New World New Body And High Dream

New World New Body And High Dream
Sang pencipta alam semesta



Hm, ada dimana diriku sekarang? Disini sangatlah hampa dan gelap.


Aku mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi kepada diriku, hmm, bandit dan … tertusuk….


"Kau ditusuk oleh seorang bandit demi melindungi adik tersayang mu."


Nah iya aku ditusuk oleh seorang bandit! Tunggu siapa yang berbicara padaku?.


"Aku."


Siapa itu?.


"Cih."


Whoa! Tiba-tiba menjadi sangat terang.


"Apakah kamu sudah bisa melihatku?"


Siapa sih yang berbicara dari tadi.


"Hei menghadaplah ke belakang."


Hmm?.


Aku melihat kebelakang.


"Eeeh! Siapa kamu! Dan ada dimana diriku sekarang?!"


"Hei, hei, tenangkan dirimu terlebih dahulu."


"Sekarang kau sedang berada di dimensiku."


"Dimensimu? Apa maksud kamu!"


"Sudah ku katakan bukan, tenangkan dirimu terlebih dahulu!"


Apa sih ini orang ngatur doang.


"Berani sekali kau mengatakan itu kepada ku!"


Hah, dia bisa membaca pikiranku?.


"Tidak ada sebuah rahasia yang bisa di sembunyikan dari diriku, dan hanya orang bodoh yang berbicara melalui pikirannya di depanku!"


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Aku? Kau bisa memanggilku God."


"God?"


"Ya God."


"Baiklah, jadi kamu bisa membaca pikiranku God?"


"Tentu saja aku bisa."


Sialan, kosong kan kosong kan kosong kan kosong kan, jangan sampai dia mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam benakku selama ini, kosong kan!.


"Percuma saja, aku mengetahui semua sifat, rahasia, dan sesuatu yang tak kau sadari sama sekali."


Hah, percuma saja jika begini, diam adalah solusinya.


"Ingin diam ya? Coba lihatlah dirimu itu."


Hua dia memerintahku lagi, aku kan sudah mati jadi tidak peduli dengan apa yang disuruhnya.


"Siapa bilang bahwa kau sudah mati?"


Eh, apa maksudnya?.


"Lihatlah dirimu itu."


Aku melihat diriku.


Oi! Apa-apaan ini, hei! Kenapa aku memakai tubuh lamaku!.


"Kau kira, kau itu di reinkarnasi penuh ha? Kau memang bereinkarnasi tapi jiwamu masihlah yang awal, yang berasal dari bumi … Sepertinya aku tidak perlu memanggil nama aslimu kan?"


Kamu juga mengetahui namaku saat di dunia sebelumnya!! Kamu siapa sebenarnya!!!.


"Sudah ku katakan aku adalah God akulah yang mereinkarnasikanmu."


Kamu memakai nama seperti kamu itu adalah seorang tuhan.


"Ya aku adalah seorang tuhan, akulah yang menciptakan alam semesta ini."


Hah, dasar ngibul ukuran badan kamu saja setara denganku.


"Siapa bilang? Ukuran asliku jauh lebih besar dari alam semesta ini! Aku hanya mengecilkan badanku saja biar enak berbicara denganmu."


Buktikan padaku jika iya.


"Yakin? Jika aku buktikan kepada kau, kau tidak akan pernah bisa hidup lagi selama-lamanya."


Ek, mengerikan juga, aku tidak ingin mengambil resiko, ya sudah jika iya kamu adalah tuhan, pasti kamu memiliki kekuatan yang lain bukan?.


"Kau tahu waktu yang berhenti?"


Hah, apa maksu….


… Eh, kenapa tiba-tiba ada sebuah kursi singgasana di samping dia? Apa yang sebenarnya terjadi? Perasaanku disini tadi hanya sebuah ruangan hampa.


"Apakah kau terheran-heran? Dan juga bingung?"


Ya aku bingung.


"Aku barusan hanya memakai dari 0,00000000001 persen dari kekuatanku, dan barusan aku baru saja menghentikan waktu."


Kamu *-*-*-tidak bercanda kan? Itu sangatlah gila! Aku bahkan tidak berekspektasi dengan itu.


"Ho, akhirnya kau bisa percaya dengan ku? Ha."


Ya, aku sudah percaya, jadi sekarang jelaskan padaku, kenapa diriku ada disini.


"Lebih tepatnya kaulah yang kesini."


Hah apa maksudmu?. 


"Aku berbohong kepadamu, kau sebenarnya sudah mati."


