
Bagian 1
….
"Ma-ma-ma…"
"Cepat lepaskan bocah itu! Aku punya urusan dengannya!" Ucap sang pangeran.
"Ma-ma… malaikat kita sudah datang!!"
"Mari kita bersujud di depan malaikat kita!"
"Mari!"
Sekte yang keras kepala ya… kalian tahu? Kelompok seperti kalian inilah yang akan aku musnahkan!.
"Oi, aku tidak menyuruh kalian untuk bersujud! Aku menyuruh kalian melepaskan bocah itu, segera!"
"Malaikat kita…"
Terpaksa aku harus melakukan ini.
Dor!.
…….
"Sudah aku katakan lepaskan bocah itu bukan?! Apa kalian mau pistol ini mengarah ke kepala kalian satu-satu?"
"Tapi malaikat… i-ini…"
"Lepaskan saja bocah itu!" ???.
Siapa itu?!.
*sang pangeran melihat ke belakang. Dia melihat seseorang yang memakai pakaian yang sama dengan yang dikenakan oleh sekte sesat tersebut*
Dia siapa? Salah satu anggota dari sekte ini?.
"Maafkan saya wahai sang malaikat!" ???.
"Zeiger?"
Zeiger…? Jadi dia pemimpin sekte ini.
"Apakah kalian ingin memberontak kepada malaikat kita! Sangat berani sekali kalian menentang perintah malaikat kita! Cepat lepaskan saja bocah Niksmi itu!"
"Baik Zeiger!"
*mereka semua pergi ke arah Zeiger*
"Maafkan kami wahai sang malaikat! Kami akan undur pamit dari sini." Ucap Zeiger.
"Ya, pergilah."
Akhirnya pergi juga mereka.
"Cih, benar-benar sekte yang merepotkan… baiklah sekarang tinggal kau dan aku disini!"
*sang pangeran mulai mendekati Gera*
Tunggu, ada yang aneh dari mata anak ini… mata ini…. Kekosongan yang abadi! Mengapa itu bisa ada di mata anak ini?! ini adalah sesuatu yang sangat langka…! Tidak, jangan bahas itu dulu, aku harus fokus dengan rencana ini terlebih dahulu! Tapi, aku enaknya memanggil dia apa? Oh ya….
"Hei bocah…"
Bagian 2
Balik ke waktu sekarang dengan POV Gera.
"Jadi begitulah ceritanya." Ucap sang pangeran.
"Jadi selama ini aku diinterogasi?"
"Ya, kau sedang diinterogasi."
"Dan kau sudah merencanakan semua ini?"
"Ya."
*Gera berdiri*
"Jadi bukankah kesimpulanku tidak salah sepenuhnya!"
"Hah? Hei, masih banyak hal penting yang bisa kau tanyakan! Tapi mengapa kau masih mempermasalahkan soal kesimpulanmu!"
"Yaa…, maafkan aku! Baiklah aku akan bertanya."
"Tunggu dulu, aku mau mendengar jawaban darimu terlebih dahulu."
"Jawaban untuk apa?"
"Alasan kau membunuh 3 anak kecil tersebut."
"Bukannya hanya ada 2 anak kecil dan 1 orang dewasa?"
"Iya kah? Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena disitu gelap, dan muka mereka sudah tertutup oleh kain, yang jelas aku melihat ada satu mayat yang kepalanya hampir putus!"
Iya juga sih, apalagi orang pertama yang aku bunuh itu badannya kecil.
"Alasan aku membunuh mereka? Pertama, karena mereka mau-mau saja diperalat oleh kakek tua itu, ke dua karena salah satu dari mereka yang bernama Jori membuatku marah, aku pun membunuh nya tapi orang yang di sebelahnya malah berteriak jadi aku menembaknya, eh si kakak dari orang yang aku tembak tadi malah membuatku jengkel, jadi aku pun mengambil kawat lalu mencekiknya menggunakan kawat tersebut hingga kepalanya hampir putus."
*sang pangeran yang mendengar penjelasan dari Gera sangat marah dan kebingungan*
*sang pangeran memukul meja*
Tok!.
*mendengar bentakkan dari sang pangeran membuat Gera tidak menerima itu*
"Diam kau!! Memang apa yang kau tahu tentang kejadian ini! Tidak memiliki rasa bersalah katamu? Andai kau ada disitu! Kau dapat melihat siapa yang tidak memiliki rasa bersalah! Mereka sudah merenggut nyawa adikku! Aku tanya kepadamu, andai jika Luna adikmu dibunuh oleh seseorang… apa yang akan kau lakukan?"
