Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
Akhir yang bahagia(epilog)



Aarav keluar kantor karena mendengar riuh tepuk tangan dari halaman kantor. Aarav yang baru saja menyelesaikan Rapat segera meninjau keadaan yang terjadi, Aarav menatap dengan tatapan geli saat melihat Nathan dan Shilla saling berpelukan ditengah kerumunan.


harusnya Nayla melihat ini dia pasti akan sama sepertiku, aku seperti sedang menonton siaran ulang saat saat romantis ketika berlibur dengan Nayla gumam Aarav.


Aarav bertepuk tangan dengan sangat keras hingga Shilla dan Nathan menoleh kepada Aarav bersamaan.


Nathan yang terkejut melihat adanya Aarav di tengah kerumunan karyawan itu, melepaskan Shilla begitu saja hingga Shilla memekik kesakitan karena terjatuh ke aspal .


*aww......


Nathan kau ini .....


astaga bokongku sakit sekali gumam Shilla dalam hati*...


ya tuhan Kakak!


Shilla kembali menatap Aarav dengan begitu kaku , dia merasa malu juga bingung menghadapi kakak nya Aarav.


apa kalian akan menjelaskan sesuatu padaku? tanya Aarav.


Nathan mengangguk pasti, dia akan memberitahukan perasaannya pada Aarav untuk Shilla.


kakak aku -


sudah lah Shilla Nathan akan menjelaskannya kau diam saja, sekarang kalian ikut aku ke Mansion ucap Aarav.


Shilla memandang Nathan dengan tatapan cemas, dia takut Aarav tidak menyetujui hubungan mereka.


Shilla cepat masuk Aarav membunyikan klaksonnya, Shilla yang mendapat anggukan dari Nathan masuk ke dalam mobil Aarav .


Nathan mengikuti mobil Aarav dan mereka bersama menuju ke Mansion.


Nayla terkejut melihat Aarav dan Shilla pulang ke Mansion padahal ini masih jam kerja, dan Nayla membulatkan matanya saat melihat Nathan mengekor di belakang Aarav dan Shilla.


Nayla ....Nathan bukan hantu, kau melihatnya hingga bola matamu hampir keluar seperti itu ejek Aarav.


bukankah kau pergi ke London? lalu kenapa kau masih disini? tanya Nayla dengan alis terangkat.


Shilla Nathan duduklah seru Aarav ,Nayla kau juga duduk kakimu akan pegal nanti timpal Aarav.


ketiganya duduk di sofa Nathan dan Shilla duduk bersebelahan , sedangkan Nayla dia duduk sedikit terpisah dari Aarav.


baik lah sekarang apa kalian ingin mengatakan sesuatu? tanya Aarav.


Shilla dan Nathan hanya diam mereka saling memandang satu sama lain, seolah saling memberi isyarat untuk berbicara kepada Aarav .


baiklah jika kalian diam saja? aku akan berbicara langsung pada intinya seru Aarav.


Nathan dan Shilla masih bungkam, Shilla bahkan memainkan rambutnya dengan jari dia berkali kali menyelipkan surau panjang miliknya ke belakang telinga.


Nathan apa kau mencintai adikku? tanya Aarav dengan serius, Nayla menoleh ke arah suaminya dengan memicingkan mata.


astaga sial ! kenapa aku merasa seperti pencuri yang sedang di interogasi gumam Nathan dalam hati.


Nayla mengernyit melihat Shilla menyenggol bahu Nathan dengan bahunya.


Aarav terkekeh dalam hati sebenarnya dia tidak bermaksud menginterogasi sahabatnya, namun dia ingin sedikit mengetes kesungguhan Nathan terhadap Shilla.


a.... aku sungguh mencintai adikmu Aarav dan aku serius dengan ucapan ku seru Nathan dengan keringat yang sudah membasahi dahinya.


baiklah aku percaya dengan ucapan mu itu ucap Aarav dengan tersenyum jahil.


kapan kau akan melamar adikku? tanya Aarav.


*kalau begitu siapkanlah dalam 2 jam ke depan seru Aarav.


astaga ! jika Aarav bersikap seperti ini aku seperti sedang berhadapan dengan Aarav yang dulu, bos gila ku telah kembali gumam Nathan dalam hati*.


apa kau serius? tanya Nayla dengan memandang wajah suaminya. aku serius Nayla apa kau pernah melihat aku bercanda ucap Aarav dengan berkacak pinggang.


