Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
sedikit menggoda



Darren yang sedang berada di bandara melihat Aarav dan Nathan, Darren mengernyit bingung karena Nathan terlihat membawa koper seperti dirinya ,Ayah aku akan menyapa kak Aarav sebentar ucap Darren.


baiklah kau pergilah nak ayah akan menunggumu di sini ucap ucap ayah Darren.


kak Aarav, Nathan kalian sedang apa di sini dan Nathan kau akan kemana membawa semua itu? tanya Darren dengan memicingkan mata.


Aarav menerima panggilan dari kliennya dia menepi dan menjauh dari Darren dan Nathan.


aku akan pergi ke London ucap Nathan.


apa? tapi untuk apa kau ke sana, lalu kau meninggalkan Shilla begitu saja! ucap Darren.


tidak ....aku tidak meninggalkannya kau yang akan menjaga Shilla, bukan aku seru Nathan dengan senyum datarnya.


What? wait........ aku ? tanya Darren .


iya kau... bukankah kau dan Shilla sudah meresmikan hubungan kalian ucap Nathan.


astaga seandainya memang benar begitu aku pasti akan merasa sangat bahagia seru Darren.


dia tidak menerima perasaanku aku rasa dia sudah mencintai orang lain dalam hatinya, Ucap Darren sembari menepuk bahu Nathan.


aku akan meneruskan Study ku di London ,semoga kita akan bertemu di sana aku pergi dulu ucap Darren.


Nathan mengangguk, Aarav kembali menemui Nathan.


Nathan aku rasa aku harus segera kembali ke kantor ,ada sesuatu yang harus aku selesaikan ucap Aarav.


Aarav akan beranjak meninggalkan Nathan.


Nathan mencerna semua ucapan Darren jika Shilla tidak menerima perasaaan nya ,itu artinya Shilla dan Darren mereka astaga.... aku masih punya kesempatan untuk bersama macan garang itu gumam Nathan dalam hati.


Aarav tunggu ... aku ikut bersamamu teriak Nathan.....


apa? kenapa kau ingin ikut bersamaku kembali ke kantor? apa ada yang tertinggal ? tanya Aarav dengan bingung.


ada..... hatiku tertinggal di sana ucap Nathan dengan tersenyum.


kau ini memang sudah tidak waras semalam kau mendadak ingin pergi ke London, dan sekarang kau ingin kembali ke kantor dan membatalkan penerbangan mu celetuk Aarav.


aku hanya sedang sedikit melakukan lelucon ucap Nathan dengan terkekeh, Lelucon mu ini sungguh tidak Lucu seru Aarav.


sudahlah kau ini selalu bicara teka teki ayo cepatlah.. aku akan ada meeting ucap Aarav.


Nathan dan Aarav kembali ke kantor mereka, selama diperjalanan Nathan tak hentinya mengulas senyum di wajah tampannya.


astaga apa dia sudah gila semenjak keluar dari bandara dia jadi senyum senyum seperti itu gumam Aarav dalam hati.


nona Shilla aku sudah menghubungi tuan Aarav, dia bilang akan segera ke kantor ucap Richard.


iya sudah terima kasih Richard seru Shilla.


aku mana bisa mengurusi urusan kantor, aku bahkan tidak tahu menahu tentang seluk beluk bisnis, kecuali bisnis mengelola toko kue gumam Shilla dalam hati.


ini sudah hampir 30 menit kenapa kakak lama sekali? celoteh Shilla.


Shilla yang merasa bosan menunggu kedatangan Aarav memutuskan untuk menunggu di loby ,Shilla memasuki lift dan menekan tombol satu.


lift bergerak turun setelah lift berhenti Shilla keluar dia berjalan menuju ruang tunggu yang ada di loby.


Aarav dan Nathan keduanya sampai di kantor,


Aarav berjalan terlebih dulu di depan dan Nathan mengekor di belakangnya.


Kak Aarav akhirnya kau kembali klien mu sudah lama menunggu mu dan aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi jadi aku turun kemari seru Shilla.


ya sudah tidak masalah aku sekarang sudah di sini ucap Aarav.


betapa terkejutnya Shilla melihat Nathan yang berjalan di belakang Aarav menuju ke arahnya .


dia masih di sini ,bukannya dia harusnya di bandara gumam Shilla....


Nathan menatap Shilla dengan senyum bahagia tersemat di wajah tampannya yang sedari tadi dia bawa dari bandara.


*kau hati hatilah ,kakak rasa Nathan mulai gila.


dia tak hentinya tersenyum sepulang dari bandara bisik Aarav pada Shilla*.


kenapa dia tersenyum kakak ?ucap Shilla dengan berbisik pula.


entahlah saat aku menanyakan kenapa dia ingin kembali? dia bilang hatinya tertinggal bisik Aarav.


tuan Aarav klien anda sudah menungggu di ruangan anda ucap Richard dengan menunduk.


baik lah, aku akan segera ke sana... Nathan Shilla aku pergi dulu, Shilla dan Nathan mengangguk bersamaan.