A, benarkah itu? … sudah kuduga aku memang sudah mati tidak mungkin ada manusia yang bisa selamat dari pisau yang menusuk punggungnya, apalagi badanku masih anak kecil berumur 9 tahun.


"Jangan pesimis terlebih dahulu, aku bisa menghidupkan kau kembali, tapi, apakah kau tidak ingin menghabiskan waktumu sebentar disini? Karena aku yakin pertemuan kita selanjutnya sangatlah lama, bagimu."


Benarkah itu! Yosh, aku jadi semangat! Jadi apa yang harus aku lakukan disini? Disini sangatlah membosankan dan juga hampa.


"Begitukah menurutmu? Malahan ini adalah tempat favoritku."


Wah kamu sangat membosankan.


"Jika kau merasa bosan, kau bisa menanyakan apa saja kepada ku."


Serius ni?! Baiklah, pertama-tama apa yang harus aku tanyakan kepadanya …… Oya!.


Ini bukan pertanyaan sih, tapi permintaan.


"Apa itu?"


Aku sangat tidak suka dengan tubuh ini, jadi ubahlah diriku dengan tubuhku yang ada di dunia reinkarnasiku.


"Tidak bisa!"


Kenapa?.


"Sudah ku bilang jika kau yang ada disana adalah jiwamu, jika aku menggantinya sama saja dengan melenyapkan dirimu itu, jadi kau sudah tidak ada di alam semesta ini, tidak maksudku, kau sudah tidak akan pernah ada di manapun."


"Tidak, aku tidak memiliki sebuah nama, God adalah julukanku saja."


Begitukah, apakah aku boleh memberimu nama?.


"Hei, kau ingat derajatmu ada dimana! Memberiku nama? He, itu sama saja dengan merendahkan diriku!!"


Hehe, maafkan aku.


"Jadi apa pertanyaanmu selanjutnya."


Dunia yang aku reinkarnasikan ini, sebenarnya dunia apa?.


"Itu sebenarnya adalah bumi, tapi kamu berada di alam semesta yang berbeda, tapi tidak dengan tata suryanya, yang berbeda itu hanya buminya saja."


Jadi terdapat banyak alam semesta?!.


"Tentu saja, alam semesta yang kuciptakan itu tak terbatas, melebihi bilangan yang manusia buat."


Itu sangat mencengangkan bagiku, ok pertanyaan selanjutnya, jika memang ada sebanyak itu alam semesta, kenapa kamu tidak reinkarnasikan aku di dunia yang penuh sihir dan juga pedang?!.


"Hah, kau harus belajar bersyukur sedikit kenapa? Kau adalah orang pertama yang aku reinkarnasikan ke dunia lain lo."


Serius?.


"Iya."


Tapi dunia sihir dan pedang itu benar-benar ada kan?.


"Sudah jelas ada, tapi dunia yang kamu tinggali ini adalah dunia yang penuh dengan kejutan."


…… Okee, jujur selama aku hidup didunia ini, rasanya seperti aman dan tentram saja, hanya ada sedikit konflik.


"Masih di awal perjalanan, seiring berjalannya waktu pasti ada saja kejutannya."


Baiklah aku tidak tahu itu kapan, pertanyaan berikutnya, apakah kamu menganggap diriku sebagai boneka?.


"Buat apa? Aku sudah memiliki semuanya, buat apa aku menjadikan dirimu sebagai bonekaku? Paling hanya menjadikanmu pertunjukkan untukku saja."


Bukannya itu sama saja?! Pertanyaan berikutnya, kamu yang berada di dalam mimpiku ya? Sudah 2 kali aku bermimpi ada suara perempuan di dalam mimpiku.


"Tidak itu bukan aku, tapi aku tahu siapa dia, tapi aku tidak akan memberitahunya kepadamu."


Baiklah aku tidak memaksa, pertanyaan berikutnya, apa gender kamu?.


"Aku tidak memiliki gender, rupa yang kupakai sekarang adalah milik seorang di alam semesta yang berbeda."


Apakah kamu sudah minta izin dengannya? Ok aku akan lanjut, Ini adalah sebuah permintaan, aku ingin melihat 1 dari kekuatanmu yang paling menakjubkan.


"Yakin?!"


Eek, jangan yang terlalu bahaya.


"Hahaha, baiklah."


Dia memperlihatkan kepadaku dua bulatan yang sangat besar di kedua tangannya.


"Akan aku beritahu kepadamu, dalam satu alam semesta hanya terdapat 1 bumi, tapi dalam satu alam semesta ada terdapat Sentimililiun makhluk hidup mau itu manusia, hewan, atau yang lain, kalian biasanya menyebutnya alien, nah bagaimana jika aku menggabungkan kedua alam semesta ini menjadi 1, apa yang akan terjadi?"


