
"XX---XXXXX," suara itu lagi, siapa itu?! "X--XXXX," apa yang kamu katakan, hei! Jangan diam saja! "XXXXX--XXXX," nada bicaranya berubah lagi, tunggu kamu mau pergi lagi? "XX---XXXX," kubilang tunggu!! Jangan pergi!.
"Hah, hah, hah."
Mimpi itu lagi … suara siapa sih itu sebenarnya? Dan apa tujuannya? Aku benar-benar tidak mengerti sama sekali, ini sudah yang ke 2 kalinya aku bermimpi suara perempuan itu.
Ah, mataku silau, apa ini sudah pagi?.
Aku pergi mengintip dari gerobak, wah indahnya, matahari baru terbit, dan kita ada dimana ini? Jalan nya dikelilingi oleh sungai-sungai, bahkan suara gemericik air sungai sangat enak di dengar, bahkan suara hewannya pun, seperti burung yang bercicit, dan kuda yang meringkik.
Swish.
Wah, angin paginya sangat sejuk, aku bertanya kepada pak kuda kita ada dimana.
"Pak kita sedang dimana?"
"Kita sedang berada di daerah Ruhe."
"Begitu ya pak, terimakasih pak."
Aku melihat Lisa dan Vima yang masih tidur.
Tumben sekali Vima masih tidur, apa aku yang bangunnya sangat pagi?.
5 menit berlalu.
Pak kuda menghentikan kudanya, "eee, nak nama kamu siapa?"
"Gera pak."
"Nak Gera, ini adalah tempat yang bagus dan aman untuk beristirahat, jadi saya akan beristirahat sejenak, nak Gera kalau ingin bermain boleh saja, tapi jangan jauh-jauh ya."
"Um, ya, baiklah pak."
"Yasudah saya mau istirahat dulu."
"Ok pak."
Tunggu apa maksud dia tempat yang aman?! Ah sudahlah mungkin maksudnya tempat yang enak untuk beristirahat.
Aku pun pergi keluar gerobak.
Whoa! Apaan tempat ini, ini sangatlah indah! Udaranya yang sejuk begini, dan banyak sekali burung yang terbang bebas.
Seketika aku mengambil buku gambarku dan juga peralatannya, hatiku seperti ingin menggambar daerah ini dengan sangat sungguh-sungguh.
Hmm, dimana tempat yang bagus untuk aku menggambar ya? ....
Aku memperhatikan daerah sekitar dan menemukan tempat yang sangat cocok, itu adalah tempat dengan rumput yang rapi dan bersih, dan juga dekat dengan sungai, suara gemericik dari air sungai bisa menambahkan suara alami dari tempat ini.
Aku mulai pergi ke situ lalu duduk, dan menggambar apa saja yang aku lihat.
40 menit kemudian.
Aku melihat Lisa keluar dari gerobak, dia melihat sekitar, aku melihat raut wajahnya, tampaknya dia sangat kagum dengan apa yang dia lihat.
Lisa menyadari keberadaanku, dia langsung menghampiriku dan berkata, "kak apa yang kamu lakukan?"
"Aku hanya menggambar apa yang kulihat di sekitar sini Lisa, hm? Apakah kamu ingin berlomba lagi dengan ku Lisa?"
"Tidak, tidak mau! Sudah jelas jika aku melawan kak Gera, pasti aku akan kalah telak."
"Hahaha, oya Lisa mama kamu dimana?"
"Di dalam lagi menyiapkan sarapan kak."
"O begitu, yasudah aku akan melanjutkan gambar ini, nanti jika sudah selesai akan aku perlihatkan hasil gambar ini kepada kamu Lisa."
"Baiklah kak, kalau begitu aku akan membantu mama."
Lisa pun pergi ke gerobak, dan aku melanjutkan gambar yang aku buat.
2 jam berlalu.
Aaaah, akhirnya selesai juga, huh, apaan ku kira dengan menggambar ini aku bisa menghabiskan banyak waktu, ternyata masih pagi, apa skill menggambar aku sudah meningkat?.
"Kak Gera sarapan sudah siap!"
Pas sekali.
"Baiklah Lisa aku akan kesana!"
Aku pergi ketempat Lisa dan Vima untuk menyantap sarapan kami.
40 menit kemudian.
Ah, stamina ku sudah terisi lagi, sekarang apa yang harus aku lakukan? … Hah, aku sangat bosan.
Aku berfikir apa yang harus aku lakukan sekarang, hmm … Jalan-jalan.
Yosh!! Mending aku jalan-jalan saja mumpung masih pagi, cuacanya juga pas. Apa aku ajak Lisa juga? Coba kutanyakan kepada dia.