Nathan kau akan membawaku kemana? umpat Shilla yang merasa kesal karena Nathan menarik lengannya .


Nathan menarik dan menyeret Shilla keluar kantor dengan terburu buru, ya tuhan kakak benar Nathan memang sudah gila gumam Shilla dalam hati.


astaga Nathan hentikan kau menyakiti lenganku rutuk Shilla.


maaf maaf... aku tidak bermaksud menyakiti mu.


lepaskan tanganku ! kau lihat mereka semua memandang ke arah kita. kau membuat kita menjadi tontonan seru Shilla dengan mendengus kesal, astaga ! seluruh karyawan kakak memandang ke arah kita, Nathan kau membuatku malu timpal Shilla.


biarkan saja aku tidak perduli dengan semua itu, yang aku pedulikan hanya kau dan jawabanmu ucap Nathan.


Shilla masih melihat sekelilingnya saat ini dia masih di halaman kantor, para karyawan yang berlalu lalang melihat keduanya dengan tertawa.


Shilla aku ingin berbicara empat mata denganmu seru Nathan.


kau ini sedari tadi apa kau tidak bicara hah... kau ini bertele tele sekali, cepat katakanlah! ucap Shilla dengan mencebikkan bibirnya


Shilla aku ....aku -


sebenarnya aku -


aku apa Nathan? kau ini jangan berteka teki lagi denganku ! ucap Shilla dengan wajah yang sudah merah padam menahan kesal.


aku mencintaimu .... ucap Nathan dengan satu tarikan napas.


Shilla mengernyitkan dahi, iya aku tahu kau memang sudah pernah mengatakannya bukan celoteh Shilla.


Nathan memicingkan matanya tapi kau belum menjawabnya ucap Nathan dengan mendengus kesal.


Shilla terkekeh dia menahan tawanya, jadi kau membatalkan kepergian mu karena belum mendapatkan jawaban dariku ,benar begitu bukan? tanya Shilla.


kelihatannya bagaimana? tanya Nathan yang sudah memanyunkan bibirnya.


astaga Nathan hentikan tingkah konyol mu itu seru Shilla.


jadi apa jawabanmu macan garang? iya atau tidak! ucap Nathan dengan begitu jengkelnya.


tidak..... ucap Shilla dengan tersenyum usil dia ingin sedikit menggoda Nathan.


mengapa tidak? harusnya kau jawab iya! ucap Nathan dengan muka masamnya.


kau ini..... kau bilang kau meminta jawaban ku kenapa jadi memaksa ku menjawab iya teriak Shilla.


hei macan garang turunkan nada bicara mu jangan berteriak di depanku, seru Nathan tidak terima karena Shilla menjawab kata tidak dengan begitu kerasnya.


astaga dia juga tidak menerima perasaanku, lalu siapa pria yang dia cintai sebenarnya gumam Nathan dalam hati.


Baiklah aku menyerah, aku akan menerima keputusanmu Nathan berbalik dia melangkah menjauh dari Shilla.


Nathan melangkah dengan wajah suramnya senyumnya menghilang langkahnya terasa berat kembali saat mengetahui jawaban Shilla.


apa kau tidak akan mendengar jawabanku teriak Shilla, Nathan berhenti dia masih memunggungi Shilla.


aku sudah mendengar jawaban nya jadi aku akan melanjutkan niat awal ku ucap Nathan dia kembali melangkah.


tapi kau hanya baru mendengar setengah jawabannya teriak Shilla.


aku sudah mengerti Nathan berucap dengan terus melangkah.


astaga dia ini.... tidak bisa diajak bercanda sedikit saja huh... Shilla mendengus Kesal.


aku tidak bisa menolak perasaan cintaku untuk mu Nathan Anderson teriak Shilla.


Nathan menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah Shilla.


kau bilang apa tadi? bisakah kau mengulanginya ucap Nathan.


aku memiliki perasaan untuk pria gila yang sangat menyebalkan dan sialnya aku juga mencintai pria gila itu seru Shilla dengan tersenyum.


Siapa nama pria gila yang kau cintai itu? tanya Nathan dengan tersenyum pula.


dia tidak punya nama ucap Shilla, ayolah kau jangan menggodaku ucap Nathan dengan membopong tubuh Shilla.


Nathan turunkan aku ucap Shilla, sebutkan dulu namaku dengan lengkap seru Nathan.


astaga dia benar benar gila ...baik baik aku akan mengatakannya, aku mencintai mu Nathan Anderson teriak Shilla.


Nathan dan Shilla saling melempar senyum.


See You ❤