
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu dan diriku berada di dalam kamar selama itu, aku tidak berani untuk keluar karena jika diriku keluar aku selalu membayangkan orang itu, dan masih ada beberapa faktor yang membuatku tidak ingin keluar ruangan.
Dor!.
"Huk huaakh."
Aku sudah tidak ingat sudah berapa kali aku muntah dalam seminggu ini, aku juga tidak percaya jika Vima mengkhianati diriku, apa sebenarnya salah diriku ini? Apakah akibat diriku ini sok hebat di depan orang-orang? Padahal aku hanya ingin merubah sikapku, apakah itu tidak boleh? Apakah memang takdirku seperti ini menjadi pengurung seperti dulu? Aku tidak mau menjadi seperti itu, aku tidak mau! Tidak, tidak, tidak, tidak, aku tidak mau!! "Aku tidak mau!!!!" Aku tidak ingin menjadi diriku yang dulu.
Aku hanya ingin orang tuaku kembali dan menjalani hidup seperti biasa, tinggal di desa, berbicara dengan para penduduk, pergi ke tempat favoritku dan menggambar disitu, memakan masakan ibu yang sangat enak bersama ayah… tapi mengapa aku tidak bisa merasakan itu lagi? Hey, aku tahu jiwaku ini berumur 43 tahun! Aku tahu, tapi tubuhku ini masih berumur 9 tahun loh, 9 tahun, apakah kalian tidak tahu jika anak kecil yang berumur 9 tahun masih membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya, ha!! "Apakah kalian tidak tahu!!!" Ibu ayah aku kangen kepada kalian, aku ingin bertemu dengan kalian… tapi mengapa, mengapa kalian memisahkanku dengan mereka!!! Mengapa!!.
Apa yang, aku katakan? Ini semua terjadi akibat diriku bukan? Andai saja aku tidak membawa gadis itu dan mendengarkan perkataan ayah, pasti ini semua tidak akan terjadi.
Aku ingin bertemu dengan kalian, ibu aku ingin sekali memakan masakanmu dan melihat senyumanmu yang indah, ayah aku ingin mendengar kata-kata bijak darimu dan pergi bersama ke suatu tempat sama persis saat kita ke pantai.
Aku ingin itu, aku ingin! Tapi... sepertinya aku tidak bisa merasakan itu lagi.
Aku menangis di kasur dengan memikirkan kedua orang tuaku, aku menangis dengan sangat kencang dan tersedu-sedu.
"Ibu! Ayah! Aku hanya ingin kalian kembali."
Saat, aku menangis dengan sangat kencang tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.
" Hiks... hiks, siapa itu?"
"Tuan ini saya Vima."
Entah kenapa saat, aku mendengar suara Vima aku seperti sangat marah.
"Pergi saja kamu Vima, aku ingin sendirian."
"Tuan…."
"Sudah, aku katakan pergi!! Aku tidak ingin mendengar suara dari kamu! Apalagi melihat muka kamu!! Kamu jahat Vima kamu sudah menganggap diriku sebagai anakmu bahkan aku sebaliknya… tapi kenapa... kenapa, kenapa kamu mengkhianati anakmu ini Vima!!! Kamu tahu kan aku tidak peduli dengan pewaris pemimpin keluarga ini, aku hanya ingin orang tuaku saja Vima."
"Tuan saya mohon dengarkan cerita saya…."
"Hey, Vima apakah semua cerita tentang ayahku adalah kebohongan? Sebenarnya kamu tidak pedulikan? Yang kamu pentingkan hanya ayahmu yang sudah tidak waras… aku sangat benci dengan ras Bangsawan, aku sangat membenci keluar Ursa, aku sangat membencimu Vima!!"
"Tuan!"
"Aku katakan pergi kau sekarang juga!!!"
Mengapa, aku tidak pernah mendapatkan kehidupan yang indah hingga akhir? Mengapa kehidupan yang suram datang saat diriku sudah merasa senang dengan hidup ini?.
"Te-terima ka…."
Dor!.
"Hukh huaaaakh!!"
"Astronot? Kamu ingin menjadi astronot? Jangan mimpi kamu ya, orang seperti kamu tidak akan pernah bisa menjadi astronot, gak, bahkan kamu gak akan bisa menjadi apa-apa!"
