
Bagian 1
"Kak, kak Gera, kak Gera bangun!"
Ah, sepertinya aku tertidur dengan pulas, "kak!"
Lisa? Dia sudah bangun? "Kak!!!"
Aku tersentak dan tersadar dengan penuh dari tidurku, aku mulai terduduk lalu menguap.
"Kak, ini udah malam lo! Aku sudah berusaha ngebangunin kakak dari sore tadi, tapi kak Gera gak bangun-bangun."
Eee! Sudah malam! Tertidur macam apa aku?! Dari siang aku tertidur hingga malam.
"Maaf Lisa aku tertidur sangat nyenyak."
"Hump! Iya aku maafin."
"Hehe, terimakasih Lisa, yasudah ayo kita langsung pulang, nanti mama kamu khawatir."
"Iya kak."
Aku meraba-raba rumput, um, dimana buku gambar ku?.
"Lisa apakah kamu melihat buku gambar ku?"
"Oh buku gambar kakak, ini sama aku," Lisa memberikan buku gambarnya ke aku.
"Terimakasih Lisa."
"Sama-sama kak"
"..."
"..."
Sial!!! Kenapa buku gambarnya ada sama dia!.
"Lisa."
"Mm, iya kak ada apa?"
"Kamu melihat isi di buku ini ya?"
"Tidak, aku tidak melihatnya kok, hihi."
(Kenapa wajahnya cengar cengir begitu).
"Oh, begitukah, yasudah ayo kita segera pulang."
"Baiklah kak."
Di perjalanan pulang, Lisa banyak sekali bertanya kepadaku tentang hal-hal pribadiku.
"Kak, perempuan tipe kamu seperti apa?"
"Hah, buat apa kamu menanyakannya?"
"Hanya ingin tahu."
"Gak, gak akan aku jawab!"
"Pelit, kak Gera pelit, pelit, pelit."
Dia mengatakan "pelit" kepada ku, hingga aku mulai jengkel.
"Lisa kenapa sih kamu sangat ingin tahu tipe ku? Kamu kan masih kecil lo."
"Hmm? Masih kecil ya? Kakak sendiri aja masih berumur 7 tahun, tapi sudah menggambar hal-hal begituan."
"Eek, kamu melihatnya ya."
"Sudah jelas, hihi."
(Ngeselin sumpah, ini loli ngeselin banget!!!).
"Terus? Memang apa yang akan kamu lakukan jika sudah mengetahuinya?"
"Jika kakak tidak menjawab pertanyaanku, maka aku akan mengirim surat kepada bibi skaila, bahwa kak Gera menggambar hal tak senonoh dan memperlihatkannya kepada aku."
Sial, Masih berumur 5 tahun tapi sudah bisa main ngancam, dan sejak kapan aku memperlihatkan gambarku yang tak senonoh kepada mu! Ha.
"Baiklah akan aku jawab pertanyaan kamu, tapi ada satu syarat!"
"Apa itu kak?"
"Jangan kasih tahu kepada siapapun tentang gambar yang kamu lihat ok."
"Hm hm, ok."
"Jadi, apa pertanyaan kamu Lisa?"
"Apa tipe perempuan kamu kak?"
"Tipeku adalah seumuran dengan aku atau lebih muda dariku, masih segar, dan cantik, mungkin hanya itu saja."
"Apa maksud kakak dengan masih segar?"
"Yaaa, itu sih, ok kalo itu kamu tidak boleh tahu!"
"Hihi."
"Kenapa? Apakah tipeku ada yang aneh?"
"Tidak, tidak ada kok."
"Begitukah."
"Oh ya kak Gera!"
"Um, apa?"
"Apakah kamu suka dengan perempuan ber boing-boing besar?"
"Eek, apa-apaan pertanyaan kamu Lisa?! Ok kalau itu benar-benar tidak akan aku jawab!"
"Ku mohon kak Gera."
Hah, apa-apaan dengan wajahnya itu.
"Kak Gera kumohon!"
"Gak, kamu masih berumur 5 tahun, masih ada batasannya Lisa jika kamu ingin bertanya."
"Kumohon, kumohon kak, mm."
Wahai diriku jangan tersentuh oleh wajahnya yang iba begitu, tahan, tahan….
"Mmm?"
Tahan….
"Mmm?"
"Baiklah, baiklah, akan aku jawab!"
Sial! Aku lupa kalo keluarga kami adalah keluarga yang sangat keras kepala.
"Wah!! Jadi apa kamu suka dengan perempuan ber boing-boing besar?"
"Ya aku suka, aku sangat menyukai perempuan ber boing-boing besar, apakah kamu sudah puas sekarang?!"
"Ya aku sudah puas! Baiklah! Aku akan merawat tubuhku dengan baik!!"
"Hah, apa maksud kamu Lisa?"
"Mm, tidak ada."
"Sampai juga kita di rumah Lisa."
Kami pun masuk kedalam rumah dan melihat Vima yang sedang menyiapkan hidangan makan malam.
Kenapa dia tidak merasa cemas atau khawatir sedikitpun? Padahal kami pulang malam hari lo.
"Mama! Kami pulang!"
"Ah, Lisa, dan tuan Gera, selamat datang, oya, kalian bisa langsung makan atau mau mandi dulu?"
"Aku mau mandi dulu mama, kak Gera kamu?"
"Aku akan mandi dulu, tapi kamu duluan saja Lisa."
"Baiklah kak."
