
Bagian 1
*4 menit kemudian*
Mmm! Teh ini benar-benar enak! Pasti harganya sangat mahal.
"Srup… ah..., oya apakah kalian tidak minum juga?"
"Kau saja bocah, aku tidak terbiasa minum di malam hari."
"Luna bagaimana denganmu?"
"Hehe, kamu duluan saja Gera."
"Hah, apa-apaan ini, aku jadi tidak enak hati tahu! Masa hanya aku sendiri yang menikmati teh ini? Kalian juga harus!"
"Hahaha, tidak usah seperti itu bocah!"
"Apanya yang tidak usah seperti itu!! Aku tidak enak hati gara-gara hanya aku sendiri yang minum disini!"
"Hah, kau ini keras kepala sekali bocah! Sudah aku katakan jika aku tidak terbiasa minum di malam hari!"
"Baiklah kalau begitu!"
*Gera meletakkan gelas yang berisikan teh itu di meja*
"Aku sudah kenyang minum tehnya!"
"Begitukah? Jadi apa yang ingin kau tanyakan sekarang?"
Hm… apa ya yang ingin aku tanyakan?.
"Oya! Sekte sesat tersebut!"
"Oh, orang-orang yang menyeret kau tadi?"
"Ya, mereka! Siapa mereka itu sebenarnya?"
"Mereka hanyalah orang-orang yang terlalu terobsesi dengan keluargaku, saking terobsesinya mereka, mereka sampai mengatakan bahwa kami adalah seorang malaikat!"
Begitu ternyata! Saking terobsesi ya….
*Gera mengingat perkataan Edward*
"Tidak! Ayahku juga pernah mengatakan jika kalian itu di puja-puja layaknya malaikat yang turun kebumi!"
"Hm, kapan ayahmu mengatakannya?"
"Sebelum kau menembaknya!"
"Itu ya… itu hanyalah cerita masa lalu!"
"Apa maksudmu dengan cerita masa lalu?"
"Kau yakin ingin aku bercerita tentang itu? Cerita itu sangatlah panjang jika kau tahu!"
Hmm, gimana ya? Aku penasaran tapi masih ada hal penting yang ingin aku tanyakan lagi kepadanya.
*Gera berpikir*
"Tidak, tidak usah, masih ada yang ingin aku tanyakan lagi selain itu."
"Baiklah, apa itu?"
"Aku masih ingat dengan perkataan mereka saat itu. Mengapa mereka sangat terkejut melihat bocah Niksmi? Hei, banyak lo bocah Niksmi di benua ini!"
"Siapa yang mengatakan banyak bocah Niksmi di benua ini?"
"Ek…"
Siapa ya….
"Sebenarnya kau itu dalam bahaya tahu!"
"Ya, aku tahu itu karena aku telah membunuh si tua itu kan?"
"Bukan hanya itu saja! Kau tahu, di benua ini hanya kau seoranglah ras Niskmi yang masih anak-anak!"
"Apa…!! Kau tidak berbohongkan! Mana mungkin hanya aku seorang anak kecil yang ber ras Niksmi? Lalu bagaimana dengan orang dewasa keturunan ras Niksmi yang menikah dengan ras Bangsawan? Pasti anak mereka seperti aku bukan?!"
"Tidak ada ras Bangsawan yang ingin menikah dengan ras Niskmi kecuali ayahmu!"
"..."
"Jika ada ras Bangsawan yang ingin menikah biasanya jodoh mereka akan dipilih langsung oleh ketua kepala keluarga atau orang tua mereka! Dan mana mungkin ada dari orang tua atau ketua kepala keluarga yang ingin menikahi mereka dengan ras Niksmi!"
"Jadi di dunia ini hanya aku sendiri anak dari hubungan ras Bangsawan dan Niksmi?"
"Ya betul, maka dari itu aku mengatakan bahwa darahmu itu unik!"
Pantesan waktu di gerbang saat aku ingin masuk ke benua ini, aku dilarang oleh tentara tersebut!.
"Unik apanya? Darahku juga berwarna merah kok."
"unik yang aku maksud bukan itu."
"Ya, aku paham."
"Baguslah. Apalagi pertanyaanmu?"
"Masih soal sekte tersebut. Mereka pernah mengatakan untuk membantai semua ras Niksmi, memang mereka memiliki dendam atau masalah apa dengan kami?"
"Itu ya..., itu hanyalah kebencian mereka saja kepada ras Niksmi, lagian mereka kan sebuah sekte sesat jadi wajar jika mereka memiliki sebuah tujuan untuk memusnahkan sesuatu. Maka dari itu saat aku…"
"..."
