
seminggu telah berlalu semenjak pertemuan shilla dan darren di super market waktu itu.
pagi kak Aarav ...
pagi kak nayla ....
shilla mengecup kedua pipi kakak nya itu.
kau mau kemana shilla ...??"Aarav heran dengan shilla yang sepagi ini terlihat sangat rapi dari biasanya.
shilla sepagi ini kau akan kemana sayang timpal nayla dengan melihat penampilan adiknya dari atas ke bawah....
aku ada janji dengan temanku kak... boleh kan aku pergi??
kalau begitu akan kakak antar nanti.. kau akan kemana memangnya?? "Aarav
tidak usah.... tidak perlu mengantarku kak temanku akan kemari menjemput ku... "shilla.
tapi shilla... temanmu yang mana kakak hanya tahu kau berteman baik dengan Vivian Lee ...apa dia sudah kembali dari jepang.."timpal nayla.
bukan vivi kak... dia seorang pria kak.. "shilla beranjak dari duduknya saat mendengar bunyi klakson menggema di telinga nya .
itu pasti temanku kak....
kak Aarav kak nayla aku pergi yah... shilla meninggalkan ruang makan dan menghilang di balik pintu.
shilla kau belum sarapan sayang! ..nayla sedikit berteriak...
nanti saja kak.... aku sudah terlambat....shilla menyahut dengan suara cempreng miliknya.
terdengar suara mobil yang kian menjauh dari mansion...
sudah lah sayang biarkan shilla menikmati waktu weekend nya ...Aarav menahan nayla yang tadi hendak melangkah keluar.
nayla menurut mereka kembali menghabiskan sarapan nya...
nayla ada di kamarnya dia sedang memainkan handphone nya... dia bermain game dalam ponselnya.
Aarav berbicara dengan seseorang di telepon diluar balkon kamarnya .
"ikuti adikku.... pantau dia dari jarak aman.. jangan membuatnya curiga... pastikan dia baik baik saja.... laporkan padaku jika lelaki itu mengacau. "
baik tuan saya mengerti.
panggilan berakhir......
Aarav kembali masuk ke dalam kamarnya dia meraih laptop miliknya dan duduk di sofa kamarnya mengotak atik laptopnya...
mengecek setiap email yang masuk semenjak nayla hamil Aarav lebih suka menghabiskan waktunya dengan nayla.
dia mengerjakan pekerjaan kantor nya di mansion.... agar dia bisa memastikan keadaan istri tercinta nya.
nayla merasa bosan....
seandainya toko kue ku tidak kebakaran pasti aku tidak akan duduk diam di sini.... ini sungguh membosankan.... "gumamnya dalam hati.
nayla melirik ke arah Aarav... dia tersenyum kecil dan perlahan mendekati suami nya itu.
Aarav terlalu fokus dengan laptopnya membaca data yang tertera di sana.
nayla memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangan nya di leher aarav.
Aarav tersenyum di kecup nya punggung tangan nayla yang melingkar di lehernya...
nayla berpindah posisi ke depan Aarav dan Aarav menarik pinggang nayla. menjatuhkan nayla dalam pangkuan nya.
kini nayla duduk di pangkuan Aarav dengan tangan melingkari lehernya dan menyandarkan kepala nya di bahu kekar suaminya ...
Aarav kembali melanjutkan pekerjaannya....
Nayla tersenyum dengan sikap Aarav yang peka akan keinginan nya yang selalu manja akhir akhir ini.
sayang.... nayla mengerucutkan bibirnya. . .
ada apa? kau memerlukan sesuatu hm...
tidak ....aku lapar.... cicit nayla...
kalo lapar kau tinggal bilang pada bibi lindsay dia akan menyiapkan nanti.. "seru Aarav .
bukan itu... aku mau makan mangga ...
baiklah kau tunggu di sini aku akan memanggil bibi lindsay sebentar ..."Aarav hendak bangun dan memindahkan nayla ke sofa..
jangan bilang bibi lindsay. . . .!
lalu kau maunya bagaimana sayang hm ...? Aarav mengusap kepala nayla .
alu ingin kau memanjat pohon mangga dan mengambilkan nya untuk ku. ...nayla berucap seraya memelas kan wajah nya sehingga Aarav ikut terenyuh melihatnya. ..
