
Bagian 1
*beberapa menit telah berlalu*
*di pelukan Vima, Gera mengatakan sesuatu*
"Apakah aku terlalu berlebihan ibu?"
*Vima melihat mata Gera*
"Kalau menurut kamu bagaimana nak?"
"Ya, aku memang berlebihan ibu. Sepertinya aku akan susah untuk mengubah sikap ini, ibu."
"Serahkan saja kepada ibu nak! Ibu pasti akan mengembalikan sikap anak ibu ini seperti semula, dan juga akan menghilangkan kekosongan dimata kamu itu, nak!"
"Terima kasih ibu…"
"Sama-sama nak." Ucap Vima sambil mengelus kepala Gera.
Em, aku sudah ngantuk, mataku sudah sangat berat…, "ibu aku ingin tidur."
"Tidur saja nak, pelukan ini pasti akan membuat kamu tertidur dengan nyenyak."
"Um… kamu benar ibu."
Mataku sudah ingin tertutup rapat….
*sebelum tertidur Gera mengatakan sesuatu*
"Selamat malam ibu… aku mencintaimu…"
*dengan samar-samar Gera mendengar jawaban dari Vima*
" … malam … nak…"
*Gera tertidur*
Bagian 2
"Hey, lihat ada seorang janda dan anaknya disini." ???.
"Wah, mana masih cantik lagi. Bos dia masih memiliki 1 anak, bisa lah ini bos." ???
Siapa? Siapa mereka berdua? Dan ini…. Aku sedang berada di gang sempit.
"Jangan sentuh ibu!"
"Minggir kau anak kecil!" Ucap si bos.
*si bos menendang anak itu hingga terpental ke arah tong sampah*
"Akh!" Ucap anak itu dengan kesakitan.
"Nak!!" Ucap perempuan disana.
Hah? Seorang anak kecil dan ibunya? Jika aku melihat tubuh anak itu dia seperti berusia 12 tahun.
"Eits, tante jangan pergi bermain saja dulu bersama kami, hehe." Ucap si anak buah.
*2 orang itu mulai mendekat ke arah perempuan tersebut dan menyentuh-nyentuh badan perempuan tersebut*
"Hentikan!! Apa yang kalian lakukan pada tubuh perempuan itu!" Teriak Gera.
"Woah, mantap sekali bos! Dia masih bening lagi!"
"Kamu benar, sudah janda, cantik, bening pula!"
"Hentikan!!" Teriak Gera.
"Woi!" Ucap anak itu.
"Heh?" Ucap 2 orang itu.
"Berani sekali kalian menyentuh tubuh suci milik ibuku!!"
....
" … bhahaha! Apa yang dikatakan anak itu?" Ucap si bos.
"Aku tidak tahu bos, whahaha tapi aku lucu saat dia bilang jika janda ini masih suci." Ucap si anak buah.
*anak itu mulai berjalan mendekat ke arah 2 orang tersebut*
Hei! Apa yang kau lakukan bocah! Jangan mendekat!!.
"Bos liat dia ingin sok hebat di depan mamanya hahaha."
"Hahaha, mendekat saja kamu kesini, memang bocah seperti kamu bisa apa?"
*anak itu mulai berlari. 2 orang itu hanya tertawa, sebelum mereka tahu apa yang ada di tangan anak itu*
"Hahahahaha, ukh!!" Ucap si bos.
"Bos?"
ha?! Apa yang dilakukan oleh anak itu?.
*darah mulai berceceran dari perut pria itu, dan pria itu jatuh ke lantai*
"Sialan kau bocah!!!" Ucap si anak buah sambil mengeluarkan pukulannya.
*si anak berhasil menghindar, lalu menusuk perut si anak buah itu dengan botol pecah*
"Uk…"
*si anak menusuknya hingga berkali-kali*
"Beraninya! Beraninya kau menyentuh tubuh ibuku!! Aaaa!"
Hentikan bocah! Apa yang kau lakukan!!? Hei!!.
*si ibu seketika memeluk anak itu dari belakang*
"Hentikan nak! Mengapa kamu melakukan ini?"