Aaaaaaa!! Kumohon jangan pernah datang di pikiranku!! Mengapa kalian tega kepadaku? Aku tidak memiliki salah apa-apa kepada kalian, berhentilah bergentayangan di kepalaku!!!.
Bagian 2
Sudah 2 bulan berlalu, aku masih saja di hantui oleh mereka, aku sudah sangat pasrah dengan hidupku, sudah 2 bulan aku tidak makan aku hanya minum air putih yang sudah tersedia di kamarku.
Aku terkadang bercermin dan melihat tubuhku, tubuhku sudah sangat kurus aku bahkan dapat melihat tulang-tulangku dan kulitku yang sudah kering, hahaha, hahahaha!! Ternyata seperti ini bentuk tubuhku jika sudah kering?.
Aku pergi ke kasur dan duduk disitu, terkadang Vima menawarkan makanan untukku tapi aku selalu menolaknya, aku sudah pasrah dengan nyawaku.
"Tuan saya mohon kepada tuan makanlah anda belum makan selama 3 minggu, saya mohon tuan sebagai seorang ibu."
"Jangan pernah mengaku sebagai ibuku!! Kau bukanlah ibuku! Kau hanya seseorang yang hanya bisa memanfaatkan diriku!!"
Heh berani sekali dia mengaku sebagai ibuku... sudah memanfaatkan diriku tapi masih berani mengaku sebagai ibuku? "Hahahahah, hah, hah," dia memang bodoh sangat-sangat bodoh.
Ibu, ayah apa yang sedang kalian lakukan? Kumohon berikan diriku ini sebuah jalan, aku sangat ingin terbebas dari semua ini….
… aku sudah merasa sangat lemas, "aaakh!!" Kepalaku sudah sangat pusing dan sakit bahkan menggerakkan tangan saja aku sudah tidak bisa, pandanganku sudah sangat kabur.
Aku mulai kehilangan kesadaran… tapi saat itu juga aku mendengar sebuah suara, "Gera!!" Dia seperti berlari ke arahku.
"I-i-i-buuu."
Ibu apakah itu kamu? Jika iya, terima kasih sudah mau menemui diriku ini, hehe.
*dia menyentuh pipi Gera*
Ah, tangan seorang ibu memang sebuah keajaiban, itu bisa membuat seorang anak terlindungi dari semua yang menghantuinya… terima kasih sekali lagi… ibu….
...****************...
Note: bagi kalian yang bingung kenapa ceritanya berubah, ingat konsep dari cerita ini memang seperti ini.
Note: mengapa Gera bisa se trauma itu? Karena dia hanya seorang manusia biasa, dia merasa dikhianati dan dimanfaatkan oleh Vima, dia baru pertama kali melihat orang mati dengan tragis di depan matanya, dan pikirannya sudah sangat kacau akibat beban pikiran tentang keberadaan orang tuanya.
Note: Gera belum sepenuhnya sembuh dari trauma dia di dunia sebelumnya, ingat dia hanya memendamnya saja tidak melupakannya.
Note: hanya sebuah info kecil saja. Yang ada di dalam kamar Gera adalah: kasur, meja dan kursi, cermin, tempat air minum, meja kecil dengan bell di sebelah kasur Gera, ruangan kamar mandi, rak buku, lemari, jendela, dan lain-lain… mengapa Gera tidak muntah di kamar mandi? Karena dia tidak bisa menahannya dan memilih muntah di tempat.
A-Note: sebenarnya author membuat banyak "note" hanya supaya pas 1000 kalimat, hehe, jangan marah ya para pembaca, lumayan bukan? Kalian bisa mendapatkan beberapa info dari cerita ini… yaudah sebagai tanda permintaan maaf author kalian ini, author akan memberitahu kalian sosial media author, penasaran? Ini dia twitter author: KazuKito12… bagaimana kalian tidak marah lagi kan? Sudah puas kan? Hehe… mari kita tunggu N.W.N.B.A.H.D CH 2 EPS 30 ya, di tunggu aja jam 12 siang besok… sekali lagi maafkan author!.