"..."
"Membiarkan pelaku yang membunuh adikmu pergi begitu saja? Atau menangkapnya dan menyiksanya hingga mati?"
"Diam kau, bocah."
"Siapa yang bisa diam!! Kau tahu? Darah dibayar oleh darah!"
"Sudah aku bilang diam!!!"
*suasana menjadi memanas di ruangan tersebut*
"Jaga perkataanmu, bocah! Aku sudah menahan emosiku dari tadi karena kau selalu bertindak seenaknya… ingat derajatmu!"
"Kau juga harus menjaga perkataanmu! Menahan emosi? Ingat derajat? Apakah semua kata-katamu tadi hanyalah sebuah omong kosong? Ingin menyatukan semua ras tapi dirimu saja masih memandang sebuah derajat… heh… lucu sekali."
*sang pangeran mencoba untuk mendinginkan kepalanya*
"Kau kenapa? Sudah tidak bisa membalas perkataanku lagi?"
"Maafkan aku bocah, betapa bodohnya aku mengatakan hal seperti kepadamu… dan maafkan aku sekali lagi, terkadang sifat angkuh ku bisa datang saat emosiku sudah meledak."
........
"Ha…? Ti-ti-ti…. Aaaaak!! Sakiiiit!!! Akh!!."
"Bocah! Kau kenapa?! Hei!"
Sialan bedebah itu!! Biarkan aku bebas!!.
Bagian 3
"Aw… utch…," apa-apaan rasa sakit ini? Mata dan kepalaku sangat sakit!.
"XX!"
Suara siapa itu?.
Sial, aku sangat mual!.
"Ump…"
"XXXXXXX… XXXX!"
"XXXX."
*seseorang seperti mengangkat kepala Gera*
"XXXXX!"
"Uaak!"
*Gera muntah*
"Hah-hah-hah-hah… hah…"
Aku sangat lemas….
"Ump…! Uaaak!"
"Hah-hah-hah…," aah, perutku!.
"XXXX."
*Gera merasa sangat kelelahan dan lemas*
*40 menit kemudian*
*Gera sudah bisa membuka matanya, tetapi penglihatannya masih kurang jelas*
Dimana ini? Apakah aku masih di penginapan pangeran tersebut?.
*Gera merasakan sesuatu di tangannya*
Hangat… aku seperti pernah merasakan kehangatan ini.
*Gera mencoba menggerakkan tangannya tersebut*
Benar… kehangatan ini berasal dari tangan seseorang… orang yang sangat aku kenal….
*Gera mengucapkan sesuatu*
"I-ibu…"
"XX!"
Nada suara ini, ini sudah jelas milik ibu… tapi kenapa aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas?.
*rasa hangat yang Gera rasakan berpindah ke pipinya*
Haa, aku sangat merindukan ini, aku sangat merindukan disaat pipiku disentuh oleh tangan yang hangat ini, aku seperti ingin tertidur sangat lama bersama kehangatan ini… terakhir aku tertidur itu hanya beberapa jam saja, tapi jika ada kehangatan ini mungkin aku akan tertidur berjam-jam lamanya.
Kamu benar-benar penenangku ibu… aku sangat berterima kasih karena kamu telah menganggapku sebagai anakmu! Hanya kau yang tertinggal di hidupku untuk saat ini… entah untuk kedepannya bagaimana, tapi aku berharap agar kamu selalu ada dihidupku… ibu….
Sekali lagi… terima kasih ibu….
...****************...
A-Note: author ingin berbincang dengan para readers di episode ini, tidak, untuk semua episode NWNBaHD! Kalian semua apakah ada bertanya-tanya khususnya yang membaca dari episode awal, tentang alur cerita kisah ini yang sebenarnya mau dibawa kemana? Menggapai mimpi? Atau apa? Akan author jelaskan! Mungkin di penjelasannya akan ada, spoiler? Baiklah akan author jelaskan! Cerita fiksi ini jelas akan merangkum isi, misteri, dan kronologi yang ada di dunia reinkarnasinya Gera! Dan juga fiksi ini juga tetap memfokuskan impian Gera tapi dengan adanya sebuah konflik! Seperti hilangnya orang tua Gera, nah gara-gara konflik tersebutlah Gera menjadi lengah untuk menggapai impiannya. Makanya di sinopsis cerita author mengatakan, apakah Gera bisa menggapai impiannya atau tidak? Ya sudah sekian pembicaraan kita… pembicaraan khusus sepertinya, author sangat jarang bukan membahas NWNBaHD di A-Note kan? Ya sudah terima kasih!.