
Matahari mulai menampakkan kehadirannya. Sinarnya menembus sempurna dinding kaca, yang tak tertutup tirai dengan benar sejak Semalam.
Aarav bangun dari tidurnya,ia meregangkan otot six pack nya.Tubuhnya benar benar terasa remuk dan tulang tulangnya hampir patah,Ia mendengus kasar.
"Badanku rasanya seperti habis ditindas container saja,Sakit sekali! ".
Ia beranjak ke kamar mandi membersihkan diri,Setengah jam pun berlalu.
Aarav tampak gagah dengan Setelan senada bercorak Grey,ia menuruni tangga dengan tergesa gesa .
"Tuan muda sarapannya! " Tegur salah seorang Maid Senior.
"Tidak Aunty,Aku hampir terlambat,Nanti saja Aku ada meeting pagi ini!" .Aarav menghilang di balik pintu.
Dengan Kecepatan Maksimum, dirinya menekan pedal gas dengan terburu terburu.
Pasalnya hari ini dia akan rapat dengan Koleganya dari Belanda,ia tak ingin terlambat dan terkesan tidak bisa me manage waktu dengan baik.
Lagi pula kali ini Kolega nya akan memberikan tender besar,itu lah mengapa Aarav tak ingin tercoreng karena masalah keterlambatannya.
Aarav sampai di cafe, Aarav mendekati meja yang di ujung ruangan.Nathan sudah terlebih dulu sampai.
Morning Tuan William !" Sapa Aarav.
Morning to Aarav " Jawab William.
Baiklah,Segera kita mulai rapatnya!.
Rumah Sakit pov' s
Kakak, tadi Dokter bilang Kau sudah boleh pulang ! Tutur Shilla.
Nayla merasa lega.
"Akhirnya,Aku bisa keluar dari tempat menyebalkan ini!".
Shilla membantu kakaknya berpakaian,Melepaskan Setelan Rumah Sakit dengan baju yang dibawa shilla dari flat.
"Aku sudah memesan Taxi.
Ayo Kak,Cepat lah sebelum Taxi nya pergi!".
Nayla dan Shilla keluar dari Rumah Sakit ,Laku masuk kedalam taxi dan melaju meninggalkan pelataran Rumah Sakit
Setelah kembali dari Meeting Paginya,
Aarav kembali berkutat dengan setumpuk berkas yang tampak menggunung di meja Kerjanya.ia membolak-balikkan dan membaca file nya satu demi satu sebelum menandatangani nya.
Pikirannya mendadak teralihkan, ia langsung meraih Handphone nya men dial seseorang.
Panggilan terhubung.
"Apa dia sudah membaik Aunty?"tanya Aarav
"Dia sudah ku perbolehkan pulang pagi tadi!"Timpal Aline.
Aline tahu siapa yang di bicarakan Aarav,gadis itu rupanya Spesial untuk Keponakannya yang angkuh itu.
"Baiklah terima kasih Aunty!".
Ucap Aarav dan mengakhiri panggilan.
"Anak ini selalu saja seenaknya!"decak Aline.
"Kebiasaan!" imbuhnya lagi .
Taxi yang di tumpangi Kakak beradik itu, tampak sudah berhenti tepat didepan toko.
Shilla turun dan melangkah masuk ke dalam toko,Sedangkan Nayla masih harus istirahat.
Nayla melayangkan semua kekesalannya nya di dalam Taxi,Pasalnya dia kalah debat dengan sang Adik yang tidak mengijinkannya ikut berada di Toko.
Aarav mengecek agenda nya,tampaknya tidak masalah jika aku keluar sebentar!" Ucap Aarav dengan tersenyum.
Shilla di sibukkan dengan Jumlah Pesanan dadakan dari Pelanggannya dalam porsi besar.Ia kewalahan saat hendak membungkusnya,Karena sisa tenaganya mulai menipis.
Ting.
Bel berbunyi,Pertanda ada pembeli masuk.
Shilla menatap heran,"Kenapa kau kesini lagi tuan?". Tanyanya kemudian.
"Memangnya ada larangan Aku tak boleh berkunjung disini ! " Cibir Aarav.
"Bukan begitu,Aku hanya sedang sibuk saja. jadi Maaf, sedang tidak menerima pembeli untuk sementara.
Kau tidak melihat tulisan c l o s e di pintu ya!" Sambung Shilla.
"Tidak penting! " Saut Aarav.
Shilla Akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Siapa namamu tuan?" Tanya Shilla.
"Kenapa memangnya?
Apa Kau mulai Terpesona dengan Ketampanan Ku gadis kecil?''Aarav dan gaya arogannya.
"Aku ingin sekali,melemparkannya ke Luar Angkasa.
Sabar Shill Sabar,dia sudah banyak menolong Kakak!" gumam Shilla dalam hati.
"Baiklah,Tak usah kau sebutkan,Tidak penting ini !" Cuek Shilla.
"Dimana Kakak mu itu? ''.
"Apa dia sudah membaik?".
"Kenapa dia tidak ada disini?". Tanya Aarav dengan mengedarkan pandangannya.
Shilla memutar bola matanya jengah.
"Dia ini Selain Hantu juga Reporter rupanya! ".
"Hah, dia cerewet sekali!" gerutunya dalam hati.
