New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Ini adalah bumi tapi berbeda



15 menit setelah aku membawa Lisa pulang.


"Aduh, pelan-pelan Vima."


"Maafkan saya tuan, tapi jika saya boleh tahu kenapa wajah tuan bisa memar begini?"


"Um, mama, itu adalah salahku, karena aku kak Gera terkena pukulan oleh anak-anak disini."


Aku menjelaskannya lebih tepat, "Ya, lebih tepatnya sih aku melindungi Lisa saat dia mau di hajar oleh para pembully."


"Apakah itu benar tuan Gera! Maafkan saya tuan, gara-gara anak saya, 'Lisa' wajah tuan jadi memar begini, Lisa kamu juga minta maaf."


"Iya mama, kak Gera maafkan aku, gara-gara aku wajah kakak jadi memar."


"Hahaha jangan menganggap aku seperti raja, iya aku maafin kok."


"Wah! Benarkah kak? Terimakasih!"


"Sama-sama Lisa, oya Vima jangan obati aku saja kaki Lisa juga terluka."


"Iya tuan, saya akan mengobati kaki Lisa juga."


Ya, pada akhirnya Vima mengobati memar ku dan juga luka di kaki Lisa.


Hari demi hari berlalu dan aku hanya berdiam dirumah, dan melakukan kegiatan rumah seperti biasanya.


Ah bosannya, aku ingin sekali keluar rumah tapi aku takut, jika 4 pembully tadi melihatku dan nyamperin aku lalu mereka ingin balas dendam kepadaku, memikirkannya saja membuatku sangat ketakutan, hm, padahal aku pengen keluar dan menggambar.


"Kak Gera, kamu kenapa termenung?"


Mm, Lisa? tumben dia nyamperin diriku.


"Gak ada, tapi aku sangat ingin keluar rumah Lisa, disini aku sangat bosan."


"Begitukah? Kalo mau keluar rumah dan bermain-main kan bisa tinggal buka pintu rumah dan tinggal keluar aja, mudah kan?"


Mudah matamu!! Tapi, mereka saja lari terbirit-birit saat di hutan karena aku, mungkin saja mereka sampai sekarang masih takut dengan ku. Jadi! Apa yang perlu aku takutkan?.


"Iya! Kamu benar Lisa!! Aku hanya perlu membuka pintu rumah lalu keluar dan bermain-main!! Kamu sangat jenius Lisa!!"


"Hm, hm, iya dong siapa dulu yang ngasih saran."


Aku pun mengambil buku gambar ku, dan juga peralatannya, lalu membuka pintu rumah dan pergi keluar.


"T-t-tunggu kak."


"Hmm? Ada apa Lisa?"


"A-a-ku juga mau ikut dengan kamu, dan juga sekalian kamu mengenalkan aku tentang apa yang ada di desa ini, apakah boleh kak?"


Hihi, Lisa sepertinya dia mulai akrab denganku.


"Boleh, ayuk sini ikut dengan ku, akan aku perkenalkan semua yang aku ketahui tentang desa ini!"


"Wah, terima kasih kak Gera!"


Di perjalanan aku memperkenalkan kepada Lisa tentang flora dan fauna di desa ini.


Whoosh.


"udara disini sangat sejuk, sangat berbeda dengan di kota."


"Iya kah Lisa?"


"Iya kak!"


Kenapa aku sangat bodoh, padahal orang kotanya ada di rumahku kenapa aku tidak menanyakannya dari kemarin-kemarin! Aaa! Bodohnya diriku!.


"Omong-omong, Lisa memang di kota itu seperti apa?"


"Apakah kakak penasaran? Hihi."


"Iya aku penasaran."


"Jika kakak penasaran maka, panggil aku dengan sebutan adik tersayang!"


Ek, ini anak banyak maunya dah!.


"Hah, baiklah, iya aku penasaran Lisa adik tersayang."


"Hmm, masih kurang, kakak harus memakai kata 'wahai' dan nada bicara kakak juga harus keras."


"Baiklah, jika itu mau kamu Lisa!"


Ahem.


"Iya, aku penasaran jadi beritahu aku wahai! Lisa! Adikku tersayang!!"


(Fiuh untung aku teriak-teriak begini di tempat yang sepi).


"Baiklah akan aku beritahu! Jadi di kota itu terdapat banyak rumah, dan satu istana yang sangat besar, istana itu tempat tinggal raja dan keluarganya, dan pencahayaan kita itu memakai benda yang berbentuk bulat, dan dihidupkan dengan hanya menekan sebuah tombol saja."


"Itu lampu bukan?"


"Dari mana kamu mengetahuinya?!"


"Yaaa, ayahku yang mengatakannya kepada ku hehe."


"Umm! Baiklah."


"Oya, Lisa…."


