Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
perubahan sikap



Aarav dan nathan menunggu di luar ruang rawat shilla dengan raut wajah cemas yang terpatri jelas di keduanya. marquez berinisiatif memberi kabar kepada elias lewat panggilan telepon dia melihat Aarav dan nathan yang sama sama kacau dan mereka berdua belum membersihkan diri mereka sejak kemarin .


setelah selesai menelpon elias. marquez meninggalkan rumah sakit dia akan menemui orang orangnya yang dia tugaskan untuk menangkap dua bodyguard itu.


sehari sudah shilla mendapat perawatan namun dia masih memejamkan matanya pengaruh obat membuatnya tertidur cukup lama,dokter bilang luka di tubuhnya cukup parah dan benturan benda tumpul di kepalanya juga cukup serius.


*california


nayla tengah menikmati sarapan pagi nya meski dirinya tidak berselera namun nayla tetap berusaha memberi asupan makanan pada perutnya itu yang kini telah ada kehidupan di dalam sana. dan menuntutnya bersikap baik baik saja demi calon baby mereka.


Aline dan Leanore turut menemaninya, ditengah makan pagi mereka elias tiba tiba masuk dan dia menyampaikan informasi yang di dengarnya dari marquez .


ketiga wanita berbeda usia itu cukup dibuat terkejut terlebih nayla dia sungguh tak bisa menahan rasa bahagianya yang membuncah seketika akan kabar telah ditemukannya shilla . namun nayla sempat bersedih menyayangkan dirinya yang tak bisa menemani shilla yang menurut elias masih terbaring.


aunty aku ingin sekali melihat shilla, bisakah aunty mengantarku ke kanada kembali ..",seru nayla .


aline sedikit melirik ke arah putrinya seolah tengah meminta pendapat dan Leanore mengangguk , aline tersenyum dan mengelus puncak kepala nayla. aline paham akan rasa rindu nayla kepada adiknya itu, tidak adil jika dia tak turut melihat kondisi shilla yang sudah kembali dengan selamat.


Leanore membantu nayla bersiap siap untuk keberangkatannya kembali ke kanada.


sedangkan aline tengah berusaha menghubungi Aarav dan nathan namun keduanya sama sama mengabaikan panggilannya.


ditengah kebingungannya aline tetap berniat mengantarkan nayla kembali ke kanada agar dia bisa turut menenangkan Aarav yang mungkin tengah terguncang dan kini sedang membutuhkan support nayla istrinya.


selama perjalanan ke kanada ke empat orang itu duduk dengan kursi terpisah kali ini mereka tidak menggunakan pesawat pribadi mereka mengenakan pesawat umum .


nayla berusaha menahan rasa mual nya sekuat tenaga , lama kelamaan kepalanya mulai terasa pusing. kini rasanya kepala nayla tengah berdenyut hebat sesampainya di bandara nayla dan yang lainnya turun dari pesawat ,nayla bergegas berjalan mencari toilet umum dan saat telah menemukannya dia memuntahkan semua isi perutnya .


Leanore ikut membuntutinya dia membantu nayla dengan memijat pelan leher nayla hingga nayla selesai dengan muntahnya dan dia membasuh mulutnya dengan air dan mengelapnya dengan tissue.


sayang apa kau baik baik saja... tanya aline yang melihat nayla dan Lea berjalan ke arahnya.


dia memuntahkan semua isi perutnya mom jawab Lea. aline ikut membawa nayla dan membantunya masuk ke mobil yang tengah di kemudikan elias.


*rumah sakit pov


Aarav terlihat masih duduk di ruang kamar rawat shilla dokter baru saja selesai memeriksa shilla namun dokter masih membutuhkan kesadaran shilla untuk mengetahui pasti apa yang tengah di rasakan shilla di kepalanya.


Aarav menunggu adiknya tersadar sementara menunggu tak lama handphone miliknya berdering.


Aarav mengangkat panggilannya" marquez menyampaikan jika dua orang bodyguard chase dan sofia berhasil mereka tangkap dan kini ada di dalam gudang di mansion Aarav .


Aarav hendak bangun dia mendekati shilla yang belum juga ada perubahan, dilihatnya sekilas nathan yang tengah tertidur di sofa karena kelelahan kini perlahan bangun dan membuka matanya.


aku titip shilla sebentar nath aku akan menemui orang yang harusnya bertanggung jawab akan semua ini. aku akan membuat perhitungan dengan mereka terlebih sofia Aarav hendak berlalu meninggalkan ruangan namun langkahnya terhenti saat dirinya berpapasan dengan nayla.


keduanya saling menatap dan tatapan mereka bertemu nayla tersenyum memandangi raut wajah suaminya tetapi Aarav membuang tatapannya ke arah lain, dan memutuskan kontak mata terlebih dulu .nayla mengernyitkan dahi senyum di wajah nayla memudar perlahan , Aarav aku sangat merindukanmu "ucap nayla .


nayla berlari ke arah suaminya dan langsung memeluk tubuh Aarav yang sangat di rindukannya pelukan nayla semakin erat Aarav hanya diam terpaku tanpa membalas pelukan nayla. nayla sedikit tidak mengerti akan perlakuan Aarav kali ini namun dia mengabaikannya. dia hanya ingin mencurahkan rasa rindunya pada pria yang kini menjadi suaminya.


kau pasti lelah duduklah dulu, seru Aarav sembari melepaskan pelukan nayla serta menjauhkan tubuh nayla dari dirinya, Aarav menuntun nayla untuk duduk di sofa nayla kebingungan akan tingkah aneh suaminya itu.