*si anak mulai berhenti menikam*
"Tapi ibu, mereka melakukan hal itu kepada ibu, aku tidak bisa menerima itu!"
"Terima kasih nak, tapi mengapa kamu melakukannya hingga sejauh ini! Kamu masih anak kecil! Mama tidak ingin melihat kamu melakukan ini nak!"
*perempuan itu menangis*
Apa-apaan ini? Mengapa aku bisa sampai memimpikan ini? Aku tidak ingat pernah melakukan itu! Jadi siapa mereka?.
*area seketika berubah menjadi sebuah ruangan yang hampa*
Hah? Dimana ini?.
"Dok saya mohon hilangkan itu darinya, Saya mohon dok! saya tidak ingin anak saya memiliki mental seperti itu."
"Baik ibu, saya akan melakukan yang terbaik."
*Gera seketika terbangun tersentak*
Hah-hah-hah, hah… hah… Mengapa aku bisa memimpikan itu?! Siapa anak itu…? Perempuan itu, sial! Mengapa aku tidak bisa melihat mukanya!.
*Gera berusaha menenangkan dirinya*
Aah, akhir-akhir ini kepalaku sering sakit dan pusing, padahal badanku ini adalah badan seorang anak kecil…. Hah? Masih malam? Apaan sih diriku ini, badan masih kecil sudah memiliki gangguan tidur saja.
*Gera melihat Vima sedang tertidur di atas beton*
*Gera menyelimuti Vima dengan kain itu*
*Gera berbicara dengan suara yang kecil*
"Ibu seharusnya kamu yang memakai ini, aku kasihan melihatmu kedinginan."
*Gera mulai berdiri*
Baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku sudah tidak ngantuk lagi… hmm, lebih baik aku keluar saja untuk melihat-lihat kota Eridanus ini.
*Gera berpamitan dengan Vima*
"Ibu aku pergi jalan-jalan dulu ya, aku akan balik tidak lama lagi."
Baiklah saatnya berkeliling sebentar!.
*Gera keluar dari bawah kolong jembatan, dan pergi berkeliling sekitaran daerah itu*
Kira-kira apa yang akan aku lihat di sekitaran sini ya?.
Bagian 3
*Gera terus berjalan tanpa arah di kota yang sangat besar*
Woh! Ada toko lampu disini!! Neh, biasa saja… woh! Ada toko magnet disini!! Neh, biasa saja tapi kenapa ada yang jual magnet?.
Hah, padahal dulu aku sangat penasaran dengan kota atau Eridanus ini, karena banyak yang mengatakan jika teknologinya yang canggih dan modern, tapi setelah beberapa bulan disini malah seperti biasa saja, malah lebih canggih dan modern yang di duniaku sebelumnya.
*Gera terpikirkan sesuatu*
Tujuanku direinkarnasikan apa sih selain aku yang meminta? Menggapai mimpiku yang telah hancur? Tapi aku merasa itu tidak akan pernah tercapai, soalnya perkembanganku hanya disitu-situ saja.
Oya, Lisa pernah mengatakan jika semua akan dimulai saat kita masuk akademi ya? Memang akademi terletak dia daerah mana?.
Mengapa sekarang aku malah memikirkan mimpiku? Yang wajib kupikirkan sekarang adalah, bagaimana cara aku dan ibu bertahan hidup di kota ini! Kita pergi tanpa membawa apa-apa, lalu bagaimana cara aku dan ibu bisa makan? Apakah aku harus mencuri? Tidak-tidak, aku tidak mau melakukan itu, itu seperti bukan diriku saja… "koin emas…"
Oh iya…, hah, andai aku tidak memberikan semua koin emas itu kepada anak laki-laki itu… sudahlah, aku tidak perlu memikirkan itu, nasi sudah jadi bubur juga.
(Apalagi aku bukan orang yang memberikan barangku lalu mengambilnya lagi).
*Gera mendengar suara seorang pria*
"Hoik! Pukul sudah menunjukkan jam 2 malam! Waktunya kita berdoa kepada malaikat kita!" Teriak pria misterius tersebut.