Kamu sudah gila ya?! Sudah jelas mereka akan musnah! Kubilang kan jangan yang berbahaya!!.


"Berani sekali kau memanggilku gila, diam! Dan lihatlah ini."


God mulai menggabungkan kedua alam semesta itu.


Sudah kubilang hentikan!.


Dia tidak mendengarkanku.


2 alam semesta menjadi 1 apa dia memang sudah gila?.


Boom!!!!!!!!!!!!!


aah telingaku rasanya sangat sakit, suara ledakannya sangat dasyat!.


"Kau dengar suara itu? Itu adalah suara ledakan antara 2 alam semesta yang akan menjadi satu."


"Kamu gila ya!!! Bagaimana dengan penduduk alam semesta itu?!! Kamu tidak memikirkannya ha?!!!"


"Hahahaha, kenapa kau marah? … hah, aku puas tertawa, sebenarnya kedua alam semesta itu tidak memiliki makhluk hidup, mereka hanya 2 alam semesta yang kosong, tapi aku berhasil bukan membuat kau buka mulut? Sebenarnya bosan tahu melihat wajah kamu yang bengong doang dari tadi, dan hanya aku saja yang berbicara."


Kamu mengerjaiku?.


"Ya."


"Cih, itu tidaklah lucu candaan kamu itu malah bawa-bawa alam semesta! Jadi apa yang akan terjadi dengan 2 alam semesta itu?."


"Mereka akan bersatu menjadi satu alam semesta yang baru dan tentu saja ukurannya akan bertambah besar, dan untuk mewujudkan itu membutuhkan waktu sekitar 20 triliun abad."


"Itu sangatlah lama! oya emang umur kamu berapa? Dan kenapa kamu bisa ada?"


"Umurku itu tidak terbatas dan aku abadi, aku bisa ada sejak semua masih berwarna putih dan hampa."


"Begitukah, baiklah ini adalah pertanyaan terakhirku."


"Apa, kau sudah ada di pertanyaan terakhir ya."


"Haha, mau gimana lagi? Sangat mustahil aku menanyakan hal-hal diluar nalar manusia kepadamu, bukannya bertambah pintar malah akunya yang bingung dan pusing nanti."


"Jadi apa itu pertanyaan terakhirmu?"


"Apakah kamu merasa kesepian?"


"...... Hahahaha, kau benar dan kau adalah orang pertama yang bisa menebak pikiranku."


"Semua orang pasti tahu jika kamu kesepian, apalagi sudah sangat lama hidup sendirian sebelum adanya alam semesta, dan aku orang pertama yang menebak pikiranmu? Ya karena akulah satu-satunya orang yang dapat berbicara atau bertemu denganmu bukan?"


"Kau benar, walaupun aku sudah memiliki semuanya hanya satu yang belum aku miliki yaitu seorang kawan yang bisa diajak berbicara."


"Sakit rasanya menjadi orang yang kesepian, tapi tenang masih ada aku disini."


"Maaf tapi ini adalah pertanyaan terakhirmu, sudah waktunya kau untuk kembali."


"Tu-tunggu! Kita masih bisa berbicara lebih lama bukan?"


"Maaf tapi kamu sudah menghabiskan 4 hari di dunia barumu."


"Hah? Maksud kamu?!"


"Kita sudah berbicara selama 2000 tahun di sini, yang dimana 2000 tahun sama saja dengan 4 hari di dunia kamu, itu sudah cukup bukan untuk kamu tinggal disini?"


"2000 tahun? Aku bahkan mengira ini hanya 30 menit." 


"Ok aku tidak suka basa basi, dengan sekali jentikan kau akan hidup kembali dan jiwamu akan kembali ke dunia kau direinkarnasikan, dan kau akan melupakanku tapi tidak dengan pertanyaan dan juga jawabannya, tapi jika ada pertanyaan yang menyangkut pautkan diriku maka itu akan terlihat samar-samar bagimu."


"Apa maksudmu? Kenapa aku harus melupakanmu?! Tidak masalahkan untuk mengingat kamu sebagai maha pencipta?"


"..."


"Hei jawab aku!"


"Boleh aku memanggilmu kawan?"


"Tentu saja boleh!"


"Baiklah kalau begitu, sampai ketemu lagi kawan di pertemuan kita yang sangat lama."


Dia menjentikan jarinya.


...****************...


Note: di bab ini Gera kebanyakan ngomong di benaknya, dan pas saat God menyatukan 2 alam semesta baru Gera buka mulut.