
Aarav yang merah muda saja yah itu sungguh lucu dan lihatlah dengan teliti warnanya akan cocok sekali dengan baby kita ucap Nayla dengan merengek.
*Aarav memijat pelipisnya yang mulai berdenyut, Nayla dari mana kau tahu tahu jika itu akan cocok dengan baby kita .
kita bahkan belum tahu dan kita tidak melakukan USG bukan lalu kenapa kau begitu yakin dengan hal itu seru Aarav* .
karena aku ibunya Aarav dan aku tahu meskipun baby kita nanti dia bukan perempuan,tapi aku yakin dia akan menjadi pinky boy dan itu sangat lah istimewa ucap Nayla dengan tersenyum.
pinky boy ! kau mendoakan anakmu sendiri untuk menjadi pria yang menyukai warna pink astaga Nayla kau ini benar benar mengerikan ucap Aarav .
*Nayla mengangkat bahunya acuh dia memutuskan memilih Baby Stroller berwarna pink, Aarav mendesah lemah .
keinginan Nayla tidak bisa dia tolak atau Nayla akan menangis ditempat umum seperti saat mereka berdebat tentang sepatu tadi*.
Aarav mendorong belanjaan Nayla yang sudah penuh di trolley ,Aarav mendengus kesal karena semua pilihan Nayla berwarna pink.
semua itu sungguh membuatnya kesal pasalnya Aarav ingin memilih warna yang netral saja bukan warna feminim seperti semua ini.
*Elias menata semua belanjaan Aarav dan Nayla ke dalam bagasi mobil . Nayla meminta Aarav mendekor kamar baby untuk baby mereka, kali ini Nayla la lah yang kesal dan memanyunkan bibirnya .
alih alih senang Nayla malah tidak suka saat Aarav berkata , jika di dalam kamar tidak akan ada warna merah muda karena semua furniture yang Aarav pesan berwarna biru laut*.
Nayla sudah mendebatnya namun Aarav tidak mengindahkan ucapannya , Nayla semua peralatan dan pakaian baby kita sudah merah muda .
tidak ada penolakan lagi Nayla jadi untuk kamar dan seisinya semuanya tidak boleh berwarna itu lagi tegas Aarav.
Aarav dan Nayla sampai di mansion Aarav langsung menuju ke kamar yang akan di jadikan kamar untuk buah hatinya.
kamar baby itu terletak di sebelah kamar mereka dan memiliki pintu penghubung dengan kamar Aarav, Aarav sibuk memberi arahan untuk para pekerja yang mendekor ruangan kamar nya.
*Shilla melihat Nayla yang duduk di ruang tengah dengan dahi yang mengerut sangat dalam .
Astaga kak ! ....apa kau berniat membuka toko di dalam mansion dan semua barang barang ini hanya memiliki satu warna ucap Shilla dengan terkejut*.
lihatlah semua ini lucu dan menggemaskan bukan , kau tahu Shilla kakak mu Aarav dia sungguh menyebalkan.
dia menolak setuju dengan semua pilihanku tadi , di sana bahkan kami sempat beradu argumen dengannya di toko seru Nayla .
astaga kak Nayla benar benar egois sekali! dia bahkan tidak mendengarkan alasan kak Aarav yang memang masuk akal , ibu hamil yang satu ini memang berbeda.
semoga saja saat nanti aku mengalami fase itu aku tidak melakukan hal aneh seperti kak Nayla gumam Shilla dalam hati, astaga Shilla kenapa kau berpikiran sejauh itu kekasih saja kau belum punya timpalnya lagi dalam hati.
Shilla duduk di samping Nayla, kakak apa aku boleh menanyakan sesuatu? tanya Shilla.
tanyakanlah kenapa harus meminta ijin seperti mengurus dokumen negara saja celetuk Nayla dengan terkekeh.
Shilla tersenyum sangat kaku, sewaktu kak Aarav menyatakan perasaanya apa kau langsung memberikan jawabanmu kak? tanya Shilla dengan menunduk.
kau bertanya tentang lamaran kakak mu itu, shilla mengangguk.
Iya kakak waktu itu langsung menerimanya begitu saja karena kakak merasa nyaman dengan nya , dan kau kan tahu kakak baru pertama kali mengenal pria .
Aarav memang baik dan dia juga begitu menyayangimu lebih dari aku jadi aku menerima cintanya ,ucap Nayla dengan tersenyum mengingat momen lamaran Aarav saat itu.
