
Selamat Membaca.
"Maaf Kak! "Cicit Shilla dan membuang wajahnya dari Nathan."gara gara Pria Gila ini,Kakakku jadi mememarahiku."Rutuk Shilla dalam hati.
Nathan terdiam,Ia enggan berbicara selama masih ada gadis yang membuatnya Kesal dengan Cakaran yang di dapatnya."Dasar gadis gila,Macan garang! "Kesalnya.
"Untung Kau Adik Sahabatku,Jika bukan.Aku sudah menenggelamkan mu di Sungai Nil dan akan aku masukan Hutan Amazon bila perlu.Seenaknya saja mencakar orang."geram Nathan dalam hati.
"Kenapa Kalian diam?Apa sudah selesai?Apa masih ingin melanjutkan? Jika Ia lanjutkan di lapangan, Jangan di Ruangan Ku!"ketus Aarav.
Nathan menghela nafasnya kasar."Sorry Dude,
Jadi Ada Apa Kau memanggilku? "tanya Nathan,Karwna bertemu dengan Shilla dia jadi lula tujuan awalnya Ke Ruangan Aarav.
Aarav memicingkan matanya, matanya melihat mereka berdua bergantian dahinya berkerut dalam.
Ia menghembuskan kembali nafasnya sedikit.
"Tadinya aku ingin Kau membantu adikku Shilla untuk membagikan Cake kepada semua Karyawan, tapi -
Tapi melihat Pertengkaran kalian beradu mulut, rasanya Aku akan serahkan tugas ini ke Richard saja! "Putusnya.
"Kau boleh melanjutkan Pekerjaanmu Nath, dan Kau boleh di msini Jika Kau mau Shill."Seru Aarav.Nathan mengangguk begitu juga Shilla,rasanya s
Shilla enggan berlama lama disini jika ada Nathan.
"Aku pulang saja Kak,Aku harus membantu Kak Nayla. dia sedang mengerjakan orderan besar hari ini."Cicit Shilla.
"Baiklah,Maaf ya.Kakak tidak bisa mengantarmu. Kakak ada meeting.Kakak tinggal dulu yah. "Aarav mengusap puncak Kepalanya."Hati hati di jalan Shill".Aarav berlalu lebih dulu meninggalkan ruangan kerjanya .
Kini tersisa Shilla dan Nathan di ruangan itu,mereka berdua saling menatap satu sama lain.Shilla berjalan terlebih dahulu,Nathan mengekorinya.Mereka melangkah ke arah pintu,tanpa sengaja tangan Keduanya bersamaan meraih kenop pintu.
Nathan memandangi Shilla sejenak,Shilla tertegun sekian detik.lalu kembali tersadar,Shilla melotot kan mata bulatnya ke arah Nathan.
"Jangan menyentuhku Pria Gila,Minggir sana." Seru Shilla dengan Suara Cempreng miliknya.
Nathan menutupi telinganya dengan kedua tangan nya."Bisa Kau turunkan nada bicaramu,Kau menyakiti telingaku gadis bodoh".
"Tidak akan,biar saja gendang telingamu rusak.Aku akan jadi orang pertama yang menjenguk mu nanti,jika Jau kehilangan pendengaran mu." Ejek Shilla dengan Devil Smile.
"Kau,Dasar Gadis Gila.Sinting!"Kesal Nathan.
Shilla membuka pintu ruangan Aarav dan melangkah keluar, mdia langsung menuju area Pelataran Kantor mencari taxi kembali ke toko.
"Dia itu Menyebalkan Sekali,apa dia tak pernah memotong kukunya.benar benar dia ini macan garang, berbeda sekali dengan Kakak nya Nayla itu.adiknya bar bar sekali."Nathan kembali berkutat dengan laptop miliknya,sementara mulutnya tak henti menggerutu.
"Hai kak,Apa ada yang bisa aku bantu?"Shilla langsung menuju counter dapur menemui Kakaknya.
"Semuanya hampir selesai Shill.ehm Kau makanlah dulu,nanti temani Kakak mengantarkan pesanan ini ke tempat acara Peluncuran Prodak baru di "Albert Corporation"Titahnya.
Kini mereka berdua Sudah sampai ditempat acara yang terlihat mewah,dengan suasana Out dor yang letaknya di pelataran gedung Albert Corporation.
Nayla menemui staf EO yang mengurusi bagian makanan.Dirinya memberikan bungkusan Kue pada Staf itu.