"Lisa apakah kamu mau ikut denganku untuk jalan-jalan."
"Serius kak?!"
"Iya."
"Ya aku ikut kak!"
Aku dan Lisa pamit kepada Vima.
"mama aku ikut dengan kak Gera jalan-jalan ya."
"Iya Lisa hati-hati ya, dan tuan saya mohon jaga Lisa."
"Tenang saja Vima."
Di perjalanan, Lisa menanyakan kepadaku, "kak kita mau pergi jalan-jalan kemana?" Dengan rasa penasaran.
"Ya, kita hanya akan jalan-jalan saja."
"Oh, Begitukah."
Ek, Sepertinya dia merasa bosan.
"Kak Gera liat itu!!!"
Hah? Apa yang dia lihat? … Whoa ada danau kecil.
"Kak badanku sudah gerah, aku ingin sekali mandi di sana!"
"Eee, Lisa ini tempat umum lo, mana boleh mandi disini."
"Tapi...."
"Hah, jangan memasang wajah seperti itu Lisa."
"Kak Gera."
"Baiklah, baiklah, kamu boleh mandi tapi jangan lama!"
Jika kulihat-lihat tempat ini dari tadi sangatlah sepi, bahkan aku merasa hanya aku dan Lisa saja yang ada disini.
"Yey, terima kasih kak! Tapi...."
"Tapi apa Lisa?"
"Aku ingin membuka bajuku, tapi…."
"Iya iya, aku tidak akan mengintip kamu, aku akan menunggu kamu di balik batu besar itu."
Aku bukanlah tipe orang yang suka dengan adik sendiri.
"Haha, terimakasih kak."
"Iya, sama-sama."
Aku pergi ketempat batu besar itu dan duduk di sana, tak lama aku mendengar suara air.
Splash.
Sudah nyebur ke danau dia ternyata. Sudah 5 hari kami melakukan perjalanan dari desa menuju kota, dan tinggal 9 hari lagi kita sampai ke ketujuan, aku tidak tahu harus senang atau takut.
aku tidak tahu bagaimana tanggapan mereka tentang diriku, apalagi aku belum pernah mengenal mereka sama sekali.
Biasanya aku menghilangkan rasa takut itu dengan menggambar, tapi cara itu sudah mulai tidak efektif lagi, hah.
……. Kenapa aku takut? Tujuanku ke kota kan untuk mencari ibu dan ayah, kenapa aku malah khawatir dengan keluargaku yang bahkan tidak pernah ku kenal dan tidak pernah ku lihat muka mereka semua? "Iya juga ya, kenapa aku takut? Apakah karena rasa trauma ku timbul lagi? Hei jangan bercanda! Sudah bertahun-tahun aku melupakannya kenapa aku malah mengingatnya kembali!"
..... Fuh, aku harus menenangkan diriku, memang tidak ada gunanya memikirkan itu, padahal belum ketemu secara langsung, hah.
*10 menit kemudian*
"Halo kak, aku sudah selesai."
"Ah, Lisa, apakah kamu menikmatinya? Dan apakah airnya menyegarkan?"
"Sangat kak! Coba kak Gera mandi di situ, aku yakin pasti kak Gera menyukainya!"
"Iya kah? Baiklah kalau begitu aku akan mandi sebentar doang, kamu jangan ngintip ya! Tunggu aja disini!"
"Hehe~"
"Apa Lisa?"
"Tidak ada kak."
"Mm, ok."
Aku membuka pakaianku lalu masuk ke dalam danau kecil itu.
Apa-apaan air disini, betul kata Lisa aku menyukai air di danau ini, ah, rasa beban di kepalaku mulai hilang.
Aku berenang di danau itu dengan sangat tenang, aku menikmatinya, hingga.
Eek, apa yang kamu lakukan Lisa.
"Sudah kubilang jangan mengintip aku Lisa!!!"
"Eek! Maafkan aku kak!!"
Hah, punya adik kayak gini amat.
Tapi asik sih, punya adik perempuan seperti Lisa, di duniaku sebelumnya aku lah yang paling dimanjakan, karena hanya aku satu-satunya anak mereka.
Tapi disini aku memiliki seorang adik, rasanya sangatlah berbeda, terkadang dia manja padaku, jika aku sedih dia menolongku, terkadang kami pernah berkelahi kecil habis itu damai.
Hahaha, hidupku disini terasa berwarna …..., seharusnya aku tidak ngomong seperti itu, aku melupakan ibuku yang sebelumnya, hidupku yang sebelumnya juga berwarna, tapi aku saja yang tidak bisa memanfaatkannya, dan jika di dunia sebelumnya tidak ada ibu, mungkin aku akan mati dengan gantung diri.