
tok... tok ....tok!
"Permisi tuan, apa saya boleh masuk?" tanya salah seorang karyawannya, meminta izin memasuki ruangan rapat.
Masuklah!
Suara bariton itu, terdengar berat dan tegas.
Seorang pria paling berpengaruh di negara ini, tampak sedang duduk di kursi CEO kebesarannya memimpin sebuah rapat.
Pria yang terkenal karena wajahnya yang tampandan juga sikap arogannya yang selalu ia tunjukkan kepada semua karyawannya dan rekan bisnisnya.
Pria yang tampak enggan menjalin hubungan serius dengan wanita manapun ini, terlihat menyebalkan. bila dia sedang dalam lingkungan pekerjaan,karena sikapnya yang tegas dan tidak ada toleransi untuk setiap kesalahan sekecil apapun yang dilakukan para karyawannya.
Karena sikap tegas itulah para karyawannya sedikit takut, tapi sangat menghormati atasan mereka itu .
Walaupun terbalut dengan sikap arogan dan tegas,dibalik itu semua .dia sangat peduli dengan keadaan sekitarnya, dan sangat berusaha mensejahterakan hidup seluruh Karyawannya .
Sikap loyalnya itu membuat karyawannya setia pada perusahaannya, dan bekerja dengan baik dibawah naungan Aarav.
hingga perusahaan yang bergelut di bidang di bidang properti, resort perhotelan, restoran dan juga beberapa bidang perusahaanya bergerak di bidang tekhnologi berkembang dengan pesat.
Hal ini membuat dirinya semakin menjadi incaran para investor, dari berbagai penjuru. Karena kepiawaiannya dalam mengolah bisnis,yang sudah tidak diragukan lagi .
dan tak sedikit pula yang menganggapnya, saingan bisnis yang harus di singkirkan. Karena merasa terancam akan kehadiran perusahaan milik Aarav.
di usia yang masih terbilang muda ,Aarav mampu menjalankan bisnis dengan baik dan berhasil menembus pasar perdagangan rancah Internasional dengan kerja kerasnya selama ini.
Namun, ia merasa dirinya tak bahagia dengan semua yang ia miliki, ia hanya mengisi kesehariannya dengan bekerja dan bekerja.
Karena enggan terikat dengan wanita dan harus berkomitmen, maka ia memilih menghindari hubungan yang satu ini.
Aarav sendiri pernah menjalin hubungan dengan beberapa rekan bisnisnya, yang tak lain adalah para wanita yang merupakan anak dari beberapa pemilik perusahaan yang terikat kontrak kerja dengannya.
Aarav tahu,itu hanyalah akal akalan mereka mereka saja yang ingin melaksanakan pertemuan diluar jam kerja,dan pada akhirnya beralasan tidak bisa hadir dan digantikan dengan putri putri mereka, yang memang sudah direncanakan sepertinya.
Tak sedikit dari mereka yang berniat dan berusaha memperkenalkan putri putri mereka pada Aarav, dan berharap dapat menjalin hubungan yang lebih baik di masa depan.
Banyak rekan bisnisnya secara gamblang mengenalkan anak gadis mereka, agar bisa menarik simpati dan berharap bisa bersanding dengan pembisnis muda dan berbakat itu.
Seperti malam ini ,Aarav sedang melakukan makan malam dengan salah satu anak gadis rekan bisnisnya.
Aarav tersenyum masam, ia benar benar muak bertingkah seperti ini. tersenyum dengan pura pura menikmati acara makan malam sialan yang membosankan ini .
**
Wanita itu tampak mengenakan pakain ketat dan sedikit terbuka, Aarav tau niat wanita itu. ia sedang berusaha menarik perhatiannya, Aarav sendiri tak tertarik akan hal itu,karena ia cukup terbiasa dihadapkan dengan penampilan wanita wanita seperti ini. Ia sendiri malah merasa risih dan jijik dengan tampilan wanita didepannya .
