New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Sang pemimpin dunia!



Sudah 4 tahun berlalu.


Hahahaha! Di umurku yang ke 7 tahun ini sudah banyak perubahan dari diriku.


Apakah kalian ingin mengetahuinya hah?.


Baiklah kalau begitu.


Ini dia perubahan dari diriku, aku udah tidak! Cemas lagi!!! Ketika! Keluar! Rumah!!!!!.


Itu lah! yang berubah dari diriku, hem, hem.


…….


Sial, aku apakan 4 tahun terakhir ini, dari 4 tahun ini aku hanya bisa keluar rumah saja? Hiks, payahnya diriku ini, benar-benar payah hiks.


…. Hah hari sudah siang, aku benar-benar bosan sekarang, ngapain ya enak nya, hmm …... mending aku jalan-jalan di desa, mungkin akan membuat hatiku lebih baik.


Huaa! Setiap kali aku menghirup udara di desa, rasanya hatiku sangatlah tenang, dan pemandangan di desa ini benar-benar tidak bisa membuatku bosan.


Di desa sangat beraneka ragam, ada gunung raksasa terletak jauh di samping rumahku, banyak sawah di samping-samping jalan, perumahan yang terbuat dari kayu, langitnya yang sangat cerah, dan terdapat pantai.


Bukan hanya itu, hewan di sini juga beraneka ragam, ada kuda, kerbau, kodok, dan burung-burung bertebangan, yaaa, walaupun ada beberapa jenisnya yang tidak ku kenali.


Yosh sudah sampai, ini adalah tempat favoritku, duduk dibawah pohon yang menutupi sinar matahari, lalu menggambar sesuatu di buku kosong dengan tinta hitam, dan menghabiskan waktuku dengan duduk atau tidur di pohon ini, ini benar-benar perfect!.


Tapi … apakah ini yang akan aku lakukan selamanya? Aku juga butuh teman bukan. Dari sini aku selalu melihat anak-anak bermain dengan teman mereka, hanya aku saja yang sendirian di sini. 


Memikirkannya membuatku menjadi bosan. Mending aku meneruskan gambar ku saja.


Aku selalu menghabiskan waktuku disini dengan menggambar, terkadang aku menggambar langit, pantai, dan pohon, ada kalanya orang tua ku selalu penasaran dengan buku yang ku bawa ini, tapi tidak akan pernah aku kasih tau! Karena dibalik gambar kekanakan ini terdapat juga gambar yang khusus untuk pria dewasa.


Yaa walaupun badanku berumur 7 tahun tapi jiwaku adalah jiwa om-om berumur 43 tahun.


Ah, hari sudah sore, tak terasa sangat cepat bagiku, walaupun hanya menggambar saja.


Aku pulang melewati jalanan yang mulai gelap, aduh aku harus buru-buru jika aku pulang dengan telat, ibu pasti akan sangat marah.


Saat aku berlari menuju ke rumah, aku tidak sengaja menabrak sesuatu, bukan tapi aku menabrak seseorang.


Bruk!.


Aduh, apa sih yang ku tabrak?.


"Maaf, saya tidak sengaja."


"Ah, iya tak apa-apa."


Eh, suara dia terasa familiar di telingaku, hmm siapa sih dia? Emm coba ku ingat-ingat lagi …, umm ……. "Whoa! Kamu sangat menakjubkan Gera!"


!.


"Kamu bukannya yang di pantai 4 tahun lalu kan?"


"Eek, wah! kamu Gera bukan?"


"Wah, jadi benar kamu yang 4 tahun lalu ya, eee … Eee."


"Aku Luna."


"Ah Luna, ngomong-ngomong kenapa kamu lari terbirit-birit di malam hari, Luna?"


"Akan aku ceritakan nanti, sekarang kita harus sembunyi!"


"Sembunyi?"


Luna pun menarik tanganku seketika, dia membawaku di gang sempit perumahan.


"Tunggu, apa yang terjadi Luna?"


"Ssst, diam!"


