New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Emosi yang mulai tidak stabil



Bagian 1


"Apakah sakit terjatuh dari situ, wahai nyonya?"


"Kumohon hentikan, Gera!"


"Tch, kau masih saja mengoceh ya."


*Gera turun ke bawah*


"Hmm, jika kulihat-lihat cukup dalam juga ya … bagaimana apakah kau bisa berdiri?"


*Alesha terlihat sedang memegang pergelangan kakinya*


"Oooh, apakah itu sakit?"


*Alesha tampak seperti ingin menangis*


"Mengapa kamu menangis? Hei, santai saja, Lisa bahkan merasakan hal yang lebih menyakitkan, bukan?"


*Alesha mulai menangis*


"Ouh, cup cup cup, jangan menangis lah, kan kita belum memulai pertunjukannya."


"Ge-ge-ge … ma-ma-ma … a-a-a-aku."


"Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti sama sekali, coba ulangi perkataanmu."


"Ge-ge-Gera… ma-ma-maafkan… a-a-a-aku!"


"Aaaa~ perkataan itu lagi, sudah berapa kali kamu meminta maaf kepadaku?"


"Ti-ti-tiga."


"Woah, kamu menghitungnya? Itu sangat hebat loh…! Tapi maaf ya, kata maaf kamu tidak berguna bagiku, hehe."


*Gera seketika menyeret Alesha kembali, Alesha seperti ingin melawan tapi itu percuma*


"Ok sudah sampai, kamu tunggu disini dulu ya, awas kalau kabur!"


*Gera mengambil kursi dan tali*


"Hei nyonya duduklah disini, cepat!"


*Alesha menyeret-nyeret tubuhnya, dia ingin kabur dari Gera*


"Hei, apa yang kau lakukan nyonya? Arah kursi bukan disitu, hah, perlukah aku menyeret dirimu lagi wahai si anak manja?"


"Gera menyeret Alesha lagi ke arah kursi*


"Papa tolong aku… papa tolong, aku!!!"


"Berhentilah berteriak!! Sudah kukatakan untuk diam, bukan!! Dasar kau anak anjing!!"


"Pa… pa."


*Gera berusaha untuk mendudukkan Alesha ke atas kursi lalu mengikat kedua tangan dan kaki Alesha dengan tali, setelah selesai, Gera mulai duduk di lantai*


"Sekarang ceritakan kepadaku kronologi kau dengan Lisa."


"Ge-Gera maafkan aku."


*Gera mulai berdiri, seketika menampar Alesha dengan keras*


"Bukan itu yang ingin, aku dengar."


"Ge-Gera…."


*Gera menamparnya lagi hingga Alesha mengeluarkan darah dari lubang hidungnya*


"Cepat ceritakan atau kau ingin mati sekarang?!"


"Ba-baiklah."


*Alesha mulai bercerita*


"Wa-waktu di cafe…."


"Hei, bisa tidak bicaramu itu tidak patah-patah?"


"Bisa, Gera."


"Bagus, sekarang cepatlah bercerita untukku!"


"Waktu di cafe, aku sengaja menyindir kamu di depan adikmu, aku mengatakan, 'hahaha, baru populer juga sudah bangga gitu, memang ya ras Niksmi itu menjijikkan dan najis' lalu adikmu seketika marah kepadaku dan kita berdebat."


"Terus untuk apa kamu menyindir aku di depannya?"


"Aku sudah merencanakan itu semua sejak aku mengajakmu ke cafe, aku tahu pasti adikmu akan ikut dengan kamu Gera."


Haah, jawabannya ngawur.


"Lalu kenapa harus Lisa? Apa masalahmu dengan Lisa?"


"Ayah ingin menjodohi aku dengan kamu, ayah berkata kepadaku, 'siapapun yang menghalangi jalanmu untuk dekat dengan dia, habisi saja orang itu!' Karena aku melihat adikmu sebagai pengganggu jalanku untuk dekat dengan kamu, jadi aku mengincarnya."


"Begitukah, lalu bagaimana cara kamu menculik Lisa?"


"Aku tidak melakukan rencana ini sendirian, tapi aku dibantu oleh beberapa orang, dan merekalah yang menculik Lisa." 


"Siapa mereka? Namanya, umur mereka, dan jenis kelamin mereka… oya dan dari keluarga apa mereka."


"Marine Ton Ursa berumur 14 tahun dia adalah seorang perempuan, Umira Majoris Ursa berumur 13 tahun dia adalah seorang perempuan, Jori Guard berumur 19 tahun dia adalah seorang pria, Gob Majoris Ursa berumur 15 tahun dia adalah seorang pria, dan Jean Ton Ursa berumur 13 tahun dia adalah seorang pria, hanya itu saja Gera."


"5 orang ya, 2 perempuan dan 3 laki-laki."


*Gera tampak sedang menulis*


"Ras Bangsawan, mau itu anak kecil, orang dewasa, atau keluarganya rata-rata biadab semua ya… oya nama ayahmu siapa?"


"Riot … Aku sudah mengatakan semuanya jadi kumohon lepaskan aku Gera!"


