Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
Tersedak



Setelah makan malam yang menghancurkan mood nya itu.Aarav keluar dari restoran,dia mengambil langkah lebar menuju parkiran.


Aarav sampai diparkiran dan masuk kedalam mobil,Aarav menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dengan mood buruk, yang masih bersarang di kepalanya. ia hendak pulang ke mansion nya.


Setibanya di mansion. Aarav menghentikan mobilnya di pelataran mansion,dia turun dari mobil memberikan kunci mobil kepada pengawalnya.


"Tuan Muda didalam ada Tuan Nathan!.


Dia sudah menunggu anda sedari tadi?" Ucap salah Seorang maid.


Aarav menganggukan kepala.


Aarav kembali meneruskan langkahnya menuju ruang tamu,Aarav sampai dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa.


Aar Bagaimana?"Tanya nathan menyelidik.


Bagaimana Apanya? " jawab Aarav dengan mengernyitkan dahi.


Kencan butamu itu dengan anaknya tuan Albert?"goda Nathan dengan terkekeh geli.


"Ck.Kencan apanya? aku bahkan tidak bisa menikmati makanan di sana!" Saut Aarav dengan muka masamnya.


"Bagaimana bisa?Kau tidak makan,sedangkan acara mu kan makan malam masa iya kau tidak makan.


Karyawanmu disana tidak Amnesia kan? Bosnya sendiri tidak diberikan pelayanan Khusus! ".ejek Nathan".


"Sialan Kau Nath! "


Kau tak tahu saja,Bagaimana suasananya tadi !"Seru Aarav.


" Iya iya baiklah aku mengerti dude, tapi mau bagaimana lagi? itu resiko menjadi dirimu.


Kau itu tampan dan memiliki banyak uang, jadi wajar saja mereka pasti mengejar ngejar mu !"Saut Nathan.


"Hm,Kau benar Nath.Hanya karena uang, mereka bahkan melupakan rasa malunya!"timpal Aarav membenarkan.


"Nath?" Panggil Aarav kemudian


"Ada Apa?" Saut Nathan.


"Apa Kau lapar?" Tanya Aarav.


"Tumben sekali,Kau perhatian padaku!" Seru Nathan dengan heran.


"Kau terlalu percaya diri dude,Siapa juga yang perhatian padamu.Aku hanya mau tanya saja!".


"Apa Kau tahu,Dimana toko kue yang enak ?" Tanya Aarav.


"Sialan Kau,Aku kira kau akan mengajakku makan tadi!".


Bagaimana Kalau Ku belikan Cake saja, Kebetulan sudah lama sekali Aku tidak pernah makan Cake !" tawar Aarav.


"Baiklah,Ayo kita cari toko kuenya!"imbuh nathan mengiyakan.


Aarav meraih jaket dompet serta kunci mobilnya.Aarav dan Nathan melangkah keluar menuju parkiran rumah dan memasuki mobil. Aarav menginjak pedal gas dan berlalu meninggalkan mansion.


"Sekarang kita kemana Nath?"tanya Aarav.


"Lurus saja!


di ujung jalan sana,ada toko toko kue sederhana tapi rasanya enak sekali! Saut Nathan


"Darimana Kau tahu?


Apa Kau sering membeli Cake di sana?" Tanya Aarav.


"Tidak!" Saut Nathan.


Aku hanya mendengar dari karyawan kantor, Mereka bilang toko kue ini yang paling enak dari yang lainnya.


"Aku Sendiri bahkan belum memastikan, benar tidaknya omongan mereka. jadi itu sebabnya aku mengajakmu kemari!" Timpal Nathan.


"Apa ? Sialan Kau Nath!".


"Awas saja,Kalau kuenya tidak enak.


Aku akan memotong gaji mu bulan ini!".Saut Aarav dengan gaya arogannya.


"Kau tenang saja,aku akan pastikan kau menyukai kuenya.Karena pemilik tokonya sangat cantik.Pasti rasa kuenya juga enak!".Saut Nathan dengan memamerkan deretan gigi putihnya.


"Apa hubungannya pemilik toko cantik dan rasa kuenya?" Seru Aarav.


"Tentu ada!" Saut Nathan.


Karena...


"Sudahlah Cepat turun,Kita sudah sampai!"Potong Aarav menghentikan ocehan Sahabatnya.


Ia terlebih dulu keluar dari Mobil,Nathan mengekori dibelakangnya.


" Ting!".


Aarav menekan bel yang memang sengaja di sediakan agar memudahkan pembeli.