Shilla ikut tersenyum memang benar kakaknya Aarav begitu menyayanginya melebihi Nayla.
Shilla ,Nayla kalian sedang membicarakan apa ? membicarakan aku yah? tanya Nathan yang tiba tiba muncul dari pintu Mansion.
Hai Nathan, aku baru melihat mu lagi ucap Nayla.
apa kau perlu sesuatu? tanya Nayla.
dia ada di atas kau temui saja dia sedang mendekor kamar untuk baby kami ucap Nayla dengan tersenyum.
benarkah? kalau begitu aku akan ingin segera melihatnya, Nathan berlalu meninggalkan Nayla dan Shilla ke atas.
Shilla memandang punggung Nathan yang semakin menjauh darinya, kakak apa kau tahu Nathan akan pergi kemana? tanya Shilla.
entahlah kakak juga tidak tahu ! semalam dia menelpon kakak mu, Nathan bilang dia ingin mencari suasana baru .
dia ingin pindah ke London mungkin sahabat kakak mu itu sedang patah hati Nayla berucap dengan terkekeh.
Kakak akan istirahat di kamar mu Shilla Nayla berlalu meninggalkan Shilla yang mematung di sofa.
Nathan patah hati?apa aku penyebab dia ingin pergi dari kota ini dan menjauh hingga ke London gumam Shilla.
wah ini keren sekali dude kau mendekor dengan sangat bagus, baby kalian pasti akan sangat menyukai kamarnya ucap Nathan.
Aarav menengok dia langsung bertatap muka dengan Nathan, terima kasih dude.
hei kau sudah serapi ini, apa kau yakin dengan keputusanmu ucap Aarav dengan memindai Nathan dari kaki hingga kepala.
aku sudah yakin dengan keputusanku Aarav ucap Nathan dengan tersenyum.
aku tidak tahu apa alasanmu yang sebenarnya selain alasan yang kau katakan itu, namun aku berharap jika kau bisa berbahagia di sana.
Aku akan sangat merindukanmu ucap Aarav dengan memeluk Nathan, aku juga akan sangat merindukan kalian seru Nathan.
apa kau akan kembali mengunjungi kami ? kau harus kembali kesini untuk menjenguk Nayla saat dia melahirkan nanti ucap Aarav.
aku akan memikirkannya nanti jika aku sudah sedikit tenang, aku akan kembali kesini ucap Nathan.
*Aarav aku harus segera pergi pesawat ku akan segera berangkat satu setengah jam lagi, seru Nathan .
aku akan mengantarmu ucap Aarav*.
keduanya menuruni tangga bersamaan, Shilla tolong katakan pada Nayla jika aku akan mengantar Nathan ke bandara ucap Aarav.
Shilla dan Nathan saling berpandangan, tersemat isyarat dalam pandangan kedua insan itu, Shilla menatap dengan nanar akan keputusan Nathan yang pergi secara mendadak ini.
Nathan menatap Shilla dengan seluruh rasa kecewanya dia mengira jika shilla menerima pernyataan cinta Darren dan Nathan memutuskan menjauh dari kehidupan Shilla.
Nathan ayo kau bilang pesawat mu akan segera berangkat ucap Aarav , tatapan Shilla dan Nathan terputus.
Nathan pergi menjauh dari hadapan Shilla dia pergi dengan membawa kesalahpahaman yang tak pernah dia pastikan sebelumnya.
Shilla memandangi punggung Nathan yang menghilang di balik pintu dia terduduk lemas, bahkan Nathan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada dirinya.
Shilla memegangi dadanya yang terasa sesak menyaksikan kepergian Nathan dari hadapannya ,shilla meneteskan air mata untuk cintanya yang belum sempat dia ungkapkan untuk Nathan.
Nathan memasuki mobil bersama Aarav dia menengok ke arah mansion dengan berat hati dia memutuskan semua ini ,Nathan memejamkan matanya hatinya berdenyut mengingat semua kenangan dirinya dan Shilla.
Selamat tinggal macan garang semoga kau dan Darren bahagia, maafkan aku karena aku tidak berbicara atau memberitahu mu tentang ini.
aku tidak sanggup untuk berpamitan dengan mu dan semua nya akan lebih mudah untukku, aku tidak sanggup jika harus menjelaskannya padamu gumam Nathan dalam hati.
mobil melaju dan meninggalkan pelataran mansion menuju bandara.
*see you ❤
tinggalkan jejak like kalian yah 😘*.