Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
Kelelahan






N**athan's pov


"Ini sudah hampir tiga jam dan bos gila itu belum juga menampakkan batang hidungnya!".


Nathan yang sudah berada di kantor, sedari empat jam yang lalu ini,merasa kerepotan. dia sibuk mengatur ulang jadwal pertemuan Bos yang juga sahabatnya itu.


"Awas saja jika dia muncul nanti, akan kuberi dia pelajaran!


Menghilang dengan tiba tiba,di mansion tidak ada di kantor pun demikian! ".


"Sebenarnya Bos gila ini pergi kemana?".


"Tidak biasanya dia bolos ke kantor seperti ini,biasanya dia Workaholic.Tobot yang berwujud manusia yang sialnya sahabatku".


"Entah berapa banyak umpatan yang sudah keluar dari mulut Nathan untuk bos gilanya itu sedari pagi! ".


Mulutnya tak henti menggerutu,pasalnya Aarav tak kunjung mengangkat panggilannya.


"Tahu begini Aku lebih memilih dia selalu bekerja dengan gilanya tak kenal waktu,dari pada harus menghadapi ketidakhadirannya di kantor".


"Semua ini membuat kepalaku pusing, rasanya mau pecah saja. jika dalam satu jam ke depan dia tak juga datang! ".Nathan kesal dan dibuat frustasi,dengan semua kelakuan Aarav hari ini.


Seenaknya saja dia mengabaikan puluhan panggilan dan pesan dari sekretarisnya yang juga sahabatnya itu.


Aarav melangkah di koridor rumah sakit, setelah membeli makanan untuk kedua


gadis yang ia bawa ketempat ini.


Shilla masih duduk di posisi semula, Aarav menghampiri Shilla .


"Hei gadis cilik, ini makanlah! "Aarav menyerahkan kantong yang berisi makanan.


Shila yang sedang menundukkan kepala pun mendongak.


"Apa ini?" Tanya Shilla.


"Kau bisa melihatnya sendiri!" Timpal Aarav.


Shilla menerima bungkusan itu,Aarav berbalik dan hendak pergi karena dirinya sudah terlalu lama berada di Rumah Sakit.


Shilla yang sedang melihat isi bungkusan itu tidak memperhatikan sosok Aarav yang sudah menghilang dari hadapannya.


"Terima Kasih Tuan!".


"Kau baik sekali membelikan ku makanan dan bubur ini untuk kakakku!" Shilla berucap tanpa mengalihkan perhatiannya pada makanan.


"Hening, tidak ada sahutan Apapun.


Shilla mendongak, mengedarkan pandangan disekitar ruangan.


"Kemana perginya Tuan itu? ".


"Dia sebenarnya manusia atau hantu,Sering sekali menghilang tiba tiba!".


"Hah,Sudahlah!


Kalaupun dia hantu,dia itu Casper.


Hahaha si hantu yang baik!" Ucap Shilla diiringi tawa cemprengnya.


Kemudian ia masuk dan duduk di samping ranjang kakaknya itu, lalu memakan makanan nya sampai tak tersisa sedikitpun.


Shilla memang paling susah untuk menolak makanan,karena dirinya memang memliki perut yang cepat lapar.


"Hm,Makanan nya enak sekali! ".Shilla merapikan bekas dan sisa sisa makanan.


Nayla mengerjapkan matanya, Aroma Khas obat obatan langsung memenuhi indera Penciumannya.Nayla memegangi kepalanya, yang sedikit pusing dan masih menyesuaikan pandangannya


"Shill,Kenapa aku bisa disini? ''.


"Kenapa kau membawaku ke tempat ini?".


Shilla memandangi wajah Kakaknya dalam diam,Matanya menyorot penuh penuh arti.


"Shilla Sayang, Apa Kau tidak dengar Aku bicara?" Tanya Nayla.


Shilla masih diam, dia bangkit dari duduknya berjalan semakin dekat ke arah Nayla.Alih alih menjawab pertanyaan Nayla,Shilla malah mendaratkan pelukan ditubuh sang Kakak.hingga beberapa menit lamanya,Shilla melepaskan pelukannya dari sang kakak.


"Kak berjanjilah,Kau akan menjaga dirimu dengan baik!".


"Demi aku Kak!".


"Jangan membuatku takut! ".


"Aku bisa mati muda kalau terjadi sesuatu denganmu kak!.


"Maafkan Kakak ya!"


Kakak janji akan lebih menjaga diri kakak setelah ini".Tutur Nayla.


"Sebenarnya apa yang terjadi Kak? " Tanya Shilla.


" A Aku, -


Aku hanya kelelahan saja!"aku Nayla ragu.


"Kau itu tak pandai berbohong kak!" Sergah Shilla .


''Dokter bilang asam lambung mu naik Kak! ".


"Oh iya,Sebaiknya Kau makan dulu yah kak. Aku suapi!" Tawar Shilla, Nayla tersenyum mengiyakan.


Setelah semua nya habis,Shilla lantas menceritakan semua awal kejadian dan Sosok Lelaki yang membantu membawa Nayla ke rumah sakit.


Aarav kembali ke mobilnya,ia baru ingat kalau handphone miliknya tertinggal di Mansion.Alih alih pulang mengambil handphone, Aarav justru melajukan Kendaraanya menuju Kantor.


ia tahu pasti Sahabatnya yang juga Sekretarisnya itu, sedang memaki dirinya yang tak kunjung datang dan tak mengabari apapun.


