
"Kau dengar itu? Kau telah membuat sebuah sejarah sebagai pembunuh termuda."
"Aku senang telah membuat sejarah tapi… kenapa harus sejarah yang seperti ini? Ini sungguh buruk!"
"Ahahaha."
"Tunggu… hei! Ternyata anak ini adalah seorang ras Niksmi!" Ucap orang-orang disana.
"Apa! Bagaimana bisa seorang ras Niksmi memiliki nama keluarga yang sama dengan tuan Dux?"
"Sebentar… aku seperti mengingat sesuatu! Ya, anak ini adalah cucu dari tuan Dux!"
"Oh, dia… anak yang akan meneruskan kepemimpinan keluarga Ursa?"
"Iiih, menyeramkan! Aku takut jika anak itu akan menjadi tuan Dux yang ke 2!"
"Ras Niksmi benar-benar hina, dan menakutkan! Bahkan anak-anak dari ras Niksmi juga begitu."
"Tapi untung saja anak ini sudah menjadi buronan, dan pasti akan segera ditangkap!"
"Huuu, syukurlah."
*Gera merasa kesal mendengarnya*
Cih, berani sekali mereka menyamakanku dengan si sampah itu!.
"Bocah menunduklah!" Ucap sang pangeran.
*Gera menundukkan kepalanya*
"Lihat!" Ucap orang-orang disana.
"Kyaaaa!" Teriak perempuan disana.
"Apa yang sedang pangeran lakukan di luar, di siang hari ini? Aaaaa, pangeran dia sangat tampan!"
"Hei, ingatlah kau sudah memiliki suami!"
"Aku tidak peduli, lagian aku sudah tidak menyukainya lagi!"
"Ngomong siapa orang yang ada di samping pangeran?"
"Hmm… badannya terlihat kecil… jangan bilang itu tuan putri?!"
"Sungguh?! Tapi kenapa tuan putri memakai jubah dan menutupi mukanya?"
"Entahlah."
"Oya, apa mungkin pangeran berjalan di siang hari ini, untuk mencari anak buronan itu?"
"Mungkin saja!"
"Wah, pangeran kita sangat hebat!"
"Benar! Pangeran adalah orang yang sangat hebat! Dia pasti akan sangat mudah menemukan anak itu!"
"Eeeh, kau sepertinya sangat disukai bahkan dicintai oleh perempuan hingga laki-laki di dunia, ini?" Ucap Gera.
"Oi, ingat! Aku ini masih normal!" Ucap sang pangeran.
"Aku tidak membahas ke hal itu… tapi kau hebat bukan? Bahkan belum menjadi raja saja kau telah dicintai oleh masyarakatmu!"
"Hahaha, itu sangatlah bagus bocah, jika kita sudah dicintai atau dikagumi sebelum kita menjadi pemimpin, maka saat kita sudah menjadi seorang pemimpin, akan sangat mudah untuk mengatur mereka!"
"Begitukah…"
Jadi sekarang dia sedang mencari nama ya.
"Tapi bagaimana perasaanmu sekarang? Mereka telah berharap kepadamu untuk menangkapku tapi kau tahulah, aku saja ada disampingmu sekarang. Kau pasti tidak ingin mengecewakan mereka, kan?"
"Jika aku ini orang yang jahat atau licik, mungkin aku sudah memakai cara seperti ini."
"Cara seperti apa?"
"Aku akan mencari bocah Niksmi sepertimu dan mengatakan bahwa dia adalah pelakunya! Tapi mana mungkin aku melakukan itu."
"Ooo, lalu perasaanmu?"
"Aku kecewa kepada diriku karena telah memberi harapan palsu kepada rakyatku."
"Kau tidak perlu kecewa, bukan kau yang memberi mereka harapan tapi merekalah yang berharap kepadamu!"
"Hahaha, kata-kata yang bagus bocah…, kau benar tapi kelak saat aku menjadi raja dan mereka berharap sesuatu kepadaku, mau tidak mau aku harus mewujudkannya!"
*mereka terus berjalan, terkadang di perjalanan ada beberapa pria atau wanita yang berteriak kegirangan melihat sang pangeran berjalan dengan kewibawaannya*
"Bocah, kita sudah sampai di tujuan pertama kita."
"Woah…, hah, toko topeng?"
"Ayo kita masuk kedalam, bocah."
*mereka masuk ke dalam toko tersebut*
"Selamat datang….... pangeran! O-o-oh, saya sangat senang anda menghampiri toko saya! A-apa yang anda butuhkan di toko saya ini, pangeran?"
"Aku hanya ingin mencari sebuah topeng."
"Ba-baiklah kalau begitu! Akan saya carikan topeng dengan kualitas dan bentuk yang terbaik!"
"Tidak usah, aku akan mencarinya sendiri."
"Ba-baiklah kalau begitu."
*Gera dan sang pangeran melihat-lihat topeng yang ada di toko tersebut*
"Memang untuk apa kita ke toko topeng?" Ucap Gera.
"Ya untuk menyembunyikan identitasmu!"
