
jemari Aarav tengah sibuk membolak-balikkan balikkan tumpukan berkas yang menggunung di meja kerjanya , sebulan sudah semenjak nathan meminta cuti Aarav selalu bermalam di kantor dia akan pulang larut malam nanti .
Aarav menutup mulutnya dengan tangan dia sudah menguap berkali kali, dia segera merapikan berkas berkas pentingnya .
aku benar benar mengantuk sekali, Aarav menghubungi elias dia meminta elias menjemputnya karena rasa kantuk nya benar benar di ujung tanduk.
elias datang dia segera membukakan pintu untuk Aarav , Aarav duduk di belakang dia memejamkan matanya begitu saja karena terlalu lelah, elias mengemudikan mobilnya menuju mansion.
tok.... tok.. tok...
nona nayla ....",bibi lindsay mengetuk pintu kamar nayla " .
nayla mengerjapkan matanya dia terbangun mendengar ketukan di pintu kamarnya, nayla meraih jubah tidurnya dan mengenakannya dia berjalan membukakan pintu.
bibi lindsay ada apa? seru nayla.
uhm nona tuan Aarav ketiduran di mobil jadi saya membangunkan nona "ucap lindsay ".
baiklah... suruh elias untuk membawa dia masuk kemari bibi. "seru nayla " .
elias dan maid yang lain mengangkat tubuh Aarav dan membaringkannya di ranjang, elias dan maid itu meninggalkan kamar Aarav dan nayla .
nayla mengunci pintu kamarnya, dia mendekati Aarav melepaskan sepatu dan kaos kaki yang di kenakan suaminya itu, nayla membasahi handuk kecil dengan air hangat dia menyeka wajah Aarav yang terlihat lelah dan lelap dalam tidur nya ini.
aku tidak tega melihat mu kelelahan seperti ini, nayla membersihkan tubuh Aarav dan mengganti kemeja nya dengan piyama, setelah itu nayla melanjutkan kembali istirahatnya.
Aarav membuka matanya dia menatap langit kamarnya dan menatap dirinya sendiri, kemeja kerjanya sudah berganti piyama dan siapa yang membawa ku kemari. "Aarav dengan bingung terdiam duduk di ranjang " .
good morning my husband.... "seru nayla ".
nayla menenteng nampan berisi penuh makanan dan minuman untuk Aarav suaminya.
Sayang, kenapa kau membawa sarapan kita ke kamar? aku bisa membersihkan diri sebentar dan kita makan di meja makan bersama seperti biasanya. "ucap Aarav " .
tidak untuk hari ini, kau jangan banyak bicara dan menurut lah padaku "seru nayla ".
dia meletakan nampan itu di nakas dekat ranjang, nayla menuntun Aarav untuk duduk nayla meraih nampan itu kembali dan meletakkan di pangkuannya , dia meraih sendok dan mulai menyuapi suaminya itu dengan telaten.
Aarav tentu saja dengan senang hati menerima semua perlakuan manis dari istrinya ini ,kapan lagi dia merasa di manjakan seperti ini setelah kepergian nathan ke jepang dia sedikit kewalahan mengerjakan semua urusan kantor.
Aarav lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor dari pada menemani nayla dan mereka bahkan hanya bertemu saat makan pagi karena malamnya Aarav pulang nayla sudah terlelap.
perutmu sudah semakin besar sekali sayang? ...
apa kau sudah check up dan menemui dokter kandungan mu hm ?
sudah... aku kemarin di temani shilla waktu ke dokter dan dokter bilang semuanya baik baik saja.
Aarav menundukkan kepalanya dia mengecup perut buncit nayla dengan seluruh perasaannya, hai jagoan kau bisa dengar suara Daddy mu ini kan, jangan nakal di dalam sana yah ,bantu daddy menjaga mommy mu, Aarav mengecup kembali perut nayla.
nayla tak mampu menahan semua perasaan haru yang bergumul di hatinya, Aarav selalu memiliki cara agar membuatnya jauh lebih baik dan menghilangkan kecemasan yang sempat menelisik hatinya karena kondisi Aarav semalam.
aku tak sabar rasanya menanti jagoan ku lahir ,seru Aarav.
dari mana kau yakin jika dia seorang jagoan "ucap nayla di memiringkan kepala memandang wajah Aarav ".
aku selalu ingin menemani anak kecil bermain bola ,bersepeda, berenang ,seperti saat kita bertemu dengan Milan dan Axel. dua bocah menggemaskan itu waktu di paris membuatku ingin memiliki anak lelaki, namun jika tuhan memberikan ku seorang putri aku akan tetap menyayangi dan merawatnya dengan segenap hati.
Nayla terenyuh dia merasa beruntung bisa menjadi bagian dari hidup seorang Aarav.
apa kau ingin kita melakukan USG agar kita mengetahui jenis kelamin bayi kita nanti? "ucap nayla ".
