ada hal baru ternyata." Daniel berbasa-basi.


Kay menatap arah pandang Daniel. Tertuju pada foto pernikahannya. Kay tersenyum, kembali menatap Daniel.


"Oh, itu hanya rencana keluarga yang tiba-tiba memaksaku untuk menikahi seorang wanita." Jawab Kay.


"Dimana istrimu?" Tanya Daniel.


"Sedang bekerja, dia seorang dokter sepertimu. Dan kabar baiknya dia bekerja di rumah sakit yang sama denganmu." Kay langsung berterus terang.


Daniel diam, sepertinya Kay mulai tersinggung dengan perkataanya. Kay mengerti maksud ucapan Daniel. Sebelumnya Nicky bercerita jika Daniel dan Luna memiliki hubungan yang spesial. Kay meeasa tidak suka miliknya di minati orang lain. Jangankan teman atau orang yang dikenal, saat Luna di ganggu Jeff saja Kay merasa kesal.


"Ada apa Daniel? Kau tidak perlu berbelit di hadapanku. Aku tau maksud kedatanganmu, kau ingin tau mengapa aku bisa menikahi Luna bukan?" Kay memulai pembicaraan.


Daniel masih diam, Kay menatap Daniel. "Maaf jika menyakiti hatimu. Luna memang wanita yang di jodohkan Jenifer dan papa untukku. Jujur saja aku ingin menolak, tapi kau tau aku bisa apa selain menerima? Aku tidak tau jika kau emnatuh hati pada Luna. Maafkan aku Daniel, aku akan memberikan apapun, tolong jangan ganggu istriku." Kay menekankan akhir perkataannya.


Daniel melebarkan mata menatap Kay. "Kay, kau.." Daniel terdiam sesaat, "maaf.. aku tidak bermaksud menyinggungmu Kay." Imbuh Daniel menjelaskan.


Kay hanya diam menatap Daniel. Daniel akhirnya mengakui perasaanya. "Aku memang menyukai Luna. Aku menyukainya sejak pertaman kali bertemu. Aku sudah mencoba mendekati dan juga juga sudah 2 kali di tolak olehnya. Tidak apa Kay, aku hanya penasaran saja. Siapa suami Luna, Luna hanya mengatakan menikahi putra keluarga Hawn. Aku berfikir jika bukan kau pasti Jeff." Kata Daniel.


"Luna mengatakan itu?" Kay terkejut.


Daniel mengangguk, " ya.. dia terang-terangan menolakku dan memintaku menjauh darinya. Dia mengatakan jika dia sudah memiliki suami, dia mengatakan aku dan dia hanya sebatas rekan kerja. Kau beruntung, meski ini perjodohan Luna bukan seperti wanita psda umunya. Dia adalah wanita yang tegar dan tangguh, dia juga ramah pada semua orang di rumah sakit." Daniel kembali menjelaskan.


"Terima kasih untuk pengakuanmu Dan. Kau pria sejati, mau mengutarakan perasaanmu pada suami dari wanita yang kau cintai. Maafkan aku, kau pasti kecewa padaku." Ucap Kay.


"Santai saja, aku bukan pria lemah. Aku baik-baik saja." Daniel tersenyum.


Kay tersneyum, begitu juga Daniel. Daniel harus ingin merelakan Luna untuk Kay. Daniel tau, Kay lebih baik dibandingkan Jeff. Meski Kay adalah seorang pria yang tidak normal secara fisik, namun Kay bukan pria jahat yang akan melukai orang lain tanpa sebab. Kay pasti akan bisa menjaga Luna dengan baik, Daniel berfikir demikian.


Kay dan Daniel berbincang, tidak ada lagi rasa penasaran yang muncul di hati Daniel. Kay menceritakan semuanya pada Daniel. Mengenai bagaimana bisa Luna menikah dengannya. Kay juga meminta pada Daniel untuk menjaga rahasia jika Luna bekerja di rumah sakitnya. Dan merahasiakan jika Kay lah pemilik rumah sakit tempat Luna bekerja. Kay meminta bantuan Daniel menjaga Luna saat di rumah sakit, karena Kay percaya pada Daniel.


Daniel mengiyakan permintaan Kay. Dari perbincangannya dengan Kay, Daniel bertekad membantu mempercepat proses pemulihan Kay. Daniel ingin Luna bahagia, Daniel ingin Luna menrasakan kebagaiaan seperti istri-istri pada umunya.


10 menit kemudian..


Luna pulang dan masuk kedalam rumah, Luna terkejut saat melihat Daniel dan Rekay berbincang di ruang tengah. Luna terdiam, tidak tau harus biacara apa dan bagaimana menghadapai Daniel didepan Kay.


Thank you..


Bye-bye..


-------------