Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
Mengungkapkan.



Semakin lama hubungan ketiganya semakin dekat waktu berlalu dengan cepat selama 3 bulan ini Aarav rutin mengunjungi kedua kakak beradik itu hanya untuk sekedar makan siang bersama atau menjemput mereka dan makan siang di luar toko.


"Kakak aku pergi dulu ya kak.!" Pamit Shilla.


"Kau mau kemana Shill?"Tanya Nayla.


"Ke Toko buku kak,Sekalian nanti sebelum pulang aku membeli bahan bahan kue.Bolehkan kak aku pergi?" Rengek Shilla.


"Tapi ini sudah hampir malam,Apa Kau tidak bisa menunggu.Selesai menutup toko nanti,aku antar kan Kau ke sana?"Usul Nayla.


"Tidak Kak,Ayolah Kak.Izinkan aku pergi ya,ini masih jam 5 sore.Aku janji, sebelum toko tutup aku sudah kembali."Tutur Shilla.


Nayla menghembuskan nafas lelahnya."Pergilah,tapi ingat sebelum toko tutup kau sudah harus kembali."titah Nayla.


"Baik Kak, Muach I Love You so much." Shilla pergi berlalu meninggalkan toko.


Aarav selesai dengan meeting nya dan kini berkutat di depan komputer nya.Nathan masuk dan melangkah menghampiri Aarav.


"Kau lembur lagi Aar?" tanya Nathan.


"Iya Nath,Aku harus menyiapkan sesuatu untuk seseorang jadi aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu." Jelas Aarav.


Ada Apa Nath? " Imbuhnya.


"Aku akan pergi ke Toko Buku,Jadi aku tidak bisa menemanimu! " Ucap Nathan.


"Pergilah Nath,Aku juga hanya satu jam lagi disini setelah itu aku akan menjemput Nayla."Jelasnya.


"Baiklah,Kalau begitu Aku pergi dulu Aar. Bye." Pamit Nathan.Aarav hanya mengangguk.


Nathan keluar dan menuju mobilnya,Sekarang dirinya melajukan kendaraannya ke toko buku..


Nathan sampai di toko buku,dia mulai masuk dan berjalan melihat tumpukkan buku yang dijajarkan dengan rapi di rak besar.hingga langkahnya berhenti di rak paling ujung,dan matanya menatap buku berukuran sedang dengan judul Action-adventure.Tangannya tergerak untuk meraihnya,namun ketika dirinya hendak menarik buku itu.dibalik rak juga ada tangan lain yang hendak menarik nya.


"Maaf,Siapapun yang di sana.Tolong lepaskan buku ini, aku akan membeli yang ini." Ucap Shilla dengan Suara Cempreng Khas miliknya.


"Oh Hallo,Nona aku yang lebih dulu melihatnya. Sebaiknya Kau lepaskan tanganmu itu,dari buku ini."Tutur Nathan dengan santainya.


"Tidak mau,aku yang lebih dulu menemukannya.Kau saja yang lepaskan! " Pinta Shilla dengan melotot kan matanya.


"Tidak,Aku yang lebih dulu melihatnya." Kekeh Nathan.


Perdebatan Keduanya,membuat seisi pengunjung melihat ke arah keduanya.


"Nona,Tuan. Tolong jangan bertengkar disini! "Seorang Petugas Keamanan menghampiri mereka.


Kini mereka di haruskan untuk berdamai dan buku itu jatuh ke tangan Nathan Karena Nathan merebutnya, ketika Shilla merenggangkan cekalan tangannya pada buku itu.


"Kau!"Shilla marah dan keluar dari toko dengan mulut yang tak henti menggerutu.


Nathan tersenyum penuh kemenangan,Kini dirinya sedang melakukan pembayaran di kasir.


Aarav sedang dalam perjalanan menuju toko kue Nayla,Dia membawa gaun Pesta yang tadi ia beli di butik sekitar tokonya.Hari ini,Aarav ingin mengajak nayla makan malam berdua.Aarav sampai dia memarkirkan kendaraanya didepan toko.dia turun dan melangkah masuk.


"Hai Cherry!" Sapa Aarav.


"Hai Aar.! " Jawab Nayla.


"Nanti malam Jadikan Kita pergi?" Tanya Aarav.


"Tentu,Aku hanya, -


"Tidak usah Pulang,Kau pakai gaun ini.Aku membeli nya tadi sebelum kesini."Aarav memberikan Paper bag di tangannya pada Nayla.


"Tapi ini,Kau berlebihan sekali Aar. ini gaun yang sangat mahal ." Celetuk Nayla.