"Tuan Aarav ,apa kau tidak ingin mengajakku berkencan atau privat dinner tanpa membahas masalah pekerjaan?" tangan wanita itu terlihat bergerak menyentuh punggung tangan Aarav dan mengelusnya perlahan.
"aku,aku ingin sekali berkencan denganmu?"
Wanita itu bangkit dari duduknya,Kemudian mendekat ke arah Aarav dengan tatapan nakalnya. dan dengan tidak sopan nya, menjatuhkan tubuhnya di pangkuan Aarav, dengan satu tangan melingkari lehernya dan satu tangan lain mengelus sisi wajahnya.
Aarav mengumpat dalam hati.
Sudah aku bentak ,dan aku permalukan dia detik ini juga.
Berani sekali dia bertingkah gila ditempat umum seperti ini? Ingin sekali aku mendorongnya hingga terjungkal kelantai.
"Kali ini kau selamat nona gila, tapi lain waktu aku tidak akan membiarkanmu menyentuhku".
Apalagi duduk dipangkuan seperti ini, memalukan sekali!.
Untung saja aku pemilik di restoran ini. Coba saja tadi bukan di restoran ku sendiri,Pasti aku akan di cap lelaki tak yang tak tahu malu bermesraan ditempat Umum seperti ini .
"Kenapa kau diam saja tuan Aarav?"tanya Sofia dengan dengan posisi yang masih seperti tadi, mengelus pipi Aarav dan memandanginya tanpa berkedip.
Bisakah kau menyingkir dari tubuhku Nona Sofia?
ingin rasanya Aarav berteriak detik ini juga,tapi ia menahannya.
"Kau terlalu terlalu berat nona ,dan aku tidak nyaman dengan posisi kita yang seperti ini".
"Banyak pengunjung dan karyawan ku yang memperhatikan kita sedari tadi" .Aarav mencoba menyingkirkan Sofia, yang membuatnya menahan emosi setengah hidup.
Sejak tadi rasanya, ia ingin segera enyah dari tempat ini.
Betapa geramnya Aarav,Selama dua jam berpura pura menikmati acara makan malam Sialan yang tak pernah ia sukai.
Dengan berat hati,Sofia bangkit dari pangkuan Aarav.ia kembali ke tempat duduknya semula.
"Maaf tuan Aarav ,aku benar benar tidak bisa menahan diri untuk tidak terpesona dengan ketampanan mu itu".Ujar Sofia tanpa merasa malu sedikitpun, dengan tindakan sebelumnya dan sekarang bahkan secara langsung mengutarakan rasa tertariknya .
Aarav mendengus kesal,wanita ini sama saja dengan yang lainnya.
"Aku pikir dia sedikit berbeda,karena dia berasal dari golongan kelas atas ,tapi attitude nya rendahan sekali".Ungkapnya dalam hati.
"Nona,aku rasa malam ini acaranya sudah selesai sampai disini saja.aku masih ada beberapa urusan yang harus di selesaikan".
Aarav mengakhiri makan malam gilanya dengan beralasan pekerjaan.
Sofia nampak kecewa dengan keputusan Aarav,tapi dilain sisi ia senang.Karena berfikir telah berhasil merayu Aarav, karena sedari tadi ia melancarkan serangan kepada Aarav. ia hanya diam saja dengan semua aksi nakalnya tadi.
itulah yang ada dalam pikiran Sofia saat ini, padahal sebenarnya ia salah paham. Mengartikan sikap diam Aarav, yang ia pikir menikmati semua tindakannya tadi. berbanding terbalik dengan Aarav, yang merasa risih dan jijik akan hal konyol itu.
"Baiklah !"
aku setuju denganmu, kita akhiri makan malam ini.Senang bisa bekerja sama denganmu tuan Aarav Osmond.
dengan tindakan diluar pemikiran Aarav, Sofia kembali melancarkan aksinya. dia mencium pipi Aarav tanpa meminta ijin,dan berlalu pergi dengan wajah penuh kemenangan.
"Shitt" umpat Aarav.
....
Jangan lupa tinggalkan Jejak,Like, komen dan Vote Kalian .
See you ❤.