
shilla masuk ke dalam mansion tepat ketika Aarav dan nayla tengah menyantap makan malamnya....
Shilla hendak menaiki tangga namun panggilan bibi lindsay menghentikan langkahnya..
nona tuan muda memintamu untuk ikut makan malam dengan nya.... ",tutur lindsay.
baik lah aku akan turun dan menemui kakak... tapi bibi lindsay tolong letakkan boneka dan buku ini di kamarku yah...
lindsay mengiyakan ..
*shilla melangkah ke arah dapur.... menemui kedua kakak nya.
kau dari mana saja shilla ? ......
apa kau sudah makan sayang ?.....
dimana temanmu itu ? ...
kenapa tidak kau ajak kemari...? ",cerca nayla*.
kak nayla kau seperti wartawan saja...
aku hanya berkeliling dan jalan jalan saja...."shilla.
dia tak kau ajak masuk kemari shilla? Aarav bertanya dengan mengelap mulutnya dengan tissue....
kak Aarav dia tadi sedang terburu buru aku sudah menawarinya mampir tapi dia bilang lain kali saja.... "shilla menjawab seadanya...
makan lah dulu jika kau lapar shilla..... ",timpal nayla.
aku masih kenyang kak... boleh aku ke kamarku ...aku ingin istirahat aku sudah lelah sekali... shilla
istirahat lah.... bersihkan dirimu dan tidur... seru Aarav.
shilla tersenyum dan memeluk Aarav...
terima kasih kakak... you are the best...
shilla berlalu meninggalkan dapur dengan berlari menaiki tangga.
nayla menggelengkan kepalanya....
jangan terlalu memanjakan shilla sayang...!
kau terlalu memberinya kebebasan...
Aarav mengedipkan bahunya acuh... hanya tak ingin mengekangnya sayang tenanglah...
aku punya cara sendiri untuk menjaga shilla...
aku sendiri yang akan memastikan keadaannya yang akan selalu baik baik saja...
percayalah dia tidak akan mengecewakan kita terutama kau... Aarav menatap ke arah tangga dengan sorot mata penuh arti.
nayla tak bergeming dia mengiyakan ucapan Aarav semenjak menikah Aarav memang sangat peduli dan begitu menyayangi shilla.
terlihat dari semua interaksi keduanya dan shilla yang kadang mematuhi aturan Aarav.
shilla memainkan boneka di tangannya.. dia tersenyum mengingat darren yang rela tercebur ke kolam ikan demi mencegah boneka pandanya tercebur dan basah ...
hadiah kecil yang di berikan darren untuk shilla.... saat mereka tengah bermain di wahana out dor salah satu tempat wisata,
ketika darren berhasil memenangkan game bowling dia mendapat hadiah boneka panda lucu dan memberikannya pada shilla.
tok.... tok.... tok....
shilla mengernyitkan dahinya....
shilla buka pintunya sayang ....nayla berdiri di balik pintu kamar adiknya.
sebentar kak.... shilla berlari dan membukakan pintu.
shilla kau sedang apa? kenapa belum membersihkan diri hm...
ah... iya. . .maaf kak.. . . . itu.. a... aku hanya sedang mengingat temanku tadi ",shilla tersenyum kaku ke arah nayla.
ya sudah ...ini minum susu nya habiskan yah... jangan tidur dengan perut kosong sayang.... "seru nayla seraya meninggalkan kamar shilla.
sepeninggal nayla shilla duduk dengan kaki menjuntai ke lantai mendadak ia teringat nathan.
shilla tertegun dirinya sesekali bertanya tentang nathan yang selama seminggu ini tidak menyambangi mansion....
kemana alien itu.... dia tak pernah lagi menemui kakak. ..
*astaga.... aku ini kenapa repot memikirkan alien itu... dia ada atau tidak aku harusnya tidak peduli kan....
shilla meminum susu pemberian nayla dan menenggaknya hingga tandas*...
sudah lah aku tidur saja dari pada memikirkan alien itu shilla meletakan gelas di nakas samping ranjangnya.
dia membaringkan tubuhnya dan menarik selimut dan tidur dengan memiringkan tubuhnya ke arah kanan menghadap pintu...
matanya terpejam dengan mudahnya dia tertidur sangat pulas..
Aarav menemani nayla tidur dengan memeluknya dan mengelus punggung nayla dengan lembut...
dengkuran halus istrinya mulai terdengar di telinga Aarav. Aarav memiringkan tubuhnya dan melihat ke arah nayla setelah di rasa nayla sudah pulas.
dikecupnya kening nayla lama dan Aarav berlalu keluar kamarnya dengan membawa handphone miliknya.
kalian masuklah sekarang aku tunggu di ruang kerja... "ucap Aarav dan mengakhiri panggilannya.