"Permisi Nona!"


"Iya Tuan! "Saut Nayla dengan tersenyum ramah.


"Apa yang Kau cari tuan?" tanya nayla.


"Aku mencari Pasir di sini,Apakah Ada?" Sungut Aarav yang merasa kesal mendengarkan pertanyaan Nayla.


(Dasar Gadis bodoh,Jelas Sekali Aku mendatangi Toko Kue.Sudah Jelas,Aku ingin membeli Kue.Masih Saja bertanya Aku mencari Apa?) Rutuk Aarav dalam hati .


"Dasar Pria Aneh !" gumam Nayla.


Nayla bingung dengan pernyataan Aarav .


(Jelas jelas ini Toko Kue,Kenapa dia malah mencari Pasir? Aneh Sekali!)"Rutuk Nayla dalam hati .


"Maaf Tuan,Sepertinya Kau salah masuk Toko!"Seru Nayla .


Nathan yang sedari tadi berdiam diri akhirnya ikut menimpali.


"Begini Nona,Siapkan saja dua porsi Cake Coklat dan Dua cangkir Kopi jika ada!".Pinta Nathan.


"Baiklah,Tunggu Sebentar Tuan!"Selepas Nayla pergi,Nathan menegur sahabatnya itu.


"Kau ini punya masalah apa dengan gadis itu dude?


Dia hanya menanyai mu,Pesanan apa yang Kau inginkan?


Kau malah menjawab pasir!.


Aneh sekali!" Seru Nathan dengan menahan tawanya.


" Iya mana aku tahu?


Aku pikir dia sudah tahu,Aku memasuki tokonya.Jelas saja aku akan membeli kue.


Kenapa harus menanyakan kembali apa yang aku cari?" Keluh Aarav.


"Kau ini,Bagaimana dia tahu?


Kau bahkan belum menyebutkan Pesanan Kue mu?" imbuh Nathan.


Nayla mengantarkan kopi terlebih dahulu.


30 menit Kemudian, Nayla kembali dengan membawa Dua porsi Cake yang sudah siap ia bungkus.Ketika Nayla hendak memasukan Kue kedalam kotak kue Aarav melarangnya.


"Nona hentikan,Tidak usah dibungkus!"Seru Aarav.


"Nayla mengernyit bingung,Kenapa memangnya tuan?" Tanya Nayla.


"Aku berniat makan disini saja, Aku bisa mati kelaparan jika harus menunggu sampai di rumah!" Saut Aarav.


"Baiklah,Terserah kau saja tuan!" Saut Nayla.


Aarav dan Nathan melahap kue pesanan mereka dengan santai.


Aarav tampak memperhatikan sekitar toko, melihat desain juga tatanan letak toko itu. hingga, matanya tak sengaja melirik ke arah nayla yang duduk di dekat counter dapur terlihat menguap.


"Dia lumayan Cantik juga, benar kata nathan!". gumam Aarav dalam hati.


Aarav tiba tiba tersedak kue yang ia makan dan karena masih sedikit panas, ditambah dirinya tadi sempat mencuri pandang menatap lama nayla.membuat ia tak memperhatikan makanannya tadi,Aarav memasukan Kue ke dalam mulutnya dengan Ukuran yang terlalu besar hingga tersangkut di Kerongkongan.


Uhuk,Uhuk !


Nayla bangkit dari duduknya dan mengambil segelas air,lalu berjalan tergesa gesa kearah Aarav.


"Hati hati Tuan,Kuenya masih sedikit panas!" Ucap Nayla dengan khawatir.


Nayla membantu Aarav meminumkan air dan menepuk nepuk punggungnya,tanpa sadar mata mereka bertemu dan berpandangan Cukup lama.


"Ehm !" Nathan yang sedari tadi merasa tidak dianggap pun memberikan sinyal keberadaanya.


Seketika pandangan mereka terputus, Nayla menjauhkan tangannya dari Punggung Aarav.


Ma,


Maafkan Aku Tuan,Aku tidak berniat menyentuhmu!".


Aku hanya,-


Terima kasih Nona,sudah membantu Temanku!"Timpal Nathan seadanya.


"Aku rasa,Kami harus segera pergi,ini uangnya.Ambil saja kembaliannya.


Ayo kita pulang, ini sudah malam!".Ajak Nathan"...


Aarav mengangguk pelan..


Terima kasih Nona !" Ucap Aarav dan berlalu pergi menyusul Nathan.


....


Jangan lupa like ya,Terima kasih....