
jet pribadi Aarav sampai di kanada pada pukul 3 dini hari setelah memakan waktu yang cukup jauh selama penerbangan dari london Aarav yang belum beristirahat segera menghubungi elias untuk menjemputnya dan nathan .
elias sudah stand bye di lokasi yang di share oleh Aarav lewat pesan singkatnya. kini elias menanti kedatangan Aarav dan nathan dengan melihat arloji di pergelangan tangannya.
tak lama deru angin semakin mengencang kala pesawat yang membawa Aarav dan nathan hendak mendarat di landasan yang telah tersedia.
elias tersenyum melihat atasan nya telah keluar dari pesawat dengan nathan yang mengekor di belakangnya.
selamat datang kembali tuan... "elias
terima kasih elias.. "Aarav
segera antar kan aku ke tempat istriku berada" imbuhnya.
keduanya masuk dan duduk di mobil
elias mengiyakan dan menekan pedal gas nya membelah jalanan sepi karena masih dini hari.
mobil berhenti di pelataran rumah sakit
Aarav bergegas turun dia berlari masuk ke dalam rumah sakit tanpa menghiraukan panggilan nathan yang meminta untuk menunggu nya.
nathan terengah-engah di sela langkah nya karena berusaha mengejar Aarav namun nathan berhenti dia mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
sialan Aarav ini manusia apa citah kencang sekali larinya. dia kembali melanjutkan langkahnya namun kali ini dengan berjalan pelan.
Aarav menuju ruang rawat inap nayla dengan berlari dan langsung menerobos pintu kamar inap itu. dia menghembuskan nafas lega kedua sudut bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman.
hatinya seolah di siram air semenjak dalam perjalanan dia merasa hatinya tak tenang namun kini kedua matanya melihat separuh hatinya masih tertidur dengan pulas wajah cantik dan damai nayla ketika tidur selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk Aarav.
Aarav hendak melangkah menghampiri nayla namun belum sampai dia melangkahkan kakinya seseorang menepuk bahunya.
Aarav sedikit terkejut akan hal itu dia menolehkan kepalanya ke belakang dan menangkap sosok aline yang tersenyum ke arahnya dan memberi isyarat untuk keluar ruangan bersamanya.
Aarav kemudian mengurungkan niatnya yang ingin melihat nayla karena nayla sedang tertidur biarlah nanti setelah nayla terbangun Aarav akan memeluknya sepuas hati.
aline keluar dari ruangan rawat inap nayla dan Aarav membuntutinya mereka berjalan menyusuri lorong dan berhenti tepat di ruangan pribadi milik aline .
Aarav semakin penasaran akan tingkah aunty nya ini kenapa dia berbelit seperti ini apa yang akan di bicarakan nya...
aunty cepatlah aku ingin segera bersama nayla kenapa kau membawaku kemari...? Aarav mendengus kesal
kau ini tidak bisa sebentar saja jauh dari istrimu hah. ... biarkan dia istirahat... kau selalu saja menguasainya. . ."aline
siapa juga yang menguasainya aunty aku hanya merindukannya kau ini selalu saja tidak peka.... Aarav membuang pandangannya ke arah lain.
kau ini harus ekstra sabar kali ini Aarav sebentar lagi kau akan menjadi ayah jadi jangan terlalu menyusahkan nayla . "seru aline
Aarav tak bergeming akan posisi nya hingga telinga nya masih mencerna akan ucapan aunty nya Aarav melebarkan matanya seolah hendak terlepas dari tempatnya dan dia langsung menengok ke arah aunty nya.
aline hanya tersenyum dengan senyum bahagia terpatri di sana.
aunty kau *tidak sedang becanda kan??
kau tidak sedang mengerjai ku kan* ??..
Aarav menyipitkan matanya dia melihat ekspresi aunty tersayangnya. namun ia tak melihat kebohongan di mata aunty aline nya itu.
seketika dia memeluk aunty nya dengan erat dan dia hampir saja meneteskan air mata nya karena begitu terharu mendengar semua kejutan hari ini.....
Aarav lepaskan kau membuat aunty kesulitan bernapas kau ingin membunuh aunty mu hah. .! aline berdecak kesal akan tingkah ponakan nya itu.
Aarav tergelak dia segera melepaskan pelukannya "maaf aunty aku benar benar bahagia dan terharu....
sekarang temui lah nayla dia sangat membutuhkanmu saat ini dan yah jaga dia jangan biarkan nayla terlalu memikirkan hal yang berat berat "seru aline.
Aarav mengangguk mantap dan dia menggigit bibirnya sendiri dan segera berlalu dari hadapan aline dia berlari ke ruangan tempat nayla berada.
nathan memasuki ruangan rawat nayla dilihatnya shilla yang masih tertidur dengan posisi duduk dan bertumpu dengan satu tangan. sedangkan tangan satunya menggenggam tangan nayla erat.
dia ini sering sekali tertidur dengan posisi yang tidak benar huh... nathan mendengus kesal nathan mengedarkan pandangannya dimana Aarav ? bukankah dia berlari kesini kenapa malah tak nampak batang hidungnya sama sekali .
nathan menjatuhkan tubuh lelahnya di kursi sofa yang tersedia di ruangan itu. nathan tak melepas pandangannya pada shilla yang masih terpejam dengan lelapnya nathan mengernyitkan dahinya dia menangkap mata sembab shilla.
dia ini cengeng juga ternyata rupanya saja yang garang hatinya lembut, , dia sangat menyayangi nayla macan garang ini memang unik...
ceklek.....