Heh? Suara dari mana ini?.
*Gera mencoba menghampiri sumber suara tersebut*
"Berdoa kepada malaikat kita! Merekalah yang mengubah takdir kita! Berdoa! Berdoa! Berdoa!" Teriak pria misterius tersebut.
*Gera terus berjalan ke sumber tersebut*
"Kami telah selesai berdoanya, Zeiger!"
*suara tersebut membawa Gera kepada sebuah lapangan yang cukup luas*
Apaan semua kerumunan itu? Mereka memakai baju putih dan penutup kepala putih. Tunggu, Yang diatas sana pemimpin mereka?.
Apa yang sedang mereka lakukan di malam hari begini?.
"Karena kita sudah membaca doa, waktunya kita memberikan tumbal kepada malaikat kita!"
Tunggu! Tumbal?! Jangan bilang di dunia ini ada sekte sesat! Tapi apa tumbalnya? Bukan manusiakan?.
"Zeiger kami telah membawa tumbal yang akan diberikan kepada malaikat kita!"
"Bagus! bawa kesini tumbalnya dan ikat dia di tiang ini!"
Ah sial, sudah jelas jika tumbalnya manusia, aku harus pergi dari sini aku tidak ingin terlibat oleh mereka.
Tapi aku masih penasaran dengan pertunjukannya, sebentar lagi deh.
*seseorang dibawa ke atas tempat Zeiger berada*
Sial aku tidak bisa melihatnya dari sini!.
*Gera berjalan maju ke depan*
Disitu sepertinya aman dan aku bisa melihat dengan puas.
*Gera berjalan cepat menuju ke depan*
*saat berjalan, dengan tidak sengaja Gera tersandung akar pohon dan terjatuh*
"Aw! Sakit!!" Ucap Gera sambil memegang lututnya.
……….
"Eeee..." bodoh! Mengapa aku malah mengeluarkan suara!! Sial, apakah ini akhir riwayatku?!.
*Para kerumunan itu melihat ke arah Gera*
"Siapa disana!!!" Bentak Zeiger.
*Zeiger melihat punggung tangan kiri Gera*
"Mengapa ada bocah Niksmi di benua ini!"
"Bocah Niksmi?"
"Hah? Bocah Niksmi di benua Ailar?"
"Mengapa bisa?"
Hah? Memang kenapa jika aku bocah Niksmi? Kan ras Niksmi lumayan banyak disini.
Bodoh! bukan waktunya memikirkan itu!! Aku harus segera lari!!.
*Gera segera bangun, lalu…*
"Misi, saya ingin pulang arah rumah saya disitu, maaf sudah mengganggu hari kalian, hehe…." Ucap Gera dengan santai.
*seketika Gera berlari dari situ*
"Tangkap bocah itu!! Jangan sampai dia lolos!! Kita harus memusnahkan ras Niksmi dari dunia ini!!"
"Siap Zeiger!!"
Hei, hei, hei! Apa-apaan tujuan kalian itu, itu sudah sangat gila bodoh!!.
*para kerumunan dari sekte itu mulai berlari mengejar Gera*
Sial, tumben sekali aku bisa ceroboh! Aaaah! Mereka pasti akan menangkapku lalu menjadikan aku tumbal untuk sekte mereka!.
"Kejar bocah itu! Kejar!!!" Ucap salah satu dari kerumunan itu.
"Maafkan aku, aku hanya numpang lewat tadi!!"
"Jangan biarkan Niksmi yang terlihat di mata kita lolos! Bantai Niksmi!!"
Lagi pula mereka punya masalah apa sih dengan ras Niksmi! Sial! Aku harus fokus berlari, aku tidak boleh banyak berpikir ataupun berbicara jika tidak ingin tertangkap!!!.
"Aaaaa siapapun tolong aku!" Teriak Gera.
Note: Zeiger bukan nama aslinya, itu hanya gelar saja.
Note: komedi be like: wooooo!! Akhirnya saya keluar dari goa!!