Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
kemarahan Aarav



 


Aarav mengusap kasar wajah nya entah sudah berapa banyak umpatan yang keluar dari mulutnya itu, Nayla mengusap punggung kokoh Aarav, berharap emosi suaminya akan sedikit mereda.


 


sayang tenanglah tidak akan terjadi apapun lagi ,semuanya akan baik baik saja.seru Nayla dia masih berusaha menenangkan Aarav yang tengah di selimuti emosi, setelah mendengarkan semua pernyataan Nathan emosi Aarav langsung meledak menyeruak ke permukaan.


Dimana Shilla sekarang ? apa dia di Mansion? tanya Aarav dengan nada yang sedikit kesal dan setengah berteriak.


dia sedang pergi keluar , tadi dia mengirim pesan padaku dia akan ke toko buku dengan Darren ucap Nayla dengan sedikit takut.


suruh dia untuk segera pulang sekarang juga! Aarav berlalu dari kamar tamu dengan langkah yang kasar dia bahkan sempat membanting pintu kamar tamu.


Nayla melihat ke arah Nathan dia tidak tega melihat Nathan yang tersudut seperti ini.


Nath jangan di masukan ke hati yah Aarav tidak bermaksud berbicara seperti tadi, dia hanya sedang emosi ucap Nayla ,Nathan mengangguk aku cukup mengerti akan sikapnya Nayla .


aku akan mencoba membujuknya, kau istirahat lah dulu di sini Nayla berlalu meninggalkan Nathan.


Aarav saja begitu marah dengan ku lalu bagaimana reaksi shilla? Nathan mengusap pangkal hidungnya aku membuat semua orang kecewa, tidak seharusnya aku kembali terjerat tipu muslihat Chealse.


aku sungguh bodoh Nathan menyesali perasaan terkutuknya untuk Chealse, aku selalu saja tertipu lagi olehnya, Nathan memukul dinding ruangan hingga tangan nya berdarah.


*S*hilla kembali ke Mansion sekarang juga,kakak Aarav mencari mu,cepatlah pulang sayang.


Shilla meminta Darren untuk mengantarnya pulang setelah membaca pesan dari Nayla, namun di tengah jalan mobil Darren mogok.


Shilla memutuskan menggunakan taxi tapi dia sedikit takut, Shilla ada apa? seru Darren karena Shilla tak kunjung masuk ke dalam taxi.


Aku takut cicit Shilla, Darren mengangguk masuklah aku akan menemani mu ke mansion, tapi aku akan langsung kembali ke sini ucapnya.


Shilla mengangguk dia menggigit bibir bawahnya, Shilla dan Darren masuk ke taxi dan segera menuju mansion.


Masuklah Shilla! kak Aarav pasti sudah lama menunggumu .Darren tersenyum dan Shilla membalas senyum itu ,dia keluar dan bergegas masuk ke dalam mansion.


*Kakak.... !


aku pulang teriak Shilla, Aarav tengah duduk di ruang kerjanya*.


Nayla menghampiri Shilla, sayang kau bersihkan dirimu dulu sana, nanti kakak akan menyampaikan pada Aarav jika kau sudah kembali.


Shilla sedikit bingung raut wajah Nayla terlihat berbeda dari biasanya, kakak apa semua nya baik baik saja tanya Shilla dia meneliti wajah Nayla dengan seksama.


pergi lah ke kamar sekarang kau akan tahu nanti ucap Nayla dengan memegang bahu Shilla.


Shilla menyerah dia mengiyakan karena dia sedikit penasaran dengan yang terjadi, sebenarnya ada apa? gumamnya dalam hati.


Bibi lindsay kau mau membawa semua itu kemana ? tanya Shilla saat dia berpapasan dengan lindsay yang juga akan menaiki tangga .


ini untuk tuan Nathan non... dia sedang menginap disini, permisi nona bibi akan mengantarkan makanan ini untuk nya.


Shilla mengangguk, Alisnya melengkung sempurna Nathan ada disini, bukankah dia ada di jepang.


Entahlah aku pusing memikirkan ini. aku mandi saja, Shilla memijit pelipisnya dia kembali meneruskan langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya.


tok ...tok... tok...


masuk.. seru Nathan.


bibi lindsay meletakkan satu nampan berisi makanan di nakas, silahkan di makan tuan. Nona Nayla meminta bibi mengantarkannya untuk tuan Nathan.


terima kasih bibi, nanti saja aku memakannya, bibi boleh pergi ucap Nathan.


Shilla telah selesai membersihkan dirinya sendiri dia mematut penampilan nya di cermin.


shilla apa kakak boleh masuk? suara Aarav terdengar dari balik pintu kamar shilla.


masuk lah kak... ucap shilla dengan sedikit berteriak.


