
Aarav yang sudah kembali ke mansion segera membersihkan dirinya dan dia menemui marquez juga nathan yang sudah menyelesaikan ritual mandinya itu .
mereka kini mengintrogasi dua bodyguard itu dan memaksa mereka untuk memberitahukan keberadaan bos mereka sofia dan chase, keduanya sangat ketakutan akan ancaman yang di berikan Aarav.
hingga mereka dengan segera menghubungi chase dengan tangan yang sudah di borgol satu sama lain nathan membantu meletakan handphone bodyguard itu di telinganya.
panggilan terhubung.
*ada apa suara chase terdengar dibalik telepon
*bos anda ada dimana bos, ka kami ingin meminta uang transportasi untuk pergi dari kota ini sesuai perintah anda "ucap bodyguard itu dengan terbata.
*baiklah temui aku di bar *#¥%
panggilan berakhir.
marquez tetap awasi mereka "ucap Aarav".
baik tuan "jawab marquez".
ayo nathan kita harus segera menemui wanita jalang itu dan kaki tangannya .
nathan mengikuti Aarav mereka masuk ke mobil .sementara di dalam perjalanan Aarav meminta nathan menghubungi pihak berwajib untuk menangkap sofia dan chase di bar yang telah disebutkan chase tadi.
"selesai menelpon polisi hubungi lah elias nath agar dia mengumpulkan bukti yang sudah di dapatkan marquez ".
nathan mematuhi ucapan Aarav.. "sudah dude elias sedang mengerjakan nya dia akan mengirim laporan dan buktinya pada pihak berwajib" seru nathan " .
Aarav menghentikan kendaraannya dia memarkirkan kendaraanya tepat di depan pintu masuk mereka berdua tak langsung masuk dan menemui chase dan sofia mereka menunggu polisi datang.
tak lama datanglah satu unit mobil polisi dengan dua kendaraan motor milik polisi berseragam lengkap Aarav meminta agar tak membunyikan sirine mobil nya supaya chase dan sofia tidak melarikan diri.
semua polisi itu itu berdiri dan berjaga di depan pintu masuk dan pintu keluar, Aarav dan nathan mulai memasuki area bar yang penuh dan terlihat ramai oleh pengunjung dentuman musik yang keras menerpa pendengaran keduanya .
hingga mata Aarav tertuju pada wanita yang sedang menyesap alkohol ditangannya juga seorang pria yang tengah mabuk mereka duduk di kursi tinggi di dekat meja bar . aura membunuh mengular dari tubuh Aarav saat dia mulai mendekat ke arah sofia.
Aarav tak segan memelintir lengan sofia nathan langsung meringkuk chase yang sedikit memberontak berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman nathan karena dirinya sudah mabuk nathan dengan mudahnya melumpuhkan chase dan membawanya keluar.
Aarav berusaha menarik tubuh sofia, sofia yang tengah mabuk malah tersenyum manis ke arah Aarav tangannya meraih wajah Aarav dan hendak mendaratkan ciuman di bibir pria itu namun Aarav menghindar dan malah mengenai pipinya.
akhirnya kau menemui ku... aku sangat bahagia saat kau dan istrimu berpisah "racau sofia
dia bergelayut manja di lengan Aarav.
diam lah jangan banyak bicara. . .sekarang ikut lah dengan ku. "ucap Aarav dia tak segan menyeret sofia untuk keluar dari tempat terkutuk itu.
sofia yang sudah salah arti akan kedatangan Aarav menurut dan berjalan dengan gontai dengan lengan bergelayut di lengan Aarav .Aarav terpaksa membiarkan itu agar semakin mudah ia membawa sofia keluar setelah menerobos orang yang tengah berpesta minuman itu. Aarav menyerahkan sofia pada petugas polisi dan melepaskan cekalan tangan sofia di lengannya.
sofia terkejut dan tersentak ketika borgol melekat di pergelangan tangannya Aarav tersenyum lega. bawa mereka segera pak komandan orang ku akan ke kantor anda menyerahkan bukti kejahatan mereka tolong berikan keadilan untuk adikku dia kini ada di rumah sakit kau bisa meminta kesaksian jika dia sudah sadar aku akan menghubungimu.
terima kasih tuan Aarav kau sudah bekerja sama dengan kami. kami permisi
setelah berjabat tangan dengan polisi itu Aarav dan nathan juga para polisi itu pergi dari tempat itu, ,
elias dan marquez membawa dua bodyguard dan barang bukti berupa rekaman saat di apartement sofia dan salinan pesan singkat dari chase di handphone Aarav.
juga rekaman cctv saat shilla dibawa dari mall.
Aarav dan nathan merasa lega tentang selesainya kasus ini namun Aarav bingung bagaimana dia harus menjelaskan keputusannya saat itu. dirinya takut jika nayla sudah mendengar kabar buruk itu dari orang lain dan akan menelan mentah mentah berita itu.
Aarav sudah meminta pihak stasiun televisi agar tak lagi menayangkan berita di channel manapun tentang perceraian nya itu.
dia sendiri yang akan mengklarifikasi nya nanti setelah semuanya selesai dan ini saat yang tepat Aarav akan mendatangi stasiun itu dengan tuan victor .
dering handphone milik nathan terdengar memecah keheningan mobil Aarav. nathan meraih handphone di saku celananya tertera elias di sana .
"ada apa elias? "tanya nathan".
