
Apa yang harus aku lakukan kepada bocah ini? Tch, ah, aku benar-benar bingung!.
Ini perdana bagiku melihat pembunuh yang masih berusia 10 tahun! Gimana ini?!.
…….
!.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan kepada anak ini!"
"Benarkah pangeran?!" Ucap salah satu penjaga.
"Ya."
"Jika saya boleh tahu apa itu pangeran?"
"Aku tidak akan membawanya ke rumah sakit jiwa atau pun menghukum matinya!"
"Apa yang anda katakan?! Pangeran dia adalah seorang pembunuh! Kita tidak bisa membiarkannya bebas begitu saja, dia pasti akan membunuh seseorang lagi!"
"Diamlah! Biarkan aku menjelaskannya dulu!"
"..."
"Wahai para penjagaku, aku pernah bertemu dengan anak ini…"
*para penjaga terkejut mendengar perkataan dari sang pangeran*
"Aku bertemu dengannya saat aku dan adikku pergi ke tempat guruku, setelah selesai ketempat guruku kami sengaja berkunjung sebentar ke wilayah Niksmi karena adikku yang memintanya. Saat sore menjelang malam adikku tiba-tiba menghilang, disitu aku sangat panik dan mencarinya, hingga di malam hari aku menemukannya tapi dia masuk ke suatu rumah dengan 2 orang dewasa dan 1 anak kecil seumuran adikku, anak kecil itu adalah dia!"
"Saat aku mendekati rumah tersebut, aku mendengar perdebatan dia dengan ayahnya, disitu ayahnya terdengar tampak sangat membenci ras Bangsawan, jadi aku takut jika ayahnya melakukan sesuatu kepada adikku. Aku seketika mengetuk pintu ayahnya pun membuka pintu tersebut, dan seketika aku menembak bahunya, dia pun terjatuh…"
"... seketika aku masuk kedalam rumah itu… aku melihat anak ini sedang memegang tangan adikku, aku juga sempat melihat mukanya. Dari mukanya aku melihat bahwa karakter anak ini sangatlah baik tapi karena emosiku sedang tidak bisa dikendalikan saat itu, aku pun memukulnya hingga terpental lalu pergi dari situ dengan membawa adikku."
"Jadi maksud pangeran, anak ini baik gitu? Pangeran dia telah membunuh 3 anak kecil?! Tidak ada baik-baiknya anak ini!" Ucap salah satu penjaga.
"Apakah kau meremehkan fisiognomi ku!"
"..."
"Jadi pangeran apa yang akan anda lakukan?" Ucap salah satu penjaga (orang yang berbeda)
"Hah, aku akan menginterogasinya."
"Bagaimana caranya, pangeran?"
*sang pangeran hanya tersenyum*
"Pangeran?"
"Akan aku jelaskan di penginapan… sekarang ayo kita balik karena kita akan menginterogasinya di penginapan, jadi semua orang yang ada penginapan wajib mengetahui ini agar interogasinya tidak gagal!"
"Baik, pangeran!"
*mereka keluar dari bawah kolong jembatan dan pergi dari area jembatan itu menuju penginapan menggunakan kuda yang dilengkapi gerobak*
"Kusir, jika tidak salah dari penginapan menuju jembatan tersebut hanya membutuhkan beberapa menit saja kan?" Tanya pangeran.
"Iya pangeran." Jawab kusir.
"Kira-kira jika kita berjalan kaki dari penginapan ke jembatan itu, butuh waktu berapa menit, kusir?"
"Hem… sepertinya 1 jam lebih pangeran."
"Oh, baguslah! Terima kasih kusir."
"Tapi itu hanya perkiraan saya saja pangeran."
"Tidak apa-apa… lagian aku bertanya 'kira-kira' kan?"
"Hahaha… maaf pangeran saya lupa."
