Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
menyelesaikan



Aarav mengernyitkan dahinya saat merasakan lengannya tertindih sesuatu, Aarav memicingkan matanya saat mendapati Nayla menjadikan lengannya sebagai bantal.


dia ini memang menyebalkan sekali ! setelah semalam merajuk dan tidur memunggungi ku, ternyata dia tidur dengan memeluk ku diam diam saat aku sudah terlelap, hah kalian para wanita selalu saja merasa benar sendiri ucapnya.


Aarav tersenyum dia memandangi wajah polos Nayla yang tampak menggemaskan saat tertidur dengan tatapan cinta yang selalu terpancar untuk Nayla.


Astaga wanita yang satu ini cantik sekali dia tidur begitu damainya, lihatlah ! dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali sudah membuat lenganku pegal seperti ini.


Aarav mencium pelipis Nayla dengan sangat lembut, Aarav mengangkat kepala Nayla dari lengannya lalu memindahkan kepala Nayla ke bantal dengan perlahan.


Aarav bangkit dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi, Nayla meraba kasur di sebelahnya alisnya mengerut saat tidak menemukan apa yang di cari.


Handphone Aarav berdering, Nayla dengan malas meraih handphone suaminya itu Nayla hendak mengangkat panggilan nya matanya membulat sempurna saat melihat nama tertera di layar Mytha.


Nayla mengurungkan niatnya dia tidak jadi mengangkat panggilan itu dia mengabaikan panggilan itu.


siapa Mytha? astaga apa Aarav berselingkuh ? uhm apa dia memiliki wanita simpanan, ah atau mungkin dia kekasih barunya.?


Astaga Nayla kau ini berpikiran apa? Aarav tidak mungkin melakukan semua itu, Nayla menepis pikiran pikiran Negatif yang mampir ke otaknya.


tapi kenapa dia tidak menceritakan padaku tentang wanita bernama Mytha ini.


Aarav keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya ,Aarav memicingkan matanya saat melihat raut wajah Nayla begitu terkejut menatap layar handphone nya.


hei kau sudah bangun, sayang ada apa? tanya Aarav Nayla hanya menatapnya datar.


tidak ada apa apa aku akan mandi Nayla meletakkan handphone Aarav.


Aarav mengabaikan Nayla yang akan mandi dia meneruskan langkahnya ke walk in closet.


Nayla yang tengah melakukan ritual mandi nya begitu menikmati waktu berendam nya hingga Aarav yang sudah bersiap menunggunya dengan alis terangkat.


jarinya dia ketukan pada meja rias tempat istrinya bersolek.


kenapa Nayla lama sekali ? apa yang dia lakukan hingga begitu lama Aarav menggerutu sembari melihat jam di tangannya.


sudah cukup lama Nayla di dalam kamar mandi dengan tak sabar Aarav menggedor pintu kamar mandinya.


sayang apa kau masih lama di dalam sana? seru Aarav .


iya iya sebentar lagi ucap Nayla ,Astaga kenapa daddy mu itu !


kau lihat nak bahkan daddy mu itu tidak memberikan mommy mu ini waktu untuk menikmati ritual berendam nya ! seru Nayla seraya mengelus perut yang kini semakin membuncit.


*Nayla...!


teriak Aarav dengan menggedor kembali pintu kamar mandi*.


Aarav akan kembali mengetuk pintu kamar mandi dia hendak berteriak kembali namun tidak dia lanjutkan saat Nayla tengah membuka pintu kamar mandinya.


Aarav mencebikkan bibirnya kesal, kau ini mandi atau berenang di dalam sana! Ucap Aarav .


aku hanya sedang berendam, seru Nayla kau ini tidak peka sekali semua badanku pegal jadi aku ingin berendam sebentar saja, dasar menyebalkan !


jadi kau sedang berendam, baiklah kalau begitu lanjutkan saja sana berendam nya ! aku akan langsung ke kantor hari ini aku ada pertemuan dengan asistennya tuan Albert ucap Aarav.


Nayla mengernyitkan dahi kau akan bertemu asisten tuan Albert? untuk apa? tanya Nayla dengan bibir yang sudah manyun dan tangan terlipat depan dada.


Nayla jangan mulai lagi kau sudah merajuk semalam,aku hanya akan melakukan pekerjaan ku .lalu setelah itu aku akan ke rumah sakit menjenguk nathan? seru Aarav.


kau tidak mau mengajakku seru Nayla raut wajahnya terlihat kesal.


Astaga Nayla.... !


aku tadi kan mengajakmu lalu kau bilang kau ingin berendam bukan, jadi aku tidak jadi mengajakmu ucap Aarav.


kau jahat sekali aku benar benar kesal denganmu, sudah sana pergi pergi lah jangan hiraukan aku dengan baby dalam perutku ini.