"Hah? Bukankah kelihatan mencolok jika aku memakai sebuah topeng?!"
"Malahan yang mencolok itu adalah matamu! Palingan jika kau berjalan di siang hari bersama ibumu memakai topeng dan jubah, kau hanya dianggap sebagai anak kecil biasa yang sedang bermain-main dengan orang tuanya!"
"Begitu ternyata, baiklah aku akan mencari topeng yang bagus untuk kukenakan!"
*Gera mencari topeng yang cocok*
Yang mana yaaa? Kalau ini terlalu norak bagiku, emm…, yang mana yang cocok bagiku ya?.
*Gera terus mencari topeng yang cocok baginya*
Ini sangatlah alay, ini terlalu berwarna, kalau ini kebanyakan coraknya, dan yang ini bentuk topengnya sangat aneh.
Hah, yang mana sih yang cocok dan bagus bagiku?!.
*Gera melihat ke arah salah satu topeng*
Woah, Ini sepertinya cocok bagiku! Matanya tidak terlalu lebar, hanya ada motif garis-garis saja, dan warnanya sangatlah polos! Aku suka topeng ini!.
Ini layaknya topeng-topeng pria misterius di anime aksi, dan misteri!.
*Gera mengambil topeng itu dan pergi ketempat sang pangeran*
"Oh bocah, apa kau sudah menemukan topeng yang cocok bagimu?"
"Ya, sudah!"
"Baguslah, apa kau sudah mengetesnya?"
"Mengetesnya? Dimana?"
*sang pangeran menunjuk sesuatu*
"Di ruangan itu."
"Ooo, baiklah aku akan mengetesnya."
*Gera pergi ke ruangan tersebut*
Hah, ruangan yang cukup sempit, yaa, mau gimana lagi inikan hanya sekedar ruangan tes topeng doang.
Hanya ada sebuah cermin di depanku….
*Gera melihat setiap bagian wajahnya*
… woh, ternyata seperti ini bentuk bola mataku?.
Ini benar-benar kosong dan hampa, apa-apaan ini? Aku masih bisa melihat dengan normal memakai mata ini?.
*Gera teringat dengan ucapan sang pangeran tadi malam*
Kalau tidak salah dia bilang saat dia bercerita tadi malam, nama mata ini adalah kekosongan yang abadi, kan?.
Hmm… abadi? Maksudnya apa?.
Nanti akan aku tanyakan kepadanya, untuk sekarang aku mau mengetes topeng ini terlebih dahulu.
*Gera melihat topeng tersebut*
"Benar-benar topeng yang bagus."
*Gera memakainya*
Woah, ini benar-benar keren dan cocok bagiku! Ini layaknya diriku di dalam anime bergenre aksi, misteri!.
Bahan dari topeng ini juga bagus, ini terbuat dari kayu!.
*Gera melepaskan topeng tersebut lalu keluar dari ruangan itu, dan menemui sang pangeran*
"Topeng ini benar-benar bagus dan cocok! Aku sangat suka!" Ucap Gera.
"Jadi kau akan memilih itu?"
"Ya!"
"Oya, aku penasaran dengan topeng itu, coba kulihat."
*Gera memberikan topeng tersebut*
"Ini."
"Ha? Kau serius memilih topeng ini?"
"Memang kenapa?"
"Pft, topeng yang menyeramkan, kau seperti seorang pembunuh jika memakai topeng ini!"
"Tapi ini terlihat keren bagiku, ini tidak terlalu mencolok, dan yang paling aku suka adalah garis-garisnya, dan warna polosnya!"
"Hah, terserah kau saja bocah. Ayo kita ke kasir."
*mereka berdua pergi ke kasir*
"Pak, harga topeng ini berapa?" Ucap sang pangeran.
"E-e-em, gratis untuk anda pangeran."
"Jangan seperti itu, kau menjual sesuatu dan jika jualan tersebut dibeli maka yang beli wajib membayarnya!"
"Ta-tapi ini rasa hormat saya kepada anda, jadi saya berikan ini secara gratis kepada pangeran!"
"Hahaha, ya sudah kalau begitu, terima kasih."
"Sa-sama-sama pangeran."
*Gera dan sang pangeran keluar dari toko itu*
"Pakailah topeng ini, bocah."
"Um, ya."
*Gera memakai topeng tersebut*
"Gimana? Aku keren tidak?" Ucap Gera.
"Itu cocok denganmu."
"Tentu saja!"
"Kalau begitu, kita akan lanjut pergi ke toko selanjutnya!"
*mereka mulai berjalan meninggalkan toko tersebut tetapi saat Gera menggerakkan kakinya, seseorang berlari dari hadapan Gera dan masuk ke dalam toko tersebut*
*pintu toko terbuka*
"Halo paman!"
Tunggu, suara ini? Aku seperti pernah mendengarnya.
"Oh…"
*pintu toko tertutup*
Siapa dia tadi? Suaranya terasa familiar bagiku…!.
Note: gambar di atas bukanlah gambar dari topeng Gera! Tapi gambar tersebut hanya menunjukkan bentuk garis-garis dari topeng Gera!.