"Kakakku di flat,Aku tidak membiarkannya bekerja sebelum ia pulih !"Terang Shilla.
"Tuan Kau lebih baik keluar lah,Aku benar benar sedang sibuk menyelesaikan pesanan kue kue ini.
Pergilah sana yang jauh! "Kesal Shilla.
Kau mengusir pembeli!" Saut Aarav.
Astaga tuan,Kau benar benar susah diberi tahu.Terserah kau saja!" pasrah Shilla.
"Siapa namamu gadis Kecil?" Tanya Aarav.
"Hah,dia aneh sekali tadi!.
Aku tanya namanya, dia tidak mau menjawab.
Sekarang dia yang balik bertanya,Dasar sinting! "geram Shilla dalam hati .
"Heh Gadis Kecil,Kau tuli ya?".Ucap Aarav.
"Apa? Menjengkelkan sekali kau ini!" Mulut Shilla Mengerucut Sempurna.
"Aku hanya bercanda,Boleh Aku membantumu ?" Tawar Aarav.
"Memang kau mau?" Tanya Shilla.
"Tentu saja,Jika Kau tak keberatan Aku akan membantumu !". Aarav tersenyum samar.
"Baiklah,Mari bantu Aku Tuan!."Ucap Shilla.
"Panggil Aku Aarav Jangan Tuan,Seolah Aku Majikan mu saja! " Ucap Aarav.
"Tidak bisa tuan?".Saut Shilla dengan tangan yang selalu bergerak,membungkus pesanan satu persatu.
"Kenapa tidak bisa? '' Tanya Aarav,Ia sedang membantu Shilla,Jemarinya mulai bergerak mengikuti gerakan tangan Shilla yang sedang mengajarinya.
"Kau bahkan lebih tua dari ku?.
Aku tidak mungkin,hanya memanggil Namamu saja Tuan Aarav.
Kakak akan memarahiku nanti! ".
"Tapi, aku tidak menyukai panggilan itu!"Sergah Aarav.
"Sebelumnya Kau juga Aku panggil Tuan kan ?"Bantah Shilla.
"Itu Sebelum Kau tahu Namaku''.
"Egois Sekali!" Umpat Shilla.
"Oh iya siapa Nama Kakakmu tadi?" Shilla mengernyit bingung.
"Kau ini bahkan tak menanyai Namaku, tapi malah menanyai Nama Kakakku yang jelas Jelas tidak disini! " .Shilla dan Wajah Cemberutnya.
"Maaf,Aku lupa !.
Jadi siapa namamu Gadis Kecil?" Ulang Aarav.
"Namaku Shilla,dan Nama Kakakku Nayla".
"Boleh Aku Menjenguknya?''Tanya Aarav.
"Tentu saja boleh,Aku juga ingin mengenalkan mu padanya Tuan Aarav!".
Aarav menggeleng tidak suka dengan Panggilan dari Shilla .
"Bukan Tuan Aarav,tapi Kakak Aarav.
Kau mengerti ?" Timpal Aarav.
Shilla terharu dengan ucapan Aarav,Seketika ia merasa memiliki Sosok Kakak Laki laki.
"Hatinya menghangat memikirkan panggilan Kakak ini".
"Baiklah Kak Aarav! ".
Gadis pintar!"Puji Aarav diiringi Senyum Hangat.
Mereka tampak kompak dan semakin dekat Sejak saling bertukar Nama,Shilla yang memang pandai beradaptasi merasa nyaman dengan kehadiran Kakak barunya itu.
Aarav mengantar Shilla dengan mobilnya ke Alamat yang sudah tertulis di faktur Pembelian.
Setelah sampai di alamat yang menjadi tujuan,Shilla turun dan mengambil satu persatu bungkusannya Kepada Pemilik Rumah, Aarav ikut membantunya hingga pekerjaan Selesai.
Aarav hendak mengantarkan Shilla kembali ke Toko,Tapi Shilla meminta diantar Kerumahnya.
Ia ingin melihat keadaan Kakaknya,Tapi Sebelum itu Aarav berhenti di kedai makanan.
Aarav memberikan sekotak Chicken Wings lengkap dengan nasi dan sayuran,tak lupa juga ada bubur yang Shilla yakini untuk Kakaknya.
Shilla sampai didepan Rumahnya,Shilla dan Aarav berjalan beriringan.Mereka berhenti di depan pintu.Shilla mengetuk pintu dan memanggil Kakaknya.
"Kakak,Tolong buka pintunya! ".
Tak lama pintu terbuka,menampakkan Wajah Cantik Nayla.
"Masuklah Shill! ".
Nayla men jeda Ucapannya,Matanya penuh tanya menatap Pria di samping Adiknya.
Aarav tak hentinya memandangi wajah Nayla.
Shilla tau arti tatapan Kakaknya.
"Dia temanku Kak,Bolehkah kami masuk?
Aku pegal jika harus berdiri terus!" Rutuk Shilla.
"Ah, iya. Masuklah, Tuan Kau juga!"Nayla tersenyum dengan senyum khas miliknya.
Aarav masuk ke dalama rumah Nayla dan Shilla.
"Dia ,Ah Aku ini Kenapa? " Umpat Aarav dalam hati.
...
Terima Kasih sudah membaca Cerita ini.