*20 menit kemudian*
*mereka telah sampai di penginapan. Sang pangeran pun langsung masuk ke dalam penginapan dengan diikuti oleh 5 penjaga tadi*
"Tolong panggilkan semua orang yang di penginapan ini! Suruh mereka berkumpul di ruangan tamu!" Ucap pangeran.
"Baik!"
*orang-orang yang berada di penginapan itu mulai berkumpul satu per satu di ruangan tamu*
"Abang kenapa semua orang berkumpul disini?"
"Luna? Kamu belum tidur?"
"Aku tadi tertidur abang tapi gara-gara aku mendengar banyak langkah kaki, aku jadi terjaga."
"Oh, maafkan aku Luna, abang sengaja menyuruh semua orang di penginapan ini untuk berkumpul disini."
"Memangnya untuk apa, abang?"
"Hm, gimana ya abang menjelaskannya."
"Hm?"
"Kamu masih ingat dengan kawanmu dulu?"
"Siapa?"
"..."
*sang pangeran lupa jika dia tidak tahu nama Gera*
"Dia adalah kawanmu, dia ras Niksmi!"
"Ha! Gera! Gera ada disini!"
"Nah iya… Gera…"
"Kamu serius bang?!"
"Iya Luna."
"Haha, aku sudah lama tidak bertemu dengannya…"
*Luna terdiam*
"Luna? Kamu kenapa?"
"Aku merasa tidak enak dengannya abang… apakah dia akan marah padaku, kan gara-gara aku abang malah menembak ayahnya."
"Hm… entahlah tapi itu mungkin saja Luna."
"..."
*Luna merasa ketakutan*
"Jangan takut… kamu ingin baikan dengannya kan?"
"Iya, aku mau!"
"Ya sudah jadi tenang saja, serahkan saja kepada abangmu ini! Tapi kamu juga harus membantu aku ya!"
"Ya! Yeeey!"
"Pangeran semua orang sudah berkumpul disini." Ucap para penjaga.
*sang pangeran mulai berbicara*
"Kalian semua, apakah kalian sudah tahu tentang kematian pemimpin keluarga Ursa yaitu Dux Borealis Ursa?"
"Kami semua sudah tahu pangeran!!!" Teriak semua orang disitu.
"Hei-hei, jangan berteriak! Kalian semua ini berjumlah 25 orang, suara kalian itu membuat telingaku sakit! Rendahkan nada bicara kalian!"
"Maafkan kami pangeran!" Ucap semua orang disitu.
"Tidak apa-apa…"
"... Jadi kalian semua sudah mengetahuinya ya…. Sebenarnya aku dan 5 penjaga sudah menemukan pelakunya?!"
"Serius pangeran?!"
"Benarkah itu?!"
"Wah, pangeran kita sangat hebat!"
"Jangan memujiku, kalian seharusnya memuji 5 penjaga yang membantuku tadi, merekalah yang mencari pelakunya."
*sang pangeran menyebutkan nama 5 penjaganya*
"Whoa, Kalian benar-benar hebat!" Ucap orang-orang yang ada disana.
*orang-orang bertepuk tangan*
"Hentikan!" Ucap pangeran.
*sang pangeran pun melanjutkan pembahasannya*
"Tapi yang menjadi masalah adalah…, si pelaku masih dibawah umur, dan kemungkinan dia memiliki gangguan jiwa."
*semua orang hanya diam kecuali*
"Apa yang abang katakan dari tadi!? Bukankah tadi abang bilang Gera akan datang tapi kenapa abang bahas hal yang lain?!"
"Luna… dengarkan aku berbicara dulu."
*sang pangeran melanjutkan pembicaraannya*
"Karena usianya yang tergolong muda malah dia masih anak-anak, jadi aku tidak bisa menghukumnya ataupun membawanya ke rumah sakit jiwa!"
"Terus apa yang akan anda lakukan kepada anak itu pangeran?" Ucap pelayan senior.
