
"Aku Minta Maaf Nona untuk,-
untuk sikapku yang kurang bersahabat denganmu waktu pertama kali kita bertemu."Aarav memecah keheningan di dalam mobil.Sedari tadi ia berpikir keras untuk menghilangkan Kecanggungan yang terjadi di antara mereka berdua.
Nayla menoleh dan memperhatikan wajah Aarav."tidak masalah Tuan,Kau mungkin sedang kesal waktu itu, jadi aku memakluminya."Saut Nayla dengan tersenyum.
Aarav merasa detak Jantungnya,berdetak dengan ritme lebih cepat dari biasanya.
"Shitt !"Senyumnya manis sekali.hanya dengan melihatnya saja membuat Sport Jantung,dan bibirnya. Sial,aku bahkan ingin sekali menciumnya detik ini juga."batin Aarav.
Shilla sudah menceritakan Semua Tentangmu Tuan, jadi aku sedikit mengerti."Tutur Nayla.
Aarav masih berargumen dengan otaknya sendiri,hingga tanpa sadar melamun.
"Tuan,Apa kau mendengar ku? "Tanya Nayla.
"Dia kenapa?" Heran Nayla.Apa dia melamun? gumamnya.
Nayla memperhatikannya dan memberanikan diri menyentuh bahu Aarav."Tuan,Jangan melamun saat menyetir itu sangat berbahaya."Terang Nayla,Ia sedikit khawatir.Aarav tersentak dari lamunan nya.
"Maaf Nona,Aku membuatmu takut.Aku benar benar tidak sengaja."Sesal Aarav.
"Hm,Ohmh iya tuan.Kalau boleh tau,Sebenarnya Kita akan kemana Tuan?"Tanya Nayla.
Ia berusaha membuka Percakapan dengan pria disebelah nya ini,agar Ia tak melamun seperti tadi. Nayla masih menyayangi nyawa nya sendiri.
Aarav tersenyum tampan.'Kau akan tahu nanti." Ucapnya penuh arti.
"Nona bisakah Kita?".
Kita...
Kita...
hem..Kita.
"Kita Apa? " Tanya Nayla yang tak sabar menunggu lanjutan kalimat Aarav yang berputar putar.Nayla akhirnya ikut bersuara
"Ehm,Maksudku.Kita tidak menggunakan panggilan Tuan dan Nona.Kau bisa panggil Namaku saja dan Aku memanggil Namamu.
"Apa kau keberatan?"Tanya Aarav.
"Ya Tuhan,aku pikir kau akan membatalkan perjalanan ini dan meminta izinku, tapi ternyata hanya masalah panggilan.Kau lucu sekali Tuan! "Ucap Nayla dengan tawa khas miliknya.
Lagi dan lagi Aarav terpesona dengan senyum mematikan itu.
"Kau panggil aku Nayla,dan Aku akan memanggil mu,-
hm,Siapa Namamu? "Tanya Nayla.
"Aarav.Panggil saja aku Aarav."Sahutnya.
"Baiklah,kita sampai!".Aarav keluar dan turun dari Mobil.
Nayla membelalakkan Matanya,Ia terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan.Mulutnya tak berhenti Melengkung Sempurna,Sinar Kebahagiaan tercetak di Wajah Cantiknya itu.
"Aarav kau membawaku kemari.ini indah sekali!"Nayla bersorak kagum.
"Kau Suka Nay?" Tanya Aarav.Ia tahu jika Nayla menyukainya dilihat dari rona bahagia yang tergambar di wajahnya.Aarav hanya ingin memastikannya sendiri,dengan mendengar jawaban Nayla .
"Sangat,Aku bahkan sangat menyukainya Aar."Ungkapan Nayla terasa seperti Oksigen pagi hari untuk Aarav,Ia lega mendengarnya.
"Ini Pertama Kalinya aku kemari."Ungkap Nayla.
"Kalau begitu,Aku akan rutin mengajakmu kesini!." Sahut Aarav.
"Kalau begitu Kau juga harus mengajak Kekasihmu juga Kesini."Ucap Nayla polos.
