
nayla duduk di ranjang yang selalu di gunakan shilla untuk beristirahat dengan tatapan sendu matanya menerawang jauh keluar jendela mengingat awal pertemuannya dengan shilla , kebersamaan yang mereka habiskan bersama, serta tingkah jahil shilla yang kerap menggodanya, hingga tanpa terasa butiran bening itu sudah terbendung di pelupuk matanya , ingatan akan shilla berputar di dalam memory nya, , layaknya kaset yang sedang di stel ulang.
air matanya lolos tanpa seijinnya meski sudah ia tahan sekuat tenaga nayla tak lagi sanggup membendungnya, , dia meremas sprei yang terbalut di ranjang sprei yang tadinya rapih kini menjadi kusut dan berantakan menjadi pelampiasan amarah nayla.
nayla ingat akan janji nya untuk berusaha menjaga shilla dan merawatnya dengan baik,, maafkan kakak shilla kakak tidak bisa menjagamu... nayla menangis dalam diam punggungnya bergetar hebat rasanya sesak sekali, meski bukan adik kandung namun shilla adalah keluarga yang ia punya satu satunya sebelum dirinya bertemu dengan Aarav yang kini menjadi suaminya.
Aarav memasuki kamar shilla , ,matanya menangkap ke arah nayla dilihatnya nayla yang tengah duduk dengan memunggunginya, Aarav melangkah dan mendekati istrinya.
nayla mendengar derap langkah kaki siapa lagi kalau bukan suaminya namun rasanya ia enggan untuk sekedar menengok , nayla tidak ingin Aarav melihat betapa hancurnya dia saat ini, nayla masih bisa berpura tegar saat kehilangan tokonya namun tidak dengan kehilangan shilla ...nayla tak akan pernah mampu untuk merelakannya begitu saja dia tak akan mampu bersandiwara tegar untuk masalah yang kali ini menderanya.
Aarav menekan emosinya sesaat dia mengatur nafas nya sendiri dan berusaha terlihat kuat menutupi kekacauan dan juga kesedihan nya akan hilangnya adik kesayangan mereka agar nayla tak semakin terlarut dengan kekacauan ini, Aarav berusaha terlihat baik baik saja di depan nayla , dia mendekat dan tangannya terulur meraih punggung nayla yang masih bergetar mengelusnya perlahan, sayang tenanglah... aku yakin shilla akan baik baik saja ucap Aarav.
pergilah tinggalkan aku... aku butuh waktu untuk sendiri ucap nayla tanpa menengok ke arah suami nya, ,
tapi nay -
kumohon pergi, , "cicit nayla terdengar begitu menyayat hati Aarav.
(keduanya sama sama hancur dan terluka meski tak saling menunjukkan lukanya dengan kata kata. )
tidak nayla tidak akan.. kemari lah jangan siksa aku dengan menyuruhku menjauh dari mu itu tak akan pernah kulakukan ...tidak akan pernah "Aarav berucap dengan kesungguhan terdalamnya.
nayla terisak lagi air mata yang sempat ia tahan kini mengalir deras kembali... Aarav membalikkan tubuh nayla agar menghadap ke arahnya lalu merengkuhnya kedalam pelukan, membenamkan wajah sedih sang istri di dada bidangnya, berharap dapat mengurangi kesedihan nayla .Aarav sendiri lebih tersiksa melihat keadaan nayla di hadapannya beberapa hari ini, gadis periang itu nampak muram , senyum yang selalu membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi kini mengular entah kemana, gelak tawanya tak terdengar lagi ,semuanya musnah nayla hancur dan rapuh ,Aarav mengutuk siapa saja yang tega berbuat hal serendah ni untuk nya.
membuat dia kehilangan keceriaan yang selalu mengisi mansion nya ini.
Aarav sudah berusaha mengerahkan tenaga nya dan anak buahnya untuk mencari shilla namun karena penculik itu selalu berpindah tempat membuat Aarav sedikit terhambat dalam mencari shilla .
karena lokasi yang selalu berubah setiap waktunya, Aarav sedikit bingung akan hal itu.
Aarav menyelidiki motiv dibalik penculikan yang semula ia kira hanya ingin meminta tebusan sejumlah uang namun nyatanya hingga 3hari ini penculik itu selalu menginginkan hal aneh dan menyangkut privasi nya .
Aarav benar benar di pusingkan akan masalah yang menderanya kini .
kedua pilihan ini sangat menyulitkan otaknya juga kewarasannya di uji pikirannya terpecah belah Aarav tak mungkin memilih salah satunya keduanya bukan untuk di pilih namun kali ini Aarav di haruskan memilih Istri tercintanya atau adik ipar tersayangnya .
