
Bagian 1
*20 menit kemudian*
Siapa sih namanya? L-l-lina? Tidak-tidak bukan itu, jadi siapa? Lana? Lala? Tuna? Mengapa, aku malah membawa nama ikan? Hmm, siapa ya namanya? Lulu? Tunggu… Lu? Ya, itu awalnya…! Sekarang apa sambungannya…? Hmm…! Na.
Sekarang, aku ingat namanya! Luna! Luna Gliese! Ya itu dia, baiklah, aku tidak akan pernah melupakan nama itu lagi! Jika aku bertemu dengannya di kemudian hari maka akan aku panggil namanya.
Untuk sekarang… mending pulang ah, aku tidak sabar memberikan hadiah ini kepada Lisa, dan bagaimana reaksinya nanti ya?.
Tidak lama, aku berjalan aku melihat ada segerombolan orang-orang sedang berfoto di pinggir jalan dengan kamera yang jadul tapi menghasilkan foto yang berwarna.
Aku heran, kamera sudah di temukan di dunia ini dan saat aku melihat di buku, itu sudah sangat lama ditemukan tapi kenapa mereka belum menciptakan handphone atau televisi? Mereka juga sudah menciptakan kereta listrik dan roket tapi kenapa belum ada kendaraan beroda 2 dan 4? Apa jangan-jangan yang menciptakan itu semua sangat sayang terhadap lingkungan? Eh, memang roket ramah lingkungan ya?.
Aku pun melewati orang-orang yang berfoto itu dan melanjutkan perjalananku ke rumah.
Bagian 2
20 menit berlalu.
Aku sudah sampai di rumah, di depan pintu masuk rumah ada si asisten yang menunggu.
"Asisten, apa yang kamu lakukan?"
"Oh tuan Gera, sudah jelas bukan saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada nyonya Lisa."
"Ha? Apa maksudmu?"
"Hm? Anda belum dikasih tahu jika nyonya Lisa hari ini ulang tahun?"
"Belum, belum sama sekali."
Aku melihat boneka yang kubeli tadi.
Woah!!! Ini bukan hanya sekedar boneka biasa saja! Melainkan 1 paket dalam 3 combo!! Aku merasa sangat senang mendengar hari ini Lisa berulang tahun! Hehe, aku sangat ingin mengejutkannya.
"Tuan?"
"Iya asisten ada apa?"
"Dimana nyonya Lisa?"
"Bukannya dia sudah pulang ya asisten, malah dari tadi pagi."
"Apa yang anda katakan tuan Gera? Saya seharian ini tidak kemana-mana dan saya tidak melihat nyonya Lisa pulang."
"Hahaha, jangan bercanda asisten, pasti kamu ingin mengerjaiku dengan membuatku panikkan?"
*wajah asisten tampak sangat serius*
"Tuan, saya tidak dalam bercanda!"
…….
"Tu-tunggu, jadi dimana Lisa? Hei dia baik-baik saja kan? Kata Alesha Eridanus adalah tempat yang sangat aman bagi anak kecil."
"Apa yang anda katakan tuan! Eridanus betul tempat yang aman untuk anak kecil tapi tidak dengan siang menjelang sorenya hingga pagi hari!"
Li-lisa.
"Anda tunggu saja disini tuan saya akan mencari Lisa, Eridanus sangat bahaya di malam hari!"
*asisten pergi dari rumah keluarga Borealis*
Aku seketika terduduk di lantai.
Hei, Lisa baik-baik sajakan? Dia tidak kenapa-kenapakan? Mengapa aku sangat bodoh? Mengapa aku meninggalkan Lisa? Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi kepadanya…? Mengapa aku merasa takut jika ada sesuatu yang akan terjadi kepada Lisa? Aku saja belum mengetahui kabar dari Lisa, mungkin saja dia lagi bermain-main di suatu tempat… tapi dia belum pulang dari tadi pagi! Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.
[Carilah Lisa, dia sedang menunggumu di suatu tempat.]
Siapa itu? Sial suara itu lagi, Itu membuat kepalaku sakit!.
[Carilah Lisa, Gera.]
Ya jika, aku ingin tahu kabar dari Lisa maka aku harus mencarinya!.
Aku pergi dari rumah dengan membawa boneka yang kubeli.
Aku terkadang meneriaki nama Lisa dengan keras, "Lisa!! Dimana kamu Lisa!!" Aku terus berlari sambil meneriaki nama Lisa terus menerus, orang-orang melihat diriku seperti orang gila yang sedang mencari sesuatu.
"Lisa!! Jika kamu mendengar kumohon jawab! Lisa!!"
