
[Pergi lah dari rumah ini, pergi lah hahaha!]
"Siapa itu?!"
*sebuah penglihatan terlihat oleh Gera*
"Sini kalian para biadab!" ???.
"Hentikan!"
"Hei, kami tidak punya salah apa-apa."
*orang-orang berlarian*
"Aaa!"
"Larilah, lari, larilah seperti anjing, akan aku bantai kalian semua!" ???.
"Saya mohon biarkan anak saya hidup!"
*suara tembakan terdengar hingga kemana-mana*
"Ini adalah neraka bagi kalian!" ???.
*pria itu menyeret seseorang*
"Hey, para penduduk lihatlah ini! Aku akan mengeksekusinya di depan kalian." ???.
Splash.
Siapa pria gila ini?! Mengapa dia ada pikiranku?!.
Ump, "huaaak!"
"Ibu, ibu, ibu, kamu dimana ibu."
"Berhentilah merengek memanggil ibumu dasar bocah!" ???.
Dor!.
Hey! Hentikan itu, mengapa kamu membunuh anak kecil?!.
"Waktunya pesta darah di mulai hahahaha!!!"
[Pergi lah dari rumah ini, hahahaha!]
"Apa ini perbuatanmu?! Siapa kau! Hei!!
"Mengapa kau memperlihatkan ini kepadaku!"
"Hei!"
[Pergi lah dari rumah ini!]
……….
"Hah, hah, hah, hah," apa-apaan itu semua! Mengapa pria berambut coklat itu melakukan pembantaian keji itu.
Ump!.
Aku ingin muntah.
Aku pergi ke kamar mandi lalu muntah disitu, "hah, hah, hah, dan siapa suara itu mengapa dia bisa berbicara denganku?"
Aku keluar dari kamar mandi lalu terduduk lemas di kursi.
"Gera kamu kenapa nak?"
"Tidak ada bu, aku hanya mimpi buruk saja."
"Tapi kenapa bisa sampai seperti ini?! Kamu memimpikan apa nak?"
"Aku juga tidak tahu bu tapi itu sangat mengerikan."
"Ya sudah ibu bawakan air ya."
"Iya, ibu."
Sudah 6 bulan berlalu dan umurku sekarang sudah 10 tahun banyak hal yang terjadi selama 6 bulan belakang ini.
"Ini nak minumnya."
"Terima kasih ibu," aku meminum air putih yang ibu kasih.
"Bagaimana nak? Kamu sudah baikan?"
"Sudah bu, maafkan aku bu sudah membuat ibu khawatir."
"Tidak apa-apa nak, setiap orang juga pernah mimpi buruk."
"Iya bu."
"Oya nak, kamu bukannya ada janji dengan putri dari keluarga Ton?"
"Ah iya, aku lupa ibu, aku mau siap-siap dulu ibu."
"Baiklah kalau begitu nak."
Aku mengambil handuk dan mandi. Sudah banyak yang terjadi selama 6 bulan ini dan yang terjadi selama 6 bulan ini adalah: aku membuat perjanjian dengan si bau tanah itu perjanjiannya adalah, aku sepakat menjadi pewaris keluarga Ursa dengan syarat aku boleh mencari orang tuaku, aku bebas keluar semauku, dan tidak ada yang bisa mengaturku! Kecuali ibuku.
Awalnya dia menolaknya dengan sangat keras mungkin karena dia mengingat usianya tinggal sebentar dia pun menerima syaratku.
Selama 6 bulan ini juga, aku jadi mulai mengenal semua keluargaku ternyata setiap keluargaku tinggal di tempat yang berbeda-beda, seperti Ton, Majoris, Lupi, mereka semua memiliki kegunaan di keluarga Ursa seperti, Ton pengatur keuangan keluarga Ursa, Majoris si penjaga keluarga Ursa, Lupi sama seperti yang ibu katakan mereka hanya keluarga biasa saja.
Selama 6 bulan, aku memiliki beberapa fans fanatik, salah satunya putri dari keluarga Ton, kenapa aku sampai memiliki fans? Karena saat itu aku sedang gabut menggambar di luar dan ada beberapa orang yang tertarik melihat gambarku salah satunya putri keluarga Ton, kenapa dia ada disitu? Karena hari itu pemimpin keluarga Ton atau ayahnya si putri ini sedang membicarakan masalah keuangan keluarga Ursa.
Tapi entah kenapa tingkah, Lisa seperti berubah sangat drastis saat aku bertemu dengannya, dia seperti sangat protektif gitu saat aku bertemu dengan putri keluarga Ton, "Jangan pegang-pegang tangan kak Gera! Kamu tidak berhak dasar rambut ikat dua!" Hah, setiap mereka bertemu pasti ujungnya bertengkar.