Selesai meeting,Aarav menghadiri undangan dari rekan bisnisnya.Sebenarnya Ia enggan bertemu dengan Sofia,wanita yang selalu mencari cara mendekati dirinya.Ia mual rasanya jika mengingat semua hal tentang Sofia,yang sudah kehilangan urat malunya itu.namun,Sikap Profesional dan tuntutan pekerjaan memaksanya menghadiri acara ini dengan Nathan.Aarav mengedarkan pandangannya setelah tak menemukan orang yang dia hindari,
"Selamat Tuan Albert,Semoga prodak nya laris di pasarannya dan mendapat sambutan baik dari masyarakat Sekitar."Ucap Aarav sembari mengulurkan tangannya.
Albert menyambut uluran tangan Aarav dan Ia hendak memanggil Sofia putrinya."aku tinggal sebentar Aarav,aku akan memanggilkan Sofia.Kau juga ingin bertemu dengan nya bukan?.
Aarav menggelengkan kepalanya."TidaAku hanya Sebentar saja disini.Aku masih ada pekerjaan lain.Aarav enggan jika harus berurusan dengan wanita itu.Aarav hendak melangkah menuju mobilnya, namun Ia melihat Nayla kekasihnya."Sedang apa dia disini?"gumamnya dalam hati.
"Nay!".
Nayla yang merasa dipanggil pun menoleh dan tersenyum.
"Aarav Kau disini rupanya!"Nayla bergerak mendekati Aarav.namun,dari arah lain Seorang wanita memeluk Aarav terlebih dahulu hingga Aarav yang tak tahu apa apa langsung terjerembab dan sang wanita ada di atas dirinya.
Wanita itu tak lain adalah Sofia,Setelah sang Ayah memberitahu Aarav menghadiri acara ini,dia langsung mencari lelaki pujaannya itu. tepat ketika melihat punggung kokoh Aarav,dia berlari dan langsung memeluknya dengan erat.
Aarav menatap tajam ke arah Sofia yang kini menindih tubuhnya. Ia sejenak melirik ke arah Nayla yang tertegun melihat kejadian ini.Ia melihat wajah Nayla yang sudah merah padam.Kejadian ini sontak membuat seisi tamu melihat ke arah Aarav dan sofia.
Sofia malah memanfaatkan momen ini untuk menarik perhatian khalayak,berharap mereka salah paham lalu berpikiran jika Sofia adalah Kekasih Aarav.Ia bahkan tidak segera beranjak dari tubuh Aarav,dan malah menatapi wajah Pria dibawahnya.
"Apa apaan kau ini nona sofia,Tolong menyingkir lah."Kesal Aarav dan menyingkirkan paksa tubuh Sofia agar segera menyudahi dramanya.
"Hentikan drama mu sekarang Nona! "Ucap Aarav.
"Maaf Aarav,Aku memang sengaja melakukannya".Seru Sofia sambil berbisik di telinga Aarav,Kemudian mendaratkan Kecupan di pipi Aarav tanpa ijin.
Nayla yang sedari menjadi penonton mulai tersulut emosi,Sisi Cemburu mulai menyelinap di hatinya.
Hati Nayla tercubit,melihat Kekasihnya di peluk dan di cium Wanita lain di depan umum.Ia melihat semua kejadian ini dengan kedua matanya sendiri.tanpa sadar Nayla memilin ujung gaun yang di kenakannya. Matanya memanas dan bulir bulir air mata mulai menggenangi pelupuk matanya.
Nayla memutar tubuhnya,dia pergi dari acara itu. rasanya Ia sangat Kesal,Melihat Aarav yang hanya diam saja dengan semua yang dilakukan Wanita itu.
Aarav mengedarkan pandangannya,Ia mencari Kekasihnya namun,tak menemukannya hingga ia melihat Adiknya Shilla.
"Shill Apa Kau tahu dimana Nayla?"Shilla mengerutkan dahi .
"Aku tidak tahu Kak,Aku juga sedang mencarinya.Aku rasa Kaka NaylaApa mungkin dia sudah pulang ke toko Kak.
"Apa Kalian bertengkar Kak? "Selidik Shilla.Shilla curiga, tak biasanya Nayla meninggalkan nya seperti ini..
"Hanya Salah Paham Kecil,nanti aku jelaskan.sekarang kita cari kakakmu dulu.Aku sangat mengkhawatirkannya."Ucap Aarav,wajahnya mendadak pucat.Ia tahu Nayla pasti berasumsi yang tidak tidak sekarang.
Aarav dan Shilla.mereka sampai di toko namun toko masih dalam keadaan tutup. Aarav mencoba menghubungi Nayla namun tak tersambung.
Aarav dan shilla mengecek kerumahnya,hasilnya sama.Nayla tidak berada di dua tempat itu.
Aarav mengusap wajahnya kasar,dia benar benar khawatir akan Nayla.
"Kakak Kau dimana? "Shilla pun tak kalah khawatirnya.
...
Terima Kasih sudah membaca Cerita ini.Jangan Lupa Like Komen bantu Vote juga boleh.