*sang pangeran pun langsung menceritakan semua sama persis yang dia ceritakan kepada 5 penjaganya*
"Anda pernah bertemu dengannya?! Dan lagi dia seorang ras Niksmi!"
"Sangat berani sekali ras Niksmi membunuh ras Bangsawan?!"
"Anak itu wajib dihukum mati!"
"Dasar Niksmi tidak tahu diri!"
*semua orang meributkan dan membicarakan Gera*
"Tch…"
"Abang…?"
"Luna… maaf ya tapi memang itu yang Gera perbuat."
"Tapi kenapa dia melakukan itu, abang?"
"Karena adiknya… dia telah kehilangan adiknya karena telah dibunuh oleh kakeknya sendiri, tapi aku tidak tahu alasan dia membunuh 3 anak itu."
*Luna sangat terkejut mendengar perkataan dari sang pangeran*
"Apakah ini salahku bang? Apakah dia masih dendam denganku atau abang?"
*sang pangeran menunduk*
"Tidak Luna, kan sudah abang jelaskan mengapa Gera melakukan itu."
"Tapi, pasti akarnya dari aku."
"Jangan selalu menyalahkan dirimu Luna, percaya dirilah!"
"Apakah Gera akan dihukum bang?"
....
Mengapa Luna sangat perhatian kepada anak itu? Padahal mereka baru bertemu 2 kali, memang apa spesialnya dia?.
"Tidak! Dia tidak akan dihukum!"
*sang pangeran berdiri dan menyuruh semua orang untuk diam*
"Diamlah kalian!"
"..."
*semua orang seketika terdiam*
"Aku tidak akan memberikan anak itu hukuman atau pun memasukkannya kedalam rumah sakit jiwa! Pasti ada alasan mengapa dia membunuh 3 anak itu! Dari karena itu aku akan menginterogasinya untuk melihat apakah dia memiliki gangguan jiwa atau tidak, dan juga untuk membongkar alasan dia membunuh 3 anak tersebut."
"Tapi pangeran, berita tentang kematian tuan Dux pasti akan besar dan akan sampai ke telinga raja, dan pasti raja akan sangat marah! Bagaimana jika raja tahu bahwa anda sudah mengetahui pelakunya tapi anda lepas saja pelaku tersebut? Kami sangat khawatir kepada anda pangeran!" Ucap salah satu orang disana.
*pangeran hanya tersenyum*
"Tidak! Berita tentang itu tidak akan pernah tersebar jika kalian memang bawahanku yang loyal kepadaku! Aku ingin mengatakan sesuatu tapi sebelum itu... apakah ada yang ingin mengkhianatiku!!"
"..."
"..."
…….
*seseorang membalas pertanyaan sang pangeran*
"Tidak! Untuk selamanya saya tidak akan mengkhianati anda, pangeran!"
"Saya juga!"
"Saya juga!"
*semua orang yang disana tidak ada yang ingin mengkhianati sang pangeran*
"Terima kasih wahai bawahanku!"
"Jadi apa yang ingin anda katakan pangeran?"
"Oh ya. Mungkin perkataanku ini sangatlah sampah karena tidak menghargai 3 korban anak kecil tersebut, tapi kita memang harus mengakui bahwa anak ini juga telah membunuh orang yang sangat bangsat di dunia ini! Aku seperti berterima kasih kepadanya…"
"Iya juga..., anak ini telah membunuh orang yang sangat biadab, bahkan dia (Dux) telah membunuh 5000 lebih manusia tidak bersalah secara terang-terangan atau secara tertutup!"
"Ya! Bahkan ada yang mengatakan jika korbannya lebih dari 5000 karena pembunuhan secara tertutupnya!"
...****************...
Note: jika ada seseorang yang melakukan pembunuhan maka hukumannya adalah hukuman mati! Dux dapat terhindar dari hukuman itu karena dia memiliki sebuah kekuasaan dan juga dia sangatlah pintar dan licik!.