"..."
Ha? Kenapa dia berhenti?.
"Hei, kau kenapa?"
"Apa?"
*sang pangeran melihat ke arah Lisa*
"Luna kamu mau gak berjanji dengan abang?"
"Kenapa abang?"
"Jangan bilang siapa-siapa terutama ayah! Jika abang mengatakan ini ya."
"Baiklah abang!"
"Bagus, terima kasih adikku."
"Ahem… maafkan aku bocah, akan aku sambung perkataanku tadi…. Maka dari itu saat aku menjadi seorang raja aku akan setarakan semua derajat manusia!"
"Wah!! Abang hebat!" Ucap Luna.
"Terima kasih Luna. Oya bocah, aku akan memberimu sebuah saran, jika jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, jangan sekali-kali kau mencoba untuk keluyuran di jam itu hingga jam 5 pagi jika kau tidak ingin bertemu dengan orang-orang yang berbahaya!"
"Ya, aku juga sudah trauma berkeliaran sendirian di malam hari."
"Baguslah jika kau trauma."
"Hei!!"
Bagian 2
Jadi begitu ya, aku adalah orang paling unik di dunia ini sebab darahku ini adalah darah campuran antara ras Bangsawan dam Niksmi tapi aku merasa tidak ada yang unik dari diriku karena jika dilihat secara langsung aku sangatlah dominan ke arah ras Niksmi, malah 100 persen aku adalah ras Niksmi dan tidak kelihatan seperti ras Bangsawan sedikitpun.
Hah, apaan sih! Kan yang dikatakan oleh dia adalah darahku bukan fisikku…... tapi masih ada yang belum dia jawab!.
"Hei, kau tadi juga mengatakan bahwa usi…"
"Ssst, aku tahu apa yang ingin kau katakan tapi itu akan aku jawab nanti!"
Ha?.
"Abang, apa yang akan kamu jawab nanti?"
"Tidak ada Luna."
"Tapi kan tadi kamu bilang 'akan aku jawab nanti' kan?"
"Iya abang memang bilang gitu Luna, tapi apa yang ditanyakan bocah itu akan lebih bagus jika abang menjawabnya saat kami sedang berdua saja."
"Jadi, apakah aku mengganggu disini abang?"
"Tidak Luna, kamu tidak mengganggu kok."
*Gera hanya memperhatikan mereka*
Selagi mereka berbicara sebaiknya, apa yang harus aku lakukan?.
*Gera melihat ke arah Luna*
Jika aku pikir-pikir lagi, pertemuanku dengan Luna setelah 3 tahun berlalu, itu tampak biasa saja bagiku, hanya awalnya saja yang membuatku kaget tapi setelah beberapa menit itu menjadi biasa saja.
Apa Diriku yang aneh? Hm… mungkin diriku yang aneh. Apa karena aku melihat Luna tampak layaknya anak kecil yang biasa makanya aku seperti, oh aja gitu?.
Ek, untuk apa aku memikirkan hal yang tidak penting?.
[Bagaimana Gera suasana di luar? Menyenangkan, bukan? Bhahaha! Kita bukanlah seekor burung yang dikurung di kandang, Gera!]
*Gera memegang kepalanya*
Suara ini lagi, akh! Ini menyakitkan!! Berhentilah berbicara di dalam pikiranku!!.
[Kenapa? apakah dengan aku berbicara dapat membunuhmu? Hahaha!]
Aku katakan berhenti!! Ini sangat menyakitkan! Kepalaku terasa bergema!! Aaaa!!!.
[Hahahahah! Baguslah jika kamu mati, Gera!]
Aaaaaakh!!! Berhentilah... berbicara… di kepalaku!!!!!.
"Bocah!"
"..."
Siapa itu?.
"Kau tidak apa-apa kah, bocah?!"
"Akh…, ya, aku baik-baik saja, aku hanya sakit kepala saja."
"Ya sudah minumlah teh ini!"
*Gera meminum teh tersebut. Beberapa saat kemudian Gera mulai baikan*
"Hey, apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?"
"Ah tidak, kepalaku hanya sakit saja."
"Hanya itu?"
"Ya, hanya itu."
"Fuuuu… kau membuat kami panik bocah! Haaah."
"Hehe, Maafkan aku tapi serius, aku hanya sakit kepala saja!"
"Iya, aku mempercayaimu."
*sang pangeran pergi ke sofanya lalu duduk disitu*
Cih, apa-apaan maksud dari perkataannya itu? Baguslah jika aku mati? Memang apa yang terjadi jika aku mati, ha?!.