Aarav memasuki ruangan nayla.
nathan menoleh mendengar suara pintu yang dibuka dan melihat Aarav disana.
nathan menelisik raut wajah Aarav yang begitu bahagia dan tak melihat kekesalan serta amarah seperti saat di dalam pesawat tadi. dia dibuat heran akan perubahan drastis sikap seorang Aarav .
kau baik baik saja kan nath....? seru Aarav...
aku? nathan menunjuk jarinya ke arah dirinya sendiri .
Aarav mengangguk.
Aarav melirik tajam ke arah nathan memangnya aku kenapa?? Aarav ikut menjatuhkan tubuhnya di samping nathan.
kenapa tertawa apa ada yang lucu hah Aarav menyipitkan matanya.
tidak kau tidak lucu hanya aneh saja "seru nathan dengan menekuk bibirnya.
sialan kau nath. ...kau pasti akan tersenyum seperti ku bila tahu kebenarannya Aarav kini tersenyum sendiri matanya menatap lurus ke arah nayla.
nathan hanya diam dan memandangnya penuh tanya. dia hendak kembali berucap namun tak jadi karena Aarav berdiri dan melangkah ke arah nayla.
mata nathan mengikuti arah langkah Aarav nathan ikut tersenyum saat nayla terlihat membuka matanya.
nayla menyesuaikan pandangannya dia memutar matanya ke segala arah dan terhenti ketika matanya menangkap sosok yang tengah dirindukan beberapa hari ini.
Aarav kau pulang. .? nayla tersenyum dia berusaha untuk bangun dan Aarav membantunya untuk duduk .
shilla yang mendengar kan kegaduhan mengusik telinganya ikut membuka mata dan menguap dia mengucek kedua matanya dan melihat nayla dan Aarav ada di hadapannya .
shilla berteriak "kakak ....kak Aarav kau pulang.... ??kapan kau sampai kak... ?? kenapa tidak membangunkan ku.... !
heh macan garang kau ini baru bangun tidur saja sudah membuat telinga seluruh ruangan ini sakit "celetuk nathan.
kenapa juga kau ikut kembali... aku hanya menyuruh kakak ku yang pulang bukan alien seperti mu yang selalu membuntuti kak Aarav.
apa kau bilang? kau menyamakan ku dengan alien. . dasar macan garang. . . kau ini penjaga toko bukan ilmuwan.
kau tidak bisa membedakan mana alien dan manusia hah... dasar gila "umpat nathan.
shilla melotot kan matanya ke arah nathan dan berkacak pinggang kau ini alien berwujud manusia yang tertinggal dengan spesies mu yang lain dan menetap di bumi.
nathan mendengus sebal dia tak menjawab hanya menatap tajam ke arah shilla.
shilla ikut terdiam dia mengamati ekspresi nathan dan merasa risih akan tatapan nya itu.
Aarav dan nayla hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka berdebat . bukan hal baru untuk kedua nya melihat perdebatan keduanya seolah menjadi hiburan tersendiri untuk Aarav dan nayla.
kau diam lah dulu nayla butuh istirahat. ..nathan keluar dari ruangan itu setelah berucap demikian meninggalkan ketiganya....
shilla melirik ke arah Aarav dan nayla yang sedang menatap ke arahnya dan merasa malu akan tingkahnya tadi.
maaf ya kak... aku tidak bisa menahan emosi ku jika ada alien itu. aku akan pergi ke kantin dulu shilla bergegas keluar .
Aarav dan nayla saling melihat satu sama lain lalu kedua nya tertawa bersama....
Aarav memandangi nayla yang sedang tersenyum dan tertawa ... nayla sungguh wanita yang tegar dia masih bisa tersenyum saat musibah menimpa dirinya Aarav menyentuh pipi nayla dan dia mengelusnya.
nayla terdiam seketika dia menghentikan tawanya dia ikut memandang Aarav dan tatapan keduanya terkunci .Aarav semakin mendekatkan wajahnya dan menyatukan kedua bibir mereka melepaskan rasa rindu yang menggelayuti keduanya.
setelah keduanya terlarut dalam ciuman lembut yang tersirat penuh dengan kerinduan mereka melepaskan pertautan bibir keduanya.
Aarav menyatukan keningnya dengan kening nayla dan masih mengatur napasnya yang terengah-engah karena ciuman tadi ditatapnya nayla yang juga sama dengan nya masih mengatur napasnya.
sayang boleh aku bertanya sesuatu... Aarav membuka suara nya ketika deru napasnya kembali normal.
nayla tersenyum dan mengangguk kecil.
Aarav menjauhkan dirinya dari nayla dia sedikit memundurkan tubuhnya tangan Aarav menyentuh perut datar nayla ....
"***tolong jangan terlalu berpikir keras tentang masalah kebakaran di toko sayang.... kau harus lebih memikirkan dia mulai saat ini**. "ucapnya dengan tersenyum*.....
nayla mengernyitkan dahinya .....dia??? siapa yang kau maksud sayang.. nayla masih mencerna ucapan suaminya...
Aarav hanya tersenyum nayla terkesiap dia membuka mulutnya lebar dan dia menutup nya dengan kedua tangannya. .nayla kembali menatap Aarav .
I'am pregnant.... really???
Aarav mengangguk seketika nayla memeluk Aarav dan keduanya berpelukan dengan sangat erat....
.
.
.
.
.
.
.
.
.