Nayla My Future Is You

Nayla My Future Is You
Hampir Saja.



Happy reading all.


Aarav yang merasa dirinya dipeluk dari belakang memutar tubuhnya,hingga matanya menangkap Sosok yang sedari tadi mengusik ketenangan hatinya.


"Sayang Kau-


Aarav mengelus wajah dan bahu Nayla,memutarkan tubuh Nayla mengecek Keadaannya.Nayla menghentikan aksi Aarav yang dirasa berlebihan.


"Aarav hentikan,Kau berlebihan.Aku sungguh baik baik saja!".


Namun Aarav mengacuhkan Ocehan Nayla,dia meraih punggung Nayla dan memeluknya dengan sangat erat hingga Nayla kesusahan untuk bernafas.


Aarav aku-


Ucapan Nayla terpotong.


"Diam lah Sayang,biarkan seperti ini untuk beberapa saat."Sergah Aarav dengan cepat.


Aarav merenggangkan pelukannya,dia mengelus surau panjang Nayla dan menghirup aroma Lemon di rambut NaylaAroma yang di rasa menyegarkan pernapasannya,karena tadi Ia frustasi setengah hidup tak bisa memikirkan hal buruk terjadi pada Wanitanya.


Nayla merasa nyaman dalam pelukan Aarav,hingga kini dia diam tak membantah atau menolak pelukan Aarav.


"Apa Kau merasa merasa kesal siang tadi,saat-


Aarav memundurkan tubuhnya dia ingin melihat ekspresi Nayla ,yang sempat terbakar Cemburu.


rasa nya dia suka ekspresi Nayla yang dilanda Cemburu.


Saat wanita itu memelukmu dan mencium mu."Nayla meneruskan pertanyaan Aarav.


Aarav dengan devil Smile nya."Jadi Sekarang Kau merasa terganggu dengan mereka yang mendekati ku. " goda Aarav,dirinya ingin lihat Nayla seperti apa saat mencoba mempertahankan Seorang Aarav.


Nayla memicingkan matanya."Jangan mencoba mengetes ku Aarav,aku tidak suka.Jelas aku tak suka dia seenaknya saja memelukmu, di depan umum dan kau juga sama saja menyebalkan nya.Kau diam saja saat dia menyentuhmu."Nayla memanyunkan bibirnya hingga membuat wajahnya semakin terlihat menggemaskan di mata Aarav.Aarav hanya mengamati wajah Nayla dengan tatapan yang teramat dalam.


Matanya menyiratkan sesuatu,Nayla yang merasa tatapan Aarav berbeda dari biasanya mulai menanyakan nya.


"Aarav apa ada kotoran di Wajahku?


atau muka ku terlihat kusam?


Apa ada yang aneh dengan ku? Nayla bingung, Mengapa Aarav hanya diam dan menatapnya.


"Kau membuatku hampir mati muda sayang,dan aku hampir berpikiran hal yang tidak tidak tentangmu. Rasanya tenggorokanku tercekik,aku lebih memilih kehilangan nyawaku sendiri jika kau tidak ku aku temukan.Jantungku bahkan merasa sesak,saat Kau tidak memberi Ku kabar setelah acara itu.


Nayla terharu dengan semua kalimat Aarav,dirinya meletakkan Jari telunjuknya di bibir Aarav.Menghentikan Ucapan Aarav yang tak sanggup Nayla dengar lagi."Jangan katakan hal yang membuatku takut,Maaf aku hanya terlalu berlebihan menuruti rasa cemburu ku itu.Aku tak akan mengulangi nya lagi.


"Promise?"Ucap Aarav.


Nayla mengangguk."Yes I'm Promise".


Keduanya kembali ke rumah saat Cuaca mulai membaik,Hujan lebat yang tadi melanda Kawasan Kanada dan sekitarnya sudah berhenti.


Shilla yang sedari tadi diam tanpa melakukan aktifitas apapun,Kini telah memejamkan matanya dan tertidur dengan Posisi duduk dengan Kdua lengan ditekuk sebagai bantal.


Nathan memperhatikan posisi tidur Shilla yang dirasa tak nyaman."Dia ini Kenapa harus tidur disini,dia kan bisa meninggalkan ku jika sudah mengantuk bukan malah tetap di sofa dan malah tertidur disini."gumam Nathan.


"menyusahkan saja!."Nathan berusaha membopong tubuh Shilla memindahkan Shilla ke kamarnya,dia menidurkan Shilla di kasurnya lalu meraih selimut dan menutupkannya ke tubuh Shilla .


Nathan hendak melangkah keluar kamar Shilla.namun, Ia urungkan dan kembali menghampiri Shilla yang tengah berbaring pulas.


"Macan garang,Kau terlihat manis jika diam seperti ini. Nathan memperhatikan bibir Shilla,Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Shilla.namun,belum sampai menyentuhnya dia berpindah ke arah kening Shilla dan mengecupnya lalu berlalu dari Kamar Shilla .


