Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
sebahagia ini



nathan dan Aarav melajukan kendaraannya menuju ke rumah sakit, sesampainya mereka segera melangkah ke ruangan dimana shilla dan nayla berada.


Aarav memasuki ruangan di susul dengan nathan shilla yang selesai menonton televisi kembali tertidur dengan nyenyak nayla yang masih terjaga tersenyum senang melihat suaminya telah kembali dan menemuinya.


Aarav ....desis nayla dia hendak bangkit dari duduknya namun Aarav memberi isyarat padanya agar tetap duduk di tempatnya Aarav mendekati nayla .


kenapa kau belum tidur...? seru Aarav dirinya turut duduk di sebelah nayla.


aku menunggumu.... ucap nayla wajahnya terlihat sangat kelelahan dan matanya mulai memerah menahan rasa kantuk yang melandanya nayla bahkan menguap beberapa kali .


Aarav menghembuskan napas lelahnya... tidurlah... kau harus istirahat jangan memaksakan diri untuk menungguku.


aku hanya ingin mengucapkan terima kasih "ucap nayla".


Aarav memutuskan untuk membawa nayla ke mansion agar istri tercintanya itu bisa tidur dengan nyenyak.


sesampainya di mansion Aarav dan nayla yang kini tengah berada di kamar mereka telah bersiap untuk beristirahat keduanya berbaring saling berhadapan.


sayang.... kau tahu lusa adalah ulang tahun shilla "cicit nayla " .


Aarav yang tengah memejamkan matanya kembali membuka mata ."kalau begitu kita akan menyambut kepulangan nya dari rumah sakit dengan kejutan pesta ulang tahun" .


sekarang tidurlah.... kau pasti lelah.. ucap Aarav dengan menepuk pelan bahu nayla .


nayla tersenyum dia mengangguk pelan dan merangsek ke dalam pelukan Aarav .


keduanya tertidur saling memeluk satu sama lain.


nathan tertidur di sofa dengan tidak nyaman dia merasa sesak dan pegal di seluruh badannya, berulang kali dia terbangun mencari posisi yang dirasa cukup nyaman, dan pada akhirnya nathan tertidur dengan kaki yang terjuntai ke lantai karena sofa yang ukurannya lebih kecil untuk ukuran tubuh nathan .


pagi menyambut ,hari ini nayla dengan semangat dan senyum manis miliknya terpatri indah di wajah cantiknya tertangkap jelas di kedua manik milik Aarav.


Aarav mengetikkan pesan di handphone nya dan kembali fokus dengan sarapannya.


nayla yang tengah duduk menyantap makanannya dengan begitu lahap menghabiskan sarapannya.


kau bertukar pesan dengan siapa sayang "seru nayla dengan memicingkan matanya.


aku hanya mengirim pesan pada nathan dan aku akan menyiapkan pesta kejutan untuk shilla .


kau tidak ke kantor hari ini?


tidak, , aku akan mengawasi mu saja...


untuk apa mengawasi ku , , aku tidak akan kemanapun ..sergah nayla dengan mimik wajah bingung.


mungkin saja kau akan meminta yang aneh aneh lagi seperti ,piyama dan mangga waktu itu.


kau ini.... itu kan sudah berlalu, , kau tidak tulus melakukan hal itu untuk ku dan calon baby kita yah ! hingga mengingat nya lagi dan lagi "nayla berdecak kesal dan meninggalkan dapur kembali ke kamarnya dengan mulutnya yang tak henti menggerutu kesal.


Aarav menahan tawanya, istrinya selalu saja punya kejutan . semenjak hamil mood nayla cepat sekali berubah sedikit sedikit cengeng, sedih, sebentar sebentar marah kesal dan saat ini dia tengah merajuk karena perdebatan kecil tadi.


nayla yang kembali ke kamar dengan santainya berbaring lagi ke kasur king size-nya itu ,dan tanpa sadar ia terlelap.


Aarav yang penasaran akan kegiatan nayla di dalam kamarnya selama merajuk itu pun menyusulnya .


Aarav tertawa geli melihat nayla yang tidur kembali dengan begitu lelapnya tanpa terganggu oleh ciuman yang Aarav berikan di seluruh wajah mulus istrinya itu.


"beristirahatlah jangan menyusahkan mommy mu ya baby... Aarav mencium perut nayla dan mengelusnya perlahan yang kini mulai terlihat sedikit menonjol " .


Aarav keluar dari kamarnya, di ruang tamu semua maid tengah di sibukkan dengan tugas masing masing untuk merayakan ulang tahun shilla.


"nath hari ini aku dan nayla akan menyiapkan kejutan pesta ulang tahun untuk shilla tolong kau jaga dia dan rahasiakan ini darinya ".


nathan membaca isi pesan dari Aarav dia sejenak berpikir dan membalas isi pesan bos yang juga sahabatnya itu.


"kau tenanglah aku akan menjaganya di sini "....


shilla memekik kesakitan saat suster melepas jarum infus yang ada di punggung tangannya.


apa aku sudah boleh pulang sus..."seru shilla saat suster itu selesai dengan tugasnya.


tinggal menunggu hasil pemeriksaan mu dari Dr Ronald dan kau bisa pulang "ucap suster itu .


suster itu pergi dan berlalu dari sana.


nathan berdehem...kau sudah ingin pulang "tanya nathan.