Si putri berkata kepadaku kemarin, "Ge-Gera besok jam 9 pagi kita pergi keluar yuk, duduk berdua di cafe," Aku hanya menjawab, "ok," saja waktu itu.
[Keluar dari rumah ini, keluar lah!]
Akh suara itu lagi!.
[Keluar dari rumah ini! Tidak ada yang bisa kau lakukan dirumah ini, keluarlah!]
Akh, sial suaranya bergema di kepalaku.
Aku pun menyelesaikan mandiku lalu memakai baju dan bersiap-siap, selesai bersiap-siap aku turun ke lantai 1 dan berpamitan dengan ibu, saat aku membuka pintu keluar….
"Eee, Lisa apa yang kamu lakukan disini?"
"Menunggu, kakak lah! Memang apa lagi?"
"Tapi kan, aku ada urusan dengan Alesha."
"Aku ikut!"
"Lisa."
"Aku ikut, aku ikut!"
"Lisa… hah ya sudah kamu boleh ikut."
"Haha, terima kasih kak!"
Aku pun pergi bersama Lisa.
Jujur aku sebenarnya sangat kasihan kepada Lisa dan ibu setelah mengetahui alasan ibu menghianatiku, sehari setelah kejadian itu di siang hari, aku bertanya kepada ibu, "ibu aku mau bertanya, kenapa saat itu kamu mengkhianatiku?"
"Nak sebenarnya ibu tidak mau melakukan itu, tapi kakek kamu menyuruh ibu membawa kamu ke tempat keluarga Borealis dengan ancamannya Lisa, saat itu ibu sudah mendapatkan undangan untuk merayakan ulang tahun kamu nak."
Mendengar alasan dari ibu itu membuat diriku sangat membenci si bau tanah itu, dia bahkan rela mengancam anaknya sendiri dengan ancaman cucunya, heh sungguh gila kakek tua itu. Tapi saat itu aku berusaha untuk tidak egois, aku menahan emosiku dan terjadilah hari-hari seperti sekarang.
"Aaaa! Itu dia! Aku sangat membenci si rambut ikat dua itu!"
"Hahaha, mengapa kamu sangat membencinya Lisa? Dia sangat baik loh."
"Jika aku sudah membencinya, aku akan selalu membencinya kak!"
"Ahahaha, kamu kalau marah lucu ya Lisa."
"Iyakah kak…."
*wajah Lisa memerah*
Dia kenapa? Hah sudah kubilang jangan ikut... demam kan kamu Lisa.
Aku melihat Alesha sedang menunggu di depan gerbang, akupun meneriakkan namanya.
"Oi! Alesha!!"
Dia menyadari keberadaanku dan melambaikan tangannya, aku pun melambai balik.
Alesha adalah orang yang sangat baik dan rendah hati sekaligus pemalu, aku sangat menyukainya.
"Kak kenapa matamu seperti itu melihatnya?"
"Ah, tidak ada Lisa."
"Hmm... baiklah."
Kami pun menghampiri Alesha.
"Ge-gera bagaimana kabarmu?"
"Baik, hehe."
"Hei jangan sok genit di depan kak Gera!"
"Eh." Ucap Alesha.
"Lisa apa yang kamu katakan!"
"Hmp!" Ucap Lisa.
"Ya sudah, Alesha ayo kita berangkat."
"I-iya Gera."
Aku, Lisa, dan Alesha, kami pergi ke cafe bersama.
"Ge-gera bukannya aku sudah bilang ya…."
"Oh iya maafkan, aku Alesha tapi adikku ngeyel minta ikut, hehe."
"O-oh gitu ya, gak apa-apa kok."
Kami pun sampai di cafenya saat kami masuk kedalam cafe, yang pertama kudengar adalah suara bell di pintu lalu suara para tamu yang ada disana.
"Woah itu, Gera!"
"Itu Gera yang dikatakan orang-orang hebat dalam menggambar?"
"Wah iya itu dia!"
"Gera minta tanda tangannya dong!"
Hei, hei, aku masih anak kecil lo mana ada aku tanda tangan hah.
"Kakak kamu sangat populer ya."
"Apa iya Lisa, hahaha."
"I-iya Gera kamu sangat populer!" Ucap Alesha.
•
•
•
•
•
[Gera apakah kau betah melihat kebohongan ini? Sampai kapan kau bertahan di balik kebohongan ini? Di hidupmu yang sekarang sudah tidak ada yang namanya keindahan Gera! Yang ada hanyalah kejamnya dunia yang sedang menunggumu! Hahahaha! Aku penasaran sampai kapan kau akan bertahan.]
...****************...
A-Note: maafkan author karena telat up karena author punya kesibukan tadi dan ... hayo siapa yang mulai bingung ama ceritanya? hehe.