"Kekasih?Kekasih Siapa Maksudmu Nay-
Aku bahkan tak memiliki Kekasih."Ungkap Aarav.
Nayla memicingkan matanya."Lalu Kau anggap Adikku apa,Kalau Dia bukan Kekasihmu."Cibir Nayla.
"Dasar Lelaki,Seenaknya saja! "Umpat Nayla dalam hati.
Aarav terdiam beberapa detik lalu dia tertawa lepas.
"Tidak ada yang lucu Aar.Kenapa Kau tertawa? Aku sungguh akan mencakar mu, jika Kau berani mempermainkan perasaan Shilla."Geramnya.
"Kau garang sekali rupanya,seperti Kucing saja ingin mencakar ku! "Aarav dan tawanya.
Nayla tergelak."Kau menyamakan ku dengan kucing. Jahat sekali! "Kesal Nayla.
"Kau semakin Cantik jika sedang Kesal." Ungkap Aarav.
"Jangan menggodaku.! " Timpal Nayla.
"Aku bersungguh sungguh dengan Ucapan ku nay,dan satu lagi.Kau salah paham."Ungkap Aarav.
Salah paham apa? "Tanya Nayla.raut wajahnya menjadi Serius.
"Aku bukanlah Kekasih Shilla adik mu itu."Jelasnya.
"Lalu? "Sarah dan wajah bingungnya.
"Aku hanya temannya,Dia sudah Seperti Adik untuk ku.sejak pertama aku bertemu dengan nya,Aku mulai menyayanginya.Sikap dan Hobi Teriaknya itu sungguh menggemaskan."Jelas Aarav.
Nayla tersenyum mendengarkan penuturan Aarav tentang Shilla.
"Kau benar Aar, dia memang menggemaskan."Timpal Nayla.
"Kau beruntung memilikinya nay."Ungkap Aarav.
dan Kau beruntung bisa dekat dengan nya." Imbuh Nayla.
Tak terasa,Senja mulai menampakkan sinarnya.Nayla dan Aarav hanyut dalam Percakapan masing masing.
Malam hampir tiba, Aarav melihat ada kotoran di dekat mata Nayla.Ia membantu membersihkan nya,karena Nayla tak menemukan nya ketika mencoba membersihkan dengan tangannya sendiri.
Aarav mengusapnya pelan.
Nayla memejamkan matanya,Aarav terus memperhatikan wajah Nayla.Ia mendekat kan wajahnya ke wajah Nayla dan hidung mereka bersentuhan,tangan Aarav berpindah posisi kini berada di tengkuk Nayla.
Aarav mendekatkan bibirnya ke bibir Nayla,
seolah mendapat ijin dia ******* bibir Cherry milik Nayla dengan lembut.
Seakan terbawa Suasana,Sekitar Air terjun Niagara falls yang mampu membuat Ribuan Mata terpukau dan terpesona dengan keindahan yang di miliki dan merupakan air terjun terbesar di di dunia.
Keduanya melepaskan pertautan bibir mereka,Aarav lebih dulu mengusap bibir Bayla dengan Ibu jarinya.
"Kita makan malam terlebih dulu,lalu kita pulang.bagaimana,Kau setuju?"Tanya aarav.
Nayla hanya mengangguk patuh."Ia masih syok dengan Kejadian tadi,dimana Kewarasannya hilang dan mengijinkan Pria yang baru dikenalnya mencuri Ciuman pertama nya.
"Bodoh,bodoh."Umpatnya dalam hati.
"Maaf Nayla,Aku terbawa suasana tadi."Sesal Aarav. Aarav bukan menyesal karena sudah mencium Nayla, tapi ia takut dianggap lelaki tak sopan yang menyentuh sembarang wanita, meski itu sudah terjadi tadi.
Mereka kembali ke rumah masing masing,Setelah Aarav memastikan Nayla masuk ke Flat.dirinya bergegas kembali menuju Mansion nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
See you Next Chapter.
Terima Kasih sudah membaca cerita ini.
Happy Reading. 😘