aline, Lea, dan nathan hanya diam menyaksikan itu semua raut wajah mereka pucat pasih menyembunyikan sesuatu yang di rasa akan menyakitkan nayla nantinya.


sebenarnya ada apa? kenapa mereka memandangiku dengan tatapan kasihan ",gumam nayla dalam hati.


aku ingin duduk di dekat shilla saja nayla beranjak dia menarik kursi dan mendudukkan dirinya di samping ranjang shilla .


aku akan pulang sebentar ke mansion untuk membersihkan diri ucap Aarav dia hendak melangkah. nathan memanggilnya "aku akan ikut dengan mu ", .Aarav mengiyakan keduanya berlalu pergi.


begitu banyak tanya dalam pikiran nayla dia tak mengerti semuanya terasa aneh untuk nya Aarav yang mendadak acuh dan berbeda dari sebelumnya.


nayla berusaha mengenyahkan pikiran buruk mengenai perubahan sikap suaminya itu , kini dirinya menatap shilla dengan tatapan sendu aline dan Lea memutuskan meninggalkan kakak beradik itu mereka keluar dan duduk di kursi panjang di depan ruang tunggu kamar rawat inap shilla.


kenapa dengan mu shilla ...siapa yang tega melakukan semua ini. ?


nayla mengelus pipi shilla tangannya bergetar rasanya nayla tak sanggup melihat keadaan shilla dan seluruh luka ditubuhnya itu. air mata nayla kian menetes saat nayla mengecup dahi shilla dengan sayang seolah ikut merasakan sakit yang kini dirasakan shilla .


setelah puas menangis, nayla yang baru saja melakukan perjalanan jauh dan sempat mengalami jetlag kini tertidur dengan posisi duduk di samping shilla .


shilla menggerakkan jarinya perlahan tapi pasti , tangannya berusaha dia angkat untuk menyentuh kepalannya yang sedikit pusing namun tangannya di genggam seseorang shilla melihat ke arah samping didapati nayla yang tengah menggenggam erat tangannya.


shilla tersenyum , , kakak... kau kah itu.",ucapnya kemudian dengan suara parau khas bangun tidur. nayla yang merasakan adanya pergerakan di ranjang perlahan membuka matanya.


shilla kau sudah bangun sayang kakak akan memanggilkan aunty aline dulu, ..kau tunggu sebentar saja ya sayang, nayla bergegas keluar menemui aline dan Lea..


aunty shilla sudah sadar apa aunty bisa mengecek keadaannya. "seru nayla


aline segera beranjak dari duduknya disusul lea yang ikut berdiri "aunty tidak membawa peralatan aunty sayang tunggu lah aunty akan memanggil teman aunty ."seru aline


Lea temani nayla dulu sayang... mom akan memanggil uncle Ronald. aline berlalu meninggalkan nayla dan Lea keduanya telah kembali masuk menemui shilla .


aline kembali dengan membawa rekan dokternya.


*nona nayla bisakah kita berbicara di ruangan ku saja "ucap Dr,.Ronald


baiklah dok, , kakak tinggal sebentar ya shil. kakak akan segera kembali " seru nayla*


shilla mengangguk.


penjelasan dari Dr. Ronald membuat nayla sedikit bernapas lega keadaan shilla baik baik saja tak perlu di khawatirkan luka di kepala nya akan segera membaik.


begitulah kiranya penjelasan nya saat nayla berada dalam ruangan Dr Ronald ,


nayla pamit keluar dari ruangan Dr.Ronald setelah mengantongi resep obat yang diberikan padanya nayla bergegas menuju apotik yang berada di rumah sakit itu.


sayup sayup nayla mendengar orang orang di sekitarnya bergunjing tentang dirinya para suster yang berpapasan dengan nya saling berbisik hingga salah seorang apoteker di tempat itu menegurnya.


apa yang anda perlukan nona.... ehm maaf aku harus memanggil anda dengan nama apa ? kau kan mantan istrinya tuan Aarav osmond kan ",ucap sang apoteker itu. tanpa perduli apapun apoteker itu berceloteh sesukanya.


mantan istri? apa maksud ucapan nya? nayla bertanya dalam hati tangan nayla memberikan catatan obat yang hendak ditebusnya. nayla ingin mencerca apoteker itu namun nayla berusaha menahan amarahnya ini bukan tempat yang tepat untuk mengacau. nayla tidak ingin menganggu semua pasien yang ada di rumah sakit ini.


nayla kembali menemui shilla.... rona bahagia nya kini menjadi raut wajah kecewa yang mana mendengar berita dirinya di sebut sebagai mantan istri.


"sebenarnya ada apa ?aku bahkan tidak merasa bertengkar atau menandatangi berkas apapun lalu bagaimana bisa orang orang itu menyebut dirinya makan istri Aarav osmond. "gumamnya dalam hati "


setelah shilla meminum obat yang di berikan nayla shilla tertidur dengan mudahnya,


nayla memejamkan matanya menahan rasa sesak yang kini mendera hatinya dia ingin segera menemui Aarav dan meminta penjelasan pada suaminya itu.


namun sejak kepergiannya pagi tadi Aarav bahkan belum menemuinya lagi padahal ini hampir malam hari.


*nayla yang merasa kram pada perutnya mencoba membawa dirinya agar bisa tertidur dan beristirahat.*


mungkin besok pagi ia akan meminta penjelasan pada Aarav ataupun nathan.


see you ❤*