Aarav masih memeluk nayla sesekali Aarav mengusap punggung nayla dengan penuh kasih sayang seolah ingin membuat nayla nyaman dalam pelukannya begitu seterusnya hingga nayla berhenti menangis, pikiran Aarav sedari tadi tidak lah kosong dia mencari tahu cara agar dia tak perlu menuruti permintaan penculik sialan itu.
dengkuran halus nayla mulai terdengar di telinganya mengisi suasana hening kamar nafasnya kembali teratur, Aarav merengkuh nayla dalam gendongannya dan dia merebahkan nayla di ranjang dengan hati hati agar tak membangunkannya . Aarav mencium pelipis nayla cukup lama , "maaf aku akan melakukan hal yang mungkin tidak kau sukai maafkan aku .aku janji jika keadaan memungkinkan aku tak akan bertindak gegabah seperti ini . untuk kali ini maafkan aku tapi kau dan shilla harus baik baik saja, kalian wanitaku kalian orang yang harus ku lindungi, meski aku harus menyerahkan nyawaku sekalipun. aku akan tetap melakukannya untuk kalian terutama kau nayla kau hidupku kau segalanya untuk ku.
Aarav menghapus air mata yang bertengger di sudut matanya. hidungnya sudah memerah Aarav menaikkan selimutnya hingga ke batas leher nayla dia mencium nayla sekilas dan berlalu keluar kamar menuju ruang kerjanya.
Aline dan Leanore telah selesai mengepak baju miliknya dan baju milik nayla.. keduanya akan membawa nayla keluar kanada sementara waktu sesuai permintaan Aarav.
Aarav duduk bersama nathan sedangkan elias serta marquez membantu Aline dan Leanore untuk membawa nayla pergi.
Aline telah memberikan vitamin ibu hamil untuk nayla tadi pagi seusai sarapan pagi dan setelah itu nayla mengurung dirinya sendiri di kamar shilla , dan aline dengan berat hati menurut dan menyetujui akan keinginan Aarav membawa nayla menjauh darinya .
jika bisa aline ingin berusaha menolak namun tak ada pilihan lain saat ini, ini yang terbaik menurut Aarav .
aline hanya bisa turut membantu seperlunya.dengan menjaga nayla dalam pengawasannya agar kondisi nayla dan calon bayinya baik baik saja.
nayla masih dalam keadaan tidur selama 3 hari terakhir ini waktu tidur nayla tidaklah teratur kali ini tidurnya bahkan lelap sekali hingga memudahkan Aline dan Leanore untuk membawanya pergi tanpa repot menjelaskan alasan dibalik kepergian mereka.
*apa kau yakin dude dengan keinginanmu ini? "tanya nathan.
aku rasa hanya ini salah satu jalan keluarnya. ",jawab Aarav* .
baiklah aku mendukung apapun keputusanmu, aku akan mengurus dokumen nya nathan kembali fokus dengan laptop miliknya.
thanks you nath "ucap Aarav.
nathan hanya tersenyum dan kembali terpaku dengan layar laptopnya jarinya tak henti mengetik.
autny aline apa nayla sudah bangun? -Aarav
beep handphone milik aline berbunyi
aline membuka handphone miliknya dilihatnya satu pesan singkat dari Aarav. aline tersenyum belum ada satu jam keberangkatan mereka Aarav sudah merindukan istri tercintanya itu.
untuk saat ini belum.. kau tenanglah aunty akan menjaga nya .
balasan dari aline sedikit melegakan hati Aarav dia hanya berdoa semoga nayla memahami dan mengerti keputusannya.
nathan menghembuskan nafas lelahnya sungguh dia tak ingin mengerjakan dokumen ini namun ia juga tak bisa menolak entah apa rencana sahabat sekaligus bosnya itu. detik ini nathan hanya bisa mempercayai sahabatnya pasti akan bertindak yang terbaik.
apa sudah selesai nath. . ? Aarav menghampiri nathan . nathan mengangguk aku tinggal mencetaknya dan akan segera ku serahkan padamu.
baiklah aku akan menghubungi pengacara ku. "ucap Aarav.
nathan mengiyakan.
Aarav menarik dalam napasnya membuang nya perlahan, sang penculik itu sungguh membuatnya muak ancamannya tak main main dia mengirimkan bukti akan keberadaan shilla di tangan mereka . shilla terlihat sangat ketakutan dan kacau dari video yang mereka kirimkan. Aarav merahasiakan video itu dari nayla dan nathan Aarav tak ingin membuat keduanya khawatir. cukup dirinya yang hancur melihat tangis shilla Aarav tahu nayla atau nathan tak akan sanggup melihat video sialan itu.
karena video itu juga lah dia memutuskan semua tindakan nya kali ini untuk segera menyelesaikan masalah ini.
tak lama datanglah tuan victor dexter pengacara pribadi Aarav ..nathan, Aarav dan victor berkumpul diruang kerjanya.
Aarav menandatangi dokumen perceraian yang telah selesai di ketik oleh nathan di saksikan oleh victor dexter pengacaranya . raut wajahnya seakan terluka dengan begitu enggannya ia membubuhkan tanda tangannya di kertas bertinta itu, disana terlihat tanda tangan nayla telah terlebih dulu ada .
Aarav menyandarkan punggung kokohnya di sandaran sofa , dokumen yang paling ia benci terkutuk lah orang itu yang sudah membuat Aarav harus melakukan hal konyol ini.
.
.
.
.
.
.
.