"siapa juga yang betah berlama lama berada satu ruangan denganmu shilla menjawab dengan ketus ".


nathan menghembuskan napas lelahnya "kau ini sedang sakit saja masih bisa garang seperti itu apalagi kalau kau sudah sembuh "kau pasti akan kembali menyebalkan desis nathan .


perdebatan kecil itu berlanjut hingga seharian penuh dan nathan yang sesekali ikut membantu shilla untuk sekedar mengupas kan buah yang dia ingin kan dan menyuapi shilla dengan lembut.


shilla memandanginya dengan tatapan yang sulit di artikan.


nayla yang tengah terbangun dari tidur siangnya merasa lapar dia keluar dari kamar dan mencari suaminya Aarav .


Aarav sedang duduk dengan tangan yang memegang laptop miliknya dia mengecek email yang dikirimkan pegawai kantornya .


Aarav aku ingin makan telur mata sapi. "cicit nayla dengan lirih namun masih mampu terdengar Aarav ".


kau bisa memintanya pada bibi lindsay sayang.? .. ucap Aarav dia masih memeriksa semua email yang masuk di laptopnya.


tidak mau.... aku mau kau yang membuatnya bukan bibi lindsay.... "ucap nayla dengan tingkah manjanya.


ya tuhan.... dia mengidam lagi gumam Aarav dalam hati.


baiklah a**yo.... aku akan membuatkan telur mata sapi *nya untuk mu.


Aarav* meninggalkan laptopnya dan bergegas menuju dapur.


aku ingin dua telur mata sapi dan telurnya harus bulat sempurna "ucap nayla dengan tangan yang dilipatkan di atas perut nya.


Aarav memulai acara masaknya dia mengambil dua telur dari lemari es, , Aarav meraih minyak dan menuangkannya di atas penggorengan lalu menyalakan kompornya.


Aarav mulai memecahkan telur itu .


namun hingga telur ke empat belum ada telur yang berhasil dengan kondisi bulat sempurna seperti permintaan nayla .


bagaiman dengan yang ini... Aarav meletakan piring berisi telur di hadapan nayla.


ini tidak bulat aku tidak mau memakannya ucapnya....


nayla dengan bosan mengetukkan jarinya di meja pantry.


sayang apa masih lama? seru nayla dengan muka masamnya.


aku sudah sangat lapar ,"timpalnya lagi" .


coba lihat ini....


ini masih belum bulat.... desis nayla


Aarav menghembuskan napas lelahnya , dia ini menyebalkan sekali aku harus bisa bersabar. dia begitu juga karena bawaan calon baby yang ada di perut nayla.


Aarav berdecak kesal dengan tingkah istrinya dia memasak dengan mulut menggerutu.


Sayang... kau marah yah...?


Aarav hanya diam tanpa merespon apapun.


sayang kau marah padaku yah...


nayla mulai turun dari kursi dan mendekati suaminya dengan manja dia menggelayuti lengan Aarav.


maaf kan aku .... sudah jangan lagi memasaknya ,,, kau tidak perlu menyelesaikannya ..aku tidak ingin menyusahkanmu "seru nayla .


Aarav tak tega membiarkan nayla tak bisa memenuhi keinginan anehnya untuk memakan telur mata sapi yang benar benar bulat.


Aarav dengan perlahan meraih tangan nayla dan menuntunnya kembali ke kursi untuk duduk.


aku akan berusaha sekali lagi kau tunggulah...


meski ragu namun nayla mengiyakan...


Aarav kembali mencoba agar telur mata sapi itu bisa bulat sempurna .


Aarav mencoba hingga berkali kali tepat setelah stok semua telur di kulkas tersisa dua butir Aarav memecahnya dengan hati hati dan hasilnya keduanya matang dengan ekspetasi nayla yaitu bulat sempurna .


Aarav dengan tersenyum bangga menghampiri nayla... menenteng piring berisi dua telur mata sapi bulat sempurna.


ini sesuai keinginanmu,, makanlah... habiskan makanannya sayang ...seru Aarav dia melepaskan Appron dan menanggalkannya di meja.


Aarav duduk dengan melihat nayla yang tersenyum senang bercampur haru dengan lahap menyantap masakan buatannya.


ini enak sekali ucap nayla ....dia bahkan makan dengan saus tomat dan membuat mulutnya belepotan terkena saus karena cara makannya yang sedikit bar bar dari biasanya.


sayang pelan pelan.... tidak ada yang akan meminta makananmu.... ",ucap Aarav dengan terkekeh.


nayla hanya tersenyum lebar menunjukkan deretan gigi putihnya...


sekali pun ada yang meminta.... aku tidak akan mau membaginya " ucap nayla dengan menjauhkan piringnya dari Aarav.


sayang.... kau menyebalkan sekali.... Aarav bangkit dari duduknya dia beranjak mendekati nayla.


Aarav memeluknya dengan sayang , nayla yang masih mengunyah hanya menikmati pelukan itu dengan terus menerus memasukan makanan ke mulut nya.


jika aku tahu kau sebahagia ini saat memakan masakan ku... aku akan rela jika harus memasak untuk mu setiap hari "ucap Aarav dengan mengecup puncak kepala nayla dengan sayang" .


nayla hanya menatap Aarav dan mencium pipi suaminya itu.


terima kasih sayang... kau yang terbaik ucap nayla dengan menyuapkan telur ke mulut Aarav .


dengan senang hati Aarav membuka mulutnya keduanya tersenyum satu sama lain.


aku tak akan membiarkan senyuman ini hilang lagi dari raut wajahmu nayla ...."gumam Aarav dalam hati " .