
"Pangeran saya ingin bertanya!"
"Ya, apa itu?"
"Pangeran mengatakan bahwa anak ini adalah seorang ras Niksmi tapi bagaimana dia bisa memasuki benua Ailar? Dia kan hanya seorang anak kecil?" Ucap salah satu orang disana.
"Sepertinya aku lupa mengatakannya kepada kalian."
"?"
"Nama anak ini adalah… Gera Borealis Ursa."
*orang-orang terdiam*
"Ba-bagaimana bisa seorang Niksmi memiliki marga Bangsawan, pangeran?!"
*sang pangeran menjelaskannya*
"Anak ini adalah hasil dari hubungan antara ras Bangsawan dan Niksmi, ayah sebagai ras Bangsawannya, dan ibu sebagai ras Niksminya."
"Tapi bukankah itu adalah hal yang paling dilarang pangeran?!"
"Memang betul, itu adalah hal yang sangat dilarang!"
"Lalu pangeran?!"
"Entahlah, aku juga tidak mengetahuinya… oya, anak ini adalah cucu dari si tua itu, Dux berencana untuk menjadikannya sebagai pemimpin keluarga Ursa yang baru."
"Cucu tuan Dux?!" Ucap salah satu orang disitu.
"Mengapa dia membiarkan anaknya menikah dengan ras Niksmi?!" Ucap salah satu orang yang ada disitu (orang yang berbeda).
"Dan lagi dia ingin menjadikan anak itu sebagai penerusnya? Apakah dia sudah tidak takut lagi dengan raja!" Ucap salah satu orang yang ada disitu (orang berbeda).
"Benar-benar kakek tua yang sangat gila!"
"Sudah-sudah, jangan bahas si tua itu lagi! Mari kita fokus yang satu ini dulu!" Ucap sang pangeran.
"..."
"Aku memiliki sebuah rencana, dan aku akan sangat senang jika kalian semua membantuku untuk melaksanakan rencana ini."
"Kami semua bersedia pangeran!" Ucap semua orang yang berada disitu.
"Aku juga ingin membantu abang!" Ucap Luna.
"Terima kasih banyak semuanya…"
*sang pangeran mulai menjelaskan rencananya*
"Rencananya sangatlah sederhana, kalian semua hanya perlu bersikap normal…, seperti kau!"
*sang pangeran menunjuk pelayan senior*
"Kau hanya perlu menjalani tugasmu saja sebagai seorang pelayan! Jangan pernah pedulikan penampilannya, jalani saja tugasmu!"
"Baik pangeran! Saya juga akan menyuruh pelayan yang lain untuk tertib!" Ucap pelayan senior.
"Dan kalian para penjaga, jalani saja tugas kalian! Dan bersikap normal lah dihadapannya, anggap dia sebagai tamu spesialku!"
"Baik, akan kami laksanakan pangeran!" Ucap para penjaga.
Tinggal 6 orang lagi….
"Untuk kalian 5 orang yang tersisa, pergilah dengan para kusir entah kemana! Karena akan lebih bagus jika dia tidak melihat hewan dan banyak orang."
"Eeeh! Mengapa giliran kami, kami tidak melakukan tugas kami masing-masing saja?" Ucap salah satu dari 5 orang tersebut.
"Maafkan aku tapi ini agar rencananya berhasil!"
"Hah, ya sudah… mau gimana lagi pangeran sudah memerintah, jadi kami wajib melaksanakannya!"
"Hahahaha, terima kasih."
Baiklah 1 tinggal orang lagi.
"Untukmu Luna, mungkin kamu tidak mau menerima ini, tapi kamu harus melakukan ini!"
"Apa itu abang?"
"Jika anak itu kesini kamu jangan langsung menghampirinya, tapi kamu tunggu dulu di kamar hingga aku memanggilmu, dan…"
"?"
"Jangan terlalu banyak berkomunikasi dengannya! Jangan pedulikan penampilannya! Dan satu lagi, bersikap biasa saja kamu dihadapannya!"
"Kenapa begitu abang? Aku kan sudah lama tidak bertemu dengannya, dan aku juga ingin berbicara padanya..."
"Luna, tolong dengarkan perkataanku ini! Aku sudah mengatakannya tadi bukan? Serahkan saja kepada abangmu ini!"
"Umm… baiklah abang…"
"Baiklah… jadi kalian semua sudah tahukan tugas kalian masing-masing, intinya bersikap normal! Jangan sampai dia curiga!"
"Ya pangeran, kami mengerti!"
"Bagus."
*seseorang mengajukan pertanyaan*
"Pangeran saya ingin bertanya. Bagaimana cara anda untuk membawanya kesini? Dan nanti bagaimana cara anda menginterogasinya? Dia bisa saja berbohongkan?"