"Kenapa aku tak tega meninggalkannya,padahal hujannya sudah mereda dan sudah tidak ada petir sama sekali."gumam Nathan.


Nathan yang merasa bosan menunggu tanpa sadar tertidur di sofa dan dirinya bahkan tertidur cukup lama, hingga tak menyadari jika Aarav menghubunginya. d


Dering Ponsel bahkan tak sanggup membangunkan nya dari alam bawah sadarnya.


Nayla dan Aarav tiba di flat.Mereka segera masuk dan Aarav mengernyit heran menatap Nathan yang tertidur di Sofa mini milik Shilla.


Aarav hendak membangunkan Nathan.namun,Nayla mencegahnya."Aarav biarkan saja,mungkin dia kelelahan menjaga Shilla sedari tadi.Kau menginap lah disini dan pindahkan Nathan ke kamarku.Kau tidur dengannya,biar aku tidur dengan Shilla."Ucap Nayla.


Nathan yang merasa mendengarkan percakapan di sekitarnya,mulai memindai Sekitar.Matanya masih buram setengah mengantuk."Kalian sudah kembali rupanya."Nathan tersenyum,namun belum beberapa lama dia menguap lagi rasa kantuk melandanya dengan amat sangat .


"Kau pindah lah ke kamarku Nath dan tidur dengan Aarav."Nathan mengangguk,dia berjalan melewati Aarav dan Nayla .


Sebelum benar benar hilang dibalik pintu,dia menoleh ke arah Nayla dan Aarav."Thanks dude,Kau juga Nay. Aku pinjam kamarmu malam ini."dan Nathan menghilang dibalik pintu .


"Aarav,Apa Kau tidak istirahat juga kau pasti lelah kan? tanya Nayla.


Aarav menggelengkan kepala nya."Aku belum ingin tidur,temani aku disini yah." Pinta Aarav.


Keduanya kini tengah duduk di karpet bulu multi fungsi,yang biasa mereka gunakan untuk makan atau menonton TV.


Aarav telah menyalakan Televisinya dan Kini menampilkan Film horor. Nayla yang takut dengan Film bergenre horor enggan melihat ke arah televisi .


"Sayang kau takut?"Aarav gemas dibuatnya,Nayla Ketakutan dan memeluknya dengan menyembunyikan wajahnya di dada tegap Aarav.


Nayla mengangguk.


"Kau Seharusnya lebih takut kepadaku,bukan pada film yang ada di televisi."bisik Aarav.


Nayla merasa aura tak mengenakkan mencuat Ke Permukaan."Apa Kau Manusia Setengah Dewa,Ghost Red,Drucless,Vampire."Nayla berkata dengan wajah takut yang di buat buat.


Aarav tak bisa lagi menahan rasa gemasnya dia meraih dagu Nayla dan menarik pinggang Nayla.Setelah Nayla memandangnya,Aarav mengangkat tubuh Nayla dan menjatuhkannya dalam Pangkuannya. dia mengunci gerakan Nayla yang ingin bangkit dari pangkuannya.


Aarav meraih tengkuk Nayla dan mendekatkan bibirnya,menyatukannya dengan milik Nayla.dia ingin melakukan itu sedari mereka masih di sekitar air terjun namun Karena banyak pengunjung Aarav menahan nya.


Nayla melotot kan matanya dan Aarav semakin memperdalam ciuman nya.dia bahkan menggigit bibir Nayla dan berhasil,Nayla membuka bibirnya Aarav **********.Nayla memejamkan matanya,Kini Aarav menjelajahi leher Nayla yang putih menciumnya bahkan meninggalkan beberapa jejak di sana.


Nayla baru kali ini merasa Aarav melakukannya dengan sangat agresif,Nayla merasa sesuatu gelenyar aneh.


Aarav menghentikan aksinya.Iamerapikan gaun yang dikenakan Nayla,dia menjauhkan tubuh Nayla dari pangkuannya dan mencium Kening Nayla.


"Maafkan Aku Nay,Aku-


Aku hampir Kehilangan Kendali".Nayla mengerti maksud Aarav .


Nayla kembali memeluk Punggung Kokoh itu dan berucap."Kalau begitu nikahi aku secepatnya,jadi Kau tidak harus menahannya dan merasa bersalah".


"Secepatnya,Aku akan mengurus Pernikahan Kita."Ucap Aarav,Nayla tersenyum bahagia.


"Sekarang Kita tidur,Aku akan kembali Ke Kamar dengan Nathan.Kau tidur yah,Jangan memikirkan ku."Ucap Aarav dan menghilang di balik pintu.


Nayla terkekeh geli."Dia terlalu percaya diri".


...


Jangan Lupa Like Komen Juga Boleh, Bantu Vote yah.


Baca Novel Aku yang lain yah Deep You atau You Heart Me.


Terima kasih sudah mau membaca cerita ini.