Sial, dimana dia? "Lisa!!" Kumohon Lisa jawablah! Aku tidak ingin ada sesuatu yang terjadi kepadamu, "Lisa jawablah!!" Lisa dimana dirimu? Maafkan kakakmu ini Lisa, kakakmu ini sangatlah bodoh, meninggalkan adiknya yang masih kecil sendirian di jalanan, jadi kumohon, "jawablah Lisa!!!"
"Lisa!!" Kumohon Lisa jawablah, aku berjanji kepada kamu Lisa jika kamu berhasil pulang, aku berjanji akan selalu mendengar perkataanmu, aku tidak akan egois, dan akan selalu bersamamu!!!.
"Kakak? Kenapa kamu teriak-teriak? Ini sudah malam loh."
Aku melihat Lisa sedang bermain dengan para anak-anak.
"Lisa? Itu kamu?"
"Iih iya ini, aku kak Gera!"
"Apa ternyata kamu baik-baik saja… hah kamu bikin aku sangat khawatir Lisa, ayo kita pulang hari sudah malam ibu dan asisten sudah menunggumu dan aku punya kejutan untukmu Lisa… jadi ayo kita pulang Lisa."
"Maaf kak... kamu pulang saja dulu."
"Apa maksudmu, Lisa? Lisa hari sudah malam kamu masih kecil gak boleh main sampai malam!"
"Kak Gera, bisa tidak aku minta tolong padamu. "
"Bisa, Lisa apapun yang kamu minta akan aku turuti."
"Bilang ke mama… selamat tinggal, aku senang menjadi anak mama."
….
"Apa yang kamu katakan Lisa? Hei untuk apa kamu mengatakan itu?! Lisa~ ayo kita pulang ke rumah~"
"Kak Gera terima kasih banyak sudah mau mengajariku menggambar gara-gara kakak aku bisa merasakan impianku yang semakin dekat, dan terima kasih juga kak sudah mau menjadi kakakku, kamu adalah orang kedua yang dekat dengan diriku kak… aku mencintaimu kak."
"Li-lisa… hei Lisa jangan menjauh dari diriku! Mau kemana kamu Lisa!! Arah rumah bukan kesitu! Lisa!!"
"Berhenti tuan!"
"Hah? Jangan menghentikan aku asisten!! Kau tidak lihat Lisa ada disana!!"
"Berhenti tuan, jika anda tidak ingin terjatuh ke sungai."
Apa maksudnya?.
*Gera melihat kebawah*
Hei, bukankah tadi ini sebuah taman?.
"Dan berhentilah memanggil nama Lisa! tuan~"
Mengapa dia menangis?.
"Li-li-Lisa, sudah tidak ada di dunia ini, tuan."
"Apa yang kau katakan asisten!! Dia ada disana! Apa kau tidak melihatnya!!"
"Kau seharusnya sadar tuan!! Coba anda lihat kebawah~"
Aku melihat kebawah.
Hah? Hah hah hah hah hah hah hah….
"Lisa? Mengapa kamu tidur disini, Lisa? Hei bangunlah… Lisa…? Lisa…?! Hei Lisa bukannya kamu masih memiliki sebuah mimpi yang ingin kamu gapai?"
*Dia tidak bergerak*
Li-li-Lisa…… Aaaaaaaaa!!! "Lisa kumohon bangunlah, Lisa!! Bagaimana dengan mimpimu? Bagaimana dengan ibu? Dan bagaimana dengan diriku!! Lisa jangan tinggalkan diriku~ aku sangat menyayangimu! Lisa! Aku sangat mencintaimu~!"
disitu, aku menangis dengan air mata yang terus berjatuh tiada henti, aku merasa seperti kehilangan salah satu pondasi kebahagiaanku, saat aku sedang menangis, aku menyadari boneka yang ingin kuberikan ke Lisa.
"Lisa... selamat ulang tahun ya, ini hadiah dariku semoga kamu menyukainya." aku mengucapkannya sambil tersenyum.
•
•
•
•
•
[Bwahahaha, baru segitu saja kamu sudah seperti itu Gera, apalagi nanti… hahahaha, aku tidak sabar menunggunya Gera! Aku tidak sabar!!]
A-Note: anu… maaf para readers, Lisa harus mati. Mari kita berduka atas kematian Lisa… dan juga yang ngebunuh Lisa bukan author ya! Ingat bukan author! Jangan salahin author!.
A-Note: halo para readers, author mau buka Q&A seputar cerita ini walaupun author tahu ini cerita masih sepi ya gapapa lah ya. Tulis saja apa yang ingin kalian tanyakan di kolom komentar ya...! Hiks, noooo!!! Lisa mati!.