Aarav sudah duduk di ruang kerjanya.. marques dan elias memasuki ruangan dan Aarav menyuruhnya duduk...
dimana nathan kenapa dia belum kemari? ....
mungkin masih dalam perjalanan tuan..." elias
nathan mengendap masuk ke kamar shilla dengan berjalan pelan dia memasuki ruang kamar shilla...
ditatapnya dalam wajah tertidur shilla... aku tidak tahu apa yang aku rasakan padamu macan garang.... tapi aku perlu waktu untuk memastikannya lebih baik aku menjauh darimu sementara waktu .... kau juga terlihat nyaman saat aku tidak muncul di hadapanmu kan. ... nathan berdialog sendiri dengan pikirannya.
nathan mengecup kening shilla dan dia hendak beranjak dari ranjang shilla namun shilla menggeliat tangannya tanpa sadar meraih tangan nathan dan menyelipkannya di pipi shilla seolah tangan nathan adalah bantal ....
nathan memejamkan matanya dia takut membangunkan shilla ...dia merasakan halusnya pipi shilla di tangannya yang tertindih pipi mulus itu.
Aarav pasti sudah menungguku... nathan perlahan menarik tangannya hingga akhirnya terlepas dia menghembuskan napas dan segera berlalu meninggalkan kamar macan garang nya itu.
nathan berjalan cepat setelah keluar dari kamar shilla dia segera menuju ruang kerja Aarav ...
hai Aarav ...maaf aku terlambat.. ucap nathan yang masih berdiri dan memegangi tuas pintu. ..
masuklah dulu nathan ...jangan berdiri di sana..
ah iya baiklah.... nathan masuk dan menjatuhkan bokongnya persis di depan sofa yang bersebrangan dengan Aarav.
elias kau melaksanakan tugas yang ku berikan untuk mu bukan! ..."seru Aarav
iya tuan.... satu minggu ini nona shilla menghabiskan waktunya dengan teman pria yang baru di kenalnya itu tuan...
namanya adalah Darren wizhky
yang saya tahu pria itu adalah pria yang pernah menolong nona shilla pingsan beberapa waktu lalu.
dia anak tunggal Dokter Ronald wizhky
salah satu dokter di tempat yang sama dengan bibi anda bekerja nyonya aline... ",terang elias.
apa dia melakukan hal yang mencurigakan selama dekat dan pergi dengan shilla... "Aarav.
tidak tuan selama saya memantaunya pemuda itu bertingkah wajar saja.. dia... saya perhatikan pemuda itu seperti nya menyukai nona shilla tuan dia memberikan boneka dan buku untuk nona shilla siang tadi...
Aarav dan nathan fokus mendengarkan.
hati nathan sedikit tercubit dengan penuturan elias yang mengatakan jika darren dan shilla semakin dekat dan darren yang menaruh hati pada shilla...
nathan tak pernah menyadari jika hatinya sudah memilih shilla semenjak mereka pertama bertemu namun nathan selalu menampik dengan dalih hanya melaksanakan tugas dari Aarav untuk menjaga shilla.
tanpa sadar ia jatuh cinta namun tak menyadari perasaannya sendiri.
marquez apa ada info terbaru dengan kasus perusakan gaun waktu itu "seru Aarav .
lelaki yang bernama chase itu sudah tak menampakkan diri lagi tuan ...... dia menghilang entah kemana... dia tidak lagi berkeliaran di sekitar rumah tuan albert dan tidak mengunjungi putrinya nona sofia.
saya rasa dia sedikit menjaga jarak dan mungkin sudah tahu jika dirinya di intai dia jadi lebih waspada dari sebelumnya. "seru marquez.
teruskan tugas kalian pastikan rekam semua gerak gerik nya yang mencurigakan.
nathan kau masih mengawasi sofia kan.... Aarav memindai sahabatnya itu..
nathan kau mendengar ku....
ah iya Aar maaf. aku masih mengawasi sofia sesuai perintah mu... aku selalu berusaha berada di dekatnya dan selama seminggu ini aku rasa baik albert atau pun sofia tidak mencurigai ku....
mereka tidak mempermasalahkan kehadiran ku yang selalu ke sana setiap hari.....alasan proyek kerja sama hanya lah kamuflase untuk bisa mencari kebenaran dan fakta sesungguh nya.
rencana mu memang luar biasa Aarav aku sangat setuju akan hal itu...
ini seni berperang nathan.... kau harus berteman baik dengan seseorang dan mencari tahu kelalaian nya... menunggu dia lengah dan mengakui kesalahan nya sendiri.
semenjak kejadian kebakaran itu adik dan istriku mereka kehilangan separuh kebahagiaan nya meski keduanya tak pernah menunjukan nya kesedihan nya di depanku aku tahu itu melukai mereka ...
terutama nayla ...
aku akan membuat perhitungan untuk siapapun yang melukai kedua wanitaku... istri dan adikku. Aarav mengepalkan kedua tangan nya hingga buku tangannya memutih aura marah nya mengular ke seluruh ruangan itu.
nathan tersenyum... Aarav yang dulu telah kembali.... ucap nya kemudian. ..
Aarav mengangguk pasti..
mereka mempermainkan orang yang salah...
mereka mengusik ketenangan ku dan orang terdekatku...
.
.
.
.
.