New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Pikiran yang meledak!



...Sebelum membaca bab ini, Author mau berterima kasih kepada Cahya P yang selalu membaca dan ngelike setiap bab yang author buat, terima kasih Cahya P!...


*Riot sudah diikat di kursi*


"Halo tuan Riot bagaimana kabar kamu, baik…? Oya sebelum itu, pengawas kau pergilah!"


"Baik tuan."


"Jadi…"


"Tuan tolong lepaskan anak saya!! Dia tidak memiliki salah apapun, tolong tuan!!"


"Kau ini ya, aku belum selesai bicara sudah kamu potong saja, mana sopan santunmu?"


"Maafkan saya tuan."


"Nah gitu dong … jadi apa kita mulai saja penyiksaannya?"


"Tuan!!"


"Apa!!! Kau kira hanya kau saja yang bisa marah-marah, ha?!"


"..."


Hahahaha, nyalinya seketika menciut.


"Ge-gera, aku mohon tunggulah beberapa saat lagi." Ucap Alesha.


"Kenapa? Kenapa kita tidak memulainya sekarang?"


"Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama ayah lebih lama lagi."


Cih, aku sangat muak melihat mereka!.


"Baiklah, kita akan memulainya setelah yang lain datang."


"Jangan membuang lebih banyak waktu lagi cucuku, siksa mereka sekarang!"


Hah, suara ini, mengapa kau datang kesini dasar bau tanah!.


"Diam kau tua bangka!" Ucap Gera.


"Heh, kau benar-benar membenciku ya, Gera?"


"Sudah jelas bukan!"


"Aku sudah tidak peduli dengan itu karena cepat atau lambat kau akan menjadi penerus ku, bukan hanya tahta melainkan sifatku juga, Gera."


"Diam kau!!! Aku hanya melakukan ini sekali seumur hidupku!! Aku melakukan ini karena dia sudah membunuh Lisa!!! Ingat itu! Dasar bau tanah!!!"


"Hahahaha!"


"Mengapa kau tertawa?"


"Tidak ada."


*Riot mengingat sesuatu*


"Tuan Gera akan saya kasih tahu sesuatu kepada anda!" Ucap Riot.


"Apa itu?"


"Da…"


*suara tembakan terdengar*


"Diam kau!" Ucap Dux.


"..."


Mengapa dia menyuruhnya diam?.


"Jangan pedulikan dia, katakan saja apa yang ingin kau katakan."


"..."


Mengapa dia lebih memilih untuk diam?.


"Heh, sekarang siksa lah mereka Gera!"


"Sudah aku katakan diam!!! Ini masalahku dengan mereka! Dan mengapa kau bersikeras untuk menyuruhku menyiksa mereka?! Ada yang aneh darimu...!! Tunggu mengapa kau tidak menghalangi aku untuk membunuh ayah Alesha? Dia yang memegang keuangan Ursa bukan? Pasti dia sangat penting!"


"Tch, terserah kau saja."


*Dux pergi*


"Mau kemana kau?!"


"Hahaha, aku ingin menikmati hari terlebih dahulu, sambil menunggu dirimu mulai menyiksa mereka Gera, ingat siksa mereka jangan langsung bunuh."


"Diam!!"


*Gera mulai merasa kesakitan di bagian kepalanya*


Sial, ada apa dengan diriku? Akh, kepalaku sangat sakit.


*emosi Gera sudah mulai tidak stabil*


[Keluarlah dari rumah ini, Gera!]


"Kamu gak akan bisa jadi apa-apa!"


"Nak mengapa kamu belum menemukan kami?"


Maafkan, aku ibu, ayah. Aaaaakh, sakit! Sakit sekali!!.


Aaaaak berhentilah bergema di kepalaku!! Rasanya sakit!! Ibu tolong aku, aku tidak bisa menahan rasa sakit ini!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!!! Sakit!!!!! Mengapa semua ingatanku keluar semua?! Ibu tolong aku!.


"Mengapa kamu belum berubah nak?"


Apa maksudmu, ibu? Bukankah kamu mengatakan jika aku sudah berubah? Tolong aku ibu!!.


"Mengapa kamu tidak bisa menjaga Lisa! Mengapa, Gera?! Gara-gara kamu Lisa meninggal, ibu kecewa Gera!"


….


Jangan, ibu jangan tinggalkan aku sendirian disini! Ibu, kumohon! rasa sakit ini menghantuiku!! Ibu!!!.


[Hahahaha, apa itu keindahan? Keindahan sudah berakhir Gera!!]


Berhentilah bergema, sialan!!! Sakit!!!.


Aaaaa!! Jangan! Jangan mencoret tubuhku dengan spidol itu!! Mengapa kalian melakukan itu kepadaku!!! Sial!!!!.


"Ibu kecewa denganmu nak! Mengapa kamu belum merubah sikapmu itu!."