Lisa pun langsung pergi ke kamar mandi, dan aku ingin berbicara kepada Vima.
"Vima ada yang ingin aku tanyakan kepada kamu."
"Apa itu tuan?"
"Kenapa kamu tidak merasa khawatir saat kami pulang malam hari?"
"Untuk apa saya perlu khawatir? Saya sangat yakin bahwa tuan pasti akan selalu melindungi Lisa, seperti apa yang Lisa ceritakan kepada saya waktu hari itu."
"Ya tapi kan kamu tahu sendiri ada beberapa warga yang kurang menyukai kalian, apalagi aku masih berumur 7 tahun lo, bagaimana jika ada orang dewasa yang ingin mencelakai kami?"
"Itu tidak akan pernah terjadi tuan!"
"Hah, apa maksud kamu?"
"Penduduk desa ini sangat berhutang budi kepada ayah tuan, jadi mereka tidak akan pernah menyakiti keluarga tuan, yang kemarin itu karena mereka tidak tahu bahwa Lisa adalah anak saya dan saya adalah adik dari ayah tuan."
Peran ayah ternyata sangat penting ya di desa ini.
"Memang kamu mengetahuinya dari mana Vima?"
"3 hari yang lalu orang tua dari 4 pembully ke sini, mungkin rencana mereka ingin marah-marah, tapi saat saya memperkenalkan diri saya mereka seketika meminta maaf, karena merasa bingung, saya langsung menanyakannya kepada mereka, 'kalian kenapa?' Mereka pun langsung menjelaskannya apa yang saya katakan kepada tuan tadi."
"Intinya semua penduduk desa sangat berhutang budi kepada ayahku ya."
"Iya tuan."
Aku ingin mengetes sesuatu kepada Vima.
"Whoa! Ayah memang sangat menakjubkan ya Vima aku sangat bangga dengannya."
"Iya anda sangat benar tuan!!"
"Hahahaha, kamu benar-benar menyukai ayahku ya Vima."
"Tentu saja tuan."
"Sebagai adik kan Vima?"
"Sebagai adik."
Fiuh, untung saja Vima menyukai ayahku sebagai adiknya, sangat berbahaya jika dia menyukai ayah lebih dari kata adik.
*20 menit kemudian*
Aku sudah selesai mandi dan kami siap untuk menyantap makan malam kami.
Kami makan dengan santai, dengan Lisa yang berbicara kepada Vima, tentang apa yang dia lalui di hari ini.
1 jam kemudian.
Kami semua sudah selesai makan malam, dan Vima dia sedang bersih-bersih, sedangkan Lisa dia, hmm, tumben dia tidak ngantuk, apakah karena sudah tidur tadi ya? Ya pada akhirnya Vima dan Lisa pergi ke kamar dan aku ke loteng untuk tidur.
Bagian 2, bonus
POV di bagian 2 akan memperlihatkan Vima dan Lisa di dalam kamar yang sedang membicarakan sesuatu.
Di dalam kamar.
"Mama sebenarnya aku boleh tidak menikah dengan kak Gera?"
"Mm? Kenapa kamu menanyakan itu kepada mama Lisa?"
"Soalnya aku sangat mengagumi kak Gera, sikap pemberaninya membuat aku takjub, dan aku sangat menyukai gambar-gambar yang dia buat, itu sangatlah bagus."
"Lisa dengar ini, peraturan di keluarga Ursa adalah kakak dan adik tidak boleh menikah!"
"Begitu ya mama, baiklah."
"Tapi kan kak Gera adalah anak dari tuan Edward, dan kamu adalah anak dari mama, jadi kalian boleh saja kok menikah."
"Benarkah mama!"
"Iya Lisa."
"Hahaha asik!"
"Oya ma aku juga menanyai kak Gera tentang tipe perempuannya."
"Benarkah? Jadi apa yang kak Gera bilang Lisa?"
"Dia bilang tipenya adalah perempuan yang seumuran atau di bawah dia, masih segar, cantik, dan memiliki boing-boing yang besar! Itu semua sudah pas tidak sama aku mama?"
"Sudah Lisa, malahan itu semua sudah mencangkup diri kamu Lisa."
"Iyakah mama?! Tapi aku bingung."
"Bingung kenapa Lisa?"
"Maksud kak Gera dengan masih segar apa ya ma?"
"Ooo, itu kamu mau tahu?"
"Ya aku mau tahu!"
"Yakin?"
"Yakin!"
"Baiklah akan mama kasih tahu, maksud kak Gera masih segar itu adalah, masih...."
"Apakah aku masih mama?"
"Tentu kamu masih!"
"Wah, aku jadi semakin bersemangat!! Tapi apakah boing-boing ku bisa besar seperti punya mama?"
"Tentu bisa! Kamu kan anak mama, jadi boing-boing ini akan menurun kepada kamu Lisa."
"Wah! Aku bangga jadi anak mama!!"
"Mama juga bangga punya anak kayak kamu Lisa."
"Baiklah! Aku akan merawat tubuhku dengan baik mama, biar bisa menjadi kayak mama!"
"Mama akan selalu mendukung Lisa! Jadi semangat ya Lisa!"
"Iya mama, aku akan selalu semangat"
Balik ke POV Gera.
Ini kenapa sih mau tidur nyenyak juga, tapi telinga kananku terasa panas.
...****************...
NOTE: maaf jika ada sensor, karena kebijakan dari pihak apknya, kalian pasti ngertilah maksud dari percakapannya hehe.