Aarav sedikit heran akan permintaan aneh nayla yang akhir akhir ini membuat nya sedikit geli mendengarnya...
namun Aarav tahu dan mencoba mengerti akan hal itu,,,,,mungkin nayla sedang mengalami fase yang di sebut semua orang sebagai ngidam.
Aarav mengangguk. ...baik lah sekarang aku akan cari pohon mangga nya dulu. . . Aarav meraih kunci mobil nya...
kau tunggu lah di rumah aku akan mencarinya...
aku ingin ikut... aku tidak ingin di rumah saja.... boleh kan sayang..? ...
baiklah tunggu.... Aarav menuju ke arah lemari dia mengambil mantel tebal untuk nayla dan memasangkannya di tubuh istrinya itu.
Aarav aku tidak mau memakai mantel.... "nayla mengerucutkan bibirnya.
cuacanya mendung dan di luar dingin pakai atau kau tidak boleh ikut dan tunggu di rumah saja . . . .
kau sengaja kan ....aku tidak suka dengan mantel mu ini... mantel ini tebal sekali.... nayla menggerutu tiada henti.
Aarav mengacuhkannya....
baiklah kau ini menyebalkan sekali...
kau membuat terlihat seperti badut aku terlihat gemuk mengenakan nya ... nayla mengoceh tiada henti
mereka keluar menuju pelataran mansion tempat terparkir nya mobil dan masuk ke dalam mobil . .
pakai seat belt nya sayang ....
nayla hanya mengangguk dia masih menggerutu di dalam hati raut wajahnya terlihat masam...
Aarav membiarkan nayla cemberut... ia hanya tidak ingin nayla kedinginan untuk kali ini ia egois katakan saja seperti itu.
Aarav melajukan mobil nya meninggalkan halaman mansion..
aarav mengedarkan pandangan nya pada sisi kanan dan kiri bahu jalan.... dia mencari pohon mangga yang sekiranya sedang berbuah...
mereka menyusuri jalanan.... hampir dua jam namun belum juga menemukan pohon mangga yang berbuah ...
setelah lebih dari tiga jam akhirnya Aarav menemukan pohon itu dia menepi dan turun dari mobil nayla mengekor di belakang nya...
Aarav melangkah ke arah rumah mungil di pinggir jalan... dia mengetuk pintu rumahnya ..
seorang wanita paru baya keluar membukakan pintu dan di belakangnya ada pria paru baya yang juga berdiri di belakangnya.. terlihat seperti pasutri yang sudah lansia...
keduanya menatap penuh tanya... kepada dua orang yang mengetuk pintu rumahnya itu.
*maaf nyonya aku mengganggu waktu mu ..
apa pohon mangga di depan rumahmu ini boleh aku panjat aku ingin memetik mangga untuk istriku...
dia sedang hamil dan ingin sekali makan buah langsung dari pohon nya*...
nayla tersenyum kikuk mendengarkan penuturan Aarav suaminya yang dirasa terlalu jujur...
sang wanita paruh baya itu melirik ke belakangnya seolah meminta persetujuan pria paruh baya di belakangnya itu.
lalu pria paruh baya itu mengangguk dan keduanya tersenyum hangat ke arah Aarav dan nayla .
kemari lah nak kau dudu dulu... kau sedang hamil kan kau pasti lelah duduk lah dulu "ucap wanita paruh baya itu.
Aarav memberi isyarat agar nayla menuruti keinginan wanita itu.
nayla masuk dan menjatuhkan bokongnya di sofa...
kau bisa memanggil ku rachel.... dan dia suami ku Michelle... "ucap wanita paruh baya itu.
nayla mengangguk paham...
aku nayla dan dia Aarav suamiku....
baik lah anak muda ayo aku antar kau memanjat pohon itu... ucap Michelle dan menuntun Aarav ke halaman depan.
*Aarav memanjat pohon itu dengan sedikit takut... dahinya berkeringat...
dia menghembuskan nafas nya gusar..
pasalnya sudah lama ia tak melakukan hal seperti ini*...
dulu saat kecil dia pernah terjatuh dan membuat kakinya terkilir, , sejak saat itu ia berhenti memanjat pohon.
setelah bergelut dengan rasa takutnya.. Aarav berhasil memetik beberapa buah yang di inginkan nayla istrinya...
dia turun dan berhati hati namun karena kakinya salah berpijak di dahan yang sudah rapuh , , ,
aww....
dia tersungkur ke tanah tidak terlalu tinggi karena jaraknya hanya sekitar dua meter dari tanah.
namun menorehkan rasa sakit pada pinggangnya....
kau tidak apa apa nak.... tanya Michelle segera mendekat dan membantu Aarav berdiri..
