New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Waktunya penyiksaan!



*di kamar, Gera sedang berpikir dengan sangat keras*


Sudah seminggu sejak kematian Lisa.


"Dimana kamu menemukan Lisa, asisten?"


"Sa-saya menemukan Lisa terambang di sungai ini tuan."


Saat itu juga, aku berpikir. Apakah Lisa dengan ceroboh terjatuh ke sungai?.


Aku rasa tidak, aku melihat Lisa berlari dari cafe dan arah larinya menuju ke rumah, tapi sungai ini terletak sangat jauh dari arah rumah dan jika aku melihat arah air sungainya berasal itu tidak menuju ke arah rumah, tapi darimana arah air sungai itu? Lagi pula Lisa bukanlah orang yang ceroboh.


Pasti ada seseorang di balik ini semua! Aku juga melihat ada memar dan luka di bagian wajah Lisa, badannya di bagian perut, punggung, dan pinggang, dan juga tangan kanannya.


Sial! Siapa yang melakukan ini semua?!.


*Gera mulai menangis*


Lisa maafkan kakakmu ini, apakah aku masih pantas disebut sebagai seorang kakak, Lisa? Padahal kamu masih memiliki mimpi yang belum kamu capai Lisa... sial, aku adalah kakak yang bodoh! Bisa-bisanya diriku ini membiarkan adiknya berjalan sendirian di tempat yang sangat luas… maafkan diriku Lisa.


"Aku ingin menemui ibu." 


*Gera keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Vima*


Aku tidak memiliki waktu untuk depresi atau semacamnya karena aku tahu bahwa ibulah yang sekarang sedang sangat depresi dan sedih, sejak mendengar kabar tentang Lisa, ibu menjadi sangat sedih, aku melihat mata ibu, itu terlihat sangat kosong… pandangan dari ibu menjadi sangat kosong.


Bukan hanya ibu saja melainkan si asisten juga seperti itu, mereka berdua seperti kehilangan 1 hal penting di hidup mereka, yaitu… kebahagiaan.


Jika mereka berdua seperti itu terus maka apa yang akan terjadi jika, aku seperti itu juga?.


Saat di pemakaman Lisa ada banyak orang yang datang, disitu semua orang menangis untuk Lisa. Aku meletakkan buku gambarku di pemakamannya, "Lisa semoga kamu tenang disana, dan ini buku gambarku, aku berikannya kepada kamu supaya kamu selalu ingat tentang apa yang ingin kamu capai dan juga sebagai kenangan kita ...... maafkan kakak Lisa, maafkan kakakmu ini! Aku benar-benar sangat tidak becus menjadi seorang kakak, Lisa." 


Bukan hanya itu yang kuletakkan melainkan bonekanya juga.


Aku sangat ingin sekali saat diriku ini sudah mati, akan ada banyak orang yang datang di pemakamanku dan menangisi diriku.


*Gera sudah sampai di kamar Vima*


Aku mengetuk pintu kamar ibu, "ibu bolehkah aku masuk?" Semoga ibu menjawabnya.


…….


"Ibu?"


…….


Aku lupa mengatakan jika ibu sudah tidak berbicara selama 1 minggu ini dan selalu berada di dalam kamar.


"Ibu kumohon jawablah aku… ibu apakah kamu sangat marah dan kecewa denganku? Maafkan aku ibu, maafkan aku! Aku sangat menyesal bu, kumohon bukalah pintu bu."


*Gera menangis disitu*


"Ibu apa kamu masih ingat? dulu saat aku seperti ibu sekarang ini?"


…….


"Ibu selalu memaksaku untuk keluar dan menyuruhku untuk makan, ibu sangat khawatir padaku tapi aku tetap keras kepala, aku tetap tidak ingin keluar, aku tetap tidak ingin makan, tapi ibu terus berusaha untuk memaksaku melakukan itu……."


"... dan sekarang keadaan kita terbalik bu, sekarang akulah yang memaksa ibu untuk keluar terkadang aku memaksa ibu untuk makan… tapi ibu tetap keras kepala… sama seperti diriku yang dulu, lucu bukan bu? Aku merasa seperti dunia ini terbalik seketika."


"Ibu kumohon keluarlah, aku sangat ingin berbicara padamu! Kumohon aku sangat rindu dengan ibu yang memanggilku dengan sebutan 'nak' aku sangat rindu bu, aku juga rindu melihat wajahmu."


"Maafkan, aku bu, maafkan aku, aku telah gagal menjadi seorang kakak dan aku merasa bahwa diriku ini adalah aib bagi seorang kakak di dunia ini… aku juga merasa sudah gagal menjadi anakmu, ibu."


*Gera mulai pergi dari kamar Vima*


"Jangan lupa makan ya bu."


Ini semua adalah salahku, akulah dalangnya! Andai diriku ini tetap mengejar Lisa saat itu, pasti semua ini tidak akan terjadi.


Tapi untuk apa mereka mengincar, Lisa? Hei Lisa adalah ras Bangsawan mengapa kalian mengincarnya? Dan lagi dia adalah keluarga Ursa! Yang aku tahu adalah, Ursa adalah keluarga nomor 5 terbesar di dunia ini. Tapi kenapa kalian mengincar Lisa?!.


