Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
sungguh memalukan



Aarav memandangi wajah nayla dari balik cermin , nayla masih tergulung selimut seperti kepompong di atas ranjang dengan posisi miring menghadap Aarav.


Aarav perlahan mendekat ke arah nayla, dia mengusap wajah istrinya, wanitanya, hidupnya , entah apa yang akan terjadi dengan ku? seandainya dulu aku tidak bertemu dengan shilla . lalu mulai mengenalmu dan aku terpesona di detik pertama aku melihat mu aku sudah mengagumi mu , Aarav menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah nayla.


nayla merasa kan sentuhan hangat di sekitar wajahnya, dia hanya meraih tangan Aarav tanpa membuka matanya dan menyembunyikan tangan suaminya di pipi mulusnya.


Aarav tersenyum melihat tingkah manis nayla sepagi ini, dasar pemalas "seru Aarav dia mencium kening nayla dan berbisik " .


bangun mommy.... daddy sudah menunggu mu ,ayo mommy kita jalan jalan ."Aarav menirukan suara seperti anak kecil "


Nayla yang sebenarnya sudah terbangun, nayla mendengar ocehan Aarav dia melengkungkan kedua sudut bibirnya menciptakan senyum yang semakin menambah kecantikannya.


sesuai rencana Aarav dan nayla keduanya kini berada di tempat yang menurut semua orang menjadi tempat paling romantis di dunia .


Nayla menghirup aroma di sekitar Menara Eiffel dengan sepenuh hatinya dia berdiri di tengah kumpulan merpati yang ada di sana.


Aarav dengan kamera yang di bawanya mengabadikan semua momentum liburan mereka , dia tak sekalipun melewatkan kegiatan nayla seperti saat ini nayla sedang memberi makan pada puluhan merpati yang ada di sana Aarav memotretnya.


nayla memberi isyarat agar Aarav mendekat, Aarav melangkah dan menghampiri nayla.


kamera mu bisa meledak jika hanya memotret ku saja !


"ucap nayla " tersirat nada ketidaksukaan dari kalimatnya.


biarkan saja, aku bisa membelinya lagi dan menggantinya dengan yang baru "ucap Aarav sikap arogan nya muncul kembali ke permukaan ".


nayla menekuk bibirnya... dasar semua pria memang tidak peka... nayla meninggalkan Aarav dia berjalan dan mendudukkan tubuhnya di kursi yang tersedia di sekitar Menara Eiffel.


Aarav mengerutkan dahi, ada apa dengan nya? tidak mudah mengimbangi kehamilan nayla, , dia jadi sensitive sekali , Aarav mendengus kesal dia menyusul nayla dan ikut duduk di samping nayla.


sebuah bola tanpa sengaja bergerak dan mengenai kaki Aarav dan berhenti tepat dihadapan Aarav dan nayla.


seorang anak lelaki yang masih terlihat usia 5 tahunan itu mendekat ke arah keduanya, anak kecil itu berhenti dan menatap Aarav dan nayla sebelum matanya mengarah pada bola yang hendak diraihnya.


Aarav membaca gestur bocah kecil di depan nya ini, dan Aarav dapat menebak jika bocah kecil ini sudah pasti takut dan malu untuk mengambil mainan miliknya.


ehm Aarav sedikit menggumam dan nayla menoleh ke arah nya dengan kerutan di dahinya.


Aarav bangkit dan dia meraih bola itu di tangannya, ini milikmu little boy, kemari lah jangan takut, uncle tidak akan menggigit mu " seru Aarav".


nayla menahan tawanya , dia merasa terhibur dengan kehadiran anak lelaki ini dan mengalihkan rasa kesalnya pada Aarav.


*kemari lah ini, ambil bola mu sayang , "seru Aarav".


anak kecil itu mendekat dan perlahan dia tersenyum ke arah Aarav dan nayla*.


Aarav membalas senyuman anak kecil itu ,


uncle ....apa kau mau bermain dengan kami "ucap anak lelaki lain yang lebih besar dari anak sebelumnya " .


dia adikku axel dan aku milan kakaknya itu bola kami uncle"seru milan " .