Nayla memijat pelipisnya acara lamaran dadakan dalam 2 jam, apa lagi ini ? astaga suami ku benar benar tidak waras! gumam Nayla dalam hati.


Nayla pergi ke kamarnya, Shilla kau bersiaplah berdandan lah untuk calon tunangan ini seru Aarav.


Nathan kau siapkan saja keperluannya tidak harus semuanya siapkan saja hal yang menjadi inti dari acaranya.


2 jam kemudian Nathan dan Shilla tidak melakukan persiapan apapun, Nathan hanya membawa cincin yang sudah dia beli dalam waktu 2 jam yang di berikan Aarav.


Shilla tersenyum saat Nathan memasangkan cincin di jari manis miliknya, hari ini begitu membahagiakan untuknya.


Aarav dan Nayla ikut tersenyum melihat kebahagiaan Shilla dan Nathan.


* 5 bulan kemudian


Aarav yang tengah rapat di kantor dengan beberapa kliennya mendapat kabar dari Shilla jika kakak nya Nayla akan melahirkan.


Aarav begitu terkejut dengan segera dia meninggalkan rapat dan berlalu menuju rumah sakit tempat dimana Nayla melahirkan.


Aarav sampai di rumah sakit dia berlari hingga kemeja yang di kenakan berantakan dan mulai basah karena keringat yang mengucur deras di tubuhnya.


Aarav berhenti di depan ruangan Nayla saat melihat pintu ruangan itu masih tertutup rapat, Shilla keluar dari ruangan itu dengan tersenyum.


kakak kau sudah ada disini seru Shilla masuklah kak !.. kak Nayla dan jagoan kecilmu sudah menunggu . Shilla menepuk lengan kakak nya dan membiarkan Aarav masuk.


Aarav begitu bahagia dia melangkah perlahan mendekati ranjang pasien Nayla, Nayla terlihat sedang tersenyum dia tengah menggendong bayi di lengannya.


Nayla yang menyadari kedatangan Aarav tersenyum menyambutnya ,dia memberi isyarat agar Aarav mendekatinya.


Aarav tersenyum dia tidak menyangka jika kehadiran Keyla benar benar memberikannya kebahagian yang tiada henti, kini di hidupnya dia tidak lagi merasakan kesepian.


lihatlah Daddy mu sedang kemari ucap Nayla dengan menimang bayi laki laki di dalam gendongannya.


Aarav menatap mata mungil bayi kecil itu dengan seksama di perhatikan nya wajah mungil itu dengan tatapan memuja.


dia lebih mirip dengan mu kan ? coba saja kau lihat sendiri ! mata, hidung,bibirnya bahkan wajahnya semua mirip denganmu aku tidak kebagian apapun ucap Nayla.


Aarav tertawa mendengar celotehan istrinya namun Aarav membenarkan perkataan istrinya, *Nayla terkekeh dengan ucapannya sendiri.


Aarav duduk di samping Nayla dia meraih bayi mungil itu dan menggendong nya*.


terima kasih Nayla kau sudah memberi warna dalam hati dan hidupku, kau memberikan semua yang tidak aku miliki.


Cinta, kehangatan, adik, keluarga,kenyamanan, kebersamaan, kepercayaan dan sekarang kau memberikan ku hal terbesar yang tidak pernah aku duga sebelumnya.


aku sangat bahagia bisa menjadi suami mu dan ayah bayi ini aku mencintaimu Nayla, Aarav mengecup puncak kepala Nayla dengan sayang .


Daddy jadi siapa nama jagoan kita ini? tanya Nayla dengan mendongak ke atas dia mengecup rahang Aarav.


Aarav tersenyum dia sangat gemas melihat tingkah Nayla yang seperti ini , aku akan memberinya nama Ethan.... Ethan Osmond seru Aarav.


Nayla mengangguk nama yang indah ucapnya, Nayla menggelayuti bahu Aarav, sedangkan Aarav dia menggendong Ethan dengan tersenyum sesekali dia berinteraksi dengan bayi mungil itu.


*kebahagiaan keduanya lengkap sudah karena kehadiran bayi mungil yang bernama Ethan Osmond .


terima kasih ❤🙏*.