"Mama kecewa kepada kamu nak, kenapa kamu belum menemukan mama?"


"Ibu sangat kecewa dengan kamu, gara-gara kamu Lisa mati! Ibu sangat membencimu, Gera!"


Kumohon, maafkan aku!!! Aku salah, aku tahu itu, jangan menyiksaku seperti ini, ibu!!! Apakah kalian tidak tega?! Kumohon berhenti!!! Kepalaku sangat sakit!! Rasanya ingin meledak!!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!! Sakit!!!! Berhentilah memojokkan aku!! Aaaaaak!! Kalian benar-benar jahat! Kalian adalah iblis! Kalian semua adalah iblis!!.


Diriku memang seharusnya tidak perlu untuk direinkarnasikan, aku hanya membuat diriku semakin tersiksa saja, lebih baik aku bunuh diri saja daripada tersiksa seperti ini… ya bunuh diri adalah pilihan yang baik, nyaliku sekarang sudah cukup untuk bunuh diri, hahahahaha mengapa semua berubah sangat drastis? Apakah ada yang salah dengan dunia ini? Atau dengan XXXXXX, hahahahahaha!.


"XX-XXXX?"


"X?"


"XX!!!"


*Gera seketika pingsan akibat rasa sakit di kepalanya*


Bagian 2


*Gera terbangun di atas lantai*


Ah, apa yang terjadi denganku? Akh, kepalaku sangat sakit.


"Tuan anda tidak apa-apa?"


"Siapa?"


"Saya si asisten."


"Oh, asisten."


"Tuan, duduklah disini."


"Baiklah."


Aku terduduk di sebuah sofa dengan lemas.


"Ini air putih tuan."


"Ah, terima kasih asisten."


Tunggu ini bukan waktunya untuk bersantai, aku harus berdiri untuk menghukum mereka.


"Asisten tolong tarik tanganku, aku ingin berdiri."


"Baik tuan Gera."


*Gera berdiri*


Hah? Mengapa ada tujuh orang disini? Dan mereka semua sudah terikat di kursi.


"Asisten apakah kamu yang melakukan ini?"


"Iya tuan Gera, saya sudah mendengar semuanya dari tuan Dux."


"Begitukah."


Kepalaku masih sakit berjalan saja aku tidak sanggup… apa aku istirahat sejenak dulu? Lagi pula mereka sudah berkumpul dan terikat di kursi mereka masing-masing.


"Asisten aku mau istirahat sejenak, jika kamu ingin membunuh salah satu dari mereka maka bunuhlah, aku tidak peduli."


"Saya sebenarnya ingin melakukan itu tapi tuan Dux melarang saya."


"Mengapa…? Tidak usah kamu jawab."


Hah, hah, hah, hah, hah, aku sangat kelelahan, aku ingin tidur, akh kepalaku masih saja sakit, semua badanku terasa sangat lemas.


Ibu apakah yang kulakukan ini salah? Mengapa diriku berubah seperti ini? Iya, aku baru ingat, aku melakukan ini demi membalaskan rasa sakit Lisa….


… aku belum terima Lisa pergi dariku, dia adalah adikku satu-satunya mau itu dunia yang lama atau sekarang, gara-gara kecerobohanku dan ulah mereka kamu malah menghilang dari pandanganku Lisa, mengapa? Mengapa, Lisa?! Hei, kamu berjanji kepadaku akan memamerkannya di depanku jika kamu sudah menjadi pelukis yang hebat….


... Andai diriku ini bisa memutar waktu ke masa lalu, aku berjanji akan lebih perhatian kepadamu dan akan selalu bersamamu, Lisa!.


Ibu, ayah, kalian sebenarnya dimana? Mengapa aku belum menemukan kalian? Aku sudah bertanya ke orang-orang selama 6 bulan ini tapi tidak ada yang tahu, maafkan aku ibu, ayah, karena belum bisa menemukan kalian, aku berjanji, aku akan menemukan kalian meski harus mengelilingi dunia ini!.


*Gera tertidur*


Note: mengapa Gera mengatakan kepada asisten, "jika kamu ingin membunuh salah satu dari mereka bunuhlah," itu karena Gera ingin tahu apakah asisten sangat marah kepada mereka ber 7 sampai ingin membunuhnya atau tidak.


Note: Gera tahu jika Dux sudah memberitahukan semuanya kepada asisten dan Dux juga menyuruh asisten untuk mengunjungi Gera.


Note: mengapa terdapat sofa di ruang bawa tanah? Itu karena kakek Gera sangat menyukai kemewahan.


A-Note: terima kasih untuk Cahya P karena selalu membaca dan meninggalkan jejak di setiap bab yang author buat, terima kasih banyak ya! Tanpa kamu pasti author sudah kehilangan semangat untuk melanjutkan cerita ini, sekali lagi special thanks untuk Cahya P!.