Aarav berdiri dan memunguti buah mangga nya ia sedikit meringis menahan sakit di pinggangnya.
aku tidak papa tuan Michelle...
ayo masuk kita temui istri mu di dalam.. Michelle menuntun Aarav dan ikut membawakan mangga nya...
nayla menoleh ke arah Aarav yang berjalan tertatih di bantu oleh michelle...
*sayang kenapa dengan pinggang mu itu ...
nayla menghawatirkan Aarav yang berjalan tertatih ke arahnya .....
seraya memegangi pinggang nya dengan sebelah tangan nya....
Aarav hanya tersenyum... tidak apa apa hanya terjatuh tadi...
rachel tersenyum ke arah michelle suaminya..
dia mirip seperti mu saat muda michelle ....rachel terkekeh michelle ikut mengiyakan.
tunggu sebentar di sini nak... rachel berlalu ke dalam kamarnya dan kembali menemui Aarav dan nayla ..
oleskan obat ini di pinggang mu... sakit nya akan mereda dan lebih baik di gunakan beberapa kali hingga rasa sakit nya hilang...
nayla meraih obat itu... Aarav hendak membayar mangga yang dia petik ,, namun michelle dan rachel menolaknya... mereka merasa senang akan kedatangan Aarav dan nayla ....
lain kali mampir lah lagi kemari "ucap rachel..... nayla dan Aarav mengiyakan.
mereka memutuskan untuk kembali ke mansion dan berterima kasih kepada dua pasangan yang tak lagi muda itu.
kini keduanya kembali ke dalam mobil.... Aarav hendak melajukan mobil nya namun tangan nayla menghentikan nya.
tunggu dulu sayang ...buka kemeja mu... cicit nayla ...
apa? membuka kemeja ku... di sini...
nayla mengangguk ....
ayolah sayang tunggu sampai di rumah saja... di sini terlalu sempit...." seru Aarav
terlalu sempit apanya hah ?? nayla keheranan... akan pernyataan Aarav..
hm... tempat nya... mobil ini terlalu sempit untuk itu... aku tidak bisa bebas bergerak...
nayla mencerna kata kata Aarav dan dia mengerutkan keningnya... seakan paham arah pemikiran suaminya ini.
dasar mesum..... ...
kau ini menyebalkan sekali.. sudah sana kau oleskan saja sendiri... "ketus nayla
nikmati saja rasa sakitnya... aku tak akan mengobati mu.... nayla membuang wajahnya ke arah lain.
Aarav menahan tawanya...
nayla menengok kembali ke arah Aarav dia tidak tega akan rasa sakit di pinggang suaminya itu.
aku hanya akan mengoleskan salep ini di pinggang mu... kau ini selalu berpikiran yang aneh aneh saja.
Aarav terkekeh ...
aku hanya menggoda mu saja ucap nya dan membuka kemeja nya nayla mengoleskan salepnya dengan mata berkaca kaca ..
hei sayang apa ini...kenapa kau menangis hm...
kau jadi jatuh gara gara aku cicit nayla yang kini menundukkan kepalanya.
Aarav menghembuskan nafas nya pelan...
Dia mendekati nayla dan merangkul wanita itu dalam pelukannya..
sayang sudah lah... jangan terlalu di pikirkan... ini hanya luka kecil...
ini juga untuk calon baby kita... sudah yah jangan menangis lagi... hm... Aarav mencium puncak kepala nayla.
nayla mengangguk dalam pelukan hangat Aarav.
mereka kembali ke mansion...
setibanya mereka di mansion Aarav menyerahkan buah mangga itu kepada bibi lindsay untuk di cuci dan di kupas.
bibi lindsay menyerahkan nya pada nayla ...nayla memakan nya dengan lahap...
Aarav tersenyum melihat nayla yang begitu menikmati buah yang ia petik....
.
.
.
.
.
.
.
.*see you ❤
*thanks you semua nya.....
*jangan lupa baca novel nya aku yang satunya yah judulnya Deep you*...