Aku sangat bingung dengan situasi saat ini, aku mencoba untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu melarikan diri?"


"Hah, dari mana kamu mengetahuinya?"


"Ya dari tingkah kamu, emang kenapa kamu melarikan diri?"


"Aku lari dari keluarga ku."


"Kenapa?"


"Aaa! Berhentilah bertanya, kita harus diam!"


Aku tidak tahu alasan kenapa dia melarikan diri dari keluarganya, tapi jika dia memang membutuhkan pertolongan, aku harus membantunya.


"Sini ikuti aku, aku tahu tempat yang aman!"


"Eh, tunggu"


Akhirnya aku hampir sampai dari rumahku, aku melihat ibu dan ayah dengan wajah khawatir, mungkin mereka sedang mencariku? Aku pun memanggil ibu dan ayah, mereka yang mendengar suara ku langsung menghampiriku, "kamu dari mana saja Gera? Ini sudah larut, kami sangat khawatir," ucap mereka berdua.


Mereka pun melihat sekitarku, dan menyadari bahwa Luna bersama ku "dia siapa, Gera?" Ucap ibuku.


Aku mengatakan kepada mereka, bahwa kita harus masuk kedalam rumah dulu.


Kami pun sampai kedalam rumah, ayah langsung menanyakan beberapa pertanyaan kepadaku.


"Gera sekarang jawab pertanyaan ku! Kamu dari mana saja dan kenapa kamu bisa ketemu dengan perempuan ini!"


Ayah sepertinya marah kepadaku, aku pun menjelaskan apa saja yang terjadi tadi.


Setelah aku selesai menjelaskan kepada mereka, aku melihat wajah mereka, ibu, ayah, dan Luna, aku melihat wajah orang tua ku yang sangat cemas, dan wajah Luna yang sangat ketakutan, aku sangat bingung kenapa ekspresi wajah mereka seperti itu, aku pun menanyakannya kepada ayah.


"Kenapa wajah kalian seperti itu?"


Dengan polosnya aku bertanya seperti itu, ayahku langsung membentakku.


"Diam! Kenapa kamu membawa anak ras Bangsawan kesini!"


"Ras Bangsawan? Maksud ayah apa?"


"Coba kamu lihat rambutnya Gera"


Aku pun melihat rambut Luna, rambutnya berwarna putih, seketika aku teringat dengan perkataan ayah 4 tahun lalu di teras, "ciri-ciri ras bangsawan adalah, berambut: kuning, coklat, putih"


Aku terkejut, tapi aku bingung kenapa ayah sangat marah kepada Luna, padahal dia hanya seorang anak kecil berumur 7 tahun.


"Emang kenapa kalo dia ras Bangsawan? Apalagi dia kan hanya seorang anak kecil."


"Kamu masih belum tau apa-apa Gera!"


Aku semakin bingung, aku melihat ibu, dan Luna, ibu hanya duduk terdiam saja, sedangkan Luna merasa sangat ketakutan, aku pun menanyakannya lagi kepada ayah.


"Ya aku masih belum tau apa-apa jadi tolong kasih tau aku apa yang belum aku ketahui itu ayah!"


Ayah menjawab perkataanku dengan rasa benci dan marah.


"Kamu tahu Gera, saat kejadian di akademi itu, aku sudah memutuskan hubungan ku dengan para ras bangsawan itu! Dan juga para keluarga ku!"


"Sayang, kenapa kamu menceritakannya kepada Gera tentang itu?"


Aku bingung sangat bingung, sekarang yang ikut berbicara bukan hanya ayah saja melainkan ibu juga, aku hanya bisa menggenggam tangannya Luna agar rasa takutnya mereda, dia hanya bisa melihatku. Aku pun mengatakan sesuatu kepada ayah.


"Terus! Masalah kamu dengan anak berumur 7 tahun apa?! Sebegitunya kamu membenci ras Bangsawan?"