Nayla mendorong Aarav menuju keluar pintu kamar ,Aarav menahan pintu yang akan ditutup oleh Nayla.


brukk !


pintu kamarpun tertutup Aarav masih mencoba membukanya dia mencoba membujuk Nayla.


sayang dengarkan aku ! aku akan mengantarmu dulu ke rumah sakit lalu kita pergi uhm maksudku kau eh kita akan pergi bersama menjenguk Nathan.


aku tidak mau... sudah sana pergi !seru Nayla.


dasar payah, menyebalkan, egois , tidak peka Nayla yang kesal masuk ke dalam walk in closet dengan menggerutu tiada henti.


Aarav menendang pintu kamarnya karena kesal dari luar,Aww astaga kenapa pintunya keras sekali Ucap Aarav.


Aarav memijat kakinya yang terbalut sepatu hitam karena sempat terkena pintu karena ulahnya sendiri.


Aarav pergi keluar Mansion dengan kesal akan sikap Nayla yang mudah berubah itu.


Satu jam berlalu Nayla turun ke dapur dia mencari cari keberadaan Aarav namun dia tidak menemukan suaminya itu.


Nayla memakan sarapannya, lalu dia bergegas akan ke rumah sakit menjenguk Nathan.


Aarav duduk dengan gaya arogannya dan berbicara serius dengan asisten utusan tuan Albert, dia membicarakan tentang Sofia dan rekannya chealse yang sudah di laporkan oleh Albert ayahnya sendiri , sedangkan chase dia di urus oleh Marquez .


Marquez sendiri lah yang membawa Chase ke kantor polisi setelah mendapat perintah dari Aarav .


orang yang telah menyabotase mobil milikku juga sudah tertangkap, dia juga rekanan Sofia jadi aku harap semua masalah ini selesai Seru Aarav.


mereka semua sudah berada di dalam sel tahanan kembali dan tuan Albert menitipkan bingkisan ini untuk anda Ucap Mytha sang asisten .


terima kasih untuk semua kerja sama nya dan untuk pemberian ini seru Aarav.


kalau begitu saya permisi saya masih ada keperluan lain saya akan menjenguk sahabat saya Nathan .


Aarav dan Mytha saling menjabat tangan dan mengakhiri pertemuan mereka.


Nayla sampai di rumah sakit dia memasuki ruang rawat Nathan, Nayla menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat pemandangan yang tidak biasanya Shilla dan Nathan tengah berpelukan.


Uhm, , , Nayla sedikit membuat suara agar keduanya menyadari kehadiran Nayla .


Shilla dan Nathan melepaskan pelukan mereka, apa aku mengganggu kalian? tanya Nayla dengan menahan tawanya.


Shilla dan Nathan nampak canggung karena kehadiran Nayla, mereka tersenyum dengan kaku .


tentu saja tidak kak, aku tadi... aku hanya... Shilla menjawabnya dengan begitu gugup.


sudah lah Shilla kakak tidak akan melakukan interogasi denganmu ucap Nayla, kau dan Nathan sudah sama sama dewasa kakak mengerti semuanya ucap Nayla dengan terkekeh.


Shilla dan Nathan saling memandang lantas keduanya saling bertukar senyum, Nayla turut tersenyum melihat keadaan adiknya yang jauh lebih baik dari pada kemarin.


oh iya Nathan apa kau tahu? Shilla kemarin terus menerus menangisi keadaanmu seru Nayla.


Kakak jangan membicarakan itu Ucap Shilla dia bahkan menutup mulut Nayla dengan tangannya.


Benarkah? tanya Nathan dengan memandang Shilla dasar cengeng ejek Nathan dia terkekeh dengan tingkah Shilla.


Shilla berteriak saat Nayla menggigit tangannya, Ahh astaga kak... kau menggigit tanganku ! rutuk shilla .


maaf aku hanya mencoba melakukan pertahanan karena mendapat serangan darimu kekeh Nayla.


kau ini menyebalkan sekali rutuk Shilla.


Nathan dan Nayla tertawa bersama melihat tingkah Shilla yang seperti itu.


*Nathan bagaimana keadaan mu? tanya Nayla


aku sudah boleh pulang dan yah luka di kakiku hanya tinggal menunggu beberapa waktu saja ucap Nathan*.


Nayla dimana Aarav, dia tidak ikut bersamamu ? tanya Nathan


dia sedang ada pertemuan entahlah aku tadi sedikit berdebat dengannya seru Nayla .aku akan memintanya kemari ucap Nayla.


di dalam mobil Aarav membuka bingkisan dari tuan Albert, tangannya perlahan membuka isi kotak terbalut pita Aster yang terselip di atas kotak.


Terima Kasih karena sudah membantu ,anggaplah ini sebagai kenang kenangan dari ku tertanda Albert.


Aarav tersenyum setidaknya semua masalah yang menimpanya sudah berakhir, Aarav memandangi sepatu bayi mungil berwarna coklat itu dengan binar bahagia Aarav menyimpan kembali sepatu pemberian Albert.


dia segera melajukan kendaraannya menuju rumah sakit untuk menjemput istri, adik dan sahabatnya itu.


Nayla mengirimi pesan memintanya untuk menjemput mereka karena Nathan telah di perbolehkan pulang.