Nathan menghela napas pendek,memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


"Bos gila,Kau ini ternyata lebih menyusahkan kalau tidak masuk kantor!" gerutunya dengan Kesal.


Aarav sudah sampai di pelataran kantor, ia memarkirkan asal Kendaraannya.dia keluar dari Mobil dan memberikan Kunci Mobilnya pada Penjaga .


Ia melangkahkan Kakinya menyusuri koridor kantor,dan bergerak ke arah Lift .Ia masuk dan menekan tombol Lift ke lantai paling Atas tempat dirinya bekerja.


Pintu Lift terbuka, Aarav masuk.Lift bergerak dan telah terbuka Kembali..


Aarav tau betul yang akan dihadapinya adalah,Kekesalan Sekretaris yang juga Sahabatnya itu.


Nathan melirik ke Arah Aarav yang sedang berjalan ke arahnya,lebih tepatnya ruang kerjanya.


Akhirnya Nathan bisa bernafas lega,Pasokan Udara yang sempat dirasa hilang,Kembali memenuhi Indera Pernapasannya.


''Ya Tuhan,Akhirnya kau datang juga Aar".


"Aku pikir Kau sedang menghukum ku,Karena aku sering menegur mu yang terlalu


Workaholic.Tapi Ketika Kau tidak ada,Kepala ku terasa hampir meledak menangani Ketidakhadiran mu di kantor.


Aarav hanya tersenyum tipis, tanpa menghiraukan semua ocehan Nathan.Ia terbiasa dengan semua celotehan yang Sarkas Sekalipun,Tak akan menjadikan emosinya meledak.


Justru Aarav menertawakan wajah Nathan, yang tampak Pucat bagai Mayat Hidup.


"Nath,Wajahmu Seperti Zombie.Pucat Sekali! " Ejek Aarav dengan tawa Khas miliknya.


Nathan mematung sebentar,dahinya mengerut,Mulutnya menganga sempurna.


Aarav melempar Senyum mengejek.


"Heh tutup mulutmu Nath,kalau tidak ingin kemasukkan lalat! " Tutur Aarav.


"Kau ini, Bagaimana Aku tidak Stress Aar!".


"Aku mengatur ulang Semua Jadwal Pertemuan,Mendapat Ceramah dari orang orang yang aku hubungi arena Pertemuan yang harus di Cancel.


Belum lagi tuan albert ,ia memintaku untuk mengatur Pertemuan lagi denganmu".Seketika Aarav lah yang mematung.


"Tuan Albert? " Tanyanya, Nathan mengangguk.


"Dia bahkan menghubungiku beberapa kali lalu sekretarisnya puluhan kali,aku dibuat Stres oleh si Tua itu" Batinnya berdecak malas.Nathan bergegas mengikuti Aarav, yang masuk dan duduk di sofa yang ada di Ruangan Kerjanya.


"Aku tidak ingin menemuinya Nath,Kau gantikan Aku saja Kalau begitu? " Usul Aarav, lebih tepatnya Perintah


"Apa...a...aku?" Tanya Nathan memastikan."


Aarav mengangguk sempurna dan mantap .


"Benar Kau,Siapa lagi Jika bukan Kau dan jangan membantah!" Tegasnya .


Nathan yang baru saja hendak memprotes diam Seketika .


Aarav dan keras kepala nya,Selalu begitu! .


"Ini Jadwal mu hari ini Aar!" Ucap Nathan dengan menyodorkan tablet pada Aarav.


Nathan hendak berlalu pergi dari ruangan Aaravdia akan kembali ke meja kerjanya sendiri.Aarav memperhatikan sahabatnya itu .


"Nath!" Panggil Aarav,Nathan Menoleh .


"Iya" Saut Nathan.


"Tolong siapkan ruang rapat!" Tutur Aarav.


Nathan mengangguk dan hendak melanjutkan langkahnya,Aarav kembali memanggilnya .


"Nath!" Nathan menoleh lagi.


"Maaf!" Ucap Aarav terdengar Tulus .


Nathan mengangguk mengiyakan.


"Sudahlah Aar, it's oke!"Jawab Nathan dengan tersenyum dan menghilang dibalik pintu .


Setelah kekacauan yang dibuat Aarav sendiri .


Nathan mengubah seluruh jadwalnya,hingga hal ini membuat Aarav sibuk melaksanakan pertemuan di sana sini Karena padatnya Pertemuan hari ini..


Aarav menyelesaikan semua pertemuannya hingga waktu makan malam,Setelah berbincang dan mendapat kesepakatan dengan Kliennya,Aarav berpamitan pulang.


Aarav pulang ke Mansion nya,dia langsung melangkahkan kakinya ke kamar pribadi miliknya.Merebahkan tubuhnya yang Kelelahan karena seharian bekerja.


"Aku lelah sekali !".


Aarav berucap Sembari memejamkan matanya, Aarav bergumam.


Seketika ia tertidur pulas.


...


Kali ini dapet bonus Cast Pemain yah. Semoga Kalian suka dengan Cast Pemainnya,Kalaupun tidak sesuai kalian bisa berimajinasi sendiri.


*Jangan lupa klik like, komen juga boleh bintang limanya diisi juga ya