Aarav masuk dia menatap Shilla dengan tatapan yang sulit diartikan.


kakak ingin kau diam di rumah dan jangan kemana pun .mulai hari ini, kau tidak akan lagi mengantar makanan ke kantor ataupun keluar dari Mansion ini.


jika kau keluar kau harus di temani Elias dan itupun tidak boleh jauh jauh seru Aarav dengan tegas, kau tidak boleh membantah ini perintah Aarav berlalu dari kamar Shilla setelah menyampaikan semuanya.


Shilla menutup mulutnya, tadi dia akan membantah ucapan Aarav .namun belum sampai kalimatnya terlontar dia kembali menarik kalimatnya yang baru sampai di kerongkongan itu.


shilla benar benar tidak mengerti dengan perubahan sikap Aarav, dia bahkan hanya diam mendengarkan saat Aarav mengatakan semua ucapannya tadi.


ada apa dengan kakak? dia kembali over protektif seperti sebelumnya. Shilla mencebikkan mulutnya dengan kesal.


Darren menelponnya, Shilla yang masih kesal mengabaikan panggilan itu. dia melenggang ke kamar Nayla .


Kakak Nayla apa kau di dalam? ...teriak Shilla


Shilla mengernyitkan dahi saat mendengar suara Aarav yang begitu berbeda dari biasanya, Aarav berteriak, tapi pada siapa? Shilla memasang telinganya baik baik, Kamar tamu? Nathan? astaga... Shilla segera melangkah ke kamar tamu.


kau tahu apa yang kau lakukan Nathan ? kau membahayakan nyawa orang orang yang aku sayangi dengan bebasnya sofia dia akan kembali membuat kekacauan. aku benar benar kecewa padamu Nathan Aarav berteriak dengan sebegitu emosi nya.


Shilla memundurkan langkahnya kala dia mendengar ucapan Aarav ,Ja. ..jadi Sofia wanita itu bebas, bagaimana mungkin ?Ucap Shilla wajahnya memucat mengingat masa penculikan yang menimpanya .


Shilla gumam Nathan tanpa bersuara.


Aarav kecilkan suaramu Shilla bisa mendengarnya jika kau berteriak seperti ini ucap Nayla.


Kakak ....


Aarav dan Nayla menoleh ke arah Shilla bersamaan.


keduanya saling terkejut melihat wajah pucat Shilla yang tengah mematung di depan pintu kamar tamu.


Shilla kehilangan kesadarannya tubuh shilla menyentuh lantai ,dia tergeletak begitu saja saat sekelebat bayangan penculikan itu kembali muncul dalam pikirannya.


Aarav segera mengangkat tubuh Shilla, dan membawanya ke kamar.


dia pasti syok karena mendengar kebebasan Sofia ucap Aarav dan ini semua karena kecerobohan mu Nathan.


Nathan diam hanya memperhatikan Shilla rasa bersalah amat sangat di rasakan nya, aku memang bodoh menempatkan sahabat ku dalam masalah gumamnya.


shilla buka matamu.. Shilla.. Nayla tiada hentinya menepuk pelan pipi Shilla, Aarav duduk dengan cemas dirinya saja takut jika Sofia melakukan hal konyol lagi.


Apalagi Shilla dia pasti akan melebihi Aarav, Shilla mungkin membenciku, Nathan terkesiap saat Nayla merasa senang karena Shilla telah sadar.


sayang akhirnya kau bangun Nayla membantu Shilla untuk duduk dia memberikan Shilla air putih ,minumlah sayang agar kau merasa lebih baik Ucap Nayla.


Kakak Aarav dimana kak? tanya Shilla setelah selesai minum pemberian Nayla.


aku disini sayang Aarav melangkah dia duduk di sebelah Shilla, apa kau sebegitu takut nya mendengar kebebasan wanita licik itu? Shilla mengiyakan, Aarav memeluk nya.


Kakak akan melindungi kalian bertiga kau dan kakak mu juga baby di perutmu Nayla ,Shilla apa kau percaya padaku? Ucap Aarav sembari menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Shilla.


aku percaya padamu kak Ucap nya, Shilla dan Nayla memeluk Aarav bersamaan.


Nathan melihat pemandangan itu dengan mata yang berkaca kaca kristal bening miliknya menetes tanpa seijinnya, dia segera memalingkan wajahnya menyembunyikan air mata yang menetes di wajahnya.


bagaimana bisa aku membahayakan para wanita ini ,aku janji aku menjaga kalian meski aku harus mengorbankan nyawaku gumam Nathan .


Nathan keluar dari kamar Shilla dia menelpon Marquez dan memintanya untuk kembali mengawasi Mansion Aarav.