Aarav mengangguk mengerti , tidak butuh waktu lama milan dan Aarav bermain bola dan axel dia duduk bersama nayla , nayla mencubit dan mengecup pipi axel dengan gemas.


setelah bermain dan kelelahan Aarav hendak mengajak kedua bocah menggemaskan itu makan, namun seorang pria paru baya menghampiri mereka.


maaf aku ingin mengajak kedua anak ini pulang aku tadi sedang rapat dengan kolega ku dan milan mengajak adiknya bermain bola di sini aku kakek mereka berdua "ucap pria paru baya itu ".


ah iya tuan silahkan aku tadi ingin mengajak mereka makan siang bersama "seru Aarav "


maaf nak tapi aku harus segera kembali nenek mereka sudah menunggu di mobil dan aku sedang terburu buru jadi mungkin lain waktu saja ,ucap pria paru baya itu .


terima kasih sudah menemani mereka bermain tadi timpalnya lagi.


bye bye uncle, , bye aunty "seru milan.


axel hanya melambaikan tangannya dan memberikan kiss bye.


ketiganya berlalu meninggalkan Aarav dan nayla yang masih duduk di tempat yang sama.


mereka menggemaskan sekali "seru nayla " .


sama seperti mu sayang aku bahkan ingin sekali melihat senyumnya, mendengar tawanya, mengusap air matanya, menggantikan popoknya , aku ingin melakukan semuanya. "ucap Aarav ".


nayla ... suara Aarav memberat dia menatap nayla dengan tatapan yang teramat dalam menunjukkan rasa terdalam di lubuk hatinya.


terima kasih kau mau menjadi ibu dari anak anakku, aku sangat bersyukur tuhan berbaik hati memberikan mu sebagai pendampingku,


Nayla my future is you ..."seru Aarav" dia menempelkan keningnya dengan kening nayla .


Nayla meneteskan air matanya dia terharu akan ucapan Aarav yang begitu menyentuh relung hatinya.


nayla turut mengungkapkan isi hatinya.


aku sungguh sangat bahagia , semenjak kedatangan mu aku bisa merasakan kasih sayang seorang pria , merasa di cintai dengan setulus hati, melihat adikku merasa merasa nyaman dalam perlindungan mu.


kau bukan hanya suami untuk ku ....


kau menjadi ayah untukku dan shilla....


kau menjadi kakak yang begitu menyayangi shilla....


kau melakukan semua hal yang begitu berarti untuk ku dan shilla.


kau segalanya untukku.... nayla semakin terisak .


keduanya saling mengutarakan isi hati mereka hingga tiba tiba hujan mengguyur kota paris.


Aarav dan nayla saling tersenyum. hati mereka kembali menghangat seolah baru pertama kalinya mereka bertukar isi hati seperti tadi.


nayla melepaskan pelukan Aarav dia berdiri merentangkan tangannya menengadahkan wajahnya hingga tetesan hujan menyentuh wajah nya.


aku Almira Nayla Claudio , , sangat bahagia menjadi istri dari Aarav Osmond... nayla berteriak di tengah guyuran hujan itu.


Aarav tak mampu menyembunyikan rasa bahagia yang membuncah di hatinya.


nayla kau selalu mempunyai kejutan yang tidak pernah mampu aku bayangkan sebelumnya.


Aarav mendekap nayla mereka berdiri dan saling berpelukan dibawah guyuran air hujan....


setelah cukup lama mereka terbawa suasana romantis itu kini keduanya kembali ke hotel.


Aarav tengah bergelut dengan selimutnya dia tak henti hentinya bersin sejak kembali dari acara mandi hujan tadi.


nayla dengan telaten menyuapi Aarav bubur dan obat untuk suaminya itu dengan penuh perhatian.


nayla menahan tawanya sekuat mungkin namun Aarav masih bisa melihat itu.


*kau kenapa tertawa? ...seru Aarav


tidak... aku hanya* -


kau menertawakan suami mu.... kau ini jahat sekali "Aarav membuang wajahnya ke arah lain " .


hei dengarlah... aku menertawai kita... "ucap nayla ".


kita? memangnya apa yang kau ter tawakan nayla? ..


kau ingat tadi kita seperti anak remaja saja yang baru mengenal cinta dan itu sungguh konyol mengingat bagaimana tadi kita saat di sana ,,dan sekarang kau malah terserang flu seperti ini "ucap nayla" .


kau benar sekali..... astaga ini sungguh memalukan "seru Aarav dengan meremas rambutnya ".


nayla dan Aarav tertawa lepas bersama....


aku akan menceritakan ini pada shilla dan baby kita nanti seru nayla di tengah tawanya.


sayang yang benar saja... ini tidak lucu kaubsungguh menyebalkan" rutuk Aarav " .


kau salah ini kenangan termanis yang akan menjadi sejarah dalam perjalanan kisah cinta kita.... nayla tersenyum dan kembali memeluk Aarav.