"Tidak Nay,Kau pantas mendapatkannya.Pakai lah,aku sangat ingin melihatmu mengenakannya."Aarav dan senyum tampannya. mNayla mengiyakan dengan tersenyum,matanya berbinar.rasanya hatinya menghangat,Aarav selalu memperlakukannya seperti Princess.


"Kau kenapa Shill? " Tanya Aarav.


"Shilla,Katanya Kau mau membeli buku.lalu dimana belanjaan mu?" Nayla ikut menimpali.


Shilla mengerucutkan bibirnya."aku tidak mendapatkannya Kak,jadi Aku kesal dan aku tidak jadi berbelanja bahan bahan kue." Tutur Shilla.


"Kenapa bisa Kau tidak mendapatkannya?" Tanya Aarav.


"Seorang Pria berebut dengan ku,dan dia mendapatkan buku itu kak Aarav,dia menyebalkan. bahkan,buku itu ditariknya ketika aku lengah. "gerutu Shilla dengan wajah masamnya.


Nayla hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala nya."Apa Kau mau kakak belikan buku yang lain, nanti besok akan kakak antar mencarinya."Tawar Aarav.


"Tidak usah Kak,buku itu hanya di cetak terbatas pasti sudah habis sekarang."Jawab Shilla masih dengan wajah masamnya.


Kau mau makan malam berdua kan dengan kak Nayla?" Imbuhnya.


"Kak Nayla bersiap siaplah,biar aku yang disini."


Nayla mengiyakan dia sekarang sedang berganti pakaian dan merias dirinya sendiri.


"Apa Kau yakin tak apa Kakak tinggal Shill?"Tanya Aarav memastikan.


"Iya Kak,Tenang saja.Aku baik baik saja!"Terang Shilla. Setidaknya mood nya sedikit membaik,Ketika melihat Kebahagiaan kedua kakak nya.


"Ya Tuhan,Kau Cantik Sekali!"Teriak Shilla membuat Aarav mengalihkan perhatiannya dari ponsel.


Aarav terkesima melihat Nayla dengan tatanan rambut tergerai dan polesan make up tipis yang terpadu sangat pas di wajah Nayla.


Shilla menepuk bahu Aarav."Kau bisa terlambat,Jika terus memandanginya kak Nayla terus."Celetuk Shilla.


Aarav menggaruk lehernya yang tidak gatal,dia malu karena tertangkap basah oleh Shilla ketika memandangi Nayla tadi.


Bisa kita pergi sekarang?"Tanya Nayla.


Aarav mengulurkan tangannya,Nayla menyambut uluran tangan Aarav.


"Kami pergi Shill"Pamit Keduanya.


Shilla tersenyum mengangguk,dia ikut bahagia dengan hubungan keduanya.


Aarav dan Nayla yla sudah berada di dalam Restoran.


Aarav mengosongkan Restoran nya,untuk dinner dengan Nayla.dia menghiasnya sedemikian rupa.Nayla terpana dengan suasana romantis yang dilihatnya, dirinya berpikir ini hanya makan malam seperti biasanya."pantas saja Aarav memberinya gaun untuk acara malam ini, ternyata makan malamnya semewah ini."batinnya bergumam.


Nayla merasa gugup."Apa Kita tak salah tempat Aar? " Tanya Nayla.


Aarav menggenggam tangan Nayla."Tidak Nay,Kita memang akan makan malam disini.Nayla,aku rasa aku sudah tak bisa menahan nya lagi,mungkin ini terlalu cepat untuk Kau pahami.tapi aku bersungguh sungguh dengan Ucapan ku ini Nay,


Nayla hanya diam mendengarkan.


"Nayla apa kau bersedia menjadi pendampingku Nay? "Ucap Aarav.


Nayla berbinar,dia tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.dia terlalu speechlessdengan permintaan Aarav,hingga membuatnya menganggukkan kepalanya lagi.


Aarav mengambil Kotak Kecil di sakunya,kotak beludru berwarna navy,dia membukanya dan menyematkan cincin bermata satu itu ke jari manis Nayla.


Nayla tak sanggup lagi membendung kebahagiaannya, Air matanya mengalir. Aarav memberikan hal terindah yang paling di impikan Semua Wanita.Kepastian dan Bukti Cinta yang nyata.


Aarav mendekati Nayla untuk memeluknya,mencium Keningnya sangat lama.Mereka saling memeluk erat satu sama lain,Seolah mengantarkan rasa sayang dan bahagianya lewat pelukan itu.


Entah Siapa yang paling berbahagia detik ini,yang jelas keduanya enggan melepaskan Pelukan itu.. Suasananya menjadi hangat akan kebahagiaanya yang mengular dari Keduanya.


....