"Manipulasi seperti apa, pangeran?"
"Aku akan membangunkannya seorang diri lalu memancingnya dengan kata-kata yang membuatnya penasaran, dan jika dia penasaran aku akan membawanya kesini! Dan bagaimana caraku menginterogasinya? Ini yang menarik, aku akan membuatnya sebagai seorang tamu, benar-benar seorang tamu! Bukan akulah yang akan bertanya, tapi dia! Aku akan menjawab semua pertanyaannya. Ingat! tujuan aku menginterogasinya adalah untuk melihat apakah dia memiliki gangguan mental, apakah dia memang orang yang baik, dan mengetahui alasan dia membunuh 3 anak kecil tersebut! Tentang menginterogasi serahkan saja kepadaku!"
"Menginterogasi seseorang dengan membuatnya sebagai seorang tamu?! Woah!"
"Hei, bukankah pangeran sudah menyinggungnya tadi!" Ucap salah satu orang disana.
"Hahaha, menjadi tamu berkedok diinterogasi." Ucap salah satu orang (orang yang berbeda)
"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap sang pangeran.
"Kemana pangeran!"
"Ketempat anak itu, memang kemana lagi?"
"Anda pergi sendirian pangeran?"
"Tentu, aku akan berjalan kaki menuju jembatan tersebut."
"Pangeran malam hari sangatlah berbahaya! Harus ada 1 orang yang menemani anda!"
"Apakah kau meremehkan keahlian bertarung dan bela diriku?"
"Maafkan saya pangeran…"
"Ya sudah, aku pergi… oya Luna, kamu tunggu saja di kamarmu."
"Iya, abang."
"Pangeran!"
"Apa lagi?"
"Saya masih khawatir dengan anda…"
"Bukankah sudah aku katakan…"
"Bawalah pistol ini!"
"Oh…"
*sang pangeran tersenyum*
"Hahaha terima kasih."
"Sama-sama pangeran!"
Hah, aku harus mengulangi perkataanku lagi.
"Ya sudah, aku pergi dulu…, kalian jangan lupa melaksanakan tugas kalian."
"Baik, pangeran!"
*sang pangeran pergi dari ruangan itu, dia keluar dari area penginapan dan terus berjalan menuju jembatan tempat Gera berada*
Semoga rencanaku berjalan dengan lancar! Jika aku berhasil membawanya ke penginapan dan menginterogasinya tapi dia memang orang yang buruk atau memiliki gangguan jiwa… mau tak mau aku memang harus memasukinya ke rumah sakit jiwa!.
Tapi aku sangat yakin jika anak itu adalah orang yang baik! Dia saja bisa sampai membunuh Dux karena adiknya mati akibat dibunuh oleh Dux, dan pasti ada alasan mengapa dia membunuh 3 anak kecil tersebut!.
*35 menit kemudian*
"Haaah, Eridanus… ibukota para ras Bangsawan… heh, jika aku sudah menjadi seorang raja, akan aku ubah kata-kata itu menjadi… Eridanus, ibukota para manusia!"
…….
Dunia seperti sekarang adalah dunia yang….
"Siapapun tolong aku!!"
Suara siapa itu?! Mengapa ada anak kecil di luar, di malam hari?! Aku harus segera membantunya!.
*sang pangeran berlari mengejar sumber suara tersebut, dia berusaha mengingat kembali dimana sumber suara itu berasal*
Dimana suara tersebut berasal?! Tch, sepertinya belok kesini?! Semoga saja benar!.
Mengapa sih malah ada masalah baru yang muncul! Padahal aku sudah berharap agar rencananya berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan!.
*sang pangeran terus mencari sumber suara tersebut*
*beberapa menit kemudian, sang pangeran telah menemukan sumber suara tersebut, dan dia bersembunyi di sela-sela perumahan*
Sepertinya aku telah menemukan pemilik sumber suara tadi.
*sang pangeran melihat wajah dari pemilik suara tersebut*
Diakan?! Heh, mengapa bocah itu diseret-seret begitu? Memang apa yang dia lakukan…? Kasihan sekali.
Memang dia belum tahu apa, jika ada aturan untuk tidak boleh keluar di jam 12 malam hingga jam 5 pagi?.
Sepertinya keberuntungan sedang memihak padaku!.
*sang pangeran pun seketika menghampiri sekte sesat tersebut*
Oh, mereka kan…, istenünk angyala, mereka adalah sekte yang lumayan besar, sekte yang dimana akan mengorbankan ras Niksmi setiap 6 bulan sekali. Ahem….
"Siapa yang lagi kalian seret itu, hm?"