"Ssst, diam!"


*Gera mulai berdiri dan pergi ke atas*


"Ge-Gera jangan tinggalkan aku! Kumohon lepaskan aku, Gera! Hey! Gera!!!"


Dia sangat berisik.


Bagian 2


Aku harus menemukan mereka semua! Aku harus membalaskan dendam dan rasa sakit yang Lisa rasakan! Awas saja kalian!.


"Pengawas!!!"


*pengawas seketika berdatangan*


"Ada apa, tuan?"


"Aku perintahkan kalian semua untuk mencari kelima orang ini, batas waktu hanya sampai malam!!"


*Gera memberikan selembaran kertas kepada para pengawas, para pengawas mulai pergi dari situ*


"Hei, kau tunggu!"


"Iya, tuan?"


"Aku perintahkan kamu untuk membawa tuan Riot ke ruangan bawah tanah, tapi sebelum kamu masuk ke ruangan bawah tanah kamu tutup terlebih dahulu matanya."


"Baiklah tuan."


Baiklah sekarang, aku hanya perlu menunggu… hmm, apa yang enak untuk dilakukan ya? Melakukan sesuatu kepada Alesha sepertinya menyenangkan.


*Gera masuk kedalam ruangan bawah tanah itu dan menghampiri Alesha*


"Ge-Gera lepaskan aku! Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu, Gera!"


Aaah berisik!.


"Ssst! Sudah aku katakan diam!! Kau tuli kah?!"


"..."


"Nah gitu dong jadi anak anjing yang penurut, aku jadi tambah menyayangimu."


*Gera mendekati Alesha*


"Hey, Alesha kau tahu, kulitmu ini sangat halus dan cantik, aku sangat menyukainya."


*Gera mulai memegang tubuh Alesha*


"Andai kamu tidak melakukan itu kepada Lisa, mungkin kita benar-benar akan menjadi jodoh untuk selamanya… tapi mau gimana lagi, kau terlahir sebagai orang yang sangat bodoh Alesha, sangat bodoh!"


"..."


"Aku sangat ingin melihatmu tumbuh besar bersama dengan punyamu, bibirmu sangat indah, wajahmu sangat bening, dan jari-jari di tanganmu sangatlah halus."


*Gera mengatakan itu sambil meraba-raba tubuh Alesha*


"Apa yang kamu katakan, Gera? Dan berhentilah meraba-raba aku."


"Kenapa? Bukannya kau mencintaiku? Seharusnya kamu terima-terima saja dong."


*Gera melihat rambut Alesha yang terikat dua*


"Gera mau kemana kamu!"


*Gera mengambil sebuah gunting dan mendekati Alesha kembali*


"Rambut yang cantik, Alesha."


"Apa yang ingin kamu lakukan, Gera?! Kumohon jangan lakukan itu! Gera!!"


*Gera memotong kedua ikat rambut Alesha*


"Kalau begini kau jadi tambah cantik kan? Hmmm aroma dari rambut kamu sangat wangi Alesha dan juga halus."


"Gera, aku rela kamu mau melakukan sesuatu pada tubuhku, tapi janji kamu mau melepaskan aku."


"Kapan, aku bilang ingin melakukan sesuatu kepadamu? Apakah kau terlalu berharap sangat tinggi, Alesha? Sudah aku katakan nyawa dibalas nyawa! Kau akan mati disini Alesha bersama dengan mereka! Aku hanya sedang menikmati tubuhmu untuk terakhir kalinya."


"A-a-apa yang kamu katakan, Gera? Kamu bercanda kan?" Ucap Alesha dengan ketakutan.


"Susah ya berbicara dengan orang tuli, jadi selama ini menurutmu apa yang aku lakukan dan katakan adalah sebuah candaan? Hahaha lucu, lucu sekali, terus bagaimana dengan kakimu, ha? Itu hanya sebuah candaan…?"


*Seseorang datang dari atas*


"Tuan saya sudah membawanya." Ucap pengawas.


"Apakah kamu sudah menutup matanya?"


"Sudah tuan."


"Bagus, bawa dia ke bawah segera!"


"Baik!"


*Gera mulai menyiapkan 1 kursi lagi dan sebuah tali*


"Si-si-siapa itu, Gera?" Ucap Alesha.


"Oooh, dia adalah orang yang sangat familiar bagimu."


"Ini tuan."


"Ikat dia di kursi itu pengawas!"


"Baik!"


"P-pa-pa-papa! Ge-ge-Gera kumohon jangan ayahku! Biarkan saja aku yang mati! Gera ayahku tidak memiliki salah apapun! Dia tidak membunuh Lisa!! Akulah yang membunuhnya!!!"


"Apa yang kau katakan? Ayahmu bukan dalang dari semua ini?"


"Alesha apa itu kamu?!" Ucap ayah Alesha.


"Gera…." ucap Alesha.


*Alesha mulai menangis*


"... jangan ayah ku Gera, jangan ayahku~"


"Diam!!! Pengawas cepat ikat dia!"


"Baik tuan."