
Happy Reading.
"Hari ini wajah kakak cerah sekali!
Kau Kelihatan Lebih Cantik hari ini Kak,Apa karena Kak Aarav m sudah mengungkapkan perasaannya hm,
atau karena dia sudah melamar mu ? "Ejek Shilla.
Shilla tak henti hentinya mengganggu Nayla dari semalam,Sejak Kepulangannya dari acara istimewa.
Makan Malam yang terbalut dengan lamaran sederhana Aarav, namun begitu bermakna dan berhasil meluluhkan hati Nayla.
Peletak !.
"Ah ,Kakak Sakit.Kau ini senang sekali memukulku dengan sendok kopi."gerutunya.
dan Kau tidak akan Amnesia,ingat itu adikku sayang !. " Seru Nayla dengan menahan tawa.
"Aku pikir Monster galak ini,tidak akan lagi memukulku karena sudah di jinakkan Kak Aarav."gumam Shilla dengan Suara cemprengnya.
"Arshilla.! geram Nayla.
anak itu selalu saja kabur terlebih dulu setelah mengatai ku monster."Ujar Nayla.
Aarav sudah standby di kantornya.rona bahagia masih terpatri di wajah tampannya..
Hari ini,Ia sangat bahagia hingga tak memarahi Nathan atau pekerja lainnya yang datang terlambat.
Benda pipih itu melekat di pipi dan telinga nya,Aarav sedang melakukan panggilan kepada Nayla.
"Hai sayang.Apa yang sedang Kau lakukan? "Suara Aarav terdengar sangat manis ditelinga Nayla,membuat Nayla merasa pipinya kini seperti tomat masak karena tersipu.
"Aku,Aku sedang menyiapkan Permintaanmu.Kue nya sudah hampir selesai."Jawab Nayla.Ia masih malu untuk memanggil Aarav dengan kata sayang.
"Apa Kau sibuk sayang?"Jika iya,mintalah Shilla datang ke Kantorku untuk mengantarkan kuenya.
Nayla tersenyum."Dari mana Kau tahu kalau aku Sibuk? Aku bahkan belum memberi tahu mu,hari ini ada perusahaan yang menggunakan Kue dari toko ini untuk mengisi acara pesta di kantor itu.Kebetulan sekali temanya out dor.Mereka memesan banyak sekali Cake Coklat,dan memintaku untuk menyelesaikannya tepat waktu."terang Nayla.
"Baiklah,Kau selesaikan pekerjaanmu sayang,tapi ingat jangan terlalu lelah.Aku tutup dulu telponnya.Bye Honey,Love you sweat heart."Panggilan berakhir.
Nayla masih menatapi layar Ponselnya,hingga ia tersenyum sendiri."Pria aneh tapi manis dan lucunya aku mencintainya."gumamnya.Nayla meletakkan handphone nya ke dalam saku. dan memanggil adiknya.
Shilla!.
"Tolong antar kan kue ke tempat kak Aarav."
Sekarang Kak?"Tanya shilla.
"Nanti,Kalau Suaramu sudah tidak cempreng lagi." Celetuk nayla.
"Ish kakak ini,Baiklah.Kalau begitu aku pergi Kak". Pamit Shilla dengan membawa bungkusan besar berisi Cake Coklat.
Shillasampai di loby kantor,Ia mendekati meja Resepsionis."Nona bisa Tolong,Kau tunjukkan ruangan Kak Aarav,maksudku ruangan CEO.
Resepsionis itu memindai Shilla dari atas sampai bawah,dan mengingat kembali tadi gadis ini menyebutkan kak Aarav.
"Bukannya gadis ini sudah pernah kemari tempo lalu."batinnya.tapi kali ini dia ingin menemui atasannya secara langsung,karena enggan mendapatkan masalah.akhirnya dia mengantar kan Shilla ke ruangan Aarav.
"Nona,silahkan masuk!"Silla dan Resepsionis itu memasuki lift khusus menuju Ruang Kerja Aarav.mereka berjalan bersisian dan berhenti tepat di depan pintu bertuliskan,CEO Room .
Resepsionis itu mengetuk pintu.terdengar suara Aarav mempersilahkan Keduanya masuk.mereka masuk dan Resepsionisnya itu pamit undur diri setelah mengantar Shilla.
Ruangan kerjamu besar sekali kak!"gumam Shilla. Matanya menelisik desain dan tatanan letak furniture yang minimalis tapi elegan,dengan gradasi warna Cool Khas Seorang Aarav.
Aarav menutup panggilannya."Duduklah Shill!".Sambungnya.