Sebelumnya, aku juga sempat melihat anak ras Bangsawan yang nasibnya buruk, kalau gak salah namanya Aelfric ya?.


Tunggu, jangan bilang didunia ini bukan hanya ras Niksmi saja yang tertindas melainkan ras Bangsawan juga?! Jika benar dunia ini benar-benar sudah gila! Tidak, dunia ini memang sudah gila sejak awal aku datang!.


Hah, aku tidak tahu harus ngapain, lebih baik aku mengunjungi kuburan Lisa, aku ingin mengobrol-ngobrol disitu dan semoga kamu mendengarnya Lisa.


*Gera menuruni tangga ke lantai 1*


Aku mendengar suara Alesha di bawah, kalau tidak salah hari ini ada pertemuan antara si tua dan ayahnya Alesha ya, dia terdengar mengobrol dengan seseorang, hm, dengan siapa?.


*Gera sampai di tengah tangga*


Aku dapat melihat Alesha dari sini, dia lagi berbicara dengan seorang gadis, kawannya?.


"Kamu tahu…."


Aku dapat mendengar percakapannya dengan jelas dari sini.


"... dia berkata kepadaku 'dia akan menyelamatkanku, lihat saja kamu!' Hahaha lucu bukan?" Ucap Alesha.


"Hahaha, dia terlalu berharap sangat tinggi, aku jadi kasihan padanya." Ucap kawan Alesha.


Apa yang mereka bicarakan? Apa aku perlu nyamperin mereka? Tidak, lebih baik aku mendengarnya lebih lama.


"Terus apa yang dia katakan lagi?"


"Oya dia juga mengatakan bahwa diriku ini adalah seorang *****, hahaha parah bukan?."


"Uwah parah kali, masih kecil lo padahal, terus apa yang kamu lakukan? Kamu gak terima kan?"


"Ya jelas, aku menampar mulutnya hingga berdarah, mencubit tangannya dengan sangat puas, lalu menendang-nendang perutnya, dengan kakiku yang sedang memakai sepatu, sisanya aku serahkan kepada yang lain."


Tu-tunggu….


"Wah kamu sangat kejam ya… oya emang namanya siapa? Kalau aku boleh tahu."


*Alesha melihat-lihat untuk memastikan sesuatu*


"Dia adalah adik dari kenalanku."


He-hei, jangan bercanda kau.


"Siapa itu? Siapa namanya buruan kasih tahu aku!" 


Kumohon Alesha semoga tebakanku meleset!.


"Lisa."


…….


…….


…….


[Gera dia adalah orang yang membunuh dan menyiksa adikmu, balaskan dendam adikmu Gera bunuh dia, siksa dia!]


*Gera turun dari tangga sambil menepukkan tangannya*


"Ge-Gera? Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Ucap Alesha dengan panik.


"Oh tidak ada, aku hanya habis menguping saja."


"Ja-jangan salah paham dulu ge-Gera."


"Hei, kau gadis yang di sebelah sana."


"I-iya." Ucap teman Alesha.


"Pergi kau dari sini!"


"Ba-baiklah."


"Ge-gera...."


"Hei, hei, mengapa kamu seketika berbicara patah-patah seperti itu? Tadi aku dengar kamu berbicara dengan santai-santai saja tanpa patah-patah."


"Aku bisa jelasin kok."


"Nah gitu dong lancar bicaranya, jadinya adem kan?"


*Gera mendekati Alesha*


"Gera?" Ucap Alesha dengan ketakutan.


*Gera seketika memegang kerah baju Alesha lalu menyeretnya ke suatu tempat*


"Gera maafkan aku! Gera kumohon jangan apa-apakan aku! Gera aku bisa jelasin kok, Gera!!"


"Diam kau dasar ******!!!"


"..."


"Nah gitu dong diem, menjadi penurut sekali-kali bagus loh."


*Gera terus menyeret Alesha hingga ke ruangan yang cukup familiar*


"Tu-tunggu ruangan ini?!"


"Wah, aku sangat takjub kepada kamu bisa tahu ruangan ini, Alesha."


"Gera lepaskan aku! Jangan bawa aku ke sini, Gera!! Gera maafkan aku! Aku mengaku salah Gera! Kumohon Gera!!"


"Maaf, tapi kau tahu ada sebuah pepatah yang mengatakan, nyawa di balas nyawa simple bukan?"


*Gera mengunci ruangan itu agar Alesha tidak bisa kabur lalu mendorong ke samping meja yang ada disitu*


"Hei coba kau lihat itu, itu cukup dalam kan? Sesekali gadis putri seperti kamu tidak perlu dimanjakan, kan?"


"Tu-tunggu apa yang ingin kamu lakukan, Gera?"


"..."


"Gera…? Gera!!"


*Gera menendang Alesha dengan keras hingga dia terjatuh ke bawah sana*







[Bagus Gera, siksa dia terus, siksa! Hingga dia mati! Hahaha!]