New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Pangeran kerajaan!



*25 menit telah berlalu, Gera masih saja di kejar oleh kerumunan itu*


Oh tidak, aku sudah mulai lelah berlari dari mereka… sampai kapan ini akan berakhir?! Aku sudah sangat capek berlari.


"Bisakah kalian berhenti mengejarku!! Kumohon!!"


"..."


Kenapa tidak ada yang menjawab?.


*Gera melihat kebelakang*


Eh? Kemana mereka semua?! Apakah mereka sudah ketinggalan jauh dariku? Atau mereka sudah menyerah!?.


*Gera berhenti berlari*


"Hah, hah, hah." Capeknya. Aku tidak menyangka bisa berlari secepat ini, padahal aku tidak pernah berolahraga tapi syukurlah mereka sudah tidak terlihat lagi, dan kakiku, kakiku sudah tidak sanggup menopang tubuhku lagi.


*Gera terduduk di jalan itu*


"Huh, mending aku beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga ku ini."


Tapi apa-apaan sih mereka semua, ingin membantai ras Niksmi? Memangnya untuk apa? "Hah… hah… aaah, lelahnya." Sebenarnya mereka memiliki masalah apa dengan ras Niksmi?.


"Oi itu dia!!" Ucap salah satu kerumunan itu.


"Hah…? Ek!"


Mengapa mereka bisa datang di depanku! Bukankah mereka ada di belakangku tadi!?.


"Tangkap bocah itu!"


*Gera mulai berdiri*


"Aakh!" 


Sial, kakiku sangat kesakitan! Akh, ini sangat sakit!!.


"Kalian para topeng aneh, mengapa sih masih mengejarku!!"


"..."


*para kerumunan itu mulai berlari ke arah Gera*


"Sial! Berhentilah mengejarku dasar topeng aneh bajingan, dan chunibyo!!!"


Aku sudah tidak sanggup untuk berlari, kakiku sudah sangat lemas dan lelah, hah…. "Siapapun tolong aku!!"


Kalo di pikir-pikir, memangnya masih ada orang yang berkeliaran di malam hari kecuali diriku?.


*Gera terjatuh*


Ukh..., ya sudahlah, mungkin sudah takdirku untuk mati di tangan sekte sesat seperti mereka, hah, hah, hah….


*para kerumunan dari sekte sesat itu mulai mendekat ke arah Gera*


Kira-kira aku bakal mati di jam berapa ya? Aku harap di jam genap.


"Hehe, pasrah juga kau bocah Niksmi?"


Terserah kalian mau melakukan apa pada aku.


"Hei, seret dia ke tempat Zeiger! Akan kita jadikan dia tumbal kedua!"


"Hahaha, kita sangat beruntung mendapatkan 2 tumbal malam ini, malaikat kita pasti akan senang!"


Ngomong-ngomong, siapa yang mereka maksud sebagai malaikat mereka?.


*tubuh Gera mulai diseret oleh 2 orang diantara mereka*


Aw sakit! "Hei! Bisa tidak kalian memperlakukan diriku yang sudah pasrah ini dengan baik?! Bukannya menggendongku malah menyeret aku. Ini jalanan tahu! Kepalaku bisa saja terkena batu!"


"Diam kau bocah Niksmi! Untuk apa kami memperlakukan Niksmi dengan lembut?"


"Em, aku tidak tahu… lagian masalah kalian dengan Niksmi apa sih!?"


"Dasar bawel! Diam kau!"


"Ek… mereka menakutkan, apalagi topeng putih mereka itu!"


"Wakil coba anda lihat matanya, seperti ada yang aneh."


Wakil? Siapa lagi itu?.


*salah satu dari mereka menatap mata Gera*


Oh, jadi dia si wakil? Tidak ada bedanya dengan yang lain.


"Mata ini… aku tidak tahu apa yang terjadi oleh kamu bocah, tapi jika tebakanku benar. Kau pasti telah kehilangan sesuatu yang sangat kau sayangi dan kau tidak rela dia pergi bukan?."


Hmm, apakah iya seperti itu? Aku jadi penasaran dengan bentuk bola mataku seperti apa, oya mata ini saja datang saat aku sudah selesai membunuh si tua itu, tapi mungkin saja perkataan dia benar.


"Aw! Hei kepalaku terkena batu!!"


"..."


Hah, mereka benar-benar tidak berkepri anak kecilan!.


Bagian 2


*Sudah 10 menit Gera diseret-seret oleh para sekte tersebut*


Apakah mereka tidak capek menyeretku ha? Lebih cepat jika mereka menggendongku bukan? Benar-benar orang bodoh.