Shilla mematuhi perintah Aarav,Dia menjatuhkan tubuhnya di sofa di depan meja Kerja Aarav. "Kau menelpon Siapa Kak?"tanyanya.
Nathan bergegas menuju ruangan Aarav,karena tadi dia mendapatkan telepon dari Atasan yang juga sahabatnya itu.
Seperti kebiasaannya selama ini,dia terkadang enggan mengetuk pintu dan langsung menyelonong masuk keruangan Aarav.langkahnya terhenti melihat seorang gadis berdiri di dekat jendela.
"Siapa dia?" Nathan bergumam dalam hati.
Aarav sendiri sedang berada di kamar mandi saat ini.
Shilla berbalik dan matanya menangkap sosok Nathan yang berebut buku Action-adventure dengannya beberapa waktu yang lalu.
"Kau !"Teriak Keduanya berbarengan.
"Heh,Sedang Ala Kau disini? "Tanya Shilla.
"Kau yang sedang Apa Nona?
Apa Kau hendak mencuri? "Seru Nathan.
Sontak saja tuduhan itu membuat shilla geram,Ia mendekat dan mencakar punggung tangan Nathan hinga berbekas dan sedikit mengeluarkan darah.
"Ah,Dasar gadis gila.Kau ini manusia apa macan hah. Cakaran mu ini merusak lapisan kulit ku!"Keluh Nathan.
"Kau Cengeng Sekali,
Kau Pria atau Wanita hah.itu hanya Luka Cakaran saja bukan Luka tembak.Jika ada revolver,Sudah ku gunakan untuk melukaimu!" Tutur Shilla.
"Heh Dasar Gadis Gila,Macan Garang!"Nathan bergidik ngeri menatap Shilla,Ia mengedarkan pandangan mencari Aarav.
Aarav keluar dari kamar mandi,dia menegur Nathan terlebih dahulu dan menghampiri nya."Kau sudah Sampai Nath?".
Keduanya menoleh ke asal suara di belakang badan mereka.
"Kalian sudah saling Kenal rupanya? "tanya Aarav karena melihat Keduanya berdiri dan berhadapan seolah sedang membicarakan sesuatu.
"Tidak!". Keduanya menjawab Serentak dan Saling menoleh satu sama lain,dan beberapa detik kemudian membuang wajahnya ke sisi yang berbeda.
Aarav mengernyit heran."Kalian ini Kenapa?"tanyanya.
"Kakak,Dia Pria yang berebut buku denganku waktu itu."Shilla mengerucutkan bibirnya,wajahnya merah padam jika mengingat kejadian di toko.dimana untuk pertama kalinya,Seorang Shilla Kalah debat Seseorang,dan orang itu kini dihadapannya.Itulah alasan Shilla mencakar Nathan,Karena masih kesal dengan kejadian di toko buku.
Nathan menghembuskan nafasnya kasar."Di siapa Aar? "tanyanya kemudian.
"Dia adiknya Nayla,yang sering Aku ceritakan padamu itu."Sahutnya.
Nathan melongo sekian detik."Kau yang benar saja Aar,Adiknya Nayla yang Kau Ceritakan itu,Kau bilang Sangat manis dan menggemaskan.tapi lihatlah, tanganku saja di cakarnya tadi.Darimana manis dan menggemaskan nya,dia malah menyeramkan."Nathan bergidik ngeri,sesekali Nathan meringis pelan menahan perihnya cakaran Shilla yang lumayan menyakitkan.
Shilla tidak terima dengan semua yang dikatakan Nathan."Kau dulu yang membuat masalah dengan ku, jelas jelas Kau yang merebut buku itu.
"Kau yang merebutnya,bukan Aku Nona" Kekeh Nathan.
Perdebatan mereka terus berlanjut,tidak ada yang berniat mengalah dan mengakhiri adu argumen benar dan salah.Mereka mempertahankan prinsipnya, masing masing ego mereka sama kerasnya.
Aarav memijat pelipisnya yang berdenyut."Astaga,mereka seperti anak kecil saja. kepalaku sakit sekali".
***kalian bisa diam tidak?
Aku bilang hentikan***!.
Aarav menaikkan nada bicaranya satu oktaf,Seketika Ruangan Kerjanya Senyap.
....
Jangan Lupa Like dan Komen,Jika berkenan kasih bantu Vote juga boleh.
Jangan Lupa baca Novel Aku yang lainnya Judulnya Deep You atau Kalian baca satunya lagi You Heart Me.
Terima Kasih sudah mau membaca Cerita ini. .