"tuan nathan nyonya aline tadi meminta saya untuk memberitahukan anda juga tuan Aarav jika nona shilla sudah sadarkan diri. "suara elias terdengar di balik telepon .
"baiklah akan ku sampaikan pada Aarav" .
panggilan berakhir.
ada apa dude ? " tanya Aarav "dengan melajukan kendaraan ke arah rumah tuan victor dexter.
nathan menatapi jalanan yang di lalui.. kita akan kemana lagi Aarav ini bukan jalan menuju rumah sakit kan "seru nathan dengan bingung.
kita akan ke rumah tuan victor terlebih dahulu aku akan menyelesaikan satu masalah lagi."ucap Aarav ".
Aarav menatap nathan dengan penuh selidik .
aku rasa nathan menaruh hati pada shilla terlihat dari semua sikapnya selama ini "gumam Aarav dalam hati".
baiklah kita akan ke rumah sakit nanti sekarang turunlah kita sudah sampai."timpal Aarav.
Aarav dan nathan turun dan menghampiri rumah tuan victor ditekannya bel yang ada di samping atas bagian kanan pintu.
tuan victor sendirilah yang membuka pintunya dia tersenyum ramah pada Aarav dan nathan menyuruh mereka berdua masuk.
Aarav sudah menyampaikan maksud dan tujuannya kepada tuan victor , kini mereka bertiga berada di perjalanan menuju salah satu stasiun televisi.
mereka kini sedang berada di salah satu stasiun televisi , Aarav melakukan tugasnya di depan para wartawan dia mengklarifikasi jika perceraian yang di lakukan tempo hari itu hanyalah kamuflase , untuk mengecoh para penculik yang telah menjadikan adiknya sebagai sandera mereka.
dan syarat yang mereka ajukan adalah perceraian Aarav dan ini menyangkut obsesi seorang wanita bernama sofia akan kegilaannya untuk menghancurkan Aarav dan keluarganya.
Aarav meminta maaf pada publik akan kejadian yang terjadi karena dirinya dan meminta maaf jika ada beberapa pihak yang menganggap ini hoax .
tuan dexter menunjukkan bukti surat perceraian palsu itu jika yang bertanda tangan di sana bukanlah milik istri tuan Aarav melainkan tanda tangan asisten rumah tangganya bibi lindsay.
kami tidak bermaksud melakukan pembohongan publik tetapi keadaan lah yang memaksa sekali lagi tolong maafkan aku "seru Aarav.
acara klarifikasi itu selesai pada malam hari dan Aarav memutuskan untuk menemui nayla dan shilla di rumah sakit.
aline yang tengah bersantai dirumahnya dengan menonton tv dengan hebohnya memanggil sang putri Lea .
Leanore...... cepat kemarilah sayang...
Lea.... kemari lah....
iya mom iya....tunggu sebentar ...
Lea......
iya mom aku datang...
mom ada apa kenapa kau berteriak seperti itu seperti melihat hantu saja!
"rutuk lea yang hampir terlelap karena dia hampir saja tertidur karena ini memang sudah malam hari".
sudah diam lah lihat itu dan dengarkan "seru aline.
lea membulatkan matanya kala dia melihat Aarav , nathan dan sang pengacara juga mendengarkan penuturan berita yang juga menjadi hight light hari ini.
keduanya tersenyum riang akan kabar baik ini aline sempat salah paham pad keponakan nya itu di sempat ragu akan keputusan Aarav namun kini dia mengerti.
shilla yang tengah terbangun dari tidurnya dengan usil menyalakan televisi yang tersedia di ruangan itu untuk mengusir rasa bosannya . dan saat dia sibuk mencari channel tangannya terhenti kala matanya menangkap Aarav di layar datar itu .
reflek shilla berteriak dengan suara cempreng khas milik nya , hingga nayla mau tak mau terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan teriakan shilla barusan.
"shilla kau ini sedang sakit saja suara mu masih sebegitu cemprengnya ."nayla mendengus kesal.
kak lihatlah kak Aarav ada di televisi.. nayla dengan segera melihat ke arah televisi yang menyala dan sesuai ucapan shilla memang Aarav yang sedang berbicara di sana.
nayla dan shilla menyimak ucapan Aarav dan tuan victor seketika tangis haru nayla pecah nayla mengusap air matanya yang mengalir di wajahnya..... Aarav rela melakukan pengorbanan sejauh ini untuk shilla adiknya.
dalam hatinya "shilla merasa sangat beruntung memiliki kakak seperti Aarav" .
shilla meminta nayla mendekat" kakak kemari lah peluk aku "shilla merentangkan kedua tangan nya , nayla dengan segera menghampiri adiknya dan memeluk shilla. keduanya menangis bahagia akan kebenaran yang mereka lihat.
kakak hampir saja berpikiran yang tidak tidak dengan kakakmu itu "ucap nayla ditengah tangisnya itu.
aku sangat menyayangi kak Aarav kak ucap shilla ditengah tangisnya dia berucap dengan segenap hatinya.
nayla mengangguk di dalam pelukan shilla.
kau boleh menyayanginya lebih dari kau yang menyayangiku "ucap nayla ".
shilla mengeratkan pelukan nya aku menyayangi kalian berdua ",serunya.
nayla terkekeh akan penuturan shilla kau harus berterima kasih padanya sayang "ucap nayla.
shilla mengiyakan....
see you. ❤