Aku membentaknya, aku membentak ayahku dengan sangat keras, aku melihat wajahnya, dia sangat sedih air matanya seperti ingin terjatuh tapi dia tetap menahannya, aku seketika meminta maaf kepadanya.


"Maafkan aku ayah."


Aku pun melihat ibu dia hanya bisa terdiam, aku pun meminta maaf kepadanya.


"Maafkan aku bu."


Dan Luna dia masih saja ketakutan, aku masih menggenggam tangannya untuk meredakan rasa takutnya.


Suasana di rumah seketika menjadi hening, hingga ayah membuka mulutnya lagi dan berkata.


"Selebih aku sangat membenci ras bangsawan, kamu tau apa yang membuatku sangat cemas dan marah Gera?"


Di hatiku aku bertanya, apa itu?.


"Yang kamu bawa adalah putri dari sang raja di dunia ini Gera."


t-t-tunggu, apa?!. Aku sangat terkejut, aku hanya bisa terdiam, tak bisa melakukan apa-apa, aku melepaskan genggaman ku, dan ayah pun bercerita tentang suatu kisah kepadaku.


"Dengarkan cerita ini Gera, pada masa lalu terdapat dua ras besar di dunia ini, yaitu ras Bangsawan dan ras Niksmi, ras Bangsawan berperan sebagai raja dunia ini, dengan prajurit, dan teknologi yang canggih, sedangkan ras Niksmi berperan sebagai penduduk atau masyarakat yang menaati sang raja."


"Keluarga tertinggi dari para ras Bangsawan adalah keluarga Gliese, mereka menjadi yang tertinggi sekaligus raja di dunia ini, mereka lah yang paling unik di dunia ini, dengan rambut putih mereka, mereka sering sekali di puja-puja sebagai malaikat yang turun ke bumi."


"Ratusan tahun mereka memimpin dunia ini, hingga pada saat generasi ke 25 mereka, sang putri dari raja dunia ini, menyukai seorang pria dari ras Niksmi, sang putri sangat ingin menikah dengan pria tersebut, tetapi ditolak oleh sang raja, pada akhirnya sang putri melarikan diri dengan pria tersebut, raja yang murka langsung memerintahkan prajurit mereka untuk menginvasi ras Niksmi."


"Pertumpahan darah terjadi dalam satu malam itu, bom yang berjatuhan dari langit, dan kebakaran rumah, tapi ras Niksmi hanya bisa pasrah mereka tidak bisa melawan."


"Hingga sang putri yang mengetahui kabar ini akhirnya menyerahkan dirinya kepada sang raja, dia sangat merasa iba kepada ras Niksmi, tapi sebelum dia menyerahkan dirinya kepada sang raja, dia memiliki 1 syarat yaitu, berikan ras Niksmi tempat yang sangat jauh dari ras Bangsawan, dan biarkan mereka hidup dengan damai tanpa diinjak-injak oleh ras Bangsawan, sang raja pun mengiyakan syarat dari putri tersebut."


Aku yang mendengarkan ceritanya hanya bisa menelan ludah dan ketakutan.


"Sekarang apakah kamu sudah paham Gera?"


Aku memegang kembali tangan Luna, lalu menjawab pertanyaan ayah.


"Tidak! Aku akan tetap menolongnya, dia melarikan diri dari keluarganya pasti karena suatu alasan bukan?! Aku akan menolong siapapun yang membutuhkan bantuan ku!"


"Gera! Kamu tahu perkataanmu tadi bisa membuat sang raja marah! Kamu tidak memikirkan nasib para ras Niksmi?!"


"Aku memikirkan nasib ras ini yah, tapi yah! Aku mohon kepadamu, tolong bantu dia untuk bersembunyi, dia kan bisa tinggal di sini, aku tidak tahu kenapa dia lari dari keluarganya, tapi aku yakin! Pasti ada suatu alasan yang membuatnya melarikan diri dari keluarganya bukan? Lagipula ini adalah permintaan pertamaku kepada kalian jadi kumohon kabulkan permintaan ku ini."