Aarav menggeleng, tidak perlu sayang. aku rasa akan lebih baik jika itu menjadi kejutan untuk kita nanti, apapun bayi kita nanti aku akan menerimanya dengan senang hati.
nayla memeluk Aarav dia merasa bahagia dengan pemikiran suaminya, dalam hati dia berdoa semoga tuhan berkenan memberikan bayi laki laki untuk mereka.
setelah cukup lama berpelukan Aarav dan nayla saling melepaskan pelukan.
sayang dimana shilla? apa kau membiarkannya sarapan sendirian ? ...
tidak , , dia tadi aku tinggal sarapan dengan darren, pagi pagi sekali darren kemari dan aku menawari nya makan bersama lalu aku berpamitan ke kamar untuk makan bersama mu.
uhm....sayang, menurutmu apa shilla menyukai darren ?
nayla mengernyitkan dahi, kenapa kau bertanya seperti itu?
uhm.. seperti itu yah, aku rasa shilla hanya menganggap darren teman nya saja, karena yang aku lihat shilla tidak merasa canggung atau gugup saat bersama darren sikapnya sama sekali terlihat biasa saja.
jadi saat kita sedang jatuh cinta dengan seseorang kau akan merasa canggung dan serba salah di hadapan orang yang kau cintai itu, begitu maksudmu?
iya, kenapa kau jadi membahas tentang perasaan shilla?
memangnya kenapa jika aku membahas perasaan shilla? kau cemburu yah? ayo mengaku saja! .
apa ! cemburu ? ... mana mungkin aku cemburu pada adikku sendiri, yang benar saja kau ini mengada ada saja .
sudah lah aku akan merapikan ini dulu , astaga... Aarav apa yang kau lakukan? "nayla memekik saat Aarav tiba tiba menarik tubuhnya.
kau semakin cantik saja saat berteriak seperti tadi, aku rasanya ingin memakan mu seperti ini.
nayla tertawa saat Aarav menggelitik tubuhnya dia bahkan berguling di kasur , keduanya bercanda dan bersenda gurau dan suara tawa mereka terdengar ke ruang makan.
shilla mengerutkan kening telinganya mendengar tawa riang kakaknya nayla yang entah sedang apa di kamarnya itu.
darren menahan tawanya , dia berusaha fokus dengan makanan nya dia ingin menertawakan wajah shilla yang merasa tidak nyaman saat mendengar suara dari atas kamar kakaknya.
kenapa kau menatap ku seperti itu hah? "seru shilla ".
tidak, siapa yang menatap mu.... aku sedang menatap lauk di hadapanmu itu. "elak darren".
alasan saja, sudah ketahuan masih saja tidak mau mengaku.
baik baik aku mengaku, aku memang menatapmu tadi, karena saat kau termenung seperti itu wajahmu sangat lucu. rasanya aku ingin -
ingin apa hah. jangan macam macam atau aku tidak mau lagi berteman dengan mu "sergah shilla ".
aku hanya bergurau shilla kenapa kau menatap ku seolah ingin memakan ku!
kau ini.... menyebalkan sekali, sudah lah kita jadi pergi atau tidak.? tanya shilla.
kita akan pergi sekarang... tapi kita belum merapikan semua ini "ucap darren " .
sudah lah biar bibi lindsay saja yang merapikannya "ucap shilla " .
ya sudah ayo darren dan shilla melangkah keluar mansion, setelah darren dan shilla duduk di mobil darren belum menyalakan mesin mobilnya.
shilla yang bingung pun bertanya, kenapa kau tidak nyalakan mesinnya ?
apa tidak sebaiknya kita meminta ijin kakak Aarav dulu "seru darren ".
shilla menghembuskan nafasnya kasar... kau ini bodoh atau pura pura bodoh, kau tidak dengar tadi suara mereka begitu menggema hingga ke dapur, yang ada jika kita berpamitan kita akan mengganggu mereka.
kau benar ya sudah kau kirim pesan pada kakak mu agar dia tidak khawatir "seru darren".
*kau ini... astaga darren aku baru tahu jika kau lebih menyebalkan dari pada na-
shilla menghentikan ucapan saat akan menyebut nama nathan*.
dari pada siapa... "sergah darren ".
bukan siapa siapa ,sudahlah lupakan... cepatlah jalan aku ingin makan ice cream di kedai favorit ku .
iya iya.... kau ini cerewet sekali seperti belum pernah makan ice cream saja ",rutuk darren " .
terserah apa katamu.... "ucap shilla ".
darren segera melajukan mobilnya menuruti keinginan shilla yang ingin makan ice cream di kedai favoritnya.
tinggalkan jejak kalian like ,komen, bantu vote juga boleh .
terima kasih
*baca novel aku yang lain yah
Deep you
*You Heart Me
Secret Admirer*