"Pakai, adik tersayang!"


"Oya, adik tersayang Lisa, apakah di kota terdapat gedung-gedung?"


"Gedung? Apa itu?"


"Ya, semacam rumah-rumah yang tinggi."


"Tidak ada kak."


Hmm, bisa di bilang ini adalah bumi kedua? Karena dari rasi bintang dan juga teknologinya, tidak mungkin kan aku bereinkarnasi di dunia lain yang bukan bumi, jika rasi bintang yang di dunia ku yang sebelumnya masih sama dengan di dunia ini (?).


"Kak!"


"Ah, ya ada apa Lisa?"


"Umm! Kenapa kamu termenung lagi!"


"Maaf Lisa, aku hanya memikirkan sesuatu."


"Ooo, begitukah."


Aku masih penasaran tentang kota, tapi yang lagi kutanyakan sekarang adalah bocah yang belum banyak mengetahui apa-apa, … Nanti aku tanyakan kepada Vima saja.


10 menit berlalu.


"Ok Lisa kita sudah sampai di tujuan."


"Wah apa ini kak, disini sangatlah sejuk!"


"Ternyata kamu juga menyukainya ya Lisa, enak bukan di sini."


"Iya aku sangat menyukainya kak, tapi memang apa yang kamu lakukan di sini?"


"Ya aku terkadang menggambar, tidur, dan menikmati suasana hingga sore hari."


"Kamu bisa menggambar kak?"


"Tentu! Mau lihat?"


"Mau-mau, mana coba kasih aku lihat gambar kamu kak!"


Aku membuka buku ku, dan teringat akan beberapa gambar dewasa ku.


"Ah, Lisa!"


"Ada apa kak?"


"Bagaimana jika kamu melihatku menggambar saja, bukankah itu lebih menarik?"


"Boleh! Aku juga ingin belajar menggambar dengan kakak."


Fiuh, untung dia lumayan penurut.


Aku mulai menggambar, tema yang ku buat adalah bumi dan matahari serta bulan.


1 jam berlalu.


"Tada, lihat Lisa bagus nggak gambarku, coba kamu katakan apa saja yang ada di gambarku."


"Whoa! Bagus banget kak! Dan yang ada di gambar kamu, yang ini adalah matahari kan?"


"Ya kamu benar, kalo ini?"


"Itu bulan!"


"Ya kamu benar Lisa! Kalo ini?"


"Hmm, um, itu apa kak? Itu bumi ya?"


Hah? Dia tahu matahari dan bulan tapi bingung kalo ini bumi?.


"Ini itu bumi Lisa, memang kenapa Lisa?"


"Hah? Bumi?"


"Kenapa kamu bingung Lisa?"


"Ya, karena di rumahku ada sebuah buku tentang luar angkasa kak dan juga di buku itu ada gambarnya gambar bumi, matahari, dan bulan, dan lain-lain. Di buku itu bentuk bumi tidak seperti itu kak, daratannya hanya ada tiga, kalo di gambar kak Gera banyak daratannya."


(Whoa anak berumur 5 tahun tahu tentang ini, aku salut).


Tu-tunggu dulu, hanya terdapat tiga daratan? Dan dia tahu ini bumi. Jadi memang benar ya dunia yang ku tinggalin ini adalah bumi, tapi bumi yang berbeda, mau itu dari musimnya, daratannya, bahkan makhluk hidupnya.


"Kak."


"Iya Lisa ada apa?"


"Aku ngantuk."


"Kalo kamu mau tidur, kamu bisa tidur disini loh, dengan udaranya yang sejuk dan suasananya yang tenang di tambah kicauan burung, sangat pas bukan untuk tidur di sini."


"Kamu benar kak, baiklah aku akan tidur sejenak."


"Yap, selama kamu tidur, aku akan menggambar sekalian menjaga kamu."


"Terimakasih kak Gera."


"Iya sama-sama Lisa."


Lisa pun tertidur.


Hmm, aku ingin membuat gambar lagi, tapi aku bingung apa tema yang bagus hmm….


Cicit.


Kicauan burung … nah, aku akan membuat gambar dengan tema kebebasan!.


Aku menghabiskan waktuku untuk menggambar sebagus mungkin, dan sedetail mungkin.


4 jam kemudian.


Akhirnya selesai!! Wah ini adalah salah satu gambarku yang paling bagus. Lisa dia masih tidur, katanya tidur sejenak ini mah udah lama namanya, hm, memang sih dengan suasana begini siapapun akan tertidur dengan pulas, apa aku bangunin saja dia? Janganlah aku tunggu agak beberapa lama lagi.


Aaakh, capek nya, aku juga ngantuk, mungkin aku akan tertidur juga.


Ya pada akhirnya aku juga ikut tertidur dengan pulas.