*seseorang datang di depan mereka dan mengatakan sesuatu*


*seketika para kerumunan itu berhenti berjalan*


"Ma-ma-ma…." Ucap si wakil dengan terpukau dan grogi.


Ma? Tunggu mengapa mereka berhenti bergerak? Memang siapa orang yang di depan mereka itu? Bos mereka?.


"Cepat lepaskan bocah itu! Aku punya urusan dengannya!"


Hah, urusan denganku? Aku saja tidak kenal dengannya!.


"Ma-ma… malaikat kita sudah datang!!" Teriak si wakil.


…… eee!!! Malaikat mereka!.


"Mari kita bersujud di depan malaikat kita!" Teriak si wakil.


"Mari!" Sorak para kerumunan.


*mereka semua sujud di depan orang itu*


"Oi, aku tidak menyuruh kalian untuk bersujud! Aku menyuruh kalian melepaskan bocah itu, segera!" Ucap pria misterius itu.


"Malaikat kita sangat bersinar! Wah cahaya apa ini?" Ucap si wakil.


Mereka mengatakan apa?.


Dor!.


…….


?.


"Sudah aku katakan lepaskan bocah itu bukan?! Apa kalian mau pistol ini mengarah ke kepala kalian satu-satu?"


"Tapi malaikat… i-ini…"


*seseorang datang dari belakang pria misterius itu*


"Lepaskan saja bocah itu!" ???.


Hey, siapa lagi itu?!.


"Maafkan saya wahai sang malaikat!" Ucap pria itu sambil bersujud.


"Zeiger?" Ucap si wakil.


"Apakah kalian ingin memberontak kepada malaikat kita! Sangat berani sekali kalian menentang perintah malaikat kita! Cepat lepaskan saja bocah Niksmi itu!"


"Baik Zeiger!"


*mereka semua melepaskan Gera, dan pergi ke arah Zeiger*


Akhirnya, aku bisa bebas dari mereka… terima kasih pria misterius.


*Gera dapat melihat pria misterius yang menolongnya*


Tunggu! Rambut itu…!


"Maafkan kami wahai sang malaikat! Kami akan undur pamit dari sini." Ucap Zeiger.


"Ya, pergilah."


*Zeiger dan para kerumunannya pergi dari situ*


"Cih, benar-benar sekte yang merepotkan… baiklah sekarang tinggal kau dan aku disini."


*Gera tampak diam dan kesal. Pria itu lalu jongkok dan berbicara pada Gera*


"Hei bocah, jadi kau yang membunuh si kakek tua itu dan beberapa korban lainnya? Padahal kau hanya seorang Niksmi tapi berani sekali melakukan itu…?"


*pria itu menyadari sesuatu*


"Aku seperti pernah melihat mukamu tapi dimana ya…? heh, sekarang aku ingat!"


"Sialan!!!!" Ucap Gera dengan sangat marah.


*Gera langsung berdiri*


"Apa, ternyata kau bisa berdiri."


"Gara-gara kau… gara-gara kau!"


*Gera langsung mengeluarkan pukulannya, dengan mudah pria itu menghindar*


"Haha, hei, baru sekali ini seumur hidupku ada yang berani mengeluarkan tinjunya untukku! Aku puji dirimu bocah."


"Aku tidak butuh pujianmu! Gara-gara kau, ayah dan ibuku menghilang sampai sekarang!"


"Tenangkan dirimu, sebelum itu aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu…"


"... aku adalah pangeran dari keluarga Gliese, ya betul, aku adalah penerus sang raja di dunia ini, dan aku memiliki sebuah nama dan gelar yaitu, P. Finnian Gliese! Kau seharusnya bersyukur bahwa sang penerus raja memperkenalkan dirinya secara langsung kepada seorang ras Niksmi sepertimu!"


"Cuih, persetan dengan penerus raja dan seorang pangeran!"


"Hahahaha, berani sekali kau meludahi diriku, sangat menarik bocah Niksmi!"


"Mengapa kau saat itu menembak ayahku! Andai kau tidak menembaknya, ayah dan ibu pasti tidak akan menghilang!"


"Kau benar-benar orang yang tidak suka basa-basi ya? Dan berterima kasih terlebih dahulu padaku karena sudah menyelamatkan kamu dari mereka."


"Aku enggan berterima kasih pada kau!"


"Kau benar-benar bocah yang emosian aku jadi malas berbicara padamu, mending aku pergi saja dari